Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Kamu Tidak Akan Percaya


__ADS_3

Cafe Starlight, dalam ruang pribadi.


Di Cafe yang Adam buat, ada beberapa ruangan khusus untuk pelanggan yang ingin mengadakan pesta berkelompok atau makan malam bersama dengan rekan kerja setelah rapat. Tempat di mana tidak akan ada gangguan dan lebih tergaga kerahasiaannya.


“Kelihatannya kamu benar-benar mencoba menghindari petugas ini, Mr Adam.”


“Bagaimana bisa aku menghindarimu, Petugas Jennifer? Aku bahkan sudah memperkenalkan diri sebagai pemilik cafe, kan?”


“...”


Jennifer memang sudah mendengarnya, tetapi karena lokasinya tidak jelas, dia tidak tahu cafe yang mana. Belum lagi, setelah lelaki di depannya itu melihat dirinya dalam kondisi memalukan, wanita itu benar-benar selalu memikirkan sosok Adam ketika sendirian.


“Kamu …”


Jennifer berhenti bicara. Setelah Adam ada di depannya, dia benar-benar bingung harus mengatakan apa. Padahal, wanita itu benar-benar ingin memarahi sosok tampan di depannya itu setelah bertemu. Namun setelah memikirkannya, lelaki tampan itu sama sekali tidak bersalah. Adam bahkan menolongnya.


“Terima kasih,” gumam Jennifer.


“Eh?”


Adam yang sudah siap untuk dimarahi dan dihina tertegun. Dia sudah siap disebut dengan hidung belang atau hal-hal yang mirip semacam itu. Tidak menyangka, ternyata wanita itu malah berterima kasih kepada dirinya.


“Apa?! Apakah kamu pikir aku akan marah dan menghina kamu? Jangan pikir aku adalah wanita yang tidak punya rasa terima kasih!”


Melihat bagaimana Jennifer mulai meninggikan lagi suaranya, sudut bibir Adam berkedut.


Apa yang sebenarnya diinginkan wanita ini? Sungguh membingungkan …


“Apakah kamu mendengarku, Mr Adam?! Hey!”


“Apa?” tanya Adam yang tersadar dari lamunannya.


“Aku bilang, aku sudah berterima kasih! Jadi … sekarang giliranmu!”


“Giliranku? Untuk apa?” Adam memiringkan kepalanya dengan ekspresi bingung.


“Kamu … KAMU …”


Napas Jennifer naik-turun. Tidak hanya napasnya, Adam bahkan melihat dua bukit indah gemetar seolah sedang terjadi gempa. Mengalihkan pandangannya, dia berpura-pura tidak melihat hal itu.


Pintu ruangan tiba-tiba terbuka. Sosok pelayan cafe masuk dengan dua cangkir kopi serta beberapa kue ringan.


“Saya membawa kopi dan-”


“KAMU BERPURA-PURA TIDAK TAHU APA YANG TERJADI SETELAH KEJADIAN ITU!”


“...”


Ruangan langsung sunyi. Bukan hanya ruangan, bahkan lantai pertama cafe yang ramai langsung sunyi karena teriakan Jennifer. Jika pintu ditutup, suara tidak akan keluar. Namun karena pintu dibuka oleh pelayan, suara langsung memenuhi Cafe Starlight.

__ADS_1


Semua orang langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah ruangan di mana Adam dan Jennufer berada. Bisik-bisik mulai terdengar di antara para pelanggan.


“Wah! Aku tidak menyangka, lelaki tampan pemilik cafe ternyata seperti itu. Melakukannya dengan polisi cantik … dia bahkan tidak ingin bertanggung jawab.”


“Mengerikan. Aku tidak menyangka pemilik yang tampak ramah ternyata seperti itu.”


“Sungguh sia-sia. Bunga cantik yang rusak hanya karena ketampanan semata,” ucap pelanggan gempal dengan wajah pas-pasan.


“...”


Bisik-bisik mulai memenuhi Cafe Starlight. Tentu saja, selain para pelanggan, rekan-rekan Adam di masa sekolah atau kuliah juga terkejut.


“Benarkah itu? Adam … dia benar-benar menaklukkan polisi wanita cantik? Begitu ganas?” ucap teman sekelas Adam di masa SMA.


“Di masa kuliah, Senior Adam bahkan menjauhi banyak gadis cantik. Aku pikir dia seorang pertapa, tetapi … ternyata aku baru tahu ternyata dia suka untuk menaklukkan wanita dengan tipe seperti itu!”


“Serius? Benarkah Kak Adam melakukan hal semacam itu? Padahal … dia terlihat sangat baik.”


“...”


Jennifer dan Adam tidak tuli, jadi mereka masih bisa mendengarnya. Ekspresi Adam terlihat sangat buruk. Reputasinya sebagai pertapa suci yang menjauhi wanita dan ***** benar-benar rusak sekarang. Sedangkan Jennifer, wanita itu menunduk dengan wajah merah. Benar-benar sangat malu.


Apa yang terjadi kepadaku? Tidak biasanya aku marah seperti ini. Ini … ini pasti salah Adam!


Membenarkan diri sendiri, Jennifer manatap Adam dengan ekspresi campur aduk. Ada ekspresi marah, malu, dan sedikit sedih di wajah cantiknya.


“S-Saya … saya tidak mendengar apa-apa, Bos.” Gadis pelayan itu tampak sangat gugup.


“Letakkan saja di atas meja. Setelah itu, kamu boleh pergi. Jangan lupa tutup pintunya.”


“B-Baik, Bos.”


Setelah meletakkan apa yang dia bawa ke atas meja, pelayan itu membungkuk sopan sebelum pergi. Tidak lupa, dia menutup pintu sebelum berlari dengan wajah malu.


Sementara itu, Jennifer memandang Adam dengan ekspresi marah bercampur bersalah.


“Mr Adam … aku-”


“Kamu duduk di sini dan minum kopi itu. Tenangkan dirimu sebentar, aku akan segera menyapa tamu dan menghilangkan prasangka buruk mereka.”


“Kalau begitu aku-”


“Tidak perlu ikut. Kamu tetap di sini saja.”


“Aku ikut!” ucap Jennifer dengan keras kepala.


Adam memandang Jennifer sebelum menghela napas panjang.


“Baiklah. Ikuti aku.”

__ADS_1


Setelah itu, Adam dan Jennifer keluar dari ruangan lalu menyapa para pelanggan. Di depan banyak pelanggan, Adam bertepuk tangan untuk mengalihkan perhatian semua orang kepada dirinya. Pemuda tampan itu kemudian mulai bicara.


“Di sini saya ingin meminta maaf kepada para pelanggan sekalian karena kebisingan kami. Kami berdua tahu hal-hal pribadi tidak boleh dibicarakan dengan cara seperti itu.


Selain itu, kami juga ingin mengurai kesalahpahaman para pelanggan. Apa yang dimaksud pacar saya sebelumnya adalah masalah janji. Sebelumnya … saya telah berjanji untuk keluar dan makan malam bersama dengannya, tetapi karena sibuk mengurus persiapan membuka cafe, saya benar-benar melupakan itu.


Saya sangat menyesal. Jadi, tolong jangan salah paham.”


P-Pacar??? Sejak kapan kami pacaran?


Jennifer merasa otaknya berputar cepat dan menjadi bingung. Ditambah Adam yang memegang erat pinggangnya untuk meyakinkan pelanggan, wanita itu menjadi lebih bingung.


Tentu saja, Adam mengucapkan itu karena suatu alasan. Tidak mungkin dia akan mengaku bahwa mereka berdua bertemu roh jahat di sungai, berenang bersama, lalu dia melihat tubuh Jennifer yang luar biasa. Hal itu tidak maksud akal, orang-orang tidak akan mempercayainya. Jadi … dia membuat alasan lain yang sekiranya lebih baik.


Para pelanggan memiliki respon yang cukup baik.


“Jadi begitu. Aku tahu perasaan petugas cantik itu, aku juga akan kesal jika pacarku lupa akan janjinya.”


“Tetapi pemilik cafe juga tidak salah. Dia bekerja keras untuk masa depan? Lelaki seperti itu … tidak buruk, kan?”


“Ya. Itu tidak buruk. Ternyata hanya miss communication.”


“...”


Melihat kalau para pelanggan percaya dengan kebohongannya, Adam menghela napas lega. Dia kemudian kembali membungkuk sopan.


“Karena kesalahpahaman sudah dipecahkan, kami akan kembali. Sebagai ganti atas keributan, untuk semua yang pelanggan pesan … saya akan memberi diskon 20% untuk hari ini. Terima kasih banyak.”


Melihat banyak pelanggan yang senang dan puas, Adam memegang tangan Jennifer dan menarik wanita yang linglung itu kembali ke ruangan. Sampai di ruangan, dia melepaskan tangan lalu menjauh dari Jennifer. Pemuda itu menghela napas panjang.


“Untung saja masalah sudah terpecahkan.”


Mendengar Adam yang menhela napas lega, Jennifer tersadar dari lamunannya. Menyadari tentang apa yang terjadi serta masih merasakan tangan kuat dan hangat yang sebelumnya menyentuh tangan dan pinggangnya, wajah wanita itu merah karena malu dan marah.


“Kamu … KAMU …”


Menarik napas dalam-dalam sebelum mengeluarkannya perlahan, kali ini Jennifer terlihat lebih tenang. Dia kemudian duduk berhadapan dengan Adam. Ekspresinya menjadi sangat serius.


“Mr Adam … aku minta penjelasan!”


Adam memiringkan kepalanya.


“Penjelasan tentang apa?”


Jennifer mencoba untuk menghilangkan pikirkan lainnya dan fokus dengan ingatan ketika dirinya diseret ke dalam sungai.


“Makhluk itu … apa sebenarnya makhluk yang ada di sungai itu?”


Menyadari kalau Jennifer masih mengingat dengan jelas, Adam hanya bisa menghela napas panjang. Dia menggeleng ringan sebelum berkata dengan nada ringan.

__ADS_1


“Aku menjelaskannya pun … kamu tidak akan percaya.”


>> Bersambung.


__ADS_2