Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Golden Dew


__ADS_3

BRUAK!!!


Pintu depan Golden Dew ditendang oleh Matt dan Randy. Pintu besar dua pintu langsung terbuka dan banyak anggota Wings of Freedom langsung menyerbu masuk. Namun saat itu, orang-orang itu terpana.


"Ini ... Apakah kita salah target, Ketua?"


Di depan mereka, tampak sebuah ruangan luas. Banyak wanita muda dan dewasa yang memakai pakaian minim saling berbicara dan bercanda. Ketika Adam dan bawahannya menerobos masuk, mereka langsung tampak terkejut. Bahkan sebagian dari mereka berteriak.


Pada saat itu, sosok wanita dewasa dengan rambut pirang panjang bergelombang berjalan ke arah mereka. Dia memakai lipstik merah, tubuhnya tampak memesona dan tak kalah dari model majalah playboy. Berjalan ke arah Adam, wanita itu berkata dengan nada hormat.


"Maaf, Tuan-tuan ... Apakah ada sesuatu yang salah?"


Mendengar suara indah itu, para anggota Wings of Freedom yang berisikan laki-laki tidak bisa tidak memandang wanita tersebut. Mengenakan gaun merah v-neck, mereka langsung tertarik dengan dua melon kembar yang seolah ingin melompat keluar dari gaun.


Saat itu, Matt maju dan berkata dengan nada tegas.


"Kami sedang mencari orang, Nona."


Meski tampak serius, pipinya agak merah dan mata Matt masih jelalatan memandang ke beberapa tempat dan sudut tertentu.


Wanita itu tampak agak bingung, tetapi bertanya balik.


"Anu ... Kalau Annette boleh tahu, siapa yang kalian cari, Tuan-tuan?"


"Uhuk! Jadi namamu Annette?" Matt pura-pura batuk. "Jadi yang kami cari—"


"MENUNDUK!!!"


Dor! Dor! Dor!


Adam langsung berteriak keras. Karena latihan disiplin yang mereka lakukan, para anggota Wings of Freedom langsung melakukan apa yang Adam lakukan.


Saat itu juga, Adam langsung memegang belakang kerah Matt dengan tangan kanannya dan langsung melemparkan pria itu ke samping. Sementara tangan kirinya terulur ke depan. Jari telunjuk dan jempolnya langsung menjepit sebuah belati tajam.


"Ugh!"


"Aduh!"


"..."


Dalam tembakan mendadak sebelumnya, beberapa anggota Wings of Freedom menerima tembakan. Meski tidak mengenai tempat fatal, tetapi masih melukai kaki, pundak, tangan, atau beberapa anggota tubuh lain. Masih membuat mereka sedikit kesulitan untuk bertarung.


"Sejak kapan kamu mengetahuinya?"


Annette, sosok wanita cantik itu sempat menebas Matt. Namun belati itu benar-benar ditangkap oleh Adam dengan dua jari. Hal itu membuatnya terkejut, tetapi masih tampak tenang.


"Sejak awal, akting kalian berlebihan.


Bukankah Golden Dew seharusnya memiliki cctv? Bukankah itu berarti kalian tahu kedatangan kami?


Bukannya bersikap patuh dan takut, kalian malah berpura-pura tidak tahu serta panik. Itu agak terlalu berlebihan."

__ADS_1


"Lalu kenapa kamu tidak mengatakannya dari awal?" Mata Annette menyempit.


"Kalau kamu tanya kenapa ... karena pengalaman?"


"Pengalaman?"


Annette mengerutkan kening, sama sekali tidak mengerti apa yang Adam maksud.


Melihat ekspresi wanita cantik di depannya, sudut bibir Adam terangkat.


"Aku ingin menguji bawahanku dan memberi mereka pengalaman nyata. Hasilnya ...


Ya, cukup mengecewakan."


"Kamu berlebihan, Bos."


Matt yang baru saja dilempar bangkit sambil menepuk pakaiannya. Meski mengeluh, senyum masih tampak di wajahnya.


Adam melihat beberapa wanita di kejauhan yang membawa pistol. Selain itu, wanita lain juga mengeluarkan belati dari balik gaun minim mereka. Tampaknya benar-benar siap untuk bertarung.


"21, 22 ... 25 orang."


Adam bergumam pelan. Melihat ada 25 wanita yang memegang pistol, bahkan sebagian dari mereka tampak gemetar, pemuda itu bahwa lawannya tampaknya masih amatir.


Adam dengan cepat menarik belati, langsung merebutnya dari tangan Annette. Dia melirik ke arah para anggota Wings of Freedom.


"Aku akan memberi dua ujian untuk kalian semua!


PUKUL DAN JATUHKAN MEREKA UNTUKKU!!!"


"OOOHHH!!!"


Para anggota Wings of Freedom langsung bergegas ke depan. Bukannya langsung menembak mereka, para wanita di sisi lain agak panik. Selain karena tidak terbiasa, tempat itu terlalu ramai. Jadi tanpa persiapan seperti sebelumnya, mereka malah takut menembak teman mereka sendiri.


"Kamu ... Kamu ... Kamu!!!"


Annette meraung marah dan mencoba memukul Adam, tetapi gerakan demi gerakan dengan mudah pemuda itu hindari. Melihat sosok wanita tak profesional itu, Adam hanya menggeleng ringan.


"KENAPA KAMU MENYERANG RUMAH KAMI?! KENAPA KAMU MELAKUKAN SEMUA INI!!!"


Melihat Annette yang berteriak histeris lalu ke arah para wanita yang sebenarnya lemah, mata Adam menyempit.


Dari apa yang mereka perbuat, jelas mereka seperti orang yang mencoba melindungi rumah mereka dari serangan penjajah. Dengan kata lain ... mereka jelas dihasut.


'Sebenarnya menggunakan Suzaku's Cry pasti efektif, tapi ...'


Adam melihat para anggota yang bertarung dengan agak canggung dan ragu.


'Biarkan ini menjadi pengalaman bagi mereka agar tidak terkejut di kemudian hari.'


Memikirkan itu baik-baik, Adam terus menghindari serangan Annette. Dia tiba-tiba maju ke depan. Tangan kanannya terulur ke depan dengan cepat. Dalam sekejap, dia langsung menyentil dahi Annette. Tidak terlalu kuat sampai meledakkan kepala wanita itu, tetapi masih membuat wanita tersebut langsung pingsan.

__ADS_1


Menangkap Annette, Adam langsung mendorongnya ke arah Matt. Setelah itu, dia berkata.


"Jangan lukai mereka terlalu parah dan jangan bunuh mereka."


Setelah mengatakan itu, Adam berjalan masuk lebih dalam ke Golden Dew.


Melihat punggung Adam, Bella segera menyusul. Sementara itu, Randy yang juga menyusul bertanya.


"Kita akan pergi ke mana, Ketua?"


"Ingin pergi untuk memeriksa kamar. Lagipula, untuk apa kita di sini? Menonton pertarungan membosankan?"


"..."


"Setelah memeriksa lantai pertama, jika tidak ketemu, kita akan menyebar.


Aku dan Bella akan pergi ke lantai 4, Randy dan Brock akan pergi ke lantai 3, sedangkan Matt dan Shawn pergi ke lantai 2."


Setelah Matt menyingkirkan Annette, mereka langsung mencari di seluruh lantai satu. Namun akhirnya tidak menemukan Lulu atau orang lain yang berhubungan dengan Darkblood Moth. Jadi, mereka kemudian berpencar untuk memeriksa kamar di lantai lain.


Setelah setengah jam, mereka berenam kembali ke lantai satu dan ... Ya, hasilnya nihil.


Daripada menemukan petunjuk tentang Lulu dan para Darkblood Moth Tamer, Adam dan lima orang lain malah menemukan hal-hal lain. Mereka melihat banyak orang yang sedang bermain tanpa memedulikan apa yang terjadi di luar. Berbagai pelanggan ada di sana, dari yang masih kuliah, bekerja, lelaki sudah menikah, bahkan pria yang rambutnya masih memutih.


Tentu saja, Adam dan lima orang lainnya sama sekali tidak berniat menonton pertunjukan tidak penting itu. Mereka terus mencari, tetapi sayangnya masih tidak menemukannya.


"Anu ... Maaf jika mengganggu, Ketua!"


"Ada apa?"


Melihat salah satu anak buahnya datang, Adam langsung bertanya.


"Saya menemukan pintu aneh ketika mengejar orang yang ingin melakukan diri. Pintu itu ada di balik rak dalam ruang penyimpanan, dapur."


Mendengar itu, mata Adam menyempit.


"Karena kamu dari Black Wings, temui Randy di akhir bulan. Gaji yang kamu terima double untuk bulan ini." Adam berkata dengan nada tak acuh sebelum melanjutkan, "Ayo pergi!"


Mengatakan itu, Adam dan yang lainnya menuju ke dapur. Randy melewati pemuda yang melapor sambil menepuk pundaknya.


"Kerja bagus."


"Eh? Anu ... Terima kasih banyak, Ketua!"


Orang yang baru tersadar dari lamunannya langsung membungkuk sopan ke arah Adam yang pergi.


Sampai dapur, Adam segera menuju ke ruang penyimpanan bahan. Setelah memeriksa rak dengan teliti, dia akhirnya menemukan sebuah pintu. Ketika dibuka, sebuah lorong dengan anak tangga menuju ke bawah muncul di hadapan mereka.


Memiliki ekspresi datar di wajahnya, Adam mendecak sebelum berkata.


"Sungguh ... selalu saja ke bawah tanah? Orang-orang dahulu itu, memangnya mereka mole (tikus tanah)?"

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2