Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Memecah Kebingungan


__ADS_3

Mobil Rolls-Royce Phantom berhenti di depan rumah kontrakan Lulu.


Pintu belakang terbuka, sosok Adam yang mengenakan jas hitam keluar dari mobil. Dia kemudian mengetuk kaca pintu depan dan berkata.


"Cari tempat parkir, jangan halangi jalan."


Setelah mengatakan itu, Adam berjalan ke rumah Lulu dengan ekspresi datar di wajahnya.


Di belakangnya, satu demi satu mobil sedan hitam berhenti. Dari setiap mobil, tiga orang keluar dari mobil sementara sopir segera pergi. Dalam sekejap, lebih dari dua puluh orang dengan jas hitam yang mengikuti Adam.


"Tunggu di luar."


Adam berkata dengan nada tak acuh, lalu masuk ke dalam rumah.


Setelah masuk, Adam langsung melihat sosok Tina dan Nina yang duduk di kursi sofa. Mereka tampak kebingungan dan tidak tahu apa yang sedang terjadi.


"Bella?" tanya Adam dengan tatapan dingin.


Melihat ke arah Adam lalu ke arah banyak orang di luar, Tina dan Nina terkejut. Mereka tampak ketakutan, tetapi masih menjawab.


"Ada di dalam, Kak Adam."


"..."


Adam berjalan masuk. Di ruang keluarga, pemuda itu melihat sosok Gin dan Kin yang duduk di kursi dengan penampilan babak belur. Ekspresi mereka tampak muram.


Hanya melihat sekilas, Adam segera berjalan ke kamar.


Masuk ke dalam kamar, pemuda itu melihat sosok Bella yang duduk di kursi dengan ekspresi kosong. Wajahnya tampak pucat, kedua tangannya sedikit gemetar. Matanya merah, tampaknya telah banyak menangis.


Adam kemudian melihat sekitar. Pada dinding kamar Lulu, tampak banyak sekali fotonya. Sebagian besar dari foto itu jelas dipangkas, menghilangkan sosok Bella yang seharusnya juga ada dalam foto.


Pemuda itu benar-benar mengabaikan Lulu yang begitu fanatik terhadap dirinya. Dia berjalan mendekati Bella, lalu berdiri diam di belakangnya.


"Maafkan aku, Kak Adam. Aku telah gagal menjadi teman Lulu ..."


"..."


Adam hanya diam tanpa menjawab.


"Seharusnya sebagai perempuan yang sama-sama telah mengalami banyak kesulitan, aku lebih mengerti Lulu. Seharusnya aku tidak begitu bahagia, melupakan aku yang dulu dan mengabaikan orang-orang lain seperti Lulu ... yang tak memiliki kesempatan sepertiku.


Aku ... benar-benar bukan teman yang baik."


"..."


Adam masih tidak bicara. Pemuda itu hanya memeluk Bella dari belakang tanpa mengucapkan sepatah kata.


Merasakan hangatnya pelukan Adam, air mata Bella kembali tumpah. Gadis itu menatap cermin di depannya dengan wajah kesakitan. Dia kemudian memegang tangan Adam, bahkan sedikit meremasnya.


"Jangan sakiti Lulu ... Kak Adam."


Mendengar ucapan Bella, ekspresi Adam sempat berubah sesaat, tetapi langsung kembali menjadi normal.


"Aku tahu kamu khawatir untukku. Aku tahu kamu ingin melindungiku. Namun, kali ini saja ... jangan sakiti gadis itu, Kak Adam.


Aku pernah diselamatkan olehmu. Oleh karena itu, sekarang ... biarkan aku menyelamatkan Lulu."

__ADS_1


"..."


"Jadi, tolong katakan semuanya kepadaku, Kak Adam. Berhenti menyembunyikan dan menanggung semuanya sendiri ...


Apakah aku begitu tidak berguna di matamu?"


"Aku hanya tidak ingin kamu terluka. Aku tidak ingin kamu terlibat ke dalam sisi gelap. Lebih baik—"


"Kumohon ... sekali ini saja. Sekali ini saja biarkan aku menolong temanku!"


"..."


Ekspresi Adam berubah ketika merasakan air mata menetes ke tangannya. Menghela napas panjang, pemuda itu akhirnya berkata.


"Setelah ini, berjanjilah untuk tidak lagi terlibat dengan hal-hal ini."


Tidak mengatakan apa-apa, Bella mengangguk dengan ekspresi tegas sambil memegang tangan Adam dengan erat.


***


Malam harinya, di kediaman Adam.


"Jadi ... ini semua salahku. Seharusnya aku tidak melepaskan satu pun perhiasan, tetapi sayangnya, aku benar-benar tidak bisa melacak sisanya."


Adam segera menjelaskan kasus dimana banyak orang mati karena larva Darkblood Moth beberapa bulan silam. Bahkan, dia juga mengakui bahwa dia sedikit terlambat. Pemuda itu menemukan bahwa salah satu korban adalah ayah Lulu, tetapi karena tidak begitu dekat dengan gadis itu ... Adam tidak terlalu memikirkannya.


Siapa sangka, gadis pendiam, tampak menurut dan lemah itu memiliki sisi impulsif seperti itu. Dia bahkan jatuh begitu dalam ketika orang lain tidak menyadarinya.


"Kalau begitu aku dan pihak kepolisian juga salah, karena tidak berpikir kasus akan menjadi seperti ini, malah membuat semuanya menjadi semakin parah."


Jennifer menambahkan. Melihat ke arah Adam yang ingin menanggung beban sendirian, dia jelas tidak setuju. Menurutnya, pemuda itu telah berusaha semaksimal mungkin. Namun, memang tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Jadi, normal jika mereka melakukan sedikit kesalahan.


Bella menggelengkan kepalanya. Gadis itu tampaknya telah menjadi lebih tenang. Sama sekali tidak tampak marah atau sedih. Menatap ke arah Adam dengan ekspresi serius, dia akhirnya berkata.


"Namun ... ada yang ingin aku tanyakan kepadamu, Kak Adam?"


"Apa?" Adam memiringkan kepalanya.


"Lulu pernah kaget melihat makhluk yang muncul dari bayanganku. Dia bilang, makhluk itu berada di tingkat Spiritualist Master. Dia juga bertanya ...


Berapa banyak orang yang telah kamu bunuh?


Aku ingin tahu, apa yang dimaksud oleh Lulu, Kak Adam. Namun, jika kamu ingin merahasiakannya—"


"Tidak. Tidak perlu seperti itu."


Adam mengangkat bahu. Dia jelas telah mempercayai kedua wanita itu. Meski tidak mungkin membicarakan System atau hal-hal yang sangat rahasia, pemuda itu akhirnya memutuskan untuk mengungkapkan kepada mereka berdua bahwa dia adalah seorang Beast Master.


"Untuk level dan semacamnya, mari kita bahas nanti. Untuk sekarang ... Kyoko!"


Mendengar panggilan Adam, sosok hitam muncul dari bayangan Bella. Makhluk itu berbentuk seperti bola hitam, memantul ke sana-sini sebelum akhirnya mendarat di pundak Adam.


Pemuda itu menunjuk ke arah makhluk yang mirip dengan slime hitam yang unik, agak menggemaskan, tetapi juga misterius.


"Dia adalah Shadow Beast, Kyoko."


"Kyoko?" tanya Bella dan Jennifer bersamaan.

__ADS_1


"Ya. Kyoko adalah rekanku. Namanya berarti cermin, benar-benar sesuai dengan kemampuannya."


"Tapi, Kak Adam ... apa yang melindungiku adalah serigala hitam? Jadi—"


"Tunggu sebentar, Bell. Biarkan aku menjelaskan." Adam tersenyum. "Salah satu kemampuan Kyoko adalah merubah bentuk tubuhnya. Sebagai Shadow Beast, dia bisa menyesuaikan diri dengan baik. Contohnya ... Kyoko, berubah."


Mendengar perintah Adam, Kyoko melompat turun dari pundak pemuda itu. Sebelum tubuhnya menyentuh tanah, bola hitam itu tiba-tiba berubah menjadi serigala hitam sebelum akhirnya mendarat.


Setelah mendarat, dia kembali merubah tubuhnya menjadi seekor ular besar. Kyoko naik dan melingkari tubuh Adam, lidah hitam menjilat pipi pemuda itu dengan manja. Beberapa saat kemudian, dia kembali merubah tampilannya menjadi seekor pomsky dan duduk dengan tenang di pangkuan Adam.


Pomsky hitam menjulurkan lidahnya sambil menjual kelucuan, tetapi benar-benar membuat kedua wanita itu tercengang.


"Sedangkan untuk level ..."


Adam mulai menjelaskan tentang level dan pengetahuan dasar Kultivator. Selama ini, Bella dan Jennifer yang dilatih sama sekali tidak tahu bahwa mereka telah menembus batas manusia dan menjadi Kultivator tingkat bronze.


Meski tampak rendah, tetapi dibandingkan Kultivator normal yang menghabiskan belasan atau puluhan tahun, kedua gadis itu sudah sangat cepat.


"Tunggu Adam ... Tunggu!"


"Ada apa, Jennifer?"


"Kamu membelikanku Killa untuk membantu sekaligus menjagaku, tetapi menyuruh Kyoko untuk menjaga Bella? Bukankah itu tidak adil?"


"Tentu saja adil."


"Hah? Kyoko beberapa tingkat lebih kuat daripada Killa." Jennifer mengangkat alisnya.


"Kyoko adalah milikku, tetapi Killa adalah milikmu. Bella sendiri belum memiliki partner yang cocok. Selain itu, kamu adalah seorang polisi yang bisa membawa senjata api ke mana-mana. Sedangkan Bella ...


Apakah aku harus menyuruhnya membawa senjata api? Bahkan jika aku memberinya, Bella yang pemalu pasti tidak akan berani mengeluarkannya."


"..."


Melihat ke arah Jennifer yang malu, Adam tersenyum.


"Apakah kamu mau penjaga yang kuat?"


"Eh? Benarkah?"


"Tentu saja. Kamu ingat Nix, kan? Dia bahkan lebih kuat daripada Kyoko."


"Hah?! Kamu pasti bercanda kan, Sayang?"


Jennifer mengingat sosok Nix, si ayam jago gemuk yang suka menghabiskan banyak jagung manis. Membayangkan si ayam lalu Kyoko yang bisa berubah dengan keren, jelas si ayam lebih meragukan.


"Jennifer ... jangan lihat penampilan Nix yang alakadarnya. Meski dia sombong, gemuk, tidak tampak keren, kurang cerdas, blablabla ...


Nix memang kuat."


'Apakah itu yang dikatakan seorang tuan kepada partnernya? Menyebutkan belasan kekurangan sambil memberi satu pujian?'


Mendengar penjelasan Adam, keduanya wanita itu tidak bisa tidak bertanya dalam hati mereka.


Jennifer membayangkan dirinya berkendara dengan mobil polisi, melakukan misi, atau menangkap penjahat dengan seekor ayam gemuk mengikutinya. Membayangkan gambaran itu ... dia merasa agak geli. Wanita itu langsung memeluk Killa, si Husky hitam yang garang lalu berkata.


"Tidak perlu, Sayang. Aku dan Killa adalah partner yang bagus. Bukankah begitu, Killa?"

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2