Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Gadis Ceroboh


__ADS_3

Adam kemudian mengendarai mobilnya menuju sekolah Yui.


Sampai di sana, itu masih jam 04.45 pagi.


Adam menatap sosok penjaga gerbang lalu bertanya.


"Selamat pagi, Pak."


"Pagi, Anak Muda." Lelaki tua agak bungkuk itu mengangguk. "Tumben sekali ada pemuda sepertimu yang bangun pagi dan sudah berdandan rapi."


"Langsung saja ke intinya, Pak. Sebenarnya pacar saya tidak pulang ke rumah tadi malam, ibunya menelepon saya.


Mendengar ibunya menangis, jadi saya juga ikut panik.


Saya tahu kalau gadis itu cukup ceroboh ketika marah. Jadi setelah mencari dan tidak ketemu, saya pikir dia pasti menyelinap dan tidur di sekolah.


Jadi, bolehkah saya masuk ke dalam, Pak?"


Mendengar cerita Adam, pria itu terus mengangguk. Ketika Adam selesai berbicara, dia kemudian berkata.


"Meski aku salut karena kebaikanmu, aku tidak bisa mengizinkan kamu masuk, Anak Muda. Sudah tanggung jawab lelaki tua ini untuk—"


Belum selesai berbicara, Adam langsung menjabat tangan pria itu lalu berkata dengan nada hormat.


"Saya tahu anda bertanggung jawab, Pak. Namun ini penting, jadi saya hanya bisa merepotkan anda.


Saya yakin anda pasti memiliki hati nurani untuk membantu gadis yang kesulitan seperti saya."


Melihat seribu dollar aliansi yang Adam berikan padanya, pria paruh baya itu batuk.


"Yah ... karena kamu bertanggung jawab, aku hanya bisa membantu. Namun hanya kali ini! Dan aku akan menemanimu."


"Tentu saja!"


Adam tersenyum ramah.


Mereka berdua kemudian masuk ke area sekolah. Tempat itu sangat luas, jadi tampaknya kurang efektif jika hanya mencari dengan sedikit orang.


Adam akan merasa senang kalau lelaki tua itu membiarkan dirinya masuk sendiri karena bisa bergerak bebas. Namun pemuda itu hanya bisa menerimanya.


Pukul 05.45 pagi, Adam dan petugas itu kembali.


Sayang sekali, meski sudah mengelilingi sekolah, Adam tidak bisa menemukan keberadaan Bella. Keluar dari sekolah dan pergi ke mobilnya, pemuda itu menghela napas panjang.


"Anak sekolah memang merepotkan ..."


Tiba-tiba pemuda itu tertegun di tempatnya. Ekspresinya langsung berubah aneh.


"Tunggu ... Sekolah?"


Adam tiba-tiba teringat tempat dia bertemu dengan Yui, SMA Blue Rose.


Dulu gadis itu datang ke sana untuk mengganti bunga. Setelah berpikir beberapa saat, dia akhirnya semakin yakin kalau Yui ada di sana.


Mengingat gedung olahraga dan lantai tiga gedung utama, tangan Adam terkepal erat.

__ADS_1


"Terlalu ceroboh!"


Adam segera pergi ke mobilnya. Pemuda itu langsung bergegas menuju ke SMA Blue Rose!


Beberapa menit berkendara, Adam akhirnya sampai di minimarket tempat dia memarkir mobil sebelumnya.


Pemuda itu kemudian pergi menuju ke lokasi berjalan kaki seperti pertama kali dia menempuhnya. Melihat anak tangga yang dipenuhi daun mati dan busuk mengarah ke atas bukit suram, ekspresi pemuda itu menjadi lebih serius.


"Pada akhirnya ... Aku kembali ke tempat ini, kah?" gumam Adam.


Mengingat rasa takut yang dia rasakan dulu, kedua tangan Adam mengepal erat. Dia meyakinkan diri bahwa semuanya akan baik-baik saja karena sekarang dirinya telah menjadi jauh ... jauh lebih kuat daripada sebelumnya.


Menaiki tangga, ekspresi Adam menjadi lebih tegas.


Setelah sampai di bagian atas, pemuda itu melihat pagar tinggi kotor penuh graffiti dan gerbang sekolah yang berkarat.


Melihat bekas jejak kaki yang masih cukup baru, Adam menghela napas lega.


"Gadis itu ..."


Adam benar-benar tidak tahu apa yang terjadi. Namun yang jelas, dia sekarang tahu kalau Yui ada di tempat ini.


Adam kemudian memasuki sekolah. Tidak pergi ke gedung utama sekolah, dia langsung berjalan menuju ke gedung olahraga.


Berbeda dengan sebelumnya ketika dia masih begitu polos dan bodoh, kali ini Adam bisa merasakan ada aura gelap yang menyelimuti seluruh sekolah. Benar-benar pantas menjadi satu dari tiga tempat paling mengerikan di Kota B.


Sampai di lokasi, ekspresi Adam langsung berubah ketika melihat Yui yang masih memakai seragam sekolah berbaring di lantai dengan bunga-bunga yang berserakan di sekitarnya.


Adam langsung bergegas ke arah Yui sambil mengamati sekitar.


Pemuda itu langsung memegang pergelangan tangan Yui. Dia langsung lega setelah tahu gadis itu masih hidup, dan hanya tidak sadarkan diri.


"SIAPA?!"


Adam langsung berteriak menggunakan skill Suzaku's Cry. Beberapa tatapan yang diarahkan kepadanya langsung menghilang, tetapi dia masih merasakan sepasang mata menatapnya dari gedung olahraga yang terbengkalai.


Tanpa ragu, Adam mengambil tas Yui dan menggendong gadis itu pergi dari sana.


Pemuda itu terus waspada, tetapi dia terkejut kalau sepasang mata itu hanya mengamatinya tanpa melakukan tindakan apa-apa.


Keluar dari area SMA Blue Rose dan menuruni tangga, Adam bergumam dengan ekspresi berat.


"Setidaknya di level Spiritualist Grand Master (Golden Spirit) ..."


Adam kemudian menghela napas panjang.


Melirik ke arah Yui yang tidak sadarkan diri, pemuda itu bergumam.


"Kamu benar-benar terlalu ceroboh, Yui."


***


Adam kemudian pergi ke rumah Yui untuk mengantar gadis itu kembali.


Tiba di depan rumah, Adam melihat pintu langsung dibuka. Hikari yang tampak pucat keluar dari rumah.

__ADS_1


"Yui!"


Dia tidak apa-apa. Hanya kelelahan.


"Apa yang terjadi padanya, Adam?"


Adam melirik ke sekitar lalu berkata pelan.


"Masuk terlebih dahulu. Kita akan membicarakannya di dalam."


Setelah itu, Adam masuk ke dalam rumah. Dia menggendong Yui pergi ke kamar. Di sana, pemuda itu menyuruh Hikari untuk mengurusnya sementara dia pergi ke ruang tamu untuk menunggu.


Hikari melepas pakaian Yui, menyeka tubuhnya dengan handuk basah, lalu mengganti pakaiannya.


Selesai melakukan itu, Hikari pergi ke dapur untuk mencuci tangan dan membuat teh. Dia kemudian membawa teh ke Adam yang menunggu di ruang tamu.


"Maaf merepotkanmu, Adam."


Mendengar itu, Adam menggelengkan kepalanya.


"Sama sekali bukan masalah. Hanya saja ..."


"Ada apa?"


Melihat Adam yang ragu, Hikari tidak bisa tidak bertanya.


"Apakah kalian bertengkar atau semacamnya? Aku benar-benar tidak menyangka gadis seperti Yui benar-benar memberontak dan bertingkah seperti itu."


Hikari yang mendengar pertanyaan Adam menjadi agak ragu. Wanita itu merasa kalau hubungannya dengan putrinya tidak banyak berubah. Dia benar-benar tidak mengerti kenapa gadis itu tiba-tiba memberontak seperti itu.


Gadis itu benar-benar marah karena sesuatu, tetapi Hikari tidak tahu alasannya.


Pada akhirnya, wanita itu menceritakan apa yang dia alami selama beberapa waktu ini.


"..."


Mendengar cerita Hikari, Adam merasa kalau semuanya menjadi semakin tidak jelas.


"Ngomong-ngomong ... dimana kamu menemukan Yui, Adam? Kenapa dia tidak sadarkan diri? Juga, kenapa pakaiannya begitu kotor?"


"Karena hanya kelelahan, aku langsung membawanya kembali. Haruskah kita membawa Yui ke Rumah Sakit? Aku akan menanggung biayanya."


"Tidak perlu."


Hikari menggelengkan kepalanya. Sudah percaya pada Adam kalau Yui baik-baik saja.


"Jadi, katakan padaku, dimana kamu menemukan Yui?"


Hikari lebih khawatir kalau beberapa pengalaman buruk terjadi pada putrinya karena Adam hanya diam.


Melihat ke arah Hikari yang khawatir, Adam menghela napas panjang sebelum berkata.


"Bangunan terbengkalai ... SMA Blue Rose."


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2