Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Tertangkap


__ADS_3

Malam harinya.


Berdiri di depan cermin, Adam menghela napas panjang. Sekarang dia memakai pakaian serba hitam. Jaket hoodie , celana olahraga panjang, sepatu, dan sarung tangan hitam. Kecuali topeng dan pedang kayu, seluruh tubuhnya tertutup warna hitam.


Melihat sosok tampan di cermin, Adam agak mengeluh. Bukan karena tampangnya, tetapi caranya berpakaian.


“Sepertinya aku harus memesan pakaian khusus. Desain … ya, aku perlu memikirkan desainnya terlebih dahulu,” gumam Adam dengan ekspresi tertekan.


Baginya, seorang Beast Master sekaligus pemburu iblis dengan pakaian sporty seperti itu agak berlebihan. Namun dia tidak mungkin memakai jas atau setelan yang membuatnya elegan, tetapi sulit bergerak.


Sedangkan pakaian Pendeta Tao, Onmyoji, atau Exorcist … ketiganya cukup longgar dan nyaman untuk bergerak. Hanya saja, Adam merasa pakaian itu terlalu mencolok. Pakaian Exorcist hitam mungkin tidak terlalu mencolok, tetapi dua yang lainnya … terlalu cerah dan terang untuk dia pakai!


Apa yang ingin Adam buat adalah pakaian layaknya modern assassin. Namun dengan warna seluruhnya hitam. Selain itu, pakaian itu harus nyaman digunakan dan ada campuran bahan yang paling tidak bisa menangkis beberapa tembakan peluru.


Ya. Tidak hanya mempersiapkan diri untuk melawan Spiritualist lain, Adam juga bersiap untuk lari dari kejaran polisi.


Jika polisi menemukan sosok aneh yang berkeliaran dengan topeng dan pedang, pasti mereka akan mencari dan memburu dirinya. Menyerahkan diri, dia tidak bisa menjelaskan semuanya. Namun jika dirinya mencoba lari, pasti polisi tidak akan segan menembak.


Masalahnya adalah …


“Aku tidak tahu bagaimana menjahit dan membuat baju semacam itu,” gumam Adam. “Kelihatannya aku harus menemukan desainer sekaligus penjahit yang bisa diandalkan. Untuk masalah bahan … aku sudah memiliki bahan untuk mendapatkannya.”


Sadar bahwa dirinya terlalu banyak melamun, Adam menggeleng ringan. Menarik napas dalam-dalam lalu mengembuskannya perlahan, ekspresi di wajahnya menjadi lebih tenang.


“Waktunya berangkat.”


...***...


Sosok Adam dengan mudah melompati pagar belakang asrama perempuan. Tentu saja, dia tetap berhati-hati dan melakukannya dengan sembunyi-sembunyi. Dengan pakaiannya yang tidak mencolok dan keterampilan seperti pencuri profesional itu, dia bahkan tidak terlalu membutuhkan skill ‘Shadow Stealth’ untuk menyusup masuk.


Pada saat pemuda itu bergerak pelan di balik satu pohon ke pohon yang lain lalu bersembunyi, dia terkadang melihat seorang petugas keamanan berpatroli.


Sebenarnya, apa yang dilakukan Adam bisa dianggap ceroboh. Setelah dia membuat masalah seperti itu, jelas keamanan akan ditingkatkan. Seharusnya pemuda itu beristirahat di rumah dan mencobanya lagi setelah beberapa hari.

__ADS_1


Akan tetapi Adam tidak ingin melakukan itu. Dia agak terburu-buru, ingin meningkatkan si Nix ke tingkat silver terlebih dahulu sebelum kembali berlatih. Perasaan berada di batas kemampuan membuat pemuda itu merasa kurang nyaman, bahkan kurang aman.


Pada saat Adam hendak bergerak, dia sekali lagi melihat sosok yang familiar. Bukan si cantik Bella, tetapi si pemuda gempal David.


Orang itu melirik ke kiri dan kanan dengan cara yang mencurigakan. Dia kemudian pergi ke salah satu semak yang tidak terlalu tinggi. Masuk ke dalam semak lalu berjongkok di sana.


Melihat itu, Adam terdiam. Tanpa dia sadari, ternyata dirinya telah bertemu seorang stalker yang memiliki kebiasaan aneh. Karena belum terlalu larut dan beberapa gadis kemungkinan belum tidur, dia memilih untuk diam dulu dan mengawasi.


Kemarin Adam telah menghancurkan ponsel milik David, Albert, dan dua anteknya. Selain membuang ponsel yang rusak, dia menyelamatkan empat SD card yang masih utuh. Hanya saja, pemuda itu belum melihat isinya.


Melihat bagaimana David mengeluarkan ponsel baru dan menyiapkannya dengan cara profesional, ekspresi Adam menjadi aneh. Dia tahu apa yang sedang pemuda gempal itu lakukan. Hanya saja, Adam tidak tahu untuk apa dia melakukannya.


Kelihatannya si David itu memotret para gadis yang keluar dari asrama di malam hari. Namun, menurut Adam sendiri, pemuda gempal itu tidak akan berani mengancam seorang gadis dengan foto tersebut.


Lagipula, mungkin seorang gadis bisa mengalahkan si gempal itu. Mengingat bagaimana David mencoba menjadi pahlawan tetapi berakhir dipukuli tanpa bisa melawan, Adam menggeleng ringan dengan ekspresi kasihan.


Setelah beberapa waktu menunggu, Adam melihat seorang gadis dengan rambut yang diwarnai pirang dan pakaian ala ‘cewek nakal’ berjalan kembali dengan hati-hati, berusaha tidak mencolok. Namun saat itu juga, si gadis itu melihat ke arah tertentu lalu berteriak.


“Tolong!!!”


“Ada apa, Nona?” salah satu petugas yang lebih muda bertanya ketika memandang sosok gadis itu.


“Kenapa kamu berada di luar? Lihat jam berapa sekarang. Sebaiknya kamu ikut kami untuk melapor.”


“Aku sudah mendapat izin untuk keluar. Aku baru saja menjenguk seorang kerabat.” Gadis itu mengeluh, tetapi langsung berkata dengan nada ketakutan. “Di sana … aku melihat sesuatu mengintipku dari sana.”


“...”


Dua petugas keamanan itu saling memandang lalu mengangguk. Sementara itu, Adam terkejut. Karena … tempat gadis itu menunjuk adalah tempat di mana David bersembunyi.


Pada saat dua petugas keamanan mendekat, sosok David keluar dari semak lalu berlari. Hanya saja, karena berlebihan berat badan dan jarang berolahraga, pemuda gempal itu langsung ditangkap.


“B-Bagaimana kamu tahu aku ada di sini!” teriak David dengan ekspresi menyedihkan setelah ditangkap.

__ADS_1


“Ternyata itu adalah si Fatty David. Ugh! Bagaimana aku tidak menyadarinya? Kamu bersembunyi di semak yang tidak terlalu lebat dan tinggi.


Belum lagi, caramu menatapku tadi … benar-benar menjijikkan. Kamu pasti memotretku dan menggunakan fotoku untuk fantasi liarmu! Dasar menjijikkan!”


Mendengar perkataan gadis itu, kedua petugas keamanan langsung mengambil ponsel David. Ketika selesai memeriksa, mereka memandang pemuda gempal itu dengan ekspresi aneh.


Di dalam ponsel David, tidak ada foto aneh dan berlebihan. Hanya ada foto beberapa gadis yang dia ambil dari sudut tertentu tanpa sepengetahuan korban. Foto-foto itu bahkan normal, tidak memotret bagian-bagian tertentu atau semacamnya.


Awalnya mereka mengira David memotret gunung, lembah, buah persik, atau semacamnya. Bahkan gadis nakal itu juga memandang si pemuda gempal dengan ekspresi aneh.


“Untuk apa kamu mengumpulkan foto semacam itu, Nak?” tanya salah satu petugas keamanan.


“S-Saya … saya suka memotret objek. Namun karena takut ditolak, saya memotret mereka dengan diam-diam.”


“Kamu … membuatku menjadi model pemotretan?” tanya gadis nakal itu dengan ekspresi kaget.


“Seharusnya kamu meminta izin. Hasil potretanmu bagus, tetapi hal semacam ini masih dianggap pelanggaran dan kejahatan. Kamu harus mengikuti kami untuk melapor.”


Sadar bahwa dirinya salah, David mengangguk dengan senyum pahit.


“Baik.”


Sementara kasus itu selesai dan mereka bubar, tanpa orang-orang itu sadari … ada sosok yang bersembunyi di balik pohon. Orang itu menempelkan kedua tangannya dengan gerakan berdoa. Ya, orang itu adalah Adam.


Maafkan aku, Fatty. Aku telah salah menuduhmu. Selain itu … kamu juga tertangkap karena aku.


Meski yang terakhir kurang tepat, tetapi juga masih benar. Itu karena tempat yang digunakan David untuk bersembunyi adalah semak sebelumnya. Tempat di mana Adam menemukan Kyoko.


Kemungkinan besar selama ini David tidak tertangkap karena bersembunyi di semak itu dan keberadaannya tertutupi oleh Kyoko. Karena tidak tertangkap, dia menggunakan semak itu sebagai tempatnya untuk memotret secara diam-diam.


Tentu saja, itu juga hal baik untuk para gadis. Meski David tidak memotret bagian sensitif atau foto memalukan, memotret seseorang tanpa izin seperti itu juga salah.


Menghela napas pendek, Adam kemudian menggeleng ringan. Dia menatap bangunan asrama perempuan dengan ekspresi serius. Bahkan sedikit gugup.

__ADS_1


“Waktunya untuk menyelinap masuk.”


>> Bersambung.


__ADS_2