Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Kemunculan Blood Owl


__ADS_3

Markas Wings of Freedom.


"Ini tampak berlebihan, Ketua. Apakah mereka suka membuat cerita berlebihan semacam ini? Hal inilah yang membuatku semakin tidak suka membaca berita."


Mendengar keluhan Matt, Adam menatap ke arah sampul berita tentang pembantaian satu desa oleh binatang buas tertentu. Tampak agak berlebihan, tetapi pemuda itu masih bisa merasakan kejanggalan tentang hal tersebut.


"Dari jejak yang tersisa, tampaknya semuanya dilakukan oleh serangga."


Penjelasan Adam tiba-tiba membuat empat orang lainnya tampak panik. Mereka tidak menyangka kalau ketua mereka tiba-tiba angkat bicara perihal sesuatu yang kurang penting. Pada saat itu juga, mereka langsung sadar bahwa tampaknya ada yang salah.


"Jangan bilang, itu bukan berita editan, Ketua?" tanya Matt dengan ekspresi khusyuk.


"Kira-kira 50% benar, 50% salah."


"Lima puluh banding lima puluh? Apakah kamu bercanda, Ketua? Itu terlalu berlebih-lebihan, kan?"


"..."


Adam tiba-tiba berkemas. Melihat perubahan mendadak itu, ekspresi empat orang lainnya tampak aneh. Mereka bingung dan sedikit takut.


"Mungkin aku tidak akan datang beberapa hari ke depan. Jadi, tolong jaga Wings of Freedom tanpa aku."


"Eh? Jangan bilang kamu ingin ikut campur kasus ini, Ketua? Bahkan jika itu nyata, kasus ini tidak ada hubungannya denganmu."


"Sebaliknya." Mata Adam berkilat dingin. "Semua ini ada hubungannya denganku. Bahkan, kemungkinan terjadi karena aku."


"..."


Mereka berempat langsung diam tidak bisa berkata-kata. Ketika hendak menjawab, Adam tiba-tiba berbicara dengan ekspresi dingin di wajahnya.


"Ini masalah pribadi. Aku memerintahkan, Wings of Freedom tidak diizinkan untuk ikut campur dalam masalah ini."


Setelah mengatakan itu, Adam akhirnya pergi.


***


Satu jam kemudian, di kediaman Adam.


"Kamu bilang, berita ini ada hubungannya denganmu. Lalu kamu berkata, kamu akan pergi ke tempat berbahaya itu?"


"Iya. Aku harus melakukannya karena—"


PLAK!


Sosok Jennifer langsung menampar Adam dengan keras. Wanita memelototi pemuda tidak peka itu dengan ekspresi tidak puas.


"Kamu belum sempat mengajak kami jalan-jalan. Kamu belum menikahi kami. Lalu, kamu bilang, kamu ingin kami menjadi janda yang berkabung, hah?!"


"Aku pasti akan kembali. Lagipula—"


"Kami tahu kamu kuat, Adam. Namun apa yang kamu lawan adalah makhluk yang menghancurkan seluruh desa, bukan seekor ayam gemuk!"


Adam duduk di sebelah Jennifer dan mulai membujuk.


"Kamu seharusnya tahu, Jenn. Sebagai polisi, pasti ingin melindungi orang-orang yang tidak bersalah, kan?"


"Tentu saja. Tapi kamu sudah gila, Adam!


Kamu tahu mereka menyiapkan makhluk itu untuk menarik kamu keluar dari bayangan. Namun kenapa kamu masih saja melakukannya? Bukankah itu sama saja bunuh diri?"

__ADS_1


"Aku harus melakukannya karena, jika tidak ... orang-orang itu akan mengorbankan desa lain hanya karena ingin aku muncul!


Meski aku tak melakukannya, pemerintah melakukan semua ini karena aku, Jenn! Oleh karena itu, aku juga merasa berdosa atas kematian orang-orang yang seharusnya bisa menjalani hidup mereka dengan bahagia dan sederhana!


Aku tidak ingin dihantui rasa bersalah seperti itu. Jadi biarkan aku melakukan ini."


"Kalau begitu, berjanjilah kepadaku, Adam."


Jennifer menatap tepat ke mata Adam.


"Bertarunglah dengan serius dan tunjukkan kepada mereka ... Kekasih wanita ini tidak mudah diganggu!"


Melihat ke arah Jennifer, Adam berkata dengan ekspresi dingin di wajahnya.


"Tentu saja, karena telah melibatkan nyawa banyak orang tak bersalah ...


Aku tidak akan lagi menahan diri!"


***


Malam harinya, di bekas desa yang telah dihancurkan.


Old Dong menatap ke arah Abyssnian Giant Centipede yang tertidur di antara reruntuhan. Dia tahu bahwa pada pasukan telah mundur, jadi lelaki tua itu tidak lagu terlalu berhati-hati. Menatap ke arah langit kelabu, lelaki tua itu berkata.


"Segera datang, Owl. Aku akan melunasi seluruh akun, membalas apa yang telah kamu lakukan terhadap semua persiapanku!"


Sementara itu, pinggiran hutan tidak jauh dari desa. Di sana, tampak sungai cukup luas. Tiba-tiba, bayangan hitam melesat cepat. Dia menginjak air beberapa kali seolah berlari di atas tanah. Dalam sekejap, dia langsung sampai di sisi lain sungai.


"Sudah kuduga, kamu akan datang dengan cara paling sulit dan paling tidak terduga, Mr Owl."


Sosok Alicia muncul di balik pohon. Dia menatap sosok yang mengenakan pakaian serba hitam. Topeng dan katana merah yang familiar itu muncul di depan matanya.


"Apakah kamu terkejut melihatku di sini? Kamu pasti terkejut karena kami sebenarnya menjebak dirimu."


"Tidak juga."


"Lalu kenapa kamu masih datang?! Kamu menganggap kami lemah dan tidak bisa melawanmu?!"


"Tidak juga."


"Lalu kenapa?! Kenapa kamu datang?!"


"Bukankah itu jelas."


Adam mengangkat bahu dengan tatapan tak acuh.


"Jika aku tidak datang, kalian akan sekali lagi mengorbankan orang-orang desa. Mengambil nyawa orang yang tidak seharusnya terlibat atas nama keadilan dan hal-hal memuakkan itu."


"Kenapa kamu pikir kami seburuk itu? Kamu sendiri tidak sepenuhnya paham, tetapi bertindak seolah kamu tahu segalanya!"


"Karena begitulah kenyataannya."


Adam masih begitu tenang. Sama sekali tidak tampak peduli dengan emosi Alicia. Hanya satu alasan kenapa dia datang, yaitu menghentikan orang yang memulai kekacauan ini. Bahkan jika dia harus membunuh orang tersebut.


"Owl, kamu—"


"Sebagai kenalan lama ... aku akan memberimu satu peringatan, Nona Phoenix."


Mata Adam berkilat dingin.

__ADS_1


"Lebih baik kamu tidak ikut campur dengan hal ini."


Mendengar itu, tangan Alicia langsung mengepal erat. Menatap ke arah Adam sambil menggertakkan gigi, wanita itu akhirnya memasang senyum masam.


"Jadi di matamu, aku sama dengan orang-orang itu, ya? Kalau begitu aku akan menunjukkannya kepadamu.


Aku akan menyeret mu kembali dan menunjukkan, bahwa semua tidak begitu gelap dan buruk seperti yang kamu bayangkan! Itu hanya opini publik yang membuat kami terkesan buruk!"


"Lalu, mengorbankan warga biasa untuk memancing musuh potensial itu diterima?"


Adam memiringkan kepalanya. Melihat bagaimana Alicia terdiam, dia kembali berkata.


"Orang yang masih setengah-setengah dalam mencari jalan hidup sepertimu lebih baik tidak mencoba menasihati orang lain, Nona Phoenix.


Lagipula ..."


Adam menarik katana dari sarungnya.


"Apa yang orang-orang anggap sebagai kebenaran itu berbeda-beda."


Mendengar itu, kuku Alicia langsung menggali telapak tangannya sendiri karena dia mengepalkan tangannya terlalu erat. Saat itu juga, beberapa bola api muncul di belakang wanita itu.


Dengan wajah marah, sedih, dan bimbang Alicia berteriak.


"BLOOD OWL!!!"


BLARRR!!!


Old Dong, Abyssnian Giant Centipede, bahkan tentara khusus yang ada di kejauhan tiba-tiba terbangun dari istirahat mereka ketika mendengar ledakan keras itu.


Menatap ke arah sumber ledakan, Old Dong mengangkat sudut bibirnya.


"Aku tidak menyangka, Nona Phoenix yang terkenal dingin akan menjadi begitu tempramental."


***


Sementara itu, di markas Guild Dark Wings.


Berbeda dengan suasana hangat dan ramai sebelumnya. Malam di tempat itu tampak begitu suram dan sepi.


Ring! Ring! Ring!


Suara dering telepon membangunkan orang-orang yang tinggal di sana.


Sosok James yang mengenakan piyama biru bergambar bebek kuning berjalan keluar dari kamar. Dia berjalan menuju ke arah telepon tua lalu mengangkatnya.


"Halo?"


"James, bawa semua anggota Guild Dark Wings menuju lokasi. Orang itu akhirnya muncul."


Klak!


Telepon di tangan James jatuh ke lantai. Saat itu juga, dia melihat anggota lain yang datang mendekat. Mendengar isi percakapan mereka sebelumnya, ekspresi mereka berubah.


Menatap ke arah rekan-rekannya, James akhirnya berkata.


"Bersiaplah. Kita akan menemui Mr Owl."


Ekspresi James menjadi lebih serius.

__ADS_1


"Kita akan meminta penjelasan kenapa orang itu pergi tanpa mengucapkan sepatah kata!"


>> Bersambung.


__ADS_2