Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Tarian Seribu Daun


__ADS_3

"Lama tidak berjumpa, Mr Gardener."


Melihat sosok tumbuhan tetapi membentuk manusia tersebut, Adam tersenyum.


Pemuda itu langsung mengeluarkan katana miliknya. Tidak hanya itu, tiga sosok muncul di sekitar Adam.


Kenapa hanya tiga? Tentu karena Yuki yang berperan sebagai gelang selalu bersama dengan Adam.


Sosok Kyoko terus memantul dan akhirnya merubah bentuknya menjadi serigala. Vivie si Five Colored Blood Spider berada di bahu kiri Adam.


Meski telah naik ke level Silver, ukuran makhluk itu masih sama. Hanya saja, tubuhnya tampak lebih indah dengan beberapa tepi yang menjadi lebih tajam.


Sementara itu, Nix si ayam ... emas, muncul dengan ekspresi linglung di wajahnya.


Melihat makhluk jauh di depan mereka, Nix langsung memandang ke arah Adam dengan ekspresi bodoh. Tampaknya mulai meragukan sesuatu dalam hatinya.


'Bukankah baru beberapa saat lalu kita melawan wanita gila yang sulit ditangani? Bagaimana kamu bisa memprovokasi jenis Boss yang sulit seperti ini lagi?


Apakah kepalamu terbentur tembok atau matamu buta karena indahnya bulu Tuan Nix ini?!'


Mengabaikan si ayam linglung, Adam malah berkata dengan ekspresi serius.


"Makhluk yang di depan kita adalah musuh. Musuh yang kuat! Jadi bersiaplah untuk melakukan pertarungan berat dan sulit."


Mendengar ucapan Adam, Nix yang diabaikan tidak bisa tidak mengeluh dalam hatinya.


'Lihatlah penampilan itu, Bung?! Makhluk itu jelas musuh!


Memangnya kamu pikir makhluk semacam itu datang untuk mengirim pelukan hangat? Pelukan hangat sambil membawa sabit, kapak, dan gunting besar di tangannya?!'


Nix sebelumnya merasa senang karena dia memiliki kesempatan berevolusi ketika mengikuti Tuannya ini. Hanya saja, ketika melihat Tuannya memprovokasi musuh-musuh kejam seperti seekor anak sapi yang tidak takut seekor harimau, ayam itu bingung apakah selama ini penilaiannya benar atau salah.


Yang jelas ... Dia tidak suka bagaimana Tuannya bersikap begitu gila!


Entah bagaimana, Nix si ayam merindukan bidadari (Bella) dan jagung manis yang dia buat.


'Aku pasti kembali hidup-hidup dan memaksa Tuan Bodoh ini untuk memberiku segunung jagung manis! Aku janji!'


Adam yang tampak serius tercengang ketika melihat Nix. Ayam itu benar-benar tampak penuh tekad membara, tampaknya siap bertarung mati-matian dengan Tuan Gardener.


'Apakah ayam ini minum obat yang salah? Atau jangan-jangan ...


Tempramen si ayam berubah setelah dia berevolusi?'


Meski agak terkejut, tetapi Adam lebih puas ketika melihat Nix dalam mode bersemangat. Hanya saja, dia pasti akan kecewa setelah tahu bahwa si ayam bodoh dan malas tetap ayam bodoh dan malas.


Itu hanyalah dorongan sementara!


Adam melirik ke arah Vivie lalu berkata.


"Lakukan sebisamu dan jangan memaksakan diri, Vivie."


Mengetahui kalau kinerja Vivie berbeda daripada sebelumnya karena harus bertarung di luar ruangan, Adam langsung memberi perintah.


Meski makhluk-makhluk itu tidak begitu pintar, mereka adalah makhluk peka. Jadi Adam merasa kalau mereka mungkin akan merasa tertekan dan ceroboh ketika merasa tidak berguna.


Seperti anak kecil yang berusaha membantu orang tuanya, tetapi begitu ceroboh sehingga melukai diri mereka sendiri.

__ADS_1


"Karena kamu bersemangat, maka aku akan menyuruhmu untuk menghadapi tangan yang membawa gunting besar, Nix."


Mendengar ucapan Adam, gerakan Nix tiba-tiba menjadi stagnan. Dia menatap gunting besar yang kotor, tetapi tampak tajam lalu menatap bulunya yang indah dan berkilau.


Jika Nix adalah manusia, pasti dia sekarang sedang menggertakkan gigi sambil menahan seluruh amarah di dadanya.


"Yuki, kamu bersiap untuk serangan tangan yang memegang kapak."


"Vivie, tugasmu dan aku adalah mengurus tangan yang membawa sabit karena gerakannya paling cepat. Jika tidak dibereskan sesegera mungkin, pasti akan merepotkan."


"Sedangkan kamu, Kyoko ... awasi setiap gerakan mencurigakan dari bunga aneh itu. Tugas ini sangat penting karena mungkin bunga itu sangat berbahaya.


Jika mencurigakan, tarik saja aku mundur, okay?"


Menyiapkan formasi, Adam kemudian berseru.


"Sekarang!"


Katana di tangan Adam langsung diselimuti oleh energi Qi berwarna hijau. Pemuda itu langsung melesat menuju ke arah Tuan Gardener.


Ketika jarak mereka menyempit menjadi tiga meter, mata Adam tiba-tiba menyempit


KLANG!


Sabit dan katana tiba-tiba berbenturan. Meski Adam bisa melihat serangan tersebut, refleksnya yang dianggap super itu masih belum bisa menandingi kecepatan tangan yang membawa sabit.


Adam menggertakkan gigi, bertekad untuk terus maju sambil terus menangkis setiap serangan sabit makhluk tersebut.


Semakin mendekat, semakin banyak luka yang muncul di pakaian Adam. Hal itu membuatnya tertekan karena dirinya paling terkenal karena kecepatannya.


Ketika hampir mendekat, Adam melihat makhluk itu mengangkat tangan yang memegang kapak.


Perisai Es langsung menutupi tubuh Adam. Pada saat itu juga, kapak berayun menghantam perisai es.


BAM! CRACK!


Melihat perisai es langsung retak dalam sekali serangan. Tidak ingin menunda, Adam langsung bergegas menuju ke arah makhluk itu. Namun saat itu juga, tangan yang memegang gunting tiba-tiba bergerak.


Sebelum Nix merespon, Adam tiba-tiba langsung melompat mundur sejauh mungkin karena cara menggunakan gunting besar itu benar-benar berbeda dari yang dia harapkan.


Makhluk mengerikan itu benar-benar menggunakan gunting besar sebagai shuriken!


Melihat jarak mereka kembali menjadi jauh lalu ke arah gunting yang berputar di udara dengan cepat seperti baling-baling sebelum akhirnya kembali ke tangan makhluk itu.


Serangan jarak dekat cepat, serangan jarak dekat kuat, dan serangan jarak jauh yang fleksibel ...


Melihat serangan itu saja membuat Adam mengerutkan keningnya. Dia benar-benar merasa sangat kerepotan. Karena mencoba bermain trik agar tidak terlalu berbahaya malah gagal, pada akhirnya Adam hanya bisa menggunakan cara lama.


Ya ... Dekati lalu tebas!


"Aku akan mencoba menangani apa yang aku bisa tangani. Untuk masalah serangan, akan aku serahkan pada kalian!"


Swoosh!


Bersama dengan embusan angin, Adam melesat ke arah Gardener. Suara dentingan logam terdengar ketika katana pemuda itu menangkis serangan sabit.


Kyoko yang menggunakan jurus klon bayangan berubah menjadi dua serigala lalu menerkam ke arah tangan yang memegang kapak. Membuat gerakan lambatnya menjadi semakin lambat.

__ADS_1


Tangan yang memegang gunting tiba-tiba bergerak. Namun saat itu, Nix yang menggunakan Suzaku's Golden Talons langsung muncul sambil menendang dengan elegan.


Klang!


Nix langsung mencengkeram gunting besar yang melesat di udara.


Pada saat itu, tujuh belati es muncul di udara. Menghendaki kita belati itu, Yuki langsung membidik ke arah kepala dan dada makhluk tersebut.


Empat belati es langsung menembus kepala Gardener, tetapi tidak ada yang terjadi. Dua belati mengenai dada makhluk itu, tetapi karena keras berakhir memantul. Sedangkan belati terakhir sedikit melenceng, malah melesat ke arah bunga merah yang tampak aneh.


Pada saat itu juga, gerakan tiga tangan lain berhenti secara tiba-tiba. Ketiga tangan itu langsung melindungi bunga aneh tersebut. Jadi, saat itu Adam sadar ...


Kalau bunga yang tampak aneh dan mencurigakan itu ternyata kelemahan Gardener!


Adam langsung mundur dan menjaga jarak empat meter. Dia langsung berkata.


"Tidak perlu serangan kritis, serang saja bunga aneh di tangan makhluk itu. Jangan biarkan dia bergerak.


Biarkan aku mengurus sisanya!"


Bersama dengan ucapan Adam, Yuki langsung menembakkan bola es sukuran jari kelingking ke arah bunga merah di tangan Gardener.


Bukan hanya Yuki, Vivie yang tidak mau kalah mengendalikan sutra laba-laba untuk mengambil kerikil dan melemparnya ke arah bunga merah.


Sementara itu, Kyoko yang tidak memiliki serangan jarak jauh berubah kembali menjadi bola hitam dan terus memantul. Tampaknya menyemangati teman-temannya.


Sedangkan Nix si ayam paling handal masalah melarikan diri. Entah sejak kapan dia bertenggernya di atas ranting pohon. Menatap ke arah Adam sambil menyisir bulunya.


Melihat gerakan Gardener berhenti, dan malah melindungi bunga tersebut, entah kenapa Adam seolah sedang lelaki tua ramah yang melindung gadis kecil yang dilempari batu.


Entah itu ilusi atau bukan, Adam membulatkan tekad. Dia tiba-tiba berkata.


"Terus serang, tetapi tetap menjauh dariku."


Selesai mengatakan itu, Adam tiba-tiba mengambil kuda-kuda sambil memegang katana dengan ekspresi dingin. Pada saat para Spirit Beast miliknya memiliki jarak cukup jauh, Adam memilih untuk fokus pada apa yang dilakukannya.


"Maaf jika aku tidak bertarung dengan cara terhormat, tetapi demi masa depanku sendiri ... aku harus menyelesaikan semua ini."


Ketika Adam berbicara energi Qi kehijauan terus berkumpul menuju ke arahnya. Bukan hanya energi Qi, tetapi juga udara bergerak ke arahnya dan membuat sebuah pusaran di sekelilingnya.


Katana yang berwarna merah berubah warna karena qi hijau yang menyelimutinya.


Menatap ke arah Gardener, Adam berkata dengan tenang.


"Autumn Sword ..."


Adam menghilang dari tempatnya lalu muncul di depan Gardener sambil mengayunkan pedang yang diselimuti energi Qi hijau.


"Dance of Thousand Leaves!"


Pedang di tangan Adam mengaduk udara di sekitar. Puluhan ... bahkan ratusan bilah angin kecil muncul dan mulai mencabik-cabik segala sesuatu di depannya.


Seluruh tubuh Gardener yang sebelumnya kuat langsung terpotong-potong. Tidak hanya tubuh makhluk itu, bahkan rerumputan di sekitar Adam langsung terpotong dan terhempas ke udara.


Di bawah sinar rembulan, sosok Adam berdiri dengan tenang di antara ribuan keping daun yang melayang. Menari di udara sebelum jatuh ke tanah perlahan.


Pemuda itu kemudian melihat ke arah bunga merah dalam pot yang sama sekali tidak terluka lalu berkata.

__ADS_1


"Bahkan sampai akhir ... kamu memilih untuk melindunginya, kah?"


>> Bersambung.


__ADS_2