
"Semuanya telah dinilai. Namun ... Anda benar-benar tidak menggunakan energi Qi atau kemampuan khusus, Mr Owl.
Jadi ... saya harus mengisi bagian kemampuan khusus dengan apa?"
Mendengar ucapan Clarissa, ekspresi para tentara langsung stagnan. Bahkan Diana yang tampak serius juga tidak menyadari sejak tadi.
Semua orang langsung menatap ke arah Adam, membuat pemuda itu menggeleng ringan.
"Teknik Kultivasi berhubungan dengan angin dan es. Sedangkan bagian di mana dikatakan aku bisa menghilang ... bisa dibilang aku sedikit memiliki bakat dalam kamuflase."
"Angin dan es? Dual elemen?" Clarissa tampak terkejut.
Adam sendiri tidak mau mengungkapkan bahwa dia bisa mengubah energi murni miliknya menjadi segala jenis elemen lain.
Elemen angin, tentu saja tentang teknik yang sering dan akan terus dia gunakan, Autumn Sword. Sedangkan elemen es, pemuda itu awalnya bingung harus menyertakannya atau tidak. Namun akhirnya dia memilih untuk menyertakannya.
Alasannya sederhana. Pemuda itu sering menggunakan jimat elemen es. Kemungkinan besar informasi bahwa dirinya sendiri yang membuat jimat akan terungkap. Juga, Adam tidak berniat menyembunyikan semua kemampuannya. Dia berniat menggunakan 'Pengendalian Es' di saat yang tepat.
Cyrokinesis, lawan dari Pyrokinesis.
Jadi elemen angin dan es harus disertakan. Tentu, dia tidak akan mengungkapkannya sesegera mungkin.
Tidak banyak bicara, Adam mengeluarkan tiga jimat dengan pola berbeda.
"Apakah itu jimat asli? Benar-benar ajaib?" tanya Clarissa.
Mendengar pertanyaan wanita itu, Adam mengangguk ringan.
Clarissa yang cerdas sepertinya menyadari sesuatu. Matanya terbelalak. Dia kemudian langsung mendekati Adam dan memegang tangannya sambil menatap dengan mata berkilauan, seolah ada ribuan bintang di dalamnya.
"Apakah anda yang membuatnya sendiri?" tanya Clarissa.
"Iya," jawab Adam singkat.
Mendengar itu membuat Clarissa semakin bersemangat.
"Apakah anda menerima magang?"
"Tidak." Adam menggeleng ringan.
Clarissa tampak kecewa, tetapi segera memperbaiki ekspresinya.
"Lalu bisakah kami memesan jimat per bulan?"
"Tidak." Sekali lagi Adam menggelengkan kepalanya. "Aku yakin yang kamu maksud adalah memesan dalam jumlah banyak. Itu mustahil. Hal semacam ini tidak bisa dibuat dalam produksi massal. Selain itu, benda ini berharga karena kelangkaannya."
"Begitu ..." Clarissa agak cemberut, tetapi jelas mengerti alasannya dan tidak keras kepala.
__ADS_1
"Ya." Adam mengangguk ringan.
"Kalau begitu kemampuan ini juga akan ditambahkan dalam daftar. Kemampuan produksi seperti ini tidak kalah penting daripada kemampuan bertarung.
Saya yakin orang-orang di atas akan menyetujui permintaan anda. Semakin kuat, semakin dihargai. Begitulah aturan lama dunia ini."
Mendengar ucapan Clarissa, Adam mengangguk sembari menjawab, "Terima kasih."
"Sama-sama."
Setelah itu, Adam dan James berpamitan kemudian pergi dari pangkalan militer.
Melihat mobil yang pergi menghilang di kejauhan, Diana melirik ke arah Clarissa.
"Bukankah lebih baik mengikatnya dengan peraturan dan kontrak? Jika Kakek kamu menyetujui permintaan Owl, aku takut—"
"Tidak masalah, Diana."
Clarissa tersenyum ceria sembari menatap wanita dingin itu. Melihat Diana yang agak bingung, dia menjelaskan.
"Semakin kuat, semakin sulit diatur. Jika mencoba diikat terlalu erat, Owl pasti merasa tidak nyaman dan memilih terbang menjauh daripada bersarang di Departemen Misteri. Pada akhirnya ... dia mungkin menjadi lawan.
Saya tahu yang dipikirkan Kakek. Daripada membuat musuh, beliau ingin membuat hubungan simbiosis mutualisme dimana kedua belah pihak saling diuntungkan. Hal itu pasti juga membuat Owl lebih nyaman."
Mendengar ucapan Clarissa, Diana mengangguk ringan.
Melihat sosok Clarissa yang menatap ke arah Adam pergi, Diana menghela napas panjang.
Seperti biasa ... Aku tidak bisa memprediksi pikiran gadis ini.
...***...
Tanpa terasa waktu berlalu, hari minggu telah tiba.
"Apakah kamu berniat untuk untuk mengunjungi tempat kerja?"
Di ruang makan apartemen Adam, Jennifer yang duduk sambil memegang secangkir kopi menatap sosok pemuda tampan itu dengan ekspresi aneh.
"Ya." Adam tersenyum pahit. "Kamu tahu ... mungkin mereka memilih tempat itu untuk kerahasiaan."
"Aku tidak tahu. Semoga saja dugaanmu benar." Jennifer mengangkat bahu.
Setelah Adam kembali dan James memberitahu alamat yang harus dia tuju pada hari minggu, sehari sebelum mulai bekerja. Pemuda itu langsung memeriksa dan mencari informasi tentang lokasi.
Adam sendiri terkejut ketika melihat bahwa lokasi Departemen Misteri benar-benar berada di rumah tua dua lantai. Lebih tepatnya bangunan lusuh yang tidak jauh dari pemakaman umum Kota B.
"Kita tidak akan tahu sebelum datang ke sana sendiri."
__ADS_1
Mendengar ucapan Adam, Jennifer menyeringai. Tampak sedang mendengar lelucon.
Siang harinya.
Setelah beberapa kali berganti bus kota agar tidak bisa dilacak, Adam akhirnya tiba di lokasi. Kali ini pemuda itu memakai kaos turtleneck dengan tambahan coat berwarna hitam. Celana panjang, sepatu, sarung tangan ... kecuali topeng putih polos di wajahnya, yang lain diwarnai dengan warna hitam.
Tentu saja, penampilan yang elegan sekaligus aneh itu membuat banyak orang menatapnya dengan penasaran. Khususnya anak-anak di bus yang tidak bisa menahan rasa penasaran mereka.
Berdiri di luar gerbang, Adam melihat sebuah bangunan tua dua lantai dengan cat putih yang telah kusam dan berjamur. Memiliki gaya klasik dengan halaman depan dan belakang yang sangat luas. Sudah pasti sangat indah pada masanya.
Hanya saja, sekarang rumah itu lebih mirip dengan bangunan terbengkalai dengan halaman depan yang sama sekali tidak terawat. Banyak rumput cukup tinggi serta banyak pepohonan tidak terawat. Daun kering, bahkan busuk memenuhi halaman.
Ketika membuka gerbang, suara berderit yang menjengkelkan terdengar di telinga.
Aku akan memukul James tiga kali jika pria itu benar-benar membuat lelucon.
Tanpa ragu, Adam langsung bersumpah dalam hati. Melewati halaman menuju ke pintu depan rumah, dia kemudian melihat bel di samping pintu. Memencet bel, ekspresi pemuda itu berubah.
Bahkan kelistrikan tidak dirawat dengan baik?
Menghela napas panjang, pemuda itu kemudian mengetuk pintu.
Tok! Tok! Tok!
Setelah menunggu beberapa saat, pintu akhirnya terbuka. Bukannya James, Adam malah melihat sosok gadis remaja dengan rambut hitam dengan poni menutupi separuh wajahnya.
"S-Siapa?" tanya gadis itu dengan suara yang nyaris tidak terdengar.
"Apakah ini benar-benar tempat yang ditunjukkan oleh James, Departemen Misteri cabang Kota B?" tanya Adam dengan suara monoton.
"B-benar." Gadis itu mengangguk, tetapi tampak ketakutan.
"Oh. Anda sudah tiba, Mr Owl!"
Suara James terdengar ketika pintu yang awalnya dibuka sebagian langsung dibuka lebar. Suara berderit dari engsel berkarat membuat Adam tanpa sadar mengerutkan kening.
Melihat ke arah James, Adam benar-benar terdiam. Dibandingkan dengan penampilan rapi pria yang bertemu dengannya beberapa hari lalu. Bisa dibilang ... penampilannya sangat berantakan.
Rambut acak-acakan, jenggot yang tidak dipangkas rapi, mata merah dengan kantung mata hitam. Pakaian berantakan ditambah bau alkohol ...
Benar-benar tidak tertahankan!
Melihat ke arah James, Adam berkedip. Tampaknya tidak bisa memproses kejadian yang tiba-tiba semacam itu.
Kelihatannya ... Aku memasuki tempat yang salah?
>> Bersambung.
__ADS_1