Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Persiapan Selesai


__ADS_3

Malam, dua hari kemudian.


Sebuah truk barang yang dikawal beberapa mobil hitam sampai di markas Wings of Freedom. Hal itu membuat banyak anggota, bahkan para petinggi kelompok menjadi bingung. Mereka sama sekali tidak tahu apa yang sebenarnya telah terjadi di sana.


"Jadi sudah datang ..."


Membuka pintu depan, sosok Adam berjalan keluar dengan ekspresi datar di wajahnya.


"Yang dibawa truk ini adalah pesananmu, Ketua?"


Di belakangnya, Matt tidak bisa tidak bertanya. Dia merasa aneh. Sangat jarang Adam membeli sesuatu semacam itu. Belum lagi, dari pengawalan, apa yang dibawa kali ini bukan barang murah.


Sosok Mr Donaldson dan beberapa bawahannya turun dari mobil. Melihat Adam yang berjalan ke arahnya, pria itu tertawa.


"Aku telah membawa pesananmu, Mr Adam."


"Pasti dikemas dengan baik, kan?"


"Tentu saja, semuanya dikemas dengan rapi. Mainan cantik itu siap digunakan kapan saja."


Mr Donaldson menunjukkan senyum profesional. Dia kemudian mengajak Adam berjalan mendekati truk yang berhenti. Pria itu kemudian menunjuk ke arah anak buahnya.


"Buka pintunya! Aku dan Mr Adam ingin melihat barangnya."


"Baik, Bos!"


Pintu belakang kargo dibuka, langsung menampilkan tumpukan kotak yang tersusun rapi. Anggota Wings of Freedom juga mendekat karena penasaran. Namun mereka hanya melihat karena sang ketua tak memberi perintah.


Adam dengan ringan melompat. Masuk ke dalam kargo, dia melihat tumpukan kotak. Membuka salah satunya, dia melihat senapan yang disusun rapi.


Mengambil satu senapan M16, Adam mengamati kualitasnya. Meski tidak tahu banyak tentang senjata api, paling tidak dia memiliki skill smithing, jadi bisa membedakan apakah bahan itu baik atau tidak.


Adam kemudian melihat ke arah rekan-rekannya. Sambil mengangkat sudut bibirnya, dia berkata.


"Karena asuransi telah tiba, aku akan mengumumkan bahwa ...


Kalian bisa ikut bersenang-senang dalam pesta berikutnya."


Mendengar ucapan Adam, para anggota Wings of Freedom terdiam sejenak. Beberapa saat kemudian, mereka langsung berteriak penuh semangat.


"OOOHHH!!!"


Sebagai anggota, mereka semua tahu bahwa Adam berniat untuk menyerang Golden Dew. Meski tidak mengetahui alasan pastinya, mereka ingin membantu. Hanya saja, Adam menolak mereka dengan keras. Hal itu membuat mereka kecewa karena merasa tidak berguna.


Tidak seperti kelompok lain dimana banyak yang akan lari ketika ada pertempuran, Wings of Freedom lebih bersatu dan ingin menghadapi lawan-lawan dengan saling bahu-membahu.

__ADS_1


Belum lagi, karena mereka telah banyak dibantu oleh Adam, mereka benar-benar ingin membantu Adam! Meski sedikit, paling tidak itu membuktikan bahwa mereka bukanlah tipe orang yang tidak tahu terima kasih.


Hal itu juga yang membuat Adam akhirnya memutuskan untuk membeli 'mainan' dari Mr Donaldson. Memang, biasanya mereka melakukan semuanya dengan cara tradisional. Namun senjata masih diperlukan sebagai asuransi, hanya digunakan ketika benar-benar terdesak!


"Yang benar saja ..."


Mr Donaldson bergumam pelan ketika mendengar teriakan serempak yang dipenuhi oleh niat bertarung itu. Dia tidak menyangka, selain Adam, bahkan para bawahan juga tampak begitu kompak dan kuat. Menyaingi para elit yang telah melalui banyak pertempuran!


Mengabaikan ekspresi terkejut Mr Donaldson, Adam berkata.


"Tunggu apa lagi? Bantu aku memindahkan barang ke ruang bawah tanah! Atur semua dengan rapi, pastikan untuk tidak merusaknya."


Adam berkata dengan nada setengah bercanda. Dia mengembalikan MQ6 kembali ke kotak dan menutupnya. Dia kemudian menyuruh orang-orang untuk mengangkutnya.


"Apakah kamu tidak berniat memeriksa mereka satu per satu, Mr Adam?"


"Tidak perlu." Adam menggelengkan kepalanya. "Bahkan jika anda pedagang gelap. Anda benar-benar terkenal atas kejujuran anda dalam berbisnis. Jadi ... aku juga akan memercayai anda."


Mendengar ucapan Adam, Mr Donaldson mengangguk puas. Pria itu merasa kalau dia tidak membuat hubungan yang salah. Pemuda di depannya benar-benar bisa dipercaya dan bisa diandalkan.


Setelah itu, para anggota Wings of Freedom memindahkan kotak-kotak berisi 'mainan' beserta amunisinya. Ketika mereka memindahkan barang, Adam mengundang Mr Donaldson untuk masuk dan beristirahat. Akan tetapi, beliau menolak dan ingin mengawasi pemindahan barang. Jadi, akhirnya Adam hanya bisa menyetujuinya.


Usai memindah seluruh barang, Mr Donaldson akhirnya pamit. Karena itu, setelah mengantar Mr Donaldson dan rombongan pergi, Adam segera pergi ke ruang bawah tanah untuk memeriksa semuanya. Setelah yakin tidak ada anggota yang mencoba mengambil atau menyembunyikan senjata, dia mengunci ruangan.


Adam lalu memanggil Shawn, Matt, Randy, dan Brock ke ruangannya.


Adam duduk di kursinya dan menyuruh keempat orang itu untuk duduk. Setelah mereka duduk, tanpa basa-basi, dia bertanya.


"Selain kunci yang aku bawa, ada dua salinan lain. Black Wings dan White Wings, masing-masing mendapat satu. Jadi putuskan ... siapa yang harus membawanya?"


Mengatakan itu, Adam meletakkan dua kunci ke atas meja.


Dalam kelompok Black Wings, Brock langsung memandang Randy dan menggelengkan kepalanya. Jelas, maksudnya kalau pria kekar itu tidak mau membawa kuncinya. Lagipula, meski tampak sepele, itu adalah tugas dengan tanggung jawab besar.


"Kalau begitu aku akan menerimanya."


Randy berkata dengan senyuman yang khas. Sedangkan Shawn dan Matt saling memandang. Setelah beberapa saat berpikir, Shawn akhirnya berkata.


"Lebih baik kamu yang membawanya, Matt."


Shawn tampak lebih rendah hati daripada biasanya. Setelah dilatih oleh Adam, dia mulai merasakan kesenjangan di antara teman-temannya. Meski mereka masih akrab, dia menjadi kurang percaya diri karena tidak lagi bisa menjadi yang terkuat dan memimpin mereka.


"Tidak. Aku tidak pandai dalam menyimpan benda-benda penting seperti itu. Seperti yang kamu tahu, aku terlalu bebas." Matt langsung menyangkal. "Lebih baik kamu yang menyimpannya."


"Tapi aku—"

__ADS_1


"Kamu kurang percaya diri, Shawn."


Bukan Matt, tetapi Adam yang berbicara. Tentu saja, pemuda itu bisa melihat perubahan dalam diri Shawn. Oleh karena itu, dia memilih untuk memanggil mereka semua.


"Aku ..." gumam Shawn.


"Semua orang memiliki kekurangan mereka sendiri, Shawn. Selain itu, setiap orang juga memiliki kelebihan mereka sendiri.


Contohnya Brock. Jujur saja, kamu tidak begitu pintar. Kamu tidak pandai dalam melakukan banyak trik. Namun dalam pertarungan, kamu sangat baik. Kamu juga diberkahi tubuh kuat bahkan tanpa banyak dilatih. Apa yang aku kagumi darimu adalah bisa menerima kekurangan.


Bahkan kamu mengakui bahwa kamu tak pintar, tetapi kamu masih tahu apa yang harus kamu lakukan. Bisa membedakan mana yang benar dan salah ... itu cukup."


"Terima kasih, Ketua."


Dipuji oleh Adam, Brock menggaruk belakang kepalanya. Dia memiliki ekspresi malu yang tidak cocok dengan wajahnya.


Adam kembali menatap Shawn.


"Aku tahu kamu ragu, Shawn. Karena itu, aku akan memberimu kesempatan.


Ikuti misi ini. Jika kamu memang merasa dirimu stagnan dan tak dapat melangkah ke depan, aku tak keberatan jika kamu memilih untuk mundur dari jabatan ketua Black Wings.


Aku tahu tanggung jawab itu berat, Shawn. Namun aku percaya, kamu sebenarnya mampu melakukannya."


Dihadapkan tatapan Adam, Matt, Randy, dan Brock ... Shawn menunduk. Dia tampak berpikir keras. Setelah beberapa saat, pria itu akhirnya berkata.


"Aku mengerti, Senior Adam."


Melihat mereka berempat, Adam akhirnya berkata.


"Kalian boleh pergi."


"Baik!" jawab mereka serempak.


Setelah mereka berempat pergi, Adam duduk diam sambil memejamkan mata. Tidak ada yang tahu apa dalam pikirannya.


Ring! Ring! Ring!


Pada saat itu, ponsel Adam berdering. Membuka matanya dengan ekspresi datar, pemuda itu mengangkat telepon.


"Bagaimana?"


"Mereka telah menyetujuinya. Kamu bisa melakukannya kapan saja, Mr Adam."


Menghela napas panjang, pemuda itu kemudian berkata.

__ADS_1


"Dimengerti."


>> Bersambung.


__ADS_2