
Siang, di hari yang sama.
'Jadi ini yang kamu maksud sampai jumpa nanti.'
Di ruang tamu rumah Tetua Feng, empat orang duduk bersama. Mereka adalah Adam, Tetua Feng, Lei Yueyin, dan seorang pria paruh baya pendek dengan kumis tipis.
Melihat senyum penuh kemenangan di wajah wanita itu, sudut bibir Adam berkedut.
'Bukankah mereka bilang wanita itu dingin? Jelas dia bertingkah seperti gadis kecil arogan!'
Adam tidak bisa tidak mengeluh dalam hatinya.
"Karena kami berdua kembali lambat kemarin, jadi kami belum bisa menemui anda, Mr Owl.
Perkenalkan, nama saya Lei Wenhua. Anda bisa memanggil saya Tetua Wenhua atau Paman Wenhua."
"Salam kenal, Tetua Wenhua. Panggil saja Owl."
Tetua Wenhua mengangguk ringan. Dia kemudian melirik ke arah wanita di sampingnya.
"Tetua Yueyin ..." gumam Tetua Wenhua.
"Kami sudah berkenalan tadi pagi, Ayah."
Mendengar ucapan Yueyin, Tetua Feng dan Tetua Wenhua tampak terkejut. Mereka melirik ke arah Adam yang masih begitu tenang.
Tetua Wenhua menghela napas sebelum berkata.
"Aish ... Sudah berapa kali aku bilang, ketika acara resmi jangan memanggil seperti itu, Xiaoyin."
(Panggilan Yueyin oleh Tetua Wenhua.)
Wanita itu sama sekali tidak menggubris ucapan Tetua Wenhua. Sebaliknya, dia malah berbicara kepada Adam dengan tenang seolah itu bukan apa-apa.
"Anda tampak cocok menggunakan hanfu, Mr Owl. Bagaimana kalau bergabung dengan Sekte Thunder Fang?"
Ya. Karena pakaiannya harus dicuci, sekarang dia memakai hanfu hitam polos milik Tetua Feng. Kebetulan tinggi mereka hampir sama. Pemuda itu tampak memiliki tempramen berbeda ketika menggunakan pakaian tradisional semacam itu.
Sementara Yueyin berkata santai, Tetua Feng dan Tetua Wenhua terkejut. Mereka tidak menyangka kalau Yueyin akan tiba-tiba membahas masalah sensitif seperti itu.
"Terima kasih atas niat baik anda, Tetua Yueyin. Namun untuk saat ini, saya lebih suka untuk berkeliaran bebas."
Mendengar jawaban Adam, Tetua Wenhua tertegun. Sedangkan Tetua Feng memejamkan matanya, tampaknya mengingat beberapa kenangan ketika dia masih muda dan sembrono. Mereka berdua tidak melihat kalau kedua pasang mata saling memandang dengan ekspresi tenang.
"Jadi kemungkinan anda untuk bergabung dengan Sekte Thunder Fang masih ada, kan?"
"Bukan 0%, tetapi tampaknya saya masih memilih kehidupan bebas dan tidak terkekang. Tentu saja, hubungan kerjasama kami masih bisa terus berlanjut."
"En ..." Yueyin mengangguk.
"Oh. Benar!"
Seolah menyadari mengingat sesuatu yang penting, Tetua Wenhua berseru. Dia memandang Adam lalu tiba-tiba berbicara.
"Saya dengar anda menjual banyak pil kepada murid Tetua Feng setiap bulannya. Pil itu sangat terkenal karena harganya seperti pil normal, tetapi dengan kualitas luar biasa, sempurna!
Omong-omong ... apakah anda memiliki rencana untuk menjual lebih banyak? Jika anda memilikinya, bagaimana kalau melakukannya dengan saya?"
Mendengar permintaan lugas Tetua Wenhua, Tetua Feng mengerutkan keningnya.
"Wenhua, kamu tidak boleh ikut campur dalam hal seperti ini, kan? Meski memang memiliki hasil lumayan, kamu tidak boleh merebut kerja keras seorang murid.
Belum lagi, Lei Fan itu muridku!"
Mendengar Tetua Feng marah, Tetua Wenhua menggaruk belakang kepalanya dengan ekspresi wajah tak berdaya.
__ADS_1
"Maaf, maaf ... sudah menjadi kebiasaan ku, Kakak.
Lagipula, begitu banyak uang belum tentu baik untuk Xiaofan, kan?"
"Hmph! Bocah itu sama sekali tidak terlena dengan uang sepertimu. Meski mendapat hasil lumayan, dari perkembangan latihannya, aku tahu dia menggunakan seluruh uangnya untuk ditukar dengan pil gizi.
Meski bakatnya tidak sebaik Xiaona atau Tetua Yueyin, dia jelas memiliki tekad untuk maju meski menempuh jalan berat!"
Mendengar ucapan bangga Tetua Feng, Adam tidak bisa tidak bertanya-tanya.
'Bukankah itu situasi umum seorang protagonis dalam novel wuxia?'
Adam memikirkan seorang lelaki tidak berbakat. Selalu dibanding dengan kekasih masa kecilnya dan jenius dari keluarganya. Dia dianggap sampah atau semacamnya.
Pada akhirnya, protagonis tersebut melakukan perjalanan dan menemui banyak pertemuan tidak sengaja. Berakhir terus naik seperti roket menuju ke keabadian atau semacamnya.
'Ya ... meski aku tidak percaya dengan keabadian.'
Adam menggeleng ringan. Hanya merasa kalau dirinya mulai tertular Tetua Feng, karena terlalu banyak berpikir.
"Saya tidak bisa melakukan itu, karena saya tidak mungkin mengkhianati rekan bisnis saya."
Mendengar ucapan Adam, Tetua Wenhua menghela napas panjang.
"Ya. Itu cukup mengecewakan."
Melihat Tetua Wenhua menghela napas, Adam tersenyum.
"Namun bukan berarti kita tidak bisa bekerjasama, Tetua Wenhua."
"Maksud anda ..."
"Berapa tingkat keberhasilan pembuatan pil di Sekte Thunder Fang?"
"Sekitar 25-30%. Dari empat batch bahan, biasanya satu bisa diselesaikan. Cukup tinggi, bukan?"
"Memang," ucap Adam singkat.
"Lalu, apa yang anda ingin bicarakan?" tanya Tetua Wenhua.
"Paling tidak, saya bisa menyelesaikan satu dengan tiga batch bahan. Terkadang hanya butuh dua jika beruntung."
"..."
Mendengar ucapan Adam, mereka semua terdiam.
Tentu saja, Adam tidak cukup bodoh berkata kalau tingkat keberhasilannya adalah 100%.
"Anda pasti tahu, kan? Berapa banyak pil yang saya jual setiap bulan?"
Karena telah mendengarnya dari murid-murid, bahkan Lei Fan sendiri, Tetua Wenhua mengangguk.
"Dalam segi kemampuan, saya masih bisa membuat 50% lebih banyak."
Ucapan Adam membuat mereka lebih terkejut.
"Jika anda ingin, anda bisa membeli jumlah pil itu per bulan."
"Apa yang anda inginkan sebagai gantinya?" tanya Tetua Wenhua secara langsung.
"Anda tahu, biasanya harga awal sebuah pil adalah sepuluh batch bahan, kan?"
Adam mengatakan itu karena begitulah cara pil-pil itu terjual dari sekarang.
"Ya. Rata-rata alkemis pembuat pil handal bisa membuat 3 pil dengan 10 batch bahan. Itu yang bisa kamu lakukan, kan?
__ADS_1
Dari sepuluh batch bahan, kamu menerima keuntungan dua pil. Ya ... itulah sebabnya para alkemis kaya. Namun untuk menjadi alkemis membutuhkan energi qi api dan bakat alami. Bahkan dengan atribut cocok, tanpa bakat, itu tidak bisa dilakukan.
Eh—"
Seolah menyadari sesuatu, ketiga orang itu menatap Adam.
"Bukankah kamu memiliki atribut angin, Mr Owl?"
"En?" Adam memiringkan kepalanya. "Memangnya saya pernah mengatakan itu?"
"Jangan bilang ..."
'DUAL ATRIBUT!'
Pikir ketiga orang itu dengan ekspresi luar biasa.
Atribut ganda sebenarnya tidak terlalu jarang. Namun kebanyakan dari mereka hanya mengolah satu, karena jarang ada teknik kultivasi dengan dua atribut secara bersamaan. Kalaupun ada, latihannya pasti sangat sulit.
Jika Adam tahu apa yang mereka pikirkan, dia pasti sudah tertawa.
"Anda memiliki cara untuk mengatur pasokan herbal yang dijual oleh Sekte Thunder Fang kan, Tetua Wenhua?"
"Maksudmu ..."
"Jual padaku 500 batch per bulan sebagai ganti 50 pil gizi. Dengan menjualnya kembali dengan harga pasar, anda pasti akan mendapatkan untung lumayan, bukan?"
"Bukan tidak mungkin. Namun karena mengatur itu cukup sulit, aku 500 batch terlalu banyak.
Bukankah anda bilang bisa membuat 1 pil dari 3 batch? 150 pil untuk saya dan Xiaofan. Berarti, 450 batch cukup, kan?"
"Tidak mungkin." Adam menggelengkan kepalanya. "Anda meminta untung terlalu banyak! 490 batch!"
"Terlalu banyak, aku bisa memberi 460 batch!"
"Anda yang meminta untung terlalu banyak. Saya turunkan, 480 batch!"
"Bukankah kita bisa lebih dekat dan menjadi rekan? Bukankah kamu ingin berkenalan dengan putriku yang cantik?
Sudah dalam batas, 470 batch!"
"..."
Mendengar keduanya berdebat soal harga, Tetua Feng dan Tetua Yueyin memiliki satu pemikiran.
'Rubah tua dan rubah kecil ... mereka dari jenis yang sama!'
Mengabaikan keduanya, Adam dan Tetua Wenhua berkata bersamaan.
"475 Batch!"
Setelah mengatakan itu, mereka saling berjabat tangan.
Menurut Tetua Wenhua, dia telah menang sangat banyak. Namun dia tidak tahu kalau Adam menyembunyikan rahasia paling penting, yaitu keberhasilan 100%!
Jika dikurangi 170 batch, 100 dijual Lei Fan, 20 konsumsi Lei Fan, dan 50 dijual Tetua Wenhua ...
Adam masih untung 305 batch! Bahkan juga masih mendapat 1,5 juta per bulan dari Lei Fan!
Ya ... tanpa mengeluarkan uang sepeserpun!
Melihat Tetua Wenhua yang tersenyum, Adam mengejek dalam hati.
'Tertawa sepuas-puasnya, Pak Tua. Karena ...
Hanya ada satu pemenang yang sebenarnya!'
__ADS_1
>> Bersambung.