
"A-Apa yang sebenarnya terjadi di sini?"
Douglas yang berjalan bersama dengan James terkejut ketika melihat rumah tua yang nyaris bobrok. Bukan hanya rumah, tetapi kekacauan yang terlihat di area sekitarnya.
"Mana aku tahu! Aku baru saja datang denganmu!" ucap James dengan ekspresi tidak puas di wajahnya.
Pada saat itu, James dan Douglas tiba-tiba merasakan tatapan dingin yang membuat bulu kuduk mereka berdiri. Melihat ke sumbernya, keduanya melihat siluet hitam yang berjalan ke arah mereka. Karena gelap, mereka tidak bisa melihat dengan jelas.
"Kami adalah anggota Departemen Misteri! Jangan bergerak atau kami akan menyerang!"
James berteriak. Baru pertama kali melakukan pertempuran nyata melawan sesama pengguna kemampuan, dia agak gugup. Di telapak tangan kanannya, bola api muncul. Itu memang bola api yang muncul dari ketiadaan, tampak aneh. Hanya saja ...
Bola api itu hanya sebesar bola pingpong.
"Apa yang kalian lakukan di tempat seperti ini?"
Siluet hitam itu terus berjalan mendekat, bahkan tampak tidak terlalu peduli dengan ucapan sekaligus ancaman dari James.
Ketika semakin dekat, keduanya tampak lega ketika menyadari bahwa itu adalah Adam. Namun mereka juga terkejut melihat penampilan pemuda di depan mereka.
Topeng putih yang terbelah lebih dari sepertiga, memperlihatkan bagian dahi, mata kanan, dan pipi. Meski gelap dan kurang jelas, keduanya jelas tahu bahwa 'Mr Owl' benar-benar masih muda. Namun melihat mata biru yang seolah-olah memancarkan kilau dingin membuat mereka merasa ketakutan.
"Misi telah selesai. Mr James, tolong panggil beberapa pihak yang terkait. Amankan mayat pada korban. Juga ... tolong rawat baik mayat anak-anak yang ada di basemen."
"B-Baik!" ucap James yang tanpa sadar memberi hormat.
"Selain mayat, ada juga beberapa barang berharga sebagai bukti termasuk empat mobil." Adam menghampiri sosok James lalu menyerahkan tiga kunci kepadanya. "Biarkan petugas yang bersangkutan untuk mengambil salah satunya di markas Departemen Misteri. Aku akan membawanya kembali sebagai sarana transportasi."
"..."
James dan Douglas saling memandang dalam diam.
Adam sendiri mengabaikan mereka berdua. Dia segera masuk ke Lamborghini Aventador kemudian menyalakan mesin mobil. Beberapa saat kemudian sebuah mobil sport melesat pergi dari lokasi kejadian.
Benar-benar meninggalkan dua orang 'penyelamat' itu dalam kebingungan.
***
Siang di hari berikutnya.
Melihat makam anak-anak yang telah menghabiskan waktu puluhan atau bahkan ratusan tahun dalam basemen, Adam menghela napas panjang.
"Semoga kalian tenang. Entah di alam sana, bereinkarnasi sebagai kehidupan baru, atau kembali menyatu dengan alam. Aku berharap yang terbaik untuk kalian."
Kalo ini Adam memakai setelan hitam rapi. Tentu saja, lengkap dengan topeng putih polos yang menutupi wajahnya. Lagipula ... sekarang dirinya bertindak sebagai 'Owl', bukan Adam.
"Benar-benar ungkapan yang menarik, Mr Owl."
Mendengar suara itu, Adam menoleh ke belakang. Dia mendapati sosok lelaki tampan dengan setelan hitam yang cukup mirip dengannya berdiri. Di samping pria itu, terlihat seorang gadis kecil yang menatap Adam dengan ekspresi agak linglung.
__ADS_1
"Anda kan ..."
"Perkenalkan, nama saya Andreas. Terima kasih telah menyelamatkan kehidupan saya dan putri saya."
"Jadi itu Mr Andreas," ucap Adam sambil mengangguk ringan. "Itu sudah tugas dan kewajiban saya setelah mengambil misi. Anda tidak perlu mengucapkan terima kasih secara pribadi semacam itu."
"Meski saya anggota dari kelompok yang dianggap 'penjahat', saya masih memiliki etika. Jadi, sekali lagi ... terima kasih untuk menyelamatkan hidup kami." Andreas membungkuk hormat.
"T-Terima kasih." Gadis kecil di sisi Andreas juga ikut membungkuk.
"Kalau begitu sama-sama."
Adam berkata dengan nada santai. Melihat Andreas yang memandang dirinya dengan agak ragu, dia menghela napas panjang.
"Apakah ada sesuatu yang ingin anda bicarakan, Mr Andreas?"
Mendengar pertanyaan Adam, Andreas tampak berpikir sejenak. Setelah beberapa saat, pria itu akhirnya menggeleng ringan. Dia kemudian mendekati Adam lalu mengambil sesuatu dari sakunya.
"Jika anda memiliki waktu, anda dipersilahkan untuk datang menuju ke markas Phantom Blade, Mr Owl. Kami akan menyambut anda dengan ramah."
Menerima kartu hitam yang tampak unik, Adam menaruhnya ke dalam saku lalu mengangguk.
"Aku akan mampir jika memiliki waktu luang."
"Kami akan menunggu kedatangan anda, Me Owl. Kalau begitu, kami berdua permisi."
"Ada yang salah, Mr Owl?"
Adam pura-pura mengambil sesuatu dari balik jasnya. Namun kenyataannya, pemuda itu mengambil sebutir pil gizi dari items bag. Karena Andreas bersikap sopan dan berniat untuk membuat hubungan baik, Adam tidak akan begitu pelit.
"Larutkan ini dengan tiga gelas air. Minum nanti setelah sampai di rumah dan sebelum tidur. Kamu mengonsumsi satu gelas per minum, sedangkan putrimu meminum setengah gelas per minum.
Hal itu akan membuat kalian merasa lebih baik. Apakah kamu mengerti?"
"Ini—"
"Jangan buru-buru menolak. Kamu berniat berhubungan dengan baik, dan aku tidak akan memperlakukan orang-orang seperti itu dengan buruk."
Setelah beberapa saat ragu, Andreas menerima pil itu dengan hati-hati. Meski dirinya memiliki banyak uang, dia masih memiliki kekurangan sarana untuk membeli hal-hal semacam itu. Jadi pria itu agak gugup.
"Terima kasih, Mr Owl."
"En." Adam mengangguk ringan. "Kalian boleh pergi."
Setelah mereka berdua pergi, Adam berada di depan makam anak-anak korban Liez untuk sementara waktu. Menghela napas panjang, pemuda itu akhirnya bergumam.
"Sepertinya aku juga harus kembali."
***
__ADS_1
Satu minggu kemudian, markas Departemen Misteri cabang Kota B.
Berada di kamarnya, Adam tampak sibuk dengan beberapa herbal. Tampak begitu tenang. Kelihatannya meracik pil dan membuat jimat sekarang menjadi hobi pemuda itu.
Dalam satu minggu terakhir, banyak hal yang kembali. Khususnya, kembali menjadi normal.
Adam mulai bisa pulang setiap malamnya. Menemani Bella dan Jennifer. Menghabiskan waktu bersama mereka untuk berbagi cerita dan beristirahat bersama. Hal yang kelihatannya sederhana, tetapi sangat penting untuk terus menjaga dan menguatkan hubungan.
Adam juga mendapatkan banyak pujian dari pihak atas karena apa yang telah dirinya lakukan. Meski pihak militer agak tidak senang karena Adam tidak mengikuti pengaturan mereka. Mereka masih cukup puas karena dia menjadi 'sekutu' yang baik untuk mereka.
Selain itu, hari ini adalah pergantian bulan, waktu yang ditunggu-tunggu oleh banyak orang. Ya ... waktunya untuk gajian.
Setelah menyelesaikan pembuatan pil, Adam segera menyimpannya ke dalam items bag miliknya. Dia kemudian mengambil topeng putih polos miliknya lalu keluar dari kamar, turun ke lantai pertama.
"Kebetulan sekali, Mr Owl. Paketmu belum lama tiba." James yang melihat sosok Adam turun berkata dengan nada iri.
"Paket?" tanya Adam.
"Ada di halaman depan. Lihat saja sendiri."
Setelah mengatakan itu, James mengabaikan Adam.
Adam sendiri mengangkat bahu dengan ekspresi tak acuh. Dia kemudian keluar dari rumah. Melihat ke arah mobil Lamborghini Aventador yang ada di depan rumah, pemuda itu agak bingung.
Adam melihat kotak yang hadiah yang ditaruh di atas meja di teras. Melihat itu benar-benar atas nama 'Blood Owl', dia tahu ini ada hubungannya dengan orang-orang dari atas.
Tanpa ragu, Adam membuka kado lalu mengambil surat yang ada di dalamnya. Setalah membaca semuanya ekspresi pemuda itu tidak terlihat terlalu baik. Untung saja tertutup oleh topengnya.
Itu berisi ungkapan pujian dari atas. Selain itu, ada juga kasus di mana dirinya membantu pihak polisi untuk mengungkapkan kejahatan dari pria jangkung dari Crimson Wolf Gang itu.
Atas pencapaian misi masalah anak-anak, dia diberi bonus lima ratus ribu dollar aliansi. Benar-benar bonus yang sangat pelit karena jika dihitung dengan biaya alat peraga yang dia gunakan sendiri mencapai jutaan jika dijual di pasaran.
Sedangkan masalah mengungkapkan kejahatan, dia diberi mobil Lamborghini Aventador yang telah dicat ulang, pindah nama, dan diurus semua surat-suratnya. Bisa dibilang, itu 'mobil dinas' milik Adam.
Apakah itu murah hati? Belum tentu.
Sangat jelas, pihak pemerintahan telah menyita aset dari pria jangkung itu yang senilai puluhan atau bahkan ratusan juta dollar aliansi. Sedangkan dirinya diberi 'mobil bekas' yang tidak bisa digunakan oleh pihak pemerintahan. Seperti memberinya barang sisa tetapi menyuruh pemuda itu bersyukur.
"Orang-orang terkutuk itu benar-benar berlebihan. Tidak hanya pelit, mereka masih ingin membuatku sebagai penghasil uang bagi mereka?
Omong kosong suci."
Adam bergumam dengan ekspresi tertekan di balik topengnya. Dia bahkan mengutuk dalam hati.
Aku akan menghitung akun ini. Mengambil keuntungan dariku? Jangan harap aku hanya diam saja ... dasar para tikus berdasi tidak berguna
Kita lihat nanti, siapa target eksploitasi yang sebenarnya!
>> Bersambung.
__ADS_1