Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Bukan Alasan Untuk Menyerah


__ADS_3

"Eh???"


Adam terkejut dan langsung menginjak pedal rem ketika melihat air mata mengalir di wajah Hikari. Dia tidak menyangka kalau kata-katanya benar-benar membuat wanita itu menangis.


"Benar-benar ucapan manis."


Hikari memalingkan wajahnya sambil menyeka air matanya. Wanita itu menghela napas panjang sebelum kembali berkata.


"Seharusnya kamu mengatakannya kepada pacarmu, bukan wanita tua sepertiku."


"Maaf."


Hanya itu kata yang bisa Adam ucapkan karena agak ragu untuk mengatakan apa.


"Tidak perlu minta maaf. Seharusnya aku yang berterima kasih kepadamu, Nak Adam. Ya ... meski kamu dengan mudah berbohong dan menipu para gadis."


"Berbohong?!"


"Ya. Pertama kali kita bertemu, kamu bilang kalau kamu pacar Yui, kan? Tapi kalian bahkan tidak saling kenal."


"..."


"Tidak perlu khawatir, Yui tidak mengatakan apa-apa. Gadis itu bahkan juga tidak mengatakan apa-apa ketika meminjam uang dari seseorang ketika aku berada di rumah sakit.


Yui pasti meminjam uang darimu kan, Nak Adam?"


"..."


"Kamu tidak perlu menjawabnya. Ya ... aku berterima kasih karena telah membantu kami. Kamu bahkan juga membantuku untuk mengusir Mr Brandon, tapi ...


Tolong jangan sentuh Yui dan menipunya. Gadis itu sama sekali tidak bersalah. Meski aku ibu yang buruk karena tidak bisa mencukupi kebutuhannya, aku tidak ingin dia ditipu.


Aku akan membayar hutang biaya rumah sakit dan perawatan. Bahkan jika Yui yang menandatangani kontrak, tolong jangan libatkan dia.


K-Kamu ... kamu boleh—"


"Tampaknya anda salah paham, Mrs Hikari."


Adam langsung menyela. Melihat Hikari yang menunduk dengan ekspresi gugup sambil memegang erat roknya, pemuda itu menghela napas.


"Tolong hargai diri anda sendiri. Itu yang anda lakukan hingga sekarang, kan? Bahkan jika Yui terlibat dalam masalah hutang, anda pasti bisa menemukan solusi lain. Jadi—"


"Tidak ada solusi lain!"


"..."


"Mungkin kamu pikir aku bisa meminjam uang dari sahabat lain, tetapi aku tidak punya. Bahkan kerabat juga telah menjauh dariku.


Tidak mungkin untuk membayar hutang secara langsung. Itu terlalu banyak. Bahkan, aku telah dikeluarkan dan kesulitan untuk mencari pekerjaan.


Mereka hanya memandang tubuhku. Mereka sengaja mempersulit, berharap kalau aku masuk lewat pintu belakang sehingga memanfaatkan aku.

__ADS_1


Daripada melakukan hal kotor untuk masuk ke perusahaan lalu dimanfaatkan hanya untuk sedikit uang, lebih baik aku menjadi p-lacur dan mendapatkan lebih banyak uang dengan cara itu!"


PLAK!


Suara tamparan keras terdengar. Mobil mulai melambat dan kebetulan berhenti di taman kota yang sepi.


Hikari menunduk. Kedua tangannya mengepal. Air mata mengalir jatuh membasahi roknya.


"Hiks! Hiks!"


"..."


"Seandainya saja dulu aku tidak mudah ditipu. Seandainya saja dulu aku tidak begitu bodoh dan polos.


Aku pasti tidak akan berakhir seperti ini. Aku juga tidak ingin akhir yang seperti ini!


Aku juga ingin memiliki suami. Menunggunya pulang, merasakan kehangatan dan perasaan dilindungi. Aku juga ingin memiliki keluarga lengkap dan kehidupan indah!


Tapi apa! Aku sama sekali tidak bisa mendapatkannya karena aku begitu bodoh!


Aku hanyalah kegagalan! Aku tidak peduli bagaimana aku berakhir karena aku tidak bisa kembali!


Kamu boleh merusakku dan membuangku, tapi ... setidaknya aku tidak ingin Yui mengalami apa yang aku alami!


Jadi ..."


Hikari menatap ke arah Adam dengan wajah berlinang air mata.


"Bisakah kamu melepaskan gadis kecil yang tidak bersalah itu, Adam???"


Memang berat untuk bergerak maju ketika kamu jatuh ke kubangan lumpur, tapi setidaknya ... akan ada harapan selama kamu terus mencoba bergerak maju.


Paling tidak, kamu tidak harus tenggelam dan membusuk dalam tempat kotor itu."


"..."


Melihat Hikari yang memilih untuk menundukkan kepalanya dalam diam, Adam bersandar pada kursinya. Pemuda itu memejamkan matanya.


"Aku berjanji tidak akan melakukan apa-apa kepada Yui. Bahkan aku juga telah menulisnya dalam kontrak ketika gadis itu memilih berhutang kepadaku.


Akan aku katakan. Walau aku adalah seorang b-jingan, setidaknya aku tidak ingin memanfaatkan wanita dengan cara seperti itu. Juga, kamu bisa tenang, Yui akan melunasi hutangnya dalam dua tahun.


Tentu saja, dia masih mendapatkan sebagian gaji agar bisa makan dan membayar biaya sekolahnya sendiri.


Meski masih polos dan agak pemalu, Yui adalah gadis yang kuat. Dia selalu bangga kepada kamu karena telah membesarkannya sebagai gadis yang baik. Yui adalah gadis baik, dan aku hanya sedikit membantunya.


Lagipula, uangku pasti akan kembali. Aku juga tidak rugi melakukan hal ini. Hikari ...


Kamu ibu yang baik, jadi jangan rendahkan dirimu sendiri, okay???"


"Katakan sekali lagi ..."

__ADS_1


"Kamu ibu yang baik, Hikari."


"Sekali lagi ..."


"Kamu ibu yang baik, Hikari."


"Sekali ... hiks ... hiks ..."


Melihat Hikari yang menangis, Adam mengelus lembut kepalanya.


"Terima kasih banyak, Adam. Terima kasih banyak." Menghapus air matanya, Hikari memandang Adam. "Jika aku lebih muda, mungkin aku akan mengejarmu."


Melihat wanita yang menggodanya, Adam tersenyum. Mendekatkan wajahnya ke wajah Hikari, pemuda itu berkata.


"Kalau begitu bagaimana kalau menjadi yang ke-3? Aku akan merawatmu dengan baik dan memberimu banyak kehangatan."


Melihat wajah Adam begitu dekat. Wajah Hikari langsung merona. Wanita itu merasa malu, tetapi beberapa detik kemudian, ekspresinya tiba-tiba berubah pucat.


"Yang ketiga???"


Hikari langsung mendorong Adam mundur. Dia langsung menunjuk ke wajah pemuda itu dengan ekspresi tidak percaya.


"Kamu ... Kamu ..."


"Aku seorang b-jingan dengan dua kekasih, Hikari. Ya ... kamu tidak perlu begitu cemas, karena legal, mereka saling kenal, bahkan akur."


"..."


Mendengar penjelasan Adam, Hikari tidak bisa berkata-kata. Rasa sedih dan marah sebelumnya menghilang begitu saja. Dia menatap ke arah pemuda di depannya dengan heran.


"Apakah kamu serius, Adam?"


"Apakah aku tampak sedang berbohong?"


"..."


Hikari benar-benar kehilangan kata-katanya. Dia merasa bingung apakah pemuda itu serius atau sedang main-main dengannya. Pada saat itu, Hikari melihat Adam mengambil ponselnya.


Setelah beberapa saat, Adam kemudian menunjukkan sebuah foto.


Di dalam foto, tampak Adam yang tertidur sambil duduk di sofa. Di sisi kirinya, tampak Bella duduk bersandar di bahunya dengan ekspresi malu-malu. Di sisi kanan, tampak Jennifer yang tersenyum percaya diri sambil melakukan selfie.


Ya. Jennifer yang memotret mereka. Adam saja agak terkejut karena dia benar-benar jarang tertidur seperti itu.


"Wanita yang memotret ini ... Petugas Jennifer?"


Hikari melihat sosok petugas yang biasanya tegas itu tampak ceria. Benar-benar tidak percaya jika tidak melihatnya sendiri. Bahkan jika diperhatikan baik-baik, dia merasa kalau foto itu sama sekali bukan editan.


"Ya. Yang di sebelah kiri adalah Bella, dan di sebelah kanan adalah Jennifer."


Mendengar pengakuan Adam, sudut bibir Hikari berkedut. Dia tidak menyangka kalau pemuda 'baik' ini memiliki sisi seperti itu. Menarik napas dalam-dalam, wanita itu akhirnya berkata.

__ADS_1


"Kamu benar-benar seorang b-jingan, Adam."


>> Bersambung.


__ADS_2