Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Blood Fairy


__ADS_3

Melihat pemandangan seperti itu, Adam tersenyum lembut. Dia merasa cukup bahagia dan senang untuk mereka, yang akhirnya pergi ke alam berikutnya dan tidak lagi harus tinggal di dunia ini. Namun ...


'Mana hadiahku?'


Pertanyaannya itu muncul di kepala Adam ketika melihat sosok yang menghilang di depannya.


Sebelumnya Guren telah berkata bahwa dia (Guren) akan membalasnya. Akan tetapi, wanita itu pergi bersama dengan sahabatnya tanpa sepatah kata. Benar-benar telah melupakan Adam yang telah melewati banyak masalah hanya untuk menolongnya!


'Ya ... anggap saja keselamatan kota sebagai hadiah. Ugh! Benar-benar sulit untuk ikhlas!'


Adam merasa pahit dalam hatinya.


Tiba-tiba, koran dan majalah yang sebelum-sebelumnya dia bawa tiba-tiba terbang ditiup angin. Majalah berisi penangkapan Darwin itu tiba-tiba langsung robek menjadi banyak sekali serpihan. Pada saat itu juga, Adam melihat banyak sisa-sisa roh jahat di sekolah muncul dan menatap ke langit.


Kemunculan banyak sosok dari penunggu SMA Blue Rose membuat Adam lebih waspada, tetapi ... apa yang pemuda itu takutkan sama sekali tidak terjadi. Sebaliknya, pemandangan indah muncul di depan matanya.


Tubuh para roh jahat di sekolah mulai menyala, mereka semua memejamkan mata, seolah-olah merasa lega karena tidak lagi tertahan di tempat ini. Satu demi satu, bagian tubuh dari roh mulai memudar ... berubah menjadi jutaan serpihan yang menyala seperti kunang-kunang tetapi dengan warna merah.


Melihat pemandangan dimana jutaan cahaya kecil bagai bintang merah melayang di langit membuat Adam tanpa sadar mengangkat sudut bibirnya.


"Jadi ... pemandangan indah ini hadiah yang kamu berikan, Guren?"


Adam berkata dengan senyum lembut di wajahnya. Namun setelah mengatakan itu, dia terkejut melihat cahaya merah terang yang tiba-tiba muncul di halaman sekolah.


Merasa penasaran, Adam segera turun ke lainya pertama lalu keluar dari bangunan utama sekolah. Setelah sampai di tempat tersebut, dia sadar bahwa sumber cahaya merah sebelumnya adalah bunga merah seukuran bola basket yang belum mekar.


"En? Jadi ... hadiah yang dimaksud oleh Guren, adalah benda ini?"


Adam melihat bahwa titik-titik cahaya merah telah menghilang, hanya menyisakan bunga merah menyala yang beberapa saat kemudian juga berhenti menyapa.


Di depan tatapan penuh kejutan di mata Adam, bunga merah itu perlahan-lahan mekar. Saat itu juga, aroma manis dan memabukkan tercium di sekitar. Namun ... bukan itu yang membuatnya terkejut.


"Makhluk apa ini?" gumam Adam dengan ekspresi heran.


Di tempat bunga itu mekar, tampak sosok gadis kecil yang tidur seperti bayi dalam kandungan. Dia memiliki sayap seperti kupu-kupu dan pakaian yang tampak terbuat dari kelopak bunga berwarna merah. Rambutnya hitam legam, kulitnya tampak putih pucat. Secara keseluruhan ...


Apa yang Adam lihat seperti peri (fairy) dalam dongeng!


Pada saat itu, sebuah data yang hanya bisa Adam lihat muncul di depannya.


[ Blood Fairy ]


Sosok peri mungil yang terlahir di medan penuh dengan darah, kebencian, dan dendam. Biasanya terlahir di medan perang atau lokasi pembantaian masal dengan probabilitas rendah. Sebuah keberadaan yang ditakuti oleh banyak makhluk.


Blood Fairy suka memperbudak makhluk lain dengan kontrak darah. Makhluk itu memiliki sihir darah yang begitu kuat, memiliki kebiasaan dan rasa cinta untuk membunuh.


...


Melihat penjelasan tersebut, Adam yang sebelumnya merasa bahwa itu adalah makhluk paling lucu di dunia langsung tertegun.


Bukan hanya tidak tinggal di ladang bunga dan membuat bubuk ajaib seperti dalam dongeng, ternyata makhluk di depannya adalah sosok penjahat sejati! Lahir untuk menjadi penjahat!

__ADS_1


Pada saat Adam tertegun, Blood Fairy membuka matanya. Makhluk kecil itu menatap ke arah sosok di depannya dengan sepasang mata indah bak rubi. Melihat sosok Adam ... dia memiringkan kepalanya.


Melihat tatapan polos makhluk itu, Adam mulai meragukan apakah sistem telah melakukan kesalahan.


'Bagaimana makhluk mungil dan polos ini adalah makhluk jahat yang suka darah serta pembantaian?'


Adam mulai goyah. Akan tetapi, dia juga menebak ... jika 'hadiah' yang Guren maksud sebelumnya adalah Blood Fairy ini. Wanita itu jelas tahu kalau Adam adalah Beast Master, tetapi ...


'Bagaimana Guren mengetahui bahwa Blood Fairy akan terlahir di tempat ini?'


Adam semakin bertanya-tanya. Ketika sadar kalau makhluk kecil itu masih menatapnya dengan polos, dia tidak bisa tidak menghela napas panjang.


"Perkenalkan, namaku Adam."


"???"


Blood Fairy memiringkan kepalanya, tampak bingung.


Adam yang melihat penampilan gadis kecil itu tertegun. Karena penampilannya mirip manusia, dia benar-benar memperlakukannya seperti gadis kecil. Padahal ... makhluk itu baru lahir dan jelas lebih mirip bayi!


Adam merasa bingung. Jelas, makhluk di depannya adalah sosok yang akan tumbuh menjadi makhluk kejam. Dia enggan untuk menggunakan kontrak yang tersisa untuknya. Namun, apabila pemuda itu melepaskannya ... mungkin akan terjadi kekacauan karena hal tersebut.


Selain itu, Adam juga tidak tega untuk membunuh makhluk yang tampak tidak bersalah tersebut!


"Fairy kecil ... maukah kamu ikut denganku? Aku akan memperlakukanmu dengan baik."


"???"


Blood Fairy kembali memiringkan kepalanya.


Blood Fairy tampak bingung. Melihat sosok Adam, dia hanya bisa merasakan keakraban. Selain itu, dia juga merasa kalau pemuda itu sama sekali tidak jahat.


Blood Fairy membuka mulutnya, tetapi daripada perkataan manusiawi, suara yang terdengar seperti lonceng terdengar. Makhluk kecil itu kemudian mengepakkan sayapnya. Perlahan tapi pasti, dia melayang dan akhirnya duduk di atas kepala Adam.


Merasa nyaman, Blood Fairy tertawa dengan suara seperti lonceng yang terdengar merdu.


Adam sendiri tertegun. Akan tetapi setelah sadar makhluk kecil itu tidak menolaknya, pemuda itu tersenyum. Dia melirik ke arah bunga merah dimana sebelumnya Blood Fairy dilahirkan. Sadar bahwa bunga tersebut merupakan hal bermanfaat, dia mengambilnya dan menyimpannya dalam inventori sistem.


Pada saat itu juga, Adam merasa agak aneh.


Shadow Beast, Five Colored Blood Spider, Blood Fairy ... selain holy beast yang diberikan oleh sistem, Adam merasa kalau ternyata makhluk yang dia kontrak jelas merupakan makhluk jahat! Atau setidaknya ... seharusnya jahat!


'System tidak akan membuatku menjadi sosok Raja Iblis atau semacamnya, lalu menjadi musuh dunia ... kan?'


Adam merasa agak ragu. Menggelengkan kepalanya, pemuda itu memutuskan untuk membuat kontrak dengan Blood Fairy lalu pulang. Tidak ingin berlama-lama di tempat itu!


... ***...


Satu jam kemudian, di depan pintu gerbang SMA Blue Rose.


"Aneh ..."

__ADS_1


Tampak sosok lelaki tua menatap pintu gerbang SMA Blue Rose dengan heran.


Lelaki tua itu memiliki kepala botak, tubuhnya cukup bungkuk, dan mengenakan pakaian compang-camping. Dia membawa tongkat kayu yang digunakan untuk membantu dirinya berjalan. Hanya saja, meski penampilannya seperti kakek tua bau tanah dan lemah ... aura seorang master terasa di sekitarnya.


"Guru! Kenapa anda tiba-tiba berlari ke tempat seperti ini, Guru! Hal itu sama sekali tidak baik untuk tubuh tua anda!"


Suara lelaki terdengar dari belakang. Lelaki tua yang dipanggil Guru tersebut menoleh. Di sana, tampak sosok pemuda botak dengan pakaian layaknya praktisi, seperti Lei Fan, Lei Na, dan lainnya. Namun pakaiannya tampak lebih sederhana.


BRUAK!


Pemuda itu tiba-tiba dipukul dengan tongkat sampai jatuh ke tanah. Tidak hanya itu, pukulan demi pukulan terus mendarat di atas pemuda botak yang tercengang tersebut.


"Ampun, Guru!"


"Bocah bau, apakah kamu menyumpahi lelaki tua ini untuk segera mati?! Dasar murid tidak berguna!"


"Ampun, Guru!"


"..."


Setelah pemukulan singkat, lelaki tua tersebut melepaskan muridnya. Dia kemudian menatap pemuda babak belur itu dengan ekspresi marah.


"Jangan berpura-pura di depan lelaki tua ini! Kamu jelas tidak akan terluka parah dengan pemukulan seperti itu! Bocah bau, bangun!"


"Hehehe ..."


Mendengar ucapan gurunya, pemuda botak itu bangun lalu menggaruk kepala yang mengkilap seperti bohlam tersebut.


"Apakah kamu kurang pemukulan?"


"Tentu saja tidak, Guru."


"Tahukah kenapa aku tiba-tiba datang ke tempat ini?"


"..." Pemuda itu menggelengkan kepalanya.


"Sebelumnya aku merasakan aura kuat yang tiba-tiba terpancar dari tempat ini. Namun ... apa yang kamu lihat sekarang?"


Mendengar ucapan gurunya, pemuda botak itu mengamati SMA Blue Rose sambil mengelus dagu.


"Bukankah ini hanya bangunan tua yang ditinggalkan? Ya ... bangunan tua yang bersih. Eh? Bersih? Tunggu—"


Ekspresi pemuda itu tampak berubah. Dia menatap ke arah gurunya dengan ekspresi terkejut.


"Guru ... maksud anda—"


Mendengar ucapan pemuda itu, lelaki tua tersebut terkekeh. Meski demikian, sepasang mata itu tampak tajam ketika memperhatikan area sekitar.


"Setelah bertahun-tahun tidak keluar ... tampaknya dunia ini menjadi semakin menarik."


Lelaki bungkuk itu berkata dengan nada misterius sebelum akhirnya tertawa. Membuat muridnya bertanya-tanya, karena pemuda itu tahu ...

__ADS_1


Jarang sekali gurunya tertawa bahagia seperti itu!


>> Bersambung.


__ADS_2