
Tap! Tap! Tap!
Sosok hitam berlari melintasi sebuah sungai dengan lebar lebih dari tiga puluh meter.
Sosok hitam itu menginjak air seolah itu tanah. Setiap kali memijakkan kaki di jarak sekitar satu setengah meter. Hanya dalam beberapa detik, sosok hitam itu sampai di seberang sungai.
Berhenti di seberang sungai, barulah tampak jelas sosok pemuda yang mengenakan pakaian olahraga hitam lengkap. Dia mengembuskan napas panjang, membuat kepulan asap muncul dari mulutnya.
Melihat pemandangan pagi yang damai di sekitar, pemuda itu tersenyum.
"Tampaknya latihan yang aku lakukan memang tidak sia-sia ..."
Ya. Pemuda itu adalah Adam. Dia telah menghabiskan hampir satu minggu untuk melatih teknik baru miliknya.
Sudah satu bulan sejak Adam menaikkan level Yuki. Dalam tiga minggu, pemuda yang telah berada di puncak Silver Spirit itu akhirnya menerobos ke tingkat Golden Spirit.
"Karena rumah telah selesai direnovasi ketika aku menembus batasan level, terpaksa kejutannya harus ditunda satu minggu."
Memikirkan sosok Bella dan Jennifer, Adam tersenyum sembari menggelengkan kepalanya.
Sudah satu minggu Adam berada di rumah yang berada di pedesaan luar Kota B. Karena tidak jauh dari hutan, dia menggunakan waktu tersebut untuk melatih skill Commanding Wind and Cloud, serta Flame Control.
Meringankan tubuhnya, Adam benar-benar bisa bergerak di antara pepohonan bahkan menyaingi ... atau lebih lincah daripada seekor monyet.
Dia bahkan bisa menginjak air seolah itu tanah datar. Tentu saja, Adam masih belum bisa berjalan santai di atas air. Hanya bisa menginjak permukaan dengan waktu hampir satu detik.
"Ya ... waktunya untuk kembali."
Mengatakan itu, Adam melemaskan otot-otot tubuhnya sebelum berlari melewati sungai luas yang tenang dengan cepat.
Pemuda itu telah menjadi lebih kuat daripada sebelumnya!
***
__ADS_1
Sore harinya.
"Tampaknya kamu masih tahu jalan pulang, Adam."
Sampai di apartemen miliknya, Adam melihat sosok Jennifer yang menatapnya dengan tangan disilangkan. Wanita itu tampaknya tidak sedang dalam suasana hati yang baik.
"Aku pulang," ucap Adam dengan ekspresi datar.
"Kamu ..."
Melihat ke arah Adam, Jennifer akhirnya hanya menghela napas panjang. Setelah beberapa saat berpikir, wanita itu melanjutkan.
"Aku tahu, sebagai Kultivator kamu harus sering melakukan latihan, tapi ... bisakah kamu juga memikirkan perasaan kami, Adam?"
Melihat Jennifer yang biasanya pemarah dan galak berkata dengan ekspresi pahit, Adam langsung merasa bersalah.
Pemuda itu berjalan ke arah Jennifer lalu memeluk pinggang wanita itu dengan lembut.
"Maaf, aku benar-benar minta maaf. Aku janji, setelah ini kita akan lebih sering bersama. Namun ..."
"Kamu benar-benar mencintai pekerjaan ini, kan?"
"..."
Mendengar ucapan Adam, Jennifer sempat terkejut. Menggigit bibir bawahnya, wanita itu mengangguk.
"Maaf, Adam. Jika kamu menyuruhku untuk berhenti, aku tidak bisa.
Aku tahu kalau kamu bisa mencukupi kebutuhanku dan Bella. Namun, pekerjaan ini ... aku tidak bisa melepaskannya.
Seperti Bella yang masih ingin pergi ke universitas meski sebenarnya tidak diperlukan, aku juga—"
"Aku tahu."
__ADS_1
Adam langsung menyela.
"Aku tahu itu, Jennifer. Aku sama sekali tidak berniat memaksa kamu atau Bella untuk melakukan apa yang tidak kalian inginkan.
Kalian adalah wanita mandiri dan memiliki tujuan masing-masing. Meski tujuan utama kami juga sama-sama menjadi Kultivator, kita memiliki hobi masing-masing.
Jadi aku tidak memaksa kalian untuk menjadi seperti apa. Karena ... aku menyukai dan menyayangi setiap bagian dari kalian."
Mendengar ucapan Adam, hati Jennifer merasa lebih hangat. Dia merasa, meski harus berbagi, selama disayangi dengan ketulusan seperti itu ... tidak buruk sama sekali.
Pada saat Jennifer tenggelam dalam pikirannya sendiri, suara Adam kembali terdengar.
"Lalu, mari kita pindah."
"Eh???"
Ucapan Adam yang begitu tiba-tiba membuat Jennifer merasa lengah. Wanita itu menatap ke arah Adam dengan ekspresi heran.
"Pindah?"
"Ya."
"Kemana?"
"Kamu bisa tenang. Masih di Kota B. Tidak perlu khawatir."
"Bukankah lebih baik kita tinggal di sini? Lagipula, banyak kenangan kami ada di sini. Juga—"
"Aku tidak akan menjual apartemen ini, Jennifer. Namun, aku tidak pernah peduli dimana aku harus tinggal, karena ..."
Adam menatap ke arah mata Jennifer.
"Dimana kamu dan Bella berada, itulah di sanalah rumah bagiku ... tempat aku akan kembali."
__ADS_1
>> Bersambung.