Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Biasakan Saja


__ADS_3

Tiga hari kemudian.


Setelah berpamitan dengan Bella dan Jennifer, Adam berangkat menuju ke tempat kerja.


Sampai di sana, pemuda itu mengumpulkan anggota Dark Wings lalu menyuruh mereka berbaris. Melihat selain ransel, para anggota membawa tas pinggang kecil, dia mengangguk puas. Tampaknya mereka semua tidak melupakan apa yang dia pesan.


Kali ini mereka juga menggunakan pakaian khusus untuk menjelajah. Karena untuk menjelajahi tempat-tempat seperti hutan, lembah, dan gunung ... akan aneh serta tidak nyaman jika mereka mengenakan setelan jas hitam.


Pada rapat sebelumnya, Adam juga membahas perihal seragam resmi mereka. Dia akhirnya menggambar dan mengusulkan bentuk seragam mirip dengan seragam militer N.A.Z.I karena di dunia ini tidak ada organisasi tersebut. Tentu, tanpa logo atau embel-embel yang sama. Juga, selain bisa digunakan di mana saja, Adam merasa penampilannya cukup bagus.


Jujur saja, Adam merasa Mr Hitler memiliki selera berpakaian bagus. Ya, meski dia tidak terlalu suka potongan rambut atau kumis yang ... terbilang ikonik itu.


Seluruh anggota tampak setuju dengan saran Adam, jadi mereka mendatangi penjahit terkenal di Kota B dan mulai memesan seragam mereka.


Ditambah dengan bahan pakaian khusus yang diminta dari militer, jelas pakaian mereka bisa dibilang sebagai kualitas top.


Selain Adam yang memesan 3 seragam, masing-masing anggota lain mendapat 2 seragam.


Tentu saja, alasannya karena Adam meminta mereka untuk setidaknya memiliki 2 seragam. Jika tidak, mereka pasti memilih untuk membuat 1 seragam saja. Lagipula, untuk saat ini ... mereka tidak dibiayai dan harus membayar sendiri.


Adam menatap James, Jasmine, Carole, Douglas, dan Glenn lalu mengeluarkan lima kotak kecil.


"Masing-masing mengambil satu."


Mengangguk, mereka berlima maju ke depan dengan rapi dan mengambil kotak kecil itu. Setelah mengambil, mereka memeriksanya.


Di dalam kotak, tampak lima botol vial kecil berukuran 10 ml. Tampak cairan berwarna hijau muda di sana, membuat mereka bertanya-tanya.


"Itu adalah sejenis ramuan yang aku buat untuk menangkal racun. Bahkan jika itu racun yang terbilang ganas, kalian tidak akan mati begitu saja.


Tentu saja kalian bisa tenang. Obat itu telah teruji, bahkan terjual."


Tentu saja, Adam tidak akan bilang kalau cairan itu adalah pil detoksifikasi racun yang dia encerkan dengan 100 ml air dengan cara khusus agar efeknya tidak hilang. Ya ... meski efeknya hanya 1/10 dari aslinya.


Setidaknya, benda itu bisa mereka gunakan untuk mencegah keracunan ketika melakukan misi.


Mendengar ucapan Adam, kelima orang itu terkejut. Mereka menatap pemuda bertopeng merah itu dengan ekspresi terima kasih sebelum menyimpan obat ke dalam tas kecil.


Adam hanya mengencerkan 3 pil, membuat 30 botol kecil ramuan. Dia sendiri membawa 5. Meski tidak akan menggunakannya karena memiliki pil yang lebih mujarab, pemuda itu tetap membawanya sebagai syarat.


Belum lagi, dalam tiga hari ini, Adam juga telah menaikkan level Spirit Beast miliknya dan mendapatkan skill yang sangat berguna dalam misi ini.


Pemuda itu kemudian membuka panel status miliknya.


***


[ Spirit Hunter System ]


Name : Adam Bladefield


Level : Silver Spirit (High)


Cultivation Technique : Golden Sun and Silver Moon


Battle Skill : Autumn Sword (proficient), Spring Sword (proficient), Weapons Art of Bladefield (novice), Martial Art of Bladefield (novice)

__ADS_1


Other Skill : Elemental Seal (competent), Basic Alchemy Art (competent), Limitless Bladefield (-)


Spirit Beast :


- Black-gold Chicken (High-Silver)


- Shadow Beast (Mid-Silver)


- Lesser White Sneak (High-Silver)


- Five Colored Blood Spider (Low-Silver)


Beast Skill :


- Suzaku’s Cry (Silver), Suzaku’s Golden Talons (Silver)


- Shadow Stealth (Silver), Shadow Clone (Silver)


- Ice Control (Silver), Seiryuu’s Azure Scales (Silver)


- Blood Threads (Silver), Anti-VP (Silver)


Items Bag :


...


***


Ketika Five Colored Blood Spider naik ke tingkat silver, Adam mendapatkan skill baru.


Meski nama Anti-VP itu aneh, tetapi memiliki efek luar biasa.


Sebenarnya Adam juga sudah memiliki cukup Spirit Bead untuk ditukar dengan bahan evolusi Nix atau Yuki. Namun dia masih bingung harus meng-upgrade kualitas siapa terlebih dahulu.


Untuk naik ke level Gold, terlalu memerlukan banyak bahan. Jadi Spirit Bead yang Adam kumpulkan di rumah barunya hanya bisa digunakan untuk menaikkan satu Spirit Beast ke level Gold.


Sedangkan untuk yang ke-2, item yang dia butuhkan untuk naik ke level Gold baru terkumpul setengahnya.


Belum lagi, meski dia menaikkan salah satu Spirit Beast miliknya, Adam tidak bisa menembus batasan level Silver Spirit. Lagipula, persyaratan untuk menembus batasan adalah 2 Beast utama di level Gold.


Adam sendiri bisa membayangkan betapa sulitnya batasan berikutnya, yang membutuhkan 3 Beast utama di level Platinum.


'Ugh! Lupakan saja. Pikirkan saja jika saatnya telah tiba.'


Adam menghela napas panjang. Melihat ke arah rekan-rekannya, pemuda itu kemudian bertanya.


"Apakah kalian sudah siap? Tidak ada barang yang tertinggal?"


"Kami siap, Pak!" jawab mereka dengan selaras.


"Kalau begitu, kita berangkat."


Mengatakan itu, Adam dan rekan-rekannya berangkat dengan dua mobil. Langsung pergi menuju ke lokasi misi!


***

__ADS_1


Sekitar tiga jam kemudian, anggota Kelompok Dark Wings sampai di lokasi tujuan.


Mereka akhirnya sampai di sebuah desa yang berada di pinggir hutan. Entah bagaimana, situasinya mirip dengan desa tempat Nam tinggal sebelumnya.


Seperti biasa, Adam dan rekan-rekannya berhenti di rumah kepala desa.


Dua mobil berhenti di depan rumah kepala desa, membuat banyak warga tampak penasaran. Lagipula, tidak seperti di kota, meski jalan telah dibangun lebih baik, masih sedikit yang memiliki mobil di desa.


Khususnya desa yang akan terpencil seperti itu.


Adam, Jasmine, dan Carole keluar dari mobil sama. Sementara James, Douglas, dan Glenn keluar dari mobil lainnya.


Hanya saja, dibandingkan James dan Douglas yang mengamati sekeliling dengan ekspresi agak penasaran, ekspresi Glenn tampak sangat suram.


Dibandingkan ekspresi santai anak gaul seperti biasa, Glenn tampak agak gugup. Dia melihat sekeliling seolah takut akan sesuatu.


Pada saat itu, banyak warga yang melihat mereka. Khususnya karena pakaian mereka yang benar-benar berbeda daripada petugas umumnya.


Banyak anak-anak yang menonton dengan ekspresi penasaran. Melihat ke arah Adam yang mengenakan topeng merah, mereka tampak bersemangat. Hal itu membuat sudut bibir Adam berkedut.


Nguuung!


Dari sekumpulan anak-anak, tiba-tiba ada bayangan hitam yang melesat terbang. Bayangan hitam kecil itu menuju ke arah Glenn. Meski melihatnya, Adam sama sekali tidak peduli karena makhluk itu sama sekali tidak berbahaya.


Glenn yang gugup terkejut ketika melihat makhluk hitam hinggap di pundaknya. Pada saat menoleh, dia melihat kumbang badak sebesar kepalan bayi hinggap di sana.


"GYAAAHHH!!!"


Glenn tiba-tiba menjerit panik. Hal itu jelas langsung menarik perhatian warga desa.


Melihat ekspresi pucat di wajah Glenn seolah sedang dikejar hantu, sudut bibir Adam berkedut. Dia menghampiri Glenn lalu mengambil kumbang badak dari pundaknya.


Melihat ke kerumunan anak-anak, Adam bertanya.


"Milik siapa ini?"


Anak-anak saling memandang. Setelah beberapa saat ragu, salah satu bocah maju sambil mengangkat tangannya.


"Itu milik saya, Pak!"


Mendengar itu, Adam mengangguk. Dia menghampiri bocah itu lalu mengembalikan kumbang badak sambil berkata.


"Lain kali taruh di wajah agar tidak melarikan diri. Kalau tidak berniat memelihara, kembalikan di tempatnya.


Jangan dibuang sembarangan."


"Baik, Pak!"


Melihat anak kecil yang bersemangat itu, Adam mengelus kepalanya sebelum kembali kepada rekan-rekannya.


Pemuda itu menghampiri Glenn lalu berkata.


"Aku tidak menyangka kamu memiliki phobia serangga, Glenn. Ya ... karena kemungkinan besar kita akan sering pergi ke tempat seperti ini, jadi biasakan saja."


Kata-kata 'Biasakan saja' yang terucap dari mulut Adam terngiang dalam kepala Glenn. Pemuda itu langsung menjadi pucat, seperti masih tidak percaya dengan nasib buruk yang menimpanya.

__ADS_1


Mengabaikan Glenn, Adam melihat ke sosok yang datang menghampiri mereka lalu mengangguk ringan.


>> Bersambung.


__ADS_2