Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Lei Na


__ADS_3

“Lei Na, bertemu dengan Senior!”


Menyarungkan kembali pedangnya, sambil menahan amarah, wanita itu memberi hormat tradisional kepada Adam.


“Owl.”


Adam menjawab singkat. Sama sekali tidak berniat menyebutkan nama aslinya. Namun masih membalas hormat dengan sopan.


“Apakah itu cara murid-murid dari Sekte Thunder Fang untuk menyapa? Benar-benar langsung menyerang begitu saja?”


Mendengar pertanyaan Adam yang bercampur sedikit sarkasme, Lei Na mendengus dingin.


“Saya hanya ingin tahu seberapa hebat ‘Senior’ yang selalu dibanggakan oleh Fan Ge.”


Fan Ge? Itu berarti Kakak Fan, kah?


Adam mempertanyakan itu dalam hatinya. Mengamati sosok Lei Na dalam diam, ekspresi pemuda itu agak berubah.


“Mungkinkah kamu adik Lei Fan? Apakah dia menyuruhmu datang kemari?”


“...”


Mendengarkan pertanyaan dari Adam, tangan Lei Na mengepal erat. Dia menatap sosok pemuda bertopeng di depannya dengan mata berkaca-kaca. Air mata tumpah membasahi pipinya.


“Ini semua salah anda, Senior Owl!”


“En?” Melihat wanita yang tiba-tiba menangis, Adam tercengang. “Ada apa? Apa yang sebenarnya telah terjadi?”


“Fan Ge … para Kultivator Jahat itu menculik Fan Ge!” ucap Lei Na yang terisak.


“...”


Adam tidak bisa berkata-kata. Bingung apakah harus sedih atau tidak. Hanya saja, dia benar-benar mempertanyakan tingkat keberuntungan Lei Fan. Pertama kali turun gunung, tidak hanya hampir mati di tangan roh jahat yang pertama kali dia hadapi … sekarang dia benar-benar ditangkap oleh para Kultivator Jahat.


Apakah itu alasan gurunya sebenarya enggan mengizinkan dirinya turun gunung? Kesialan benar-benar selalu menghampiri dirinya?


Memikirkan sesuatu, Adam kemudian bertanya dengan agak aneh.


“Dari mana kamu bisa tahu Lei Fan diculik oleh Kultivator Jahat?” tanya Adam.


“Nona Clara yang mengatakannya.”


“Nona Clara? Bagaimana dia bisa tahu?”


“Karena Nona Clara hendak mengantar Fan Ge untuk kembali ke sekte, tetapi dihadang oleh Kultivator Jahat di tengah jalan.”

__ADS_1


“Lalu … Nona Clara itu bisa lolos begitu saja?”


Mendengarkan pertanyaan Adam yang penuh kecurigaan, Lei Na menjelaskan.


“Awalnya saya juga tidak terlalu mempercayainya. Namun setelah mendengar seluruh cerita, saya mengubah pikiran.


Pada saat Fan Ge turun dari mobil, Nona Clara yang bersembunyi di dalam mobil segera menghubungi pihak polisi untuk meminta bantuan. Hanya saja, karena jumlah musuh terlalu banyak dan memakai senjata api, Fan Ge dikalahkan tepat saat polisi datang.


Mereka buru-buru membawa Fan Ge pergi, juga menembaki Nona Clara yang berada di dalam mobil. Dia terkena tembakan tetapi masih terselamatkan.


Setelah kembali, Nona Clara juga langsung meminta orang tuanya untuk mencari cara menghubungi pihak dari Sekte Thunder Fang untuk memberi berita tersebut. Oleh karena itu, saya segera datang ke tempat ini.”


Mendengar penjelasan dari Lei Na, Adam mengangguk ringan.


“Jadi begitu …” gumam Adam. “Apakah kamu memiliki cara untuk mengetahui keberadaan Lei Fan?”


“Ada.” Lei Na mengangguk.


“Lalu kenapa kamu tidak memanggil polisi untuk menyelamatkannya? Atau mungkin pergi sendiri?”


“Tidak ada bukti yang jelas, jadi polisi tidak bisa seenaknya bergerak. Sedangkan pergi sendiri … saya takut tidak memiliki kemampuan untuk menghadapi lawan.”


“Lalu … kamu datang untuk menemuiku?”


“Itu karena anda juga harus bertanggung jawab, Senior! Demi melindungi identitas anda, Fan Ge-”


“Kenapa anda begitu jahat! Padahal … padahal Fan Ge sudah mencoba membantu anda!”


“Kenapa? Sebagai Spiritualist Master … bukankah kamu tahu sendiri jawabannya?”


“...”


Ya. Meski sedikit lebih muda daripada Lei Fan, Lei Na berada di level Spiritualist Master bintang 1 (Low-Silver Spirit). Meski tidak bisa dianggap sangat kuat, wanita itu seharusnya dianggap sosok jenius di Sekte Thunder Fang. Setidaknya, itu yang Adam dengar dari penjelasan Lei Fan sebelumnya.


Usia dan tingkat kultivasi jelas menjadi tolok ukur jenius atau tidaknya.


“Kamu tahu … beberapa penatua pasti mengirimmu karena kamu keluarga Lei Fan. Sekaligus, mereka tidak terlalu senang terhadap dirimu. Aku tidak tahu semua alasannya, tetapi setidaknya seperti itu.


Juga, orang-orang dari Sekte Thunder Fang sendiri juga tidak bisa dibilang baik. Bahkan agak licik.”


Adam berkata dengan nada jijik.


“Sekte Thunder Fang adalah sekte baik yang menolong sesama dalam menumpas kejahatan!”


Mendengar Adam yang menfitnah sekte miliknya sendiri, Lei Na berteriak marah.

__ADS_1


“Sekte yang sangat baik, kah? Menurut perjanjian, seharusnya sekte yang mengetahui keberadaan Kultivator Jahat harus mengirim orang-orang mereka untuk membantu memecahkan masalah tersebut.


Namun apa yang mereka lakukan? Mengirim gadis kecil yang mengancam posisi mereka dengan dalih hubungan keluarga. Alih-alih mengirim banyak orang, malah menggunakan Kultivator Bebas seperti aku dan para orang di Kota B untuk menguji kedalaman air.


Ya … itu benar-benar sekte yang SANGAT BAIK.”


Seperti yang dikatakan Adam, jelas Sekte Thunder Fang enggan mengirim orang karena tidak tahu kekuatan musuh. Jika salah langkah, mereka akan kehilangan banyak orang dan merugi. Jadi pada akhirnya, mereka memanfaatkan ‘keluarga’ dan orang lokal untuk menguji kedalaman air.


“Itu-”


“Aku tahu mereka melakukannya agar tidak mengalami kerugian besar. Sekter Thunder Fang sendiri berisi para manusia, bukan Malaikat atau Dewa. Tidak mungkin hanya mengorbankan diri dengan cuma-cuma.


Tidak mungkin merusak pondasi sekte hanya demi ‘membela kebenaran’ atau ‘menumpas kejahatan’. Aku tahu … jadi kamu tidak perlu memberitahu.”


“Itu …”


Tangan Lei Na mengepal erat. Dalam hatinya, wanita itu tahu apa yang diucapkan oleh Adam sepenuhnya benar. Tetap saja, dia masih ingin menolong kakaknya sendiri.


“Identitasku tidak diketahui dan aman, jadi aku sama sekali tidak memiliki hutang budi kepada Lei Fan karena telah membantu ‘menyembunyikan’ identitasku.”


“...”


Tubuh Lei Na gemetar ketika mendengar ucapan dingin Adam. Sekali lagi, air mata tumpah membasahi pipinya. Berusaha tidak terisak, wanita itu menahannya. Menyadari bahwa dirinya tidak bisa meyakinkan Adam, Lei Na membungkuk dengan tubuh gemetar.


“Kalau begitu, saya … saya permisi, Senior Owl.”


“Tunggu.”


Pada saat Lei Na berbalik, suara Adam menghentikannya. Wanita itu menoleh ke arah pemuda bertopeng merah dengan ekspresi sedih sekaligus bingung.


“Tidak berhutang budi, bukan berarti aku tidak bisa membantu. Karena aku memiliki bisnis dengan Lei Fan dan suatu urusan dengan kelompok Kultivator Jahat itu …


Aku akan ikut membantu.”


Alasan Adam ingin membantu karena Lei Fan adalah jalan yang dia buat untuk mulai berbisnis pil dan jimat. Sementara itu, dia juga penasaran dengan sumber dari Abyss Jade. Berharap bisa mendapatkannya lebih banyak untuk segera meningkatkan kekuatannya.


Mendengar ucapan Adam, Lei Na terkejut. Dia kemudian menghampiri pemuda bertopeng merh itu dalam diam sebelum meraih tangannya.


Melihat Adam yang terkejut, Lei Na langsung menarik tangan pemuda itu, membuka mulut dan langsung menggigitnya! Setelah itu, dia mundur sambil memelototi Adam dengan ekspresi marah dan mata berkaca-kaca.


Kenapa kamu tidak langsung bilang kalau ingin membantu! Dasar penjahat! Suka mempermainkan perasaan orang!


Mengabaikan Lei Na yang memelototinya, Adam memiringkan kepalanya dengan ekspresi bingung. Dia mempertanyakan hal aneh tetapi agak nyata dalam hatinya.


Rasanya agak aneh. Kenapa gadis-gadis di dunia ini benar-benar suka menggigit orang lain? Bukankah itu terlalu liar?

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2