Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Untuk Kebaikan Yang Lebih Besar


__ADS_3

Tiga hari kemudian, di sebuah desa di luar Kota B.


"Apakah kita benar-benar akan melakukannya di sini?"


Melihat ke arah lima puluh orang lebih yang berbaris rapi, Alicia melirik ke arah Clarissa. Di samping Clarissa, tampak sosok Diana yang masih berdiri diam seperti biasanya.


"Memang. Karena kita memang sengaja menemukan kampung para pencuri untuk memulainya.


Lagipula, ini seperti ritual pengorbanan atau hal semacam itu."


"Eh? Maksudmu?"


Alicia bertanya dengan mata terbelalak.


"Kita akan memancing keluar makhluk jahat. Makhluk jahat tersebut akan membunuh beberapa warga desa. Setelah itu, kabar akan segera menyebar. Sebagai gantinya, Owl yang mendengar kabar tersebut akan datang ke sini."


"Kita ... akan mengorbankan warga biasa?"


Mendengar pertanyaan itu, Clarissa menatap dengan ekspresi kosong. Tampaknya gadis itu sebenarnya juga kurang setuju dengan cara tersebut. Namun untuk menghibur diri, dia berkata.


"Ini kampung pencuri. Orang yang kita korbankan adalah orang memang pantas dikorbankan."


"Tapi mereka warga biasa! Bahkan jika pencuri, kita harus menghukum mereka sesuai dengan apa yang telah mereka perbuat."


"Semua pihak atas telah setuju, Alicia. Apa yang bisa kamu lakukan sekarang hanyalah menonton semuanya."


"Tapi—"


"Tidak ada kata tapi, Alicia. Semua telah disetujui. Bahkan jika kita enggan, kita hanya bisa melihat."


"Lalu ... Apa yang harus kita lakukan sekarang?"


"Sudah kubilang, Alicia. Setelah memasang semuanya, kita hanya perlu pergi lalu menunggu. Old Dong yang akan mengurus sisanya.


Jika saatnya tiba, Old Dong akan memberi sinyal agar kita langsung bergegas menyerang. Begitulah kira-kira penjelasan singkatnya."


"Dengan kata lain, kita datang hanya untuk menghafalkan medan. Setelah itu kita menunggu di lokasi yang lebih jauh. Hanya itu?"


"Memang."


"Old Dong. Orang itu, adalah Spiritualist Grand Master yang kalian sebutkan?"


"Lelaki tua itu memang kuat. Selain itu, dialah yang akan memanggil makhluk jahat tersebut."


"Jadi ... ini rencana lelaki tua itu?"


"Memang."

__ADS_1


"Kenapa rencana gila seperti ini disetujui?"


"Karena Owl berbahaya. Selain itu, dia juga telah menculik cucu Old Dong."


"Perihal Owl itu berbahaya, itu memang benar. Sedangkan kalau pria itu menculik anak kecil ...


Aku tidak percaya kalau dia melakukannya!"


"Tapi begitulah kenyataannya. Old Dong adalah kakek Nam dari pihak ibu. Setelah sekian lama mencari, dia akhirnya menemukan lokasi anak itu. Namun ketika sampai di desa Nam tinggal, anak itu telah dibawa Owl dan anggota Guild Dark Wings.


Selain itu, ketika Owl menghilang. Anak itu juga ikut menghilang. Banyak orang yang beranggapan bahwa Owl membawa Nam karena bocah itu mengetahui identitasnya. Oleh itu, Nam dibawa pergi."


"Itu ..."


Alicia merasa tidak bisa menyangkal semua itu. Dalam hatinya, walau wanita itu berteriak berkali-kali bahwa Owl adalah pengkhianat. Namun dia masih percaya, pria itu sebenarnya baik.


"Semuanya akan terungkap ketika dia ditangkap, Alicia. Untuk saat ini, jangan terlalu memikirkannya."


Setelah mengatakan itu, Clarissa melihat ke arah tertentu. Di sana, ada sosok lelaki tua yang tampak ramah. Dia tampak begitu lembut dan mencolok. Bagian mana yang mencolok? Tentu pakaian kuno dan tangan kirinya yang telah tidak ada.


"Jadi ini Nona Alicia yang terkenal." Old Dong tersenyum ramah. "Perkenalkan, nama saya Dong. Anda bisa memanggil saya Old Dong."


"En."


Alicia mengangguk ringan. Dia tampak sopan sekaligus cukup dingin. Tampaknya dia menjaga jarak dari lelaki tersebut tanpa suatu alasan yang jelas. Bisa dibilang, itu seperti insting.


"Maaf kalau penampilan lelaki tua ini membuat Anda tidak nyaman, Nona Alicia."


Mendengar penjelasan Clarissa, Old Dong menggaruk belakang kepalanya.


"Syukurlah jika itu bukan karena penampilan saya."


"Tentu saja bukan," ucap Alicia singkat.


Melihat ke arah Old Dong, Alicia menyempitkan matanya. Dia kemudian bertanya dengan nada penasaran.


"Saya dengar, anda bisa memanggil makhluk jahat itu, Old Dong?"


"Memang benar."


"Bukankah makhluk semacam itu sangat berbahaya dan langka. Bagaimana anda bisa memanggilnya dengan mudah?"


"Mungkin, karena cerita lama ..."


Old Dong tersenyum pahit ketika memegang pundak kirinya. Ekspresinya tampak seperti lelaki tua yang mengingat kejadian paling mengesankannya dan memilukan dalam hidupnya.


"Cerita lama, kah?"

__ADS_1


Melihat ekspresi Old Dong, Alicia tidak lagi ingin mengungkitnya. Dia menebak, semua itu terjadi karena pertempuran mereka di masa lampau. Pertempuran yang membuat tangan kiri Old Dong dihapuskan.


"Pasukan telah mengelilingi desa. Apakah kalian ingin melihat makhluk macam apa itu?"


Old Dong tersenyum ramah ketika mengundang ketiga wanita cantik itu untuk ikut dengannya.


Dengan punggung sedikit membungkuk, Old Dong berbalik pergi. Ketiga wanita itu mengikutinya. Namun ketika jarak mereka semakin dekat dengan desa, lelaki tua itu tiba-tiba berkata.


"Lebih baik kalian hanya menonton dari sini."


Ucapan Old Dong membuat mereka menjadi terkejut. Lelaki tua tiba-tiba melompat dari tanah ke atas pohon. Dia melompat dari satu pohon ke pohon lain, sebelum akhirnya dia berdiri di pohon yang paling dekat dengan desa.


Pada saat itu, Old Dong mengeluarkan sebuah benda dari balik pakaiannya. Benda itu adalah sebuah seruling dengan bentuk aneh. Bukannya lurus, itu melengkung seperti bulan sabit. Tampaknya, benda itu terbuat dari cangkang makhluk tertentu.


Melihat sekeliling, Old Dong kemudian meniup seruling aneh tersebut.


Semuanya tiba-tiba menjadi sunyi. Alicia, Clarissa, dan Diana memasang ekspresi serius di wajah mereka. Para petugas khusus juga telah mengeluarkan senjata mereka, tampak sangat waspada.


"Apakah ... tidak ada yang terjadi?"


Sebagai peneliti, Clarissa datang hanya untuk melihat hal-hal aneh yang tidak tercatat dalam buku. Namun melihat tidak apa-apa yang terjadi, dia merasa agak menyesal.


"Jika tahu begini—"


Belum sempat menyelesaikan ucapannya, tanah tiba-tiba gemetar. Burung-burung di hutan langsung terbang dan berlarian seolah ketakutan oleh sesuatu.


Guncangan menjadi semakin kuat ketika sosok hitam tiba-tiba muncul di tengah desa.


Dari kepala sampai bagian tubuh yang terlihat, panjangnya belasan meter. Tubuhnya agak pipih dengan lebar sekitar dua meter. Seluruh tubuhnya dilapisi exo-skeleton hitam yang tampak kokoh. Makhluk itu juga memiliki ratusan, bahkan ribuan pasang kaki.


Kepalanya tampak menyeramkan, cukup mirip kelabang pada umumnya, tetapi memiliki dua mulut. Makhluk itu juga memiliki banyak mata. Di atas kepalanya, tampak tiga tanduk tajam yang berkilauan, memancarkan kilau berbahaya!


"Namanya Abyssnian Giant Centipede."


Old Dong berkata dengan nada tak acuh.


RROOAAARRR!!!


Makhluk itu meraung gila. Melihat ke arah pemukiman dimana banyak orang di sana, Abyssnian Giant Centipede langsung melesat. Tanpa ragu langsung mencabik-cabik satu orang dan langsung menelannya.


Penampilan makhluk mengerikan itu langsung membuat warga panik. Para pasukan khusus yang membawa senjata bahkan juga merasa ketakutan. Mereka tidak pernah mendengar bahwa ada serangga sebesar itu di dunia.


Tidak ketakutan, ekspresi Alicia tampak menjadi suram ketika melihat sosok Abyssnian Giant Centipede. Belum lagi, ketika dia mulai melakukan pembantaian. Berbeda dengan apa yang diceritakan atasan, gadis itu melihat perempuan, orang tua, bahkan anak-anak digiling menjadi daging cincang dalam mulut Abyssnian Giant Centipede.


Tidak hanya itu, rumah-rumah kayu yang ada di sana juga dihancurkan. Daripada binatang buas, makhluk itu mirip dengan bencana hidup.


Ketika Alicia hendak marah, Old Dong menghapus air mata yang membasahi wajahnya sambil berkata.

__ADS_1


"Maafkan aku, tetapi ini terpaksa dilakukan untuk kebaikan yang lebih besar."


>> Bersambung.


__ADS_2