Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Lebih Cantik!


__ADS_3

Melihat sosok yang berdiri di tengah ruangan kosong, Adam tidak bisa tidak menghirup napas dingin. Dia tidak menyangka apa yang dia lawan menjadi semakin aneh.


Swoosh! Klang!


Adam langsung merasakan sakit di pundak kiri dan paha kanannya. Melihat luka yang muncul, pemuda itu tidak bisa tidak bergumam.


"Kamu ... sebenarnya apa?"


Sosok yang berdiri tidak jauh dari Adam adalah sosok wanita dengan gaun hitam. Tidak, lebih tepatnya ... wanita yang dililit oleh tanaman aneh seperti gaun hitam.


Wanita itu tampak pucat. Meski penampilannya berantakan, Adam masih menebak bahwa dulunya dia adalah gadis yang cantik. Hanya saja, pemuda itu tidak berniat untuk memikirkan hal-hal semacam itu.


Hanya dalam penampilan, Adam merasa makhluk itu terlalu aneh.


Bagian atas tubuhnya, tampak seperti wanita cantik yang terus menunduk. Sedangkan di area pinggang ke bawah, tampak seperti sebuah pohon hitam. Ya ... tampak seperti pohon yang dipenuhi dengan akar yang membentuk seperti gaun putri berwarna hitam.


Akan tetapi, bukannya tampak cantik, gaun itu tampak mengerikan karena akar-akar hitam itu terus menggeliat seolah hidup. Beberapa dari akar itu menunjuk ke arah Adam dengan ujung runcing yang siap melubangi kepalanya kapan saja.


Ya ... Akar-akar tersebut yang sebelumnya melawan Adam sampai pemuda itu nyaris tidak bisa menangkis serangannya.


"..."


Makhluk di depan Adam masih menunduk dalam diam. Jika bukan karena akar-akar yang menggeliat seperti cacing tanah, pemuda itu benar-benar akan mengabaikannya. Menganggap gadis itu sebagai patung yang dibuat dengan selera unik.


"Tampaknya berbicara denganmu hanya membuang-buang waktu," ucap Adam dengan senyum pahit di wajahnya. "Kalau begitu ..."


Swoosh!


Sosok Adam melesat dengan kecepatan luar biasa. Menghindari banyak akar tajam yang menyerangnya lalu muncul di depan sosok wanita itu lalu mengayunkan pedangnya dengan ekspresi tegas.


KLANG!!!


Suara benturan logam terdengar. Adam melihat beberapa akar terjalin erat dan membuat sebuah tembok kecil untuk melindungi wanita itu.


Adam langsung melompat mundur, tetapi masih terkena beberapa serangan sebelum akhirnya berhasil mundur dalam jarak aman.


Merasakan telapak tangannya agak perih dan tangannya kesemutan, pemuda itu meringis. Tidak menyangka kalau makhluk itu benar-benar memiliki pertahanan yang lebih kuat daripada perisai besi.


'Serangan kuat dalam jangkauan luas, kecepatan luar biasa, dan pertahanan abnormal ... Itu keterlaluan!'

__ADS_1


Adam tidak bisa tidak mengeluh dalam hatinya. Dia benar-benar merasa lawannya agak tidak adil. Meski pemuda itu merasa bahwa lawannya juga berada di level High-Silver ... tetapi atribut pihak lawan jelas lebih tinggi!


Adam ingin menggunakan Suzaku's Golden Talons, tetapi mengingat konsekuensinya, pemuda itu memilih untuk tidak melakukannya.


Lagipula, Adam merasa dirinya masih normal. Bukan tipe yang merasa bahagia ketika tersiksa dan merasa kesakitan. Jadi dia memilih untuk menghindari hal-hal semacam itu sebisa mungkin.


"Tampaknya aku hanya bisa membakar uang."


Mengatakan itu, Adam mengembalikan katana ke items bag lalu mengeluarkan belasan kertas jimat.


Melemparkan tiga kertas jimat, Adam berkata.


"Barrier Es."


Bersamaan dengan ucapan singkat Adam, tiga lapis barrier berwarna biru semi transparan menyelimuti tubuhnya. Sebenarnya pemuda itu tidak terlalu menyukainya. Dia merasa bahwa pertarungan menggunakan terlalu banyak alat akan membuatnya tumpul. Membuang kesempatan untuk belajar dan menjadi master sejati dalam pertarungan.


Meski begitu, dibandingkan dengan gengsi, Adam juga tetap akan memilih untuk menggunakan alat karena musuhnya terlalu kuat dan membahayakan kehidupannya sendiri.


Adam masih rasional, karena dia memilih untuk terus hidup daripada mati karena kebanggaannya sendiri!


"Lalu ..."


"Belati es!"


Empat kertas jimat melesat ke arah makhluk itu. Menjadi lebih cepat dan tiba-tiba berubah menjadi empat belati es yang menyerang tepat di kepala, leher, dada, dan perut makhluk tersebut.


KLANG!!!


Melihat ke arah akar-akar yang melindunginya, Adam mendecak dengan ekspresi tak puas di wajahnya.


"Benar saja. Tampaknya mengalahkannya memang tidak akan bisa semudah itu ..." gumam Adam dengan ekspresi serius di wajahnya.


Hanya saja pemuda itu menatap ke arah sosok wanita bergaun hitam di tengah ruangan dengan bingung.


Wanita itu tampaknya tertidur pulas. Namun apa yang membuat Adam penasaran adalah ...


Jika wanita itu tidur, siapa yang sebelumnya menyuruh dirinya pergi dari rumah ini.


'Kembali ...'

__ADS_1


Mendengar suara cukup familiar tersebut, Adam tidak bisa tidak menghela napas dalam hatinya.


Akan tetapi, setelah melihat ke sekeliling dan tidak menemukan apa-apa, Adam merasa bingung sekaligus aneh.


'Sebenarnya siapa?'


Adam kemudian menghela napas berat. Sama sekali tidak menurunkan kewaspadaannya. Baginya, yang tidak diketahui bahkan lebih mengerikan. Daripada bermain-main dengan nyawa, pemuda itu hanya bisa memastikan bahwa dirinya aman dan bisa melarikan diri jika situasi tidak memungkinkan.


"Apakah kamu bisa mendengarkan aku? Sebenarnya siapa dirimu?


Apa yang kalian inginkan dariku???"


Setelah ia akan Adam terdengar, ruangan masih sunyi. Bahkan terkesan lebih sepi daripada sebelumnya. Hal itu membuatnya merasa bahwa roh jahat itu benar-benar tidak menganggap pemuda itu.


Lebih tepatnya ... menganggap Adam sudah mati karena telah menantang wanita berjubah hitam!


"Tampaknya tidak ada pilihan lain ..."


Adam bergumam pelan. Pemuda itu kemudian menarik keluar dua belati lalu memasang kuda-kuda sembari menatap ke arah sosok wanita itu dengan tatapan serius.


Swoosh!


Sosok Adam melesat. Matanya terus terfokus kepada belasan akar berujung runcing yang melesat dan ingin menembus tubuhnya. Pemuda itu menghindari dengan gesit. Dia benar-benar berhasil muncul di belakang wanitanya itu lalu menyerang tepat di bagian belakang leher.


Klang! Pyaar!


Ekspresi Adam langsung berubah.


Bukan hanya ditangkis, Adam melihat belasan akar langsung menusuk dan menghancurkan barrier es yang melindungi dirinya. Pemuda itu berguling-guling di lantai kotor sebelum akhirnya berhenti dan menatap ke arah sosok wanita itu.


Adam meludahkan sesuap darah, lalu melanjutkan.


"Aku rasa, daripada mengenakan pakaian aneh itu ... gaun hitam biasa akan membuatmu lebih cantik, Nona."


Melihat akar yang membuatnya kerepotan, Adam tidak bisa tidak mengeluh dalam hati.


Sungguh ... aku merasa akar-akar itu sangat menyebalkan!


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2