Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Siapa???


__ADS_3

“Apakah kamu tidak marah, Kak Adam?”


Dalam perjalanan pulang, Bella melirik ke arah Adam. Melihat angin lembut menerpa rambut pemuda itu, ditambah ekspresinya yang dingin dan tak acuh, gadis itu langsung merasa pipinya panas.


“Kenapa aku harus marah? Dalam perjalanmu untuk maju, pasti akan ada orang yang menolak idemu dan berusaha menjatuhkan dirimu. Jika penghinaan seperti tadi membuat aku marah, mungkin aku tidak bisa terus melangkah dan mendaki sampai di tempat ini.


Jika kamu mendengarkan apa yang dikatakan orang, tidak akan habisnya untuk menuruti mereka. Abaikan saja mereka, fokus pada tujuanmu … terus melangkah menuju garis finish yang kamu tuju.”


“...”


Untuk Bella yang selalu tertekan oleh keadaan, tidak percaya pada dirinya sendiri, ucapan Adam itu seperti sebuah lentera kecil yang membawa cahaya dalam kehidupan gelapnya. Menunduk, gadis itu tersenyum lembut. Dia sangat bersyukur sampai tidak tahu bagaimana harus mengekspresikannya.


Meringkas semua perasaan dalam hatinya, Bella menatap ke arah Adam sembari tersenyum lembut.


"Terima kasih."


...***...


Malam harinya, di apartemen milik adam.


“Aku tidak menyangka, kamu benar-benar baik dalam memasak, Bella.”


Memakan beberapa masakan yang buat oleh Bella, Adam merasa sangat puas. Dia menyukai ‘ayam saus lemon’ dan ‘cah kailan’ buatan gadis itu. Selain karena rasanya yang pas, dia merasakan kehangatan ‘rumah’ dari makanan itu.


“S-Senang jika kamu menyukainya, Kak Adam.”


Melihat bagaimana Bella tidak lagi berbicara terlalu formal, Adam merasa lega. Ketika mendengar gadis itu berbicara dengan nada formal dan terlihat gugup, dia merasa agak bersalah. Merasa dirinya telah membuat gadis itu tidak nyaman.


“Kamu juga makan. Kenapa kamu hanya menungguku?”


“Itu …”


“Haruskah aku membantu kamu mengambilnya?”


“T-Tidak! A-Aku bisa mengambilnya sendiri.”


Melihat bagaimana Bella mulai mengambil nasi dan lauk lalu ikut makan, Adam tersenyum lembut. Keduanya makan bersama dengan harmonis.


Selesai makan, Bella mencuci piring sementara Adam duduk menunggunya sambil mencari informasi tentang penampakan roh jahat atau makhluk aneh lainnya. Sebenarnya dia ingin membantu, tetapi gadis itu bersikeras untuk melakukannya sendiri. Jadi, pada akhirnya pemuda itu menyerah dan hanya menunggu.


Tunggu … kelihatannya aku melupakan sesuatu.

__ADS_1


Setelah memikirkannya baik-baik, Adam sama sekali tidak mengingat apa itu. Menggelengkan kepala, pemuda itu akhirnya memutuskan untuk mengabaikannya.


Setelah itu, mereka berdua menghabiskan waktu bersama di ruang keluarga. Tidak banyak bicara, hanya menonton tv sambil duduk bersama.


“K-Kak Adam …”


“Ya?” Adam menoleh ke arah Bella yang memanggilnya.


“A-Aku sudah memutuskan. Aku … aku ingin melanjutkan kuliah. Apakah tidak apa-apa?”


“Tentu saja tidak apa-apa.” Adam tersenyum lembut. “Aku akan mengantarmu untuk mengurus semuanya besok.”


“Terima kasih, Kak Adam.”


Seolah mengingat sesuatu, Adam akhirnya berbisik.


“Aku tidak ingin membeli ranjang lain. Kamu tidak keberatan, kan?”


Apartemen milik Adam sebenarnya cukup luas dan masih memiliki dua kamar kosong selain kamar tidur utama. Hanya saja, dia tidak mengisinya dengan perabotan karena awalnya merasa tidak perlu.


Mendengar ucapan Adam, wajah Bella langsung merah. Gadis itu menunduk malu sebelum mengangguk ringan.


“En.”


Pukul 02.00 AM.


Membuka matanya, Adam pergi ke kamar mandi. Ketika selesai mencuci wajahnya, pemuda itu melihat ke bawah. Pada saat itu, dia melihat bola hitam kecil yang memantul di atas kakinya.


Melihat Kyoko, Adam akhirnya menyadari sesuatu. Dia langsung bergumam pelan, “Nix!”


Sosok ayam hitam dengan wajah merah muncul. Melihat ruangan gelap di mana hari telah berganti begitu saja, dia tercengang.


Meski tidak memerlukan makanan ketika di lautan jiwa, Nix masih merindukan rasa jagung manis. Dia juga masih makhluk hidup dan memerlukan makanan. Si ayam itu memandang ke arah kamar di mana ada sosok gadis cantik di ranjang yang tertutup selimut, lalu memandang ke arah tuannya dengan ekspresi kosong.


‘Bos kejam … aku tidak percaya ini! Setelah mendapatkan betina untuk menghangatkan sarang, kamu bahkan melupakan rekan seperjuangan! Kamu … benar-benar mengecewakan!’


Tidak bisa menahan diri, Nix mulai berkokok sambil menunjuk Adam dengan sayap kanannya. Tampak begitu marah dengan cara yang manusiawi. Sementara itu, Kyoko merubah bentuknya menjadi Pomsky dan berlari mengelilingi Adam. Tidak tahu apa yang tuan dan seniornya debatkan, dia hanya ingin ikut bersenang-senang.


Suara nyaring Nix membuat Bella terbangun. Gadis itu bangkit sambil menutupi tubuhnya dengan selimut tebal.


“Kak Adam?”

__ADS_1


Bella berkata dengan suara lembut, tampaknya masih sangat lelah karena baru beristirahat kurang dari tiga jam. Gadis itu menggosok matanya ketika melihat ke arah kamar mandi. Melihat sosok ayam hitam dan seekor pomsky, Bella memiringkan kepalanya dengan bingung,


Mengedipkan matanya, Bella hanya melihat Adam. Dua makhluk lainnya menghilang. Gadis itu yakin bahwa dirinya berhalusinasi karena terlalu kelelahan.


“Ada apa, Bella? Mau aku ambilkan segelas air?” tanya Adam dengan lembut.


“Tidak, Kak Adam.”


“Kamu terlihat sangat kelelahan. Kamu kembali tidur. Tidak perlu khawatir kesiangan. Aku akan membangunkanmu nanti.”


“En.”


Bella kembali berbaring dan memejamkan matanya. Melihat gadis itu kembali tidur, Adam menghela napas lega.


Pergi ke dapur, Adam segera mengambil mangkuk lalu menuangkan jagung secukupnya di sana. Setelah itu, dia kembali mengeluarkan Nix dari lautan jiwa. Sebelum si ayam sempat bereaksi, pemuda itu langsung memelototinya.


“Sttt … ini sudah malam. Jangan berisik, Nix.”


Melihat ke arah tuannya, Nix merasa tidak puas. Si ayam mengeluh dalam hati. Dia hampir dicekik oleh rambut aneh. Setelah itu, dia juga nyaris dipotong oleh pedang tuannya sendiri. Setelah pertarungan berakhir, si ayam dimasukkan ke lautan jiwa. Akhirnya, dia dilupakan dan disuruh untuk menahan lapar satu hari satu malam.


Meski tidak puas, Nix si ayam hanya bisa memakan jagung di mangkuk dalam diam. Dirinya tahu, jika membantah dan mencoba melawan, tuannya akan menyiksanya dengan kejam. Si ayam hanya bisa mengutuk dalam hati.


‘Tunggu Tuan Nix ini bisa sekuat leluhur. Tuan ini pasti akan membuat kalian memohon bantuan sambil berlutut di lantai!’


Membayangkan dirinya terbang dengan tubuh diselimuti api sembari melihat tuannya berlutut di lantai, si ayam mematuk jagung di mangkung dengan wajah puas.


Pukul 07.00 AM.


Adam dan Bella duduk untuk memakan sarapan mereka. Sedangkan untuk Nix, pemuda itu telah memberinya sarapan ketika Bella mandi. Pada saat mereka hendak makan, bel berbunyi.


“Masih terlalu pagi. Apakah itu paket?” gumam Adam.


Pelayan toko sebelumnya berkata jika menggunakan jasa antar, barang hanya bisa datang di hari berikutnya. Yang berarti, hari ini. Namun, biasanya paket akan dititipkan di lantai 1, membiarkan para penghuni mengambilnya sendiri.


“Biarkan aku yang membuka pintunya, Kak Adam.”


Bella berkata lembut. Bangkit dari kursinya, dia segera menuju pintu depan lalu membukanya. Namun ketika pintu terbuka, gadis itu tertegun. Itu karena … ada seorang wanita yang mengenakan seragam polisi berdiri di depan pintu.


Polisi? Apakah … apakah Kak Adam yang merusak kamar mandi dan lampu koridor asrama ketahuan?


Sementara itu, wanita berseragam polisi itu juga terkejut. Dia melirik nomor apartemen, tetapi sadar kalau dia tidak berada di tempat yang salah. Melihat gadis cantik yang tampak sopan dan lembut itu, dia merasa bingung.

__ADS_1


Gadis ini ... Siapa???


>> Bersambung.


__ADS_2