
Duduk di tempat menjamu tamu, Adam menyesap teh dengan ekspresi tenang.
Beberapa tetua memandang ke arah Adam dengan ekspresi heran, dan penuh keraguan. Meski mereka semua telah mendengar perkenalan dari Lei Fan dan Lei Na, para tetua itu terkejut melihat sosok Adam.
Bersama dengan banyaknya pengalaman mereka, lelaki tua itu sama sekali tidak bisa dibohongi. Meski memakai topeng dan menyembunyikan wajahnya, mereka tahu kalau Adam masih muda.
Benar-benar di bawah 25 tahun!
Memang tidak terlalu mencengangkan, tapi mencapai tingkat Spiritualist Master di usia seperti itu ... mereka benar-benar menganggapnya sebagai jenius yang sebenarnya! Monster di antara manusia biasa!
"Apakah ada yang bisa saya bantu, Para tetua terhormat?"
Merasakan tatapan mereka, Adam yang tenang pun merasa tidak nyaman. Belum lagi, tampaknya mereka menatapnya seperti para lelaki hidung belang yang menatap majalah dewasa dengan penuh semangat! Benar-benar membuat Adam merinding!
"Apakah kamu sudah menikah, Mr Owl?"
"..."
Mendengar pertanyaan salah satu penatua, Adam benar-benar tercengang. Dia bertanya-tanya apakah para tetua itu manusia atau tidak, karena mereka tiba-tiba membahas sesuatu yang aneh dan tidak masuk akal.
Bukankah mereka harus melakukan formalitas untuk saling mengenal, saling mendekatkan diri dalam diskusi soal kultivasi, dan sebagainya.
Para tetua itu benar-benar langsung melewati semua tahap!
Adam merasa kalau para tetua itu sepertinya siap untuk melemparkan anak dan cucu perempuan mereka kepadanya!
Benar-benar terlalu berlebihan!
"Saya belum menikah, tapi saya sudah memiliki pacar. Saya—"
"Jadi begitu."
"Tidak apa-apa, kamu masih muda dan tidak perlu terburu-buru menikah."
"Ya! Menikah itu bukan karena wanita mana yang lebih dikenal, tetapi karena kecocokan!"
"Hahaha! Mungkin saja jodohmu ada di sini, Mr Owl."
"..."
Adam tercengang. Dia bahkan belum menyelesaikan perkataannya, tetapi para tetua itu benar-benar sudah menyerangnya dengan ganas!
Jika mereka masih muda, Adam pasti sudah menantang mereka untuk bertarung. Namun karena mereka sudah tua, dan merupakan tokoh penting di Sekte Thunder Fang, Adam tahu kalau dia tidak boleh bertindak asal.
Pemuda itu pasti akan menjadi musuh abadi Sekte Thunder Fang jika memukuli para tetua sekte dengan ganas!
Meski tidak begitu takut dengan Sekte Thunder Fang, Adam tidak ingin hidupnya menjadi semakin rumit dan merepotkan. Dia lebih suka berdamai daripada menarik masalah di sana-sini.
"Kamu membuat tamuku tidak nyaman, Para Kentut Tua!"
Suara tegas dan lantang terdengar.
Menoleh ke sumber suara, mereka melihat sosok lelaki paruh baya dengan tubuh kurus tetapi tegap. Dia memiliki jenggot cukup panjang. Meski lelah dan pucat, wibawa pria itu sama sekali tidak berkurang sedikit pun.
Sosok Lei Fan dan Lei Na berdiri di kiri dan kanan pria paruh baya itu. Mereka mendukung pria itu untuk berjalan, takut akan roboh atau jatuh kapan saja.
__ADS_1
"Anda tidak bisa berbicara seperti itu, Tetua Feng."
"Ya. Mr Owl bukan hanya tamu anda, tetapi juga tamu Sekte Thunder Fang, yang berarti juga tamu kami!"
"..."
Melihat para tetua yang bersemangat, Tetua Feng mengerutkan keningnya.
"Xiaona dan Xiaofan yang mengundang Mr Owl. Mereka ingin dia memeriksa kondisiku, jadi untuk kali ini, beri aku wajah!
Setelah pemeriksaan selesai, kalian bebas bertanya kepadanya."
(Xiaona/Little Na adalah panggilan Lei Na. Sedangkan Xiaofan/Little Fan adalah panggilan Lei Fan.)
Para tetua saling memandang. Setelah beberapa waktu, mereka akhirnya saling memandang dan mengangguk.
"Kalau begitu kami pergi dulu, Tetua Feng. Ingat untuk meminjamkan Mr Owl ketika urusan anda selesai.
Kami memiliki banyak pertanyaan yang harus ditanyakan."
'Aku bukan barang yang bisa asal dipinjamkan!'
Adam mengeluh dalam hati. Melihat ke arah para tetua yang telah pergi, pemuda itu menghela napas lega.
"Kamu pasti kerepotan, Mr Owl. Maaf merepotkanmu untuk datang jauh-jauh kemari."
"Tidak apa-apa." Adam menggeleng ringan. "Saya juga berterima kasih kepada Tetua Feng karena telah membantu saya."
Mendengar Adam yang mengungkapkan kalau para tetua itu memang merepotkan, Tetua Feng mengangkat sudut bibirnya. Dia merasa semakin tertarik dengan pemuda misterius itu.
"Kalau begitu ikuti aku, Mr Owl."
Adam mengangguk sebelum bangkit dari tempat duduknya.
Mengikuti Tetua Feng, Lei Fan dan Lei Na ... Adam pergi menuju ke salah satu bangunan besar yang merupakan rumah untuk para tetua. Namun dibandingkan rumah tetua lain, Adam merasa kalau rumah Tetua Feng lebih kecil.
"Jangan mengira itu tidak adil karena rumahku sedikit lebih kecil. Lagipula, selain beberapa anak angkat, aku tidak memiliki istri atau anak kandung."
Mendengar jawaban langsung dari mulut Tetua Feng, Adam mengangguk. Meski masih merasa sedikit tidak adil, tetapi karena pria paruh baya itu tidak keberatan, dia tidak berniat untuk berkomentar.
Sampai di ruang tamu, Adam dipersilahkan duduk. Tetua Feng juga duduk, sementara kedua muridnya berdiri di sisi kiri dan kanan kursi.
"Aku dengar anda yang membuat pil gizi dan pil detoksifikasi racun dengan kualitas tinggi itu, Mr Owl?"
"Memang saya yang melakukannya."
"Jadi aku rasa, pengetahuanmu tentang jenis herbal dan berbagai bahan untuk membuat pil, kan?"
"Bisa dibilang begitu."
"Jadi, menurutmu ... apakah aku bisa disembuhkan?
Katakan secara jujur! Aku tidak ingin membuang kekayaan sekte dan apa yang aku kumpulkan jika hanya untuk sedikit memperpanjang umur. Lebih baik menyerahkannya kepada penerusku."
Mendengar Tetua Feng yang siap mati kapan saja, Adam menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Racun semacam itu jelas bisa disembuhkan."
Mendengar jawaban Adam, tubuh Tetua Feng sedikit gemetar. Meski dia siap mati, siapa yang tidak ingin hidup lama? Jadi selama ada harapan untuk sembuh, masih baik-baik saja untuk memperjuangkannya.
"Apakah ... Apakah kamu bisa menyembuhkan aku, Mr Owl?"
"Untuk sekarang, aku tidak bisa melakukannya."
"Maksudmu???"
"Aku kekurangan bahan untuk membuat penawar racun tingkat lebih tinggi."
"Kalau anda membutuhkan sesuatu dari kami, anda bisa bicara. Kami akan mencoba mencari bahan yang anda butuhkan."
"Tidak perlu. Itu agak rumit, jadi biarkan aku mengurusnya sendiri. Selain obat tersebut, sebenarnya saya bisa membantu anda untuk mengurangi jumlah racun dalam tubuh.
Meski bisa membuat anda sehat, tetapi tanpa obat khusus, sisa racun itu bisa menjadi luka yang berakibat sangat fatal di kemudian hari."
"Apakah ada cara seperti itu?"
"Memang ada."
Adam mengangguk dengan ekspresi penuh dengan rasa percaya diri.
"Kalau begitu tolong batu aku, Mr Owl! Aku tidak peduli dengan harganya!"
"Jika anda ingin saya membantu, lebih baik anda berdiri terlebih dahulu."
Meski lelah dan agak bingung, Tetua Feng masih berdiri lalu mengikuti Adam yang berjalan ke tempat lebih luas. Lelaki paruh baya itu hendak bertanya, tetapi sosok Adam tiba-tiba berbalik.
Swoosh! BRUAK!
Adam tiba-tiba memukul perut Tetua Feng dengan kejam
"UHUK! UHUK!"
Tetua Feng langsung jatuh berlutut, lalu memuntahkan beberapa suap darah berwarna hitam dengan aroma tidak sedap, bahkan sangat menjijikkan.
"Apa yang kamu lakukan kepada guru, Mr Owl!"
Lei Fan berteriak. Dia dan Lei Na langsung menarik pedang lalu menunjuk ke arah Adam.
"Tunggu, Bodoh! Mr Owl jelas telah membantuku! Apa yang aku muntahan adalah sebagian besar dari racun. Aku benar-benar merasa lebih baik setelah memuntahkannya."
Tetua Feng menatap ke arah Adam dengan ekspresi takjub.
"Mungkinkah itu pukulan penyembuh legendaris yang telah punah?"
"..."
Melihat Tetua Feng yang tampak lebih baik sedang menatap dirinya dengan tatapan penuh pujian, Adam menggelengkan kepala.
'Maaf. Itu hanya pukulan acak ditambah energi Qi murni. Apanya yang pukulan penyembuh legendaris?
Kamu terlalu banyak berpikir, Pak Tua.'
__ADS_1
>> Bersambung.