Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Gadis Kecil Yang Aneh


__ADS_3

Satu bulan setelah keberangkatan Elbert.


"Apakah kamu baik-baik saja, Melly?"


Melly yang sedang duduk sambil menatap luar jendela dan melihat langit malam, sedikit terkejut ketika mendengar suara monoton seorang wanita dari belakangnya. Menoleh, gadis itu melihat sosok ibunya yang memandangnya dengan ekspresi datar.


"Saya—"


"Ibu tahu kamu pasti merindukan Elbert. Namun bukan berarti kamu harus seperti itu.


Meski tidak berselera, kamu harus tetap makan. Jika kamu kurus, Ibu tidak bisa menjelaskan kepada Elbert. Bukankah itu akan menjadi buruk?"


Mendengar nama Elbert disebutkan, Melly yang awalnya agak murung tampak lebih cerah. Gadis itu memandang ibunya yang tampak dingin. Meski sering memiliki prasangka buruk, dia merasa kalau ibunya tidak begitu buruk.


Melly hanya merasa bahwa dirinya kurang mengenal ibunya sendiri.


"Hari ini ibu memasak apa?" tanya Melly dengan ekspresi ragu.


"Stew." (Rebusan yang berisi daging, sayur, sosis, dan sebagainya.)


"Daging lagi?"


Mendengar ucapan ibunya, Melly yang biasanya agak takut mengeluh. Gadis itu berusaha untuk bersikap lebih manja, ingin lebih dekat lagi dengan ibunya.


"Bukankah sebelumnya ibu sudah membuat burger, meat ball, dan masakan berbahan daging lainnya?"


Mendengar keluhan Melly, wanita dengan ekspresi datar itu tidak merubah wajahnya. Dia mengulurkan tangannya lalu mengelus kepala Melly. Wanita itu kemudian berkata.


"Bukankah itu karena kamu menjadi semakin dan semakin kurus setiap harinya?"

__ADS_1


"Benarkah? Kalau begitu terima kasih banyak, Ibu."


Melly yang menunduk merasa bahagia. Sangat jarang ibunya begitu perhatian dan memperlakukan dirinya dengan begitu lembut.


"Kalau begitu kita pergi makan malam?"


"Baik, Ibunda."


Di meja makan, empat orang makan bersama.


Mereka adalah ayah, ibu, dan Melly. Lalu ada satu lagi sosok gadis kecil yang berpenampilan seperti Melly dan ibunya. Tampak begitu cantik.


"Kenapa kamu tidak mau makan daging, Mia? Kenapa kamu begitu keras kepala?


Kamu tidak menghargai usaha ibu! Lagipula, kamu akan kurus jika tidak mau memakan daging."


Melihat adiknya yang mendorong semangkuk stew pergi dan malah menggerogoti wortel rebus seperti kelinci kecil, Melly agak marah.


"Mia, kamu—"


"Jangan bicara ketika makan, Melly. Ingat etika. Soal Mia ... lupakan saja. Mungkin dia sedang dalam masa memberontak."


"..."


Melly yang ditegur oleh ayahnya hanya bisa diam. Gadis itu merasa kalau ayahnya masih begitu marah karena hubungannya dengan Elbert. Dia tidak berani membantah, dan hanya bisa melanjutkan makan dalam diam.


***


Hampir tengah malam.

__ADS_1


Tok! Tok! Tok!


Mendengar ketukan pintu, Melly yang tidur membuka matanya. Dengan ekspresi buruk di wajahnya, gadis itu berjalan untuk membuka pintu.


"Siapa?"


Gadis polos itu membuka pintu sambil menggosok matanya.


Melihat sosok Mia yang berdiri di depan pintu dengan tenang, Melly merasa terkejut. Dia juga merasa agak aneh. Sejak kecil, gadis itu benar-benar tidak banyak bicara, nyaris tidak pernah berbicara kepada dirinya.


Jadi melihat gadis kecil itu, Melly menjadi agak ragu.


"Apakah kamu takut pergi ke kamar mandi, Mia? Apakah—"


Belum selesai berbicara, Mia menarik tangan Melly lalu menaruh kertas kecil yang dilipat dan menyerahkannya kepada kakaknya itu.


Tidak mengatakan apa-apa, gadis itu kemudian pergi. Berjalan menuju kamarnya sendiri lalu menutup pintu.


"Gadis aneh," gumam Melly dengan ekspresi agak tertekan.


Kembali ke dalam kamar lalu menutup pintu, Melly berjalan menuju ranjang dan berbaring.


Sebelum kembali tidur, Melly yang merasa agak penasaran membuka kertas yang diberikan oleh Mia kepada dirinya. Pada saat itu juga, dia merasa agak terkejut dan aneh.


'Lemari hitam kamar tidur utama.'


Tulisan yang nyaris abstrak itu membuat Melly merasa aneh. Merasa kalau itu tidak terlalu penting, dia membuang kertas itu lalu memejamkan matanya. Gadis itu berpikir kalau adiknya yang aneh hanya ingin pamer karena sudah bisa menulis di usia yang masih sangat muda.


Akan tetapi, Melly tidak bisa tidur. Meski merasa kalau apa yang dilakukan oleh adiknya aneh, dia tetap penasaran. Jadi ...

__ADS_1


Gadis itu berencana untuk pergi menyelinap ke kamar kedua orang tuanya!


***


__ADS_2