
Siang harinya.
Adam mengantar beberapa orang pergi dari rumahnya. Orang-orang itu adalah petani yang mengurus perkebunan miliknya di daerah ini. Karena datang kemari, dia menelepon mereka untuk datang dan membahas beberapa hal. Melihat mereka pergi, pemuda itu menghela napas panjang.
Masuk ke dalam rumah, Adam melihat Nix yang melamun sambil menatap mangkuk yang dipenuhi dengan jagung manis. Si ayam kelihatannya masih terpukul karena pertarungan mereka di pagi hari. Melihat si ayam yang melamun dengan ekspresi kosong, pemuda itu menggeleng ringan.
Dalam deskripsi dan gambaran yang diberikan oleh Spirit Hunter System, seharusnya memang ada orang yang bisa membuat kontrak dengan Spirit Beast seperti dirinya. Namun, normalnya, orang yang membuat kontrak itu hanya mendapat bantuan dari Spirit Beast.
Jadi, mendapatkan skill dari Spirti Beast pada setiap level jelas merupakan salah satu kelebihan Spirit Hunte System. Hal itu membuat Adam merasa sangat bersyukur. Meski Nix atau Yuki memiliki penampilan yang tidak bisa diandalkan, mereka masih keturunan Holy Beast yang menjaga arah mata angin.
Mungkin mereka berdua kurang berguna dalam pertarungan nyata, tetapi skill yang mereka berdua miliki sangat berguna bagi Adam. Lagipula, jika Spiritualist lain mencoba bertalih skill yang terinspirasi atau meniru skill Spirit Beast, dia sendiri memiliki skil tersebut. Ya … skill original.
“Hey, Nix.”
Mendengar ucapan tuannya, Nix menoleh dengan ekspresi hampa.
“Kenapa? Masih kecewa?” Adam mengangkat sudut bibirnya. “Menurutku kekuatan dan kecepatanmu bertambah. Hanya saja, kamu baru saja naik ke tingkat silver, jadi masih belum terbiasa. Setelah berlatih mengendalikan kekuatanmu, aku yakun kamu pasti menjadi lebih kuat lagi. Mungkin … bisa menyaingi atau bahkan mengalahkanku.”
Ketika kalimat terakhir terdengar oleh Nix, tatapan si ayam itu berangsur-angsur menjadi lebih cerah.
‘Pasti seperti itu! Bos kejam yang penuh kebencian itu menipu Tuan Nix ini! Dia jelas memukuli Tuan Nix karena belum terbiasa dengan kemampuan dan tubuh barunya!’
Melihat bagaimana ekspresi Nix mulai kembali cerah, Adam menggeleng ringan. Sebenarnya, paruh pertama yang dia katakan benar. Sedangkan paruh terakhir yang dia ucapkan salah.
Meski Nix berlatih dengan keras, Adam yang sekarang juga belum mengendalikan seluruh kekuatannya. Setelah dia menguasai Suzaku’s Golden Talons dan Ice Control, ditambah dengan dua teknik berpedang yaitu Autumn Sword serta Spring Sword … hampir tidak mungkin si ayam bisa mengalahkannya. Belum lagi, jika dia kembali menaikkan levelnya terlebih dahulu.
Jadi, Adam sebenarnya hanya memberi Nix harapan palsu. Paling tidak, dengan begitu si ayam tidak akan tertekan dan mau bergerak maju.
Adam sendiri tahu, jika Nix yang sekarang melawan salah satu dari roh jahat penjaga kantin sebelumnya, si ayam 100% akan menang. Sedangkan melawan dua sekaligus, itu tergantung apakah si ayam panik atau tidak. Jika bisa mengendalikan diri, Nix masih bisa memenangkannya.
Melihat panel status miliknya, Adam hanya bisa menghela napas panjang.
“Sepertinya … aku benar-benar harus banyak berlatih.”
... ***
...
Sore harinya.
__ADS_1
Kembali ke apartemen miliknya, Adam melihat bahwa Bella yang mulai kembali menjalani aktivitasnya sebagai mahasiswi belum kembali. Pemuda itu kemudian mandi lalu bersantai di ruang keluarga sambil memainkan ponselnya.
Pemuda itu mulai mencari informasi tentang kejadian-kejadian janggal di kota. Namun seperti sebelumnya, sama sekali tidak ada hal aneh yang terjadi. Karena belum yakin untuk kembali ke SMA Blue Rose, Adam berencana untuk melakukan latihan dalam pintu tertutup seperti yang dilakukan orang-orang dalam cerita klasik.
Tentu saja, itu hanya namanya. Adam hanya ingin kembali ke rumahnya yang jauh dari kota untuk berlatih. Hanya saja, dia masih belum tega untuk meninggalkan Bella sendiri. Lagipula, gadis itu masih dalam masa pemulihan mental.
Adam takut kalau gadis itu merasa hanya dimanfaatkan, tertekan, dan melompat dari apartemen karena sudah tidak tahan. Sedangkan membawa Bella bersama dengannya, itu lebih tidak mungkin. Gadis itu harus pergi ke universitas, tidak bisa ikut dengannya.
Sedangkan berlatih di apartemen, Adam benar-benar ingin menolak ide itu. Apartemen masih kurang luas. Selain itu, dia takut merusak kamar.
“Benar-benar rumit …”
Pintu apartemen terbuka, sosok Bella kemudian masuk. Melihat gadis itu, Adam tersenyum lembut.
“Apakah kamu lelah, Bella?” tanya Adam.
Melihat Adam yang sudah pulang, Bella merasa senang. Gadis itu mengangguk sebagai jawaban.
“Apakah semuanya berjalan lancar? Jika ada masalah, bicarakan semuanya perlahan. Mungkin aku bisa membantu.”
Ucapan Adam benar-benar membuat Bella merasakan kehangatan dalam hatinya. Gadis itu sebenarnya dituduh dengan beberapa rumor buruk di kampus. Menurut kabar yang menyebar, dia dianggap sebagai gadis munafik yang sok baik, tetapi kenyataannya adalah gadis penggali emas.
Gadis penggali emas di kampus sudah biasa. Kebanyakan dari mereka tidak menutupinya karena bergantung kepada pacar mereka di kampus. Sedangkan para gadis yang dibesarkan sebagai ‘nyonya’ … mereka jelas menutupi identitas mereka karena pasti malu jika dilihat rekan mereka sedang berjalan dengan pria paruh baya berminyak.
Bella sendiri tidak peduli dengan rumor itu. Gadis itu sendiri tahu bahwa dirinya memang ‘nyonya kecil’ milik Adam. Jadi dirinya sama sekali tidak malu.
“Tidak apa-apa, Kak Adam.”
Mendengar itu, Adam menggeleng ringan sebelum berkata lembut.
“Kemarilah.”
Dengan ekspresi bingung, Bella mendekati Adam. Sampai di dekat pemuda itu, dia kaget ketika ditarik lalu dipeluk oleh kekasihnya itu.
Adam mengecup lembut bibir Bella, membuat gadis itu malu.
“A-Aku banyak berkeringat, Kak Adam.” Bella berkata dengan ekspresi malu-malu.
“Kalau begitu … bagaimana kalau mandi bersama?” ucap Adam dengan senyum di bibirnya.
__ADS_1
Meski Bella tahu Adam juga baru mandi dari aroma sabun pada kulit pemuda itu, dia masih mengangguk dengan ekspresi malu.
“En.”
Setelah satu jam lebih, mereka berdua selesai mandi sambil berolahraga.
Setelah berganti pakaian mereka duduk di sofa bersama. Keduanya menghabiskan sore mereka bersama sambil bercerita hal-hal kecil. Tidak bisa disangkal, menghabiskan waktu dengan pasangan sangat penting dalam menjalin hubungan. Ya … meski tidak harus selalu bersama.
Tanpa terasa, satu bulan berlalu begitu saja.
Dalam satu bulan ini, Adam memiliki banyak perkembangan.
Pada pagi hari dia akan bermeditasi untuk menyerap Qi, setelah itu dia akan sarapan bersama dengan Bella. Gadis itu pun tahu kebiasaan Adam di pagi hari. Baginya, bermeditasi itu tampak normal karena orang yang biasanya belajar yoga juga melakukannya.
Setelah mandi lalu sarapan, Adam akan mengantar Bella pergi ke kampus lalu dirinya pergi ke Cafe Starlight. Dia kemudian belajar gerakan Spring Sword sampai siang hari di halaman belakang cafe yang tertutup.
Usai makan siang, Adam akan beristirahat sejenak lalu tidur siang. Sore harinya dia berlatih gerakan Autumn Sword sebentar, tidak ingin keterampilannya tumpul karena berlatih teknik lain. Setelah mandi sore, pemuda itu pergi menjemput Bella lalu kembali ke apartemen.
Mereka berdua akan menghabiskan waktu bersama di sore hari sampai makan malam. Setelah makan malam, Adam menyuruh Bella belajar dan tidak perlu terlalu mengkhawatirkan dirinya. Sedangkan Adam sendiri pergi ke salah satu ruangan yang sudah diubah menjadi ruang latihan untuk berlatih mengontrol dua Beast Skill baru.
Sekitar jam sepuluh, Adam akan menemani Bella sampai tidur sebelum akhirnya dirinya keluar dari apartemen lalu naik ke atap gedung apartemen untuk bermeditasi. Setelah lewat tengah malam, dia akan kembali untuk tidur dan bangun lagi pada jam setengah empat pagi.
Adam mengulang semua itu selama satu bulan, menjadikannya sebagai rutinitas harian.
Akan tetapi, hari ini Adam yang biasanya mencoba mencari beberapa hal aneh tetapi tidak menemukannya akhirnya mendapatkan berita yang dia inginkan. Hanya saja, pemuda itu merasa aneh.
Salah satu postingan di sebuah situs yang membahas hal-hal yang berbau penampakan hantu dan kejadian janggal itu menceritakan tentang orang gila.
“Kejadian ini …” gumam Adam.
Awalnya Adam merasa tidak ada yang aneh, tetapi setelah melihat semua detailnya, ekspresi pemuda itu berubah.
Menurut postingan tersebut, dalam beberapa hari terakhir, ada cukup banyak orang yang secara tiba-tiba menjadi gila. Tidak terlalu berbahaya dan berhasil ditangkap oleh petugas, tetapi masih aneh karena kejadian itu terjadi secara tiba-tiba.
Melihat kasus yang terbilang cukup rumit itu, Adam mengelus dagunya.
“Haruskah aku mencobanya? Aku rasa … sekali-kali keluar untuk mengganti suasana juga pilihan yang bagus.”
Adam kemudian melihat alamat di mana para orang yang menjadi gila itu di bawa.
__ADS_1
“Rumah sakit jiwa ini … kelihatannya aku harus pergi ke sana.”
>> Bersambung.