
"En? Sparring?"
Adam melirik ke arah wanita cantik itu. Menyadari kalau ada yang tidak beres, pemuda itu akhirnya mengangguk ringan.
"Jadi begitu. Mencoba memanfaatkan tekanan untuk menerobos, kah?"
Dari apa yang Adam lihat, Alicia tampaknya berada di level Low-Silver, kira-kira di level Master bintang tiga.
Tidak seperti dirinya yang memiliki metode khusus dan hanya terhalang ketika melakukan lompatan besar (ex : dari silver ke golden), Kultivator lain, termasuk yang memiliki kemampuan khusus biasanya juga mengalami hambatan dalam lompatan kecil (ex : low-silver ke mid-silver).
Senyum di wajah Alicia langsung berubah menjadi ekspresi penuh kejutan. Benar-benar tidak menyangka kalau lelaki bertopeng itu langsung menebak tujuannya, bahkan juga menebak levelnya.
Alicia duduk di dekat Alexia, lalu menghela napas pendek. Ekspresinya berubah menjadi lebih serius.
"Jadi, bagaimana menurut anda, Mr Owl?"
"Itu agak merepotkan."
Adam mengangkat bahu sambil menggeleng ringan.
"Jika anda mau membantu saya, tentu saya berhutang budi kepada anda. Selain itu, saya juga akan membantu anda untuk mencari dan menangkap orang itu."
Menghadapi Alicia yang begitu serius, Adam malah balik bertanya.
"Kamu berada di level Master bintang tiga, Ms Phoenix. Bahkan dibandingkan dengan jenius sekte, kamu mungkin bisa dibilang jenis yang paling berbakat.
Kenapa buru-buru?"
"Kenapa buru-buru ..." gumam Alicia dengan ekspresi agak muram.
Wanita itu menatap ke arah Adam dengan tatapan serius.
"Dunia ini menjadi semakin aneh, Mr Owl. Tidak mengetahui situasi lebih jelasnya, saya dan anda pasti sadar kalau semua berjalan ke arah yang tidak diketahui.
Alasan saya ingin menjadi lebih kuat? Sebenarnya sederhana. Saya belum mencapai ketinggian anda, kan?"
"..."
"Tidak perlu menyangkalnya. Menurut informasi yang saya dapatkan tentang anda, tubuh anda sendiri sudah setingkat dengan manusia super.
Belum lagi anda memiliki skill aneh, dan juga mampu membuat jimat misterius. Anda kuat, dan saya yakin ... sekarang lebih kuat daripada sebelumnya.
Saya bersyukur anda berada di pihak baik. Namun, jika ada orang dengan bakat dan kemampuan layaknya monster, seperti anda tetapi di jalan salah.
Saya harus menghadapinya. Saya tidak akan hanya bersembunyi di belakang dan mengorbankan orang yang tidak bersalah, jadi ...
Saya akan menghadapinya!"
Melihat iris merah bak rubi yang dipenuhi dengan tekad, Adam tampak terpesona. Selain cantik dan kuat, dia benar-benar tidak menyangka Ms Phoenix itu memiliki hati bersih dan jiwa mulia.
__ADS_1
Pada saat itu juga, Adam menutup mulutnya.
"Pfft ..."
"Eh???"
Melihat Adam menahan tawa, Alicia, Alexia, dan Amy terkejut.
Seperti kucing yang ekornya diinjak, Alicia menggertakkan gigi sambil bertanya.
"Apa yang lucu dengan itu, Mr Owl?!"
Selain dipandang dengan tatapan panas yang membuat dirinya jijik, Alicia juga membenci orang yang menertawakan mimpinya dan tujuan hidupnya. Tiba-tiba, suhu ruangan naik beberapa derajat.
"Bukan begitu." Adam menggelengkan dengan senyum di wajahnya. "Aku benar-benar tidak menyangka masih ada orang seperti dirimu di pemerintahan. Lebih tepatnya, di pihak atas. Aku merasa itu agak lucu, itu saja."
"..."
Mendengar pernyataan Adam, ekspresi Alicia membaik. Dia tidak lagi tampak kesal, tetapi masih sedikit cemberut. Merasa kalau lelaki bertopeng di depannya benar-benar tidak menyukai orang-orangnya dari pemerintahan.
"Jadi ... bagaimana menurut anda, Mr Owl?"
"Karena kamu memintanya, aku tidak akan menolak. Namun ..."
Adam mengangkat sudut bibirnya.
"Saya tidak akan bertanggung jawab ketika kamu terluka."
Sekitar satu jam kemudian, di ruang latihan lantai 49.
Di sebuah ruangan khusus yang dibuat untuk latihan tanding pada pengguna kemampuan, bahkan ada paduan khusus pada dindingnya, tampak sosok Adam dan Alicia.
Sementara itu, di salah satu sisi ruangan tampak sebuah dinding kaca tebal. Jenis kaca anti peluru yang dibuat secara khusus.
Di luar ruangan, tampak banyak orang yang menonton, tetapi tidak berani masuk ke dalam.
Tentu saja yang menonton adalah anggota inti Guild Crimson Phoenix dan beberapa anggota tingkat menengah.
"Apakah anda benar-benar tidak berniat berganti pakaian, Mr Owl?"
Berbeda dengan Alicia yang mengenakan pakaian latihan dan dibalut beberapa armor ringan dan kain yang menyembunyikan bentuk tubuh indahnya, Adam tampil begitu sederhana.
Pemuda itu mengenakan kemeja hitam lengan panjang, celana panjang hitam, lengkap dengan kaos tangan dan sepatu kulit berwarna hitam legam. Kecuali topengnya, apa yang dia pakai benar-benar serba hitam. Adam hanya melepaskan coat miliknya.
Ya ... Pakaian yang tidak cocok untuk digunakan untuk bertarung.
"Tidak apa-apa," jawab Adam singkat.
"Apakah anda tidak berniat membawa senjata? Saya dengar anda pengguna pedang, kan?"
__ADS_1
"Aku juga tidak melihatmu membawa senjata. Karena kamu hanya menggunakan kekuatan pyrokinesis untuk mencapai terobosan ...
Aku juga berniat untuk menggunakan trik kecil yang belum lama ini aku kembangkan."
Adam mengangkat bahu dengan ekspresi santai. Melihat itu, ekspresi Alicia menjadi serius. Wanita itu agak marah, tetapi tidak berani ceroboh dan terbawa suasana.
"Kalau begitu aku tidak akan segan-segan, Mr Owl!"
Alicia langsung membuat gerakan menunjuk dengan dua jari. Hanya dalam beberapa detik, sebuah bola api seukuran bola basket muncul.
Api menyala-nyala, bergoyang lembut di udara. Suhu ruangan tampak naik beberapa derajat dalam sekejap.
"Fire ball!"
Dibandingkan dengan nyala seperti korek api milik James, ini memang lebih kuat. Namun ...
Adam langsung memasang kuda-kuda. Ketika bola api ditembakkan dan muncul dari depannya, dia langsung membuat gerakan cepat. Bukan jenis pukulan (Fist), tetapi gerakan telapak tangan (Palm).
Swoosh! Bang!
Bola api dihancurkan dan dikoyak oleh udara yang ada di sekitar telapak tangan Adam.
"Eh??? Pengendalian udara?"
Alicia dan para penonton terkejut ketika Adam dengan mudah menghancurkan bola api yang dianggap kuat, bahkan memiliki suhu tinggi tersebut.
"Kali ini kamu salah, Ms Phoenix."
"Maksud anda ..."
"Ini adalah trik kecil yang aku kembangkan sendiri."
Adam tersenyum sebelum melanjutkan.
"Tahukah kamu, gerakan yang dibuat manusia, binatang, tumbuhan atau benda bisa mengubah gerakan udara. Tentu, udara yang bergerak tergantung dengan kekuatan penggeraknya.
Tahukah kamu, jika fisikmu mencapai tingkat tertentu, mungkin kamu bisa menggerakkan udara di sekitar tubuhmu. Bahkan mengaturnya dengan sarana gerakan tertentu.
Menggunakan udara untuk memperkuat serangan atau pertahanan."
Mendengar penjelasan Adam, ekspresi terkejut tampak di wajah Alicia. Wanita cantik itu benar-benar terpana, tidak menyangka hal semacam itu ada.
"Jadi, maksud anda ..."
"Ya." Adam mengangguk. "Ini bukan keterampilan mengendalikan elemen dengan bebas seperti kalian. Ini hanyalah sebuah teknik bela diri yang aku ucapkan. Namun ..."
Adam memasang kuda-kuda. Mengulurkan tangan kiri lurus ke depan sambil mengungkapkan telapak tangan, sementara tangan kanannya mengepal di pinggang. Tekanan kuat langsung terpancar dari tubuhnya.
Pada saat itu juga, suara tak acuh, seolah menyatakan fakta terdengar di telinga Alicia dan yang lainnya.
__ADS_1
"Bukan berarti hal semacam ini tidak kuat!"
>> Bersambung.