Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Monster Yang Sebenarnya


__ADS_3

"KENAPA??? KENAPA BISA BEGINI??!"


Kira-kira lima belas menit setelah bertarung dengan Randy, Raul meraung dengan ekspresi kusam di wajahnya.


Pakaiannya tampak berantakan, banyak memar yang muncul di tubuhnya. Sudut bibirnya robek, banyak luka gores di wajahnya.


Sementara itu, di sisi lain, selain pakaiannya yang berantakan, Randy masih tampak begitu tenang. Dia bahkan tersenyum mengejek.


"Apakah parang di tanganmu itu hanya pajangan?"


Ya. Raul tidak membawa pipa besi, tongkat kayu, atau semacamnya. Sebaliknya, dia dan beberapa bawahannya membawa senjata tajam. Sedangkan bawahan lain membawa tongkat baseball, pipa besi, dan berbagai alat.


Sedangkan di sisi Wings of Freedom, hanya sekitar dua puluh orang yang membawa bokken (pedang kayu). Sisanya hanya mengenakan sarung tangan hitam, langsung bertarung dengan tangan kosong. Bukan hanya tampak lebih percaya diri, tetapi mereka tampak lebih ganas karena bertarung agresif, seolah-olah menikmati sensasi memukul tubuh lawannya dengan tangan kosong.


Ya ... begitulah para anggota Bloodlust Axe memandang mereka.


Sebenarnya, itu kurang tepat. Alasan kenapa Wings of Freedom suka bertarung dengan tangan kosong karena mereka ahli di dalamnya. Lagipula, tidak banyak dari mereka yang memiliki bakat bagus dalam menggunakan pedang.


Oleh karena itu, Adam mengajarkan mereka latihan bela diri campuran sebagai dasar. Sedangkan para anggota yang menggunakan pedang, mereka semua telah dia seleksi. Ketika menunjukkan bakat tidak buruk, pemuda itu memberi mereka kesempatan untuk berlatih pedang di waktu senggang.


Adam tidak memaksa mereka, tetapi mereka tampak bersedia, bahkan bersemangat ketika menerima ajarannya. Padahal, jika berlatih pedang, itu berarti waktu mereka untuk istirahat akan berkurang karena Adam tidak akan mengurangi waktu latihan bela diri mereka hanya karena mereka memiliki bakat baik dalam menggunakan pedang.


"AKU AKAN MEMBUNUHMU ..."


Raul merasa geram. Pada awalnya, dia bertarung dengan tangan kosong. Menyadari bahwa dirinya tidak bisa mengalahkan Randy dengan tangan kosong, dia merebut parang anak buahnya. Namun tetap saja ... pria itu masih tidak bisa menandingi sosok yang dia sebut banci itu.


"Pinjamkan aku bokken!"


Randy berkata dengan nada malas. Saat itu juga, anggota Wings of Freedom yang membawa bokken paling dekat dengan Randy langsung melemparkan bokken kepada pria itu. Setelah itu, dia melanjutkan bertarung dengan tangan kosong seolah tidak ada apa-apa yang terjadi.


Randy menangkap bokken dengan santai lalu melirik ke arah Raul.


"Tahukan kamu, di antara kami berempat yang dipilih Ketua secara langsung, hanya Brock yang tidak bisa menggunakan pedang. Mungkin karena dia terlalu banyak mengandalkan tinjunya, dia sulit untuk beradaptasi. Lalu, tahukah kamu ..."


Randy membuat gerakan menunjuk dengan bokken di tangan kanannya.


"Kalau di antara orang yang dipilih Ketua, siapa yang paling berbakat di antara kami bertiga?!"


Setelah mengatakan itu, Randy langsung melesat maju. Dia dengan gesit menghampiri Raul dan muncul di sisinya.


Raul tentu tidak hanya diam. Pria itu langsung menebas dengan kejam tepat ke leher Randy, tetapi pemuda feminim itu mundur dengan santai lalu sedikit membungkuk, dengan mudah menghindari serangannya.


Ketika Raul hendak menarik tangannya, dia merasakan rasa sakit tepat di pergelangan tangannya. Entah kapan, Randy telah memukul pergelangan tangan kanannya dengan kuat. Karena efek benturan dan rasa sakit, tanpa sadar tangan Raul terbuka, parang di tangannya langsung terjatuh ke tanah.


Raul hendak mundur, tetapi Randy jelas tidak memberinya kesempatan. Lelaki itu langsung memukul perut, pundak, serta paha dengan cepat dan kuat. Ketika Raul merasakan kesakitan, Randy memutar tubuhnya dan langsung menendang kuat dada Raul ... membuat pria itu terpental hampir 3 meter dan jatuh ke tanah.


Mengingat ucapan Randy sebelumnya, Raul yang berusaha bangkit berkata dengan nada tidak percaya.


"Kamu ... Kamu adalah tangan kanan Adam yang paling berbakat?!"

__ADS_1


"Tet tot! Kamu salah!"


Randy menghampiri Raul dan menginjak dada pria itu. Sama sekali tidak memberinya kesempatan untuk bangkit.


"Pertama, aku adalah tangan kiri, dan Shawn adalah tangan kanan. Namun, bukan kami berdua yang paling baik. Ya ... Aku memang sedikit lebih baik daripada Shawn, tapi ...


Si eksentrik Matt adalah orang nomor dua di Wings of Freedom.


Jadi, kamu, ketua Bloodlust Axe dikalahkan olehku ... Orang nomor 3 dalam hal kekuatan di Wings of Freedom!"


Randy menghunus bokken tepat ke leher Raul. Berhenti dalam jarak hanya lima centimeter, membuat pria itu benar-benar melepaskan perlawanannya.


Raul melirik sekeliling. Selain dirinya, seluruh bawahannya juga telah tumbang. Melihat ketua mereka dikalahkan, mereka bahkan tak lagi berani bangkit untuk melawan.


Sementara itu, di sisi lain, tak satu orang pun anggota Wings of Freedom jatuh ke tanah. Meski tampak babak belur dan sempoyongan, mereka masih berdiri. Terus berdiri untuk melawan!


Melihat itu, Raul memelototi Adam di kejauhan sambil meraung marah.


"KENAPA!!! KENAPA KAMU BISA MENDAPATKAN PARA BAWAHAN KUAT SEMENTARA AKU TIDAK!!! KENAPA KAMU YANG BARU SAJA BANGKIT BISA MEMILIKI KEKUATAN SEPERTI INI SEMENTARA AKU TIDAK!


KATAKAN KEPADAKU, ADAM!!! KENAPA!!!"


Melihat Raul yang meraung histeris, Randy langsung menekan bokken ke lehernya, membuat itu segera terdiam dengan ekspresi enggan.


Memiliki ekspresi mengejek di wajahnya, Randy terkekeh sebelum akhirnya berkata.


"Kamu bilang ... kami kuat? Itu lucu."


"APAKAH KAMI KUAT, KAWAN-KAWAN?"


"HAHAHAHA ..."


"..."


Bukannya jawaban pasti, orang-orang malah tertawa dengan nada mengejek. Sementara Adam masih berdiri di tempatnya, menatap ke langit dengan tatapan kosong. Tampaknya memikirkan hal lain seolah apa yang terjadi di sini sama sekali tidak ada hubungannya dengan dirinya.


"Kami tidak kuat. Jika kalian pikir kami kuat, itu berarti kalian tidak tahu apa yang dimaksud dengan kata 'kuat'. Lebih tepatnya ..." Randy menggelengkan kepalanya. "Kalian terlalu lemah."


"..."


Melihat ke arah Raul yang diam, Randy bertanya.


"Apakah kalian menyerah sekarang?"


Memiliki ekspresi menyakitkan di wajahnya, Raul akhirnya berkata.


"Ini ... Kekalahan Bloodlust Axe."


Mendengar itu, seluruh anggota Wings of Freedom langsung berteriak kegirangan.

__ADS_1


"OOOHHH!!!"


Sementara itu, Randy langsung melepaskan ikatan rambutnya, membuat rambut panjangnya kembali tergerai seperti biasanya. Memiliki penampilan feminim, dia berjalan ke arah Adam dengan senyum di wajahnya.


Namun saat itu juga, Raul bangkit. Ketika semua orang terkejut, pria itu telah mengeluarkan pistol dari balik jaketnya. Mengarahkannya tepat ke Randy, Raul berteriak dengan ekspresi gila di wajahnya.


"AKU AKAN MEMBUNUHMU, BANCI S-IALAN!!!"


Ketika orang-orang tercengang dan Raul hendak menarik pelatuknya, entah sejak kapan ... sosok Adam telah berada di samping Raul dan memegang erat pergelangan tangannya.


Memiliki ekspresi tak acuh di wajahnya, Adam tiba-tiba menggerakkan tangannya.


CRACK!!!


Dengan suara keras yang menggelitik telinga, tangan kanan Raul yang memegang pistol dipelintir ke arah lain.


"AAARRRGH!"


Ketika semua orang terkejut, Raul jatuh berlutut ke tanah, memegangi tangannya sambil berteriak pilu.


Adam dengan santai mengambil pistol yang terjatuh lalu melirik ke arah Raul.


Dor!


Pemuda itu tanpa ragu langsung menembak paha Raul, membuat lelaki yang berlutut langsung terguling dan tersungkur di tanah!


Masih memiliki ekspresi datar di wajahnya, Adam kemudian berkata.


"Karena kami menang, kami akan mengambil alih seperempat ... tidak, kami akan mengambil seperlima wilayah kalian yang berdekatan dengan perbatasan.


Apakah ada pertanyaan?"


Melihat semua anggota Bloodlust Axe hanya diam tidak berani bergerak sedikit pun, Adam mengangguk ringan.


"Baguslah kalau tidak ada pertanyaan. Aku akan memberi waktu tiga hari untuk berkemas, jadi jangan tinggalkan sesuatu di wilayah baru kami atau ... yah, kalian bisa memikirkannya sendiri."


Adam berbalik lalu berjalan menuju ke arah Randy. Dia kemudian menyerahkan pistol kepada pria feminim itu, lalu dengan santai menepuk pundaknya.


"Lain kali lebih berhati-hati."


Setelah mengucapkan itu, pemuda berjalan pergi seolah tidak peduli apa yang telah dia perbuat barusan. Meninggalkan sosok Randy dan orang-orang yang masih tercengang di tempatnya.


Randy menatap pistol di tangannya. Dia melirik ke arah Raul, lalu menatap ke arah punggung Adam yang berjalan menjauh.


'Kamu bilang kami kuat, Raul? Itu hanya karena ...'


Tangan Randy memegang erat pistol dengan erat.


'Kamu belum pernah melihat seperti apa monster yang sebenarnya.'

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2