Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Pasti Tidak Akan Percaya


__ADS_3

Keesokan harinya.


Setelah mengantar Bella pergi ke kampus, Adam akhirnya memutuskan untuk mencaritahu tentang Blue Mist Jewelry sendiri. Menginjak pedal gas, pemuda itu segera menuju ke lokasi di mana toko perhiasan itu berada.


Beberapa waktu kemudian, Adam akhirnya sampai di depan sebuah bangunan tingkat tiga yang tidak terlalu besar, tetapi tampak begitu elegan dan indah. Nama Blue Mist Jewelry terpampang dengan indah dan jelas.


Di lokasi parkir pun, banyak mobil-mobil berjajar. Dari yang biasa saja sampai yang lebih mahal daripada miliknya.


Adam tidak terlalu mempedulikan itu. Dia segera mencari tempat kosong untuk memarkir mobilnya. Pemuda itu kemudian turun lalu segera pergi ke toko perhiasan tersebut.


Masuk ke dalam, banyak orang langsung mengalihkan pandangannya ke arah Adam. Melihat penampilannya yang tampak begitu menyegarkan dan enak dipandang mata, banyak perempuan yang memandanginya.


Adam sendiri mengamati lantai pertama sekilas. Melihat beberapa anak kuliah, beberapa pasangan, dan orang-orang yang ada di sana … dia mengangguk ringan.


Pemuda itu kemudian melihat sekitar, di mana banyak perhiasan dipajang. Adam kemudian menghampiri sosok resepsionis.


Melihat kedatangan Adam, wanita itu tampak gugup.


“A-Ada yang bisa saya bantu, Tuan?”


“Perhiasan dari batu giok unik dan jumlah terbatas. Di mana aku bisa menemukannya?” tanya Adam dengan tenang.


Melihat Adam, wanita itu tanpa sadar menelan saliva. Dia kemudian menjelaskan perlahan.


“J-Jika anda ingin membeli barang-barang kelas atas dari para pengrajin ternama, anda bisa naik ke lantai-2, Pak.”


Adam mengangguk ringan.


“Terima kasih atas bantuannya.”


Setelah mengucapkan itu, Adam segera naik ke lantai dua. Sampai di sana, dia melihat ke arah sekitar lalu mengangguk.


Selain jumlah perhiasan tidak sebanyak di lantai pertama, ada lebih banyak penjaga keamanan di lantai dua. Jumlah orang juga lebih sedikit dibandingkan di lantai pertama. Kebanyakan yang berada di lantai dua adalah sosok yang mengenakan pakaian glamor atau pakaian dengan merek ternama.


Mengingat yang Bella katakan, Adam menggeleng ringan. Selama kualitas sama-sama baik, dia sama sekali tidak terlalu peduli dengan merek. Senang rasanya memiliki pasangan yang berpikiran sama dengan dirinya.


“Apakah ada yang bisa saya bantu, Tuan?”


Menoleh ke sumber suara, Adam melihat sosok pelayan toko perhiasan yang mendekatinya. Berbeda dengan lantai pertama, di lantai dua, ada juga pemandu yang akan memperkenalkan barang kepada pelanggan.


“Saya ingin melihat perhiasan yang dibuat dari batu giok unik yang belum lama ini dipajang di Blue Mist Jewelry.”


Mendengar ucapan Adam, wanita itu sedikit terkejut sebelum akhirnya mengangguk. Segera mengantar pemuda itu menuju tempat benda itu dipajang.

__ADS_1


“Hanya ada 13 perhiasan dari bahan yang sama, Tuan. Tiga liontin, lima cincin, dan lima anting. Seperti yang anda lihat, hanya tinggal 2 perhiasan yang tersisa.


Jika bukan karena harga-”


“Kemas keduanya,” ucap Adam tak acuh.


“Eh???”


Wanita pelayan tampak tercengang. Melihat bahwa Adam masih terlihat sangat muda, dia menjelaskan.


“Harga kedua perhiasan ini-”


“Tidak apa-apa,” ucap Adam langsung memotong perkataan gadis itu.


“...”


Tidak seperti di lantai pertama, pelayan di lantai dua masih mendapat bonus khusus jika berhasil merekomendasikan dan membuat pelanggan membeli perhiasan. Wanita itu tidak menyangka, ternyata dirinya mendapatkan pelanggan besar tanpa sengaja.


Tidak seperti pelayan lain yang melihat merek pakaian, perhiasan, atau jam tangan yang dipakai … wanita itu mau membimbing dan memperkenalkan beberapa perhiasan kepada pelanggan. Ya, meski kebanyakan dari mereka tidak membeli karena masalah harga.


“Apakah anda ingin menggunakan kartu kredit atau-”


“Lihat kedua perhiasan itu, Sayang. Seperti yang wanita itu ucapkan, benar-benar unik dan berbeda.”


Tidak memperhatikan mereka, Adam melirik pemandunya sebelum berkata,


“Kemas. Aku akan segera membayarnya.”


“Tunggu dulu, Bung! Kamu tidak tahu kalau pacarku menginginkan keduanya. Berapa yang kamu butuhkan, katakan saja asal kamu tidak menyentuhnya.”


Melihat pria dengan kacamata berbingkai emas itu, wanita muda itu tampak bahagia.


“Seperti yang aku harapkan … kamu benar-benar luar biasa, Sayang.”


Tidak langsung menjawab, Adam berbalik lalu menatap sosok pria yang baru datang. Dia hendak mengatakan sesuatu, tapi …


“Hah?” Pria itu tampak terkejut ketika melihat Adam.


Kemarin, Ben mendengar berita bahagia dari pamannya kalau bibinya telah sembuh. Pamannya itu adalah pemimpin dari salah satu kelompok terkenal di Kota B. Hal itu yang membuatnya juga cukup berani karena memiliki pendukung sekuat pamannya.


Akan tetapi, kemarin pamannya juga memberinya peringatan. Yaitu untuk tidak main-main dengan barang di Blue Mist Jewelry. Selain itu, ada juga peringatan lain. Jika bertemu dengan seseorang pemuda, dia harus hormat. Jika tidak, pura-pura saja tidak kenal dan jangan terlibat dengannya.


Ben sama sekali tidak peduli dengan peringatan itu. Namun setelah penjelasan beberapa bawahan setia pamannya, dia akhirnya setuju. Masalah pemuda itu, dia tahu hal itu harus dihindari karena sangat berbahaya.

__ADS_1


Sedangkan masalah Blue Mist Jewelry, Ben percaya kalau pamannya hanya bohong. Orang itu hanya tidak ingin dirinya membeli perhiasan yang sama dan menyainginya. Oleh karena itu, Ben akhirnya memilih untuk datang dengan pacarnya hari ini.


Hanya saja, melihat pemuda yang fotonya telah dikirim oleh anak buah pamannya, Ben tercengang.


Apakah dunia memang sempit seperti ini? Kemarin Paman berkata untuk menjauhi pemuda berbahaya, tetapi aku malah menghampirinya! Omong kosong macam apa ini!


“Apakah kamu mengatakan sesuatu?” tanya Adam tak acuh.


Melihat tatapan Adam, Ben merasa bahwa pemuda itu benar-benar berbahaya. Jiwa pengecutnya meronta, ingin melarikan diri tetapi malu karena pacarnya.


“T-Tidak apa-apa. A-Aku pikir, karena kamu melihatnya terlebih dahulu … aku tidak keberatan jika kamu membelinya.”


“...”


Menatap ke arah pria yang awalnya arogan tetapi langsung gugup di detik berikutnya, Adam tercengang. Dia merasa agak aneh. Biasanya, pemuda itu akan mendapatkan tatapan penuh rasa kagum dari perempuan, atau benci serta cemburu dari para laki-laki. Sedangkan ketakutan ketika pertama kali bertemu, dia belum pernah mengalaminya!


Apakah wajahku seburuk itu? Tidak mungkin, kan? Atau jangan-jangan … pria itu memiliki fobia lelaki tampan? Benar-benar tidak tahan ketika melihatku?


Jika Ben tahu apa yang sedang dipikirkan Adam, dia pasti akan muntah darah. Melihat ‘ahli kungfu’ di depannya, tentu dirinya akan gugup. Belum lagi, pemuda itu masih mengingat jelas bekas luka di punggung tangan pamannya.


Menghancurkan lawan dengan sebuah garpu? Itu berlebihan, kan?


“Kalau begitu terima kasih.” Adam mengangguk ringan.


Melihat sosok Adam yang pergi dengan wanita pemandu, Ben menghela napas panjang.


“Kenapa kamu memberikannya pada pemuda tampan itu, Sayang! Aku menginginkannya!”


Mendengar ucapan wanita muda yang manja itu, Ben si pengecut mendapatkan kembali keberaniannya. Dia bahkan merasa marah.


“Kita harus menghormati yang lebih dahulu! Kamu terlalu manja dan egois. Aku sudah tidak tahan lagi, kita putus!” ucap Ben dingin.


Ben melepaskan tangan wanita yang memeluknya lalu meninggalkannya sendiri. Wanita itu terkejut dan mulai panik. Lagipula, dia adalah seorang penggali emas dan mencoba hidup nyaman dengan menjadi pasangan Ben.


Melihat sosok pria yang benar-benar marah, wanita itu tahu dirinya dalam masalah.


“Aku tahu kamu adalah pria yang baik. Aku sangat menyesal, Sayang! Aku tidak akan mengulanginya lagi!”


Wanita itu segera berlari menyusul Ben.


Adam yang pergi untuk membayar tidak tahu, keberadaannya benar-benar bisa membuat pasangan kekasih putus begitu saja. Bahkan jika ada yang mengatakan itu kepadanya, dia pasti tidak akan percaya.


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2