
note : bab sebelumnya telah direvisi, silahkan baca ulang agar ceritanya nyambung.
---
Dalam sebuah bangunan luas dua lantai bergaya modern dengan atap datar, tampak beberapa orang berkumpul bersama.
"Tapi, Ketua ... jika terus seperti ini, Guild kita akan berakhir dengan buruk."
Sosok gadis pendek dengan tubuh tertutup jaket hoodie kebesaran dan wajah cukup tertutup berkata dengan nada ragu. Dia tampaknya merasa agak takut ketika melihat ketua sekaligus sahabatnya tersebut.
"Jadi apa, Rea? Haruskah aku membungkuk kepada mereka dan meminta mereka untuk tinggal?
Jika begitu, bukankah aku telah membuang harga diriku? Lagipula, dibandingkan dengan pria itu ... kita tidak memiliki banyak uang untuk membuat mereka tinggal."
Gadis bernama Rea itu menundukkan kepalanya, sama sekali tidak berani untuk membalas ucapan wanita di depannya.
Di depan Rea, tampak sosok wanita berambut hitam yang dipotong dengan model gaya bob (potong pendek sebahu). Wanita itu memiliki mata cokelat muda dengan postur tubuh tinggi dan ramping. Tubuhnya tampaknya juga terlatih dengan baik.
"Aku tidak tahu, Leena ... ah! Maksudku, Ketua. A-Aku hanya khawatir dengan nasib Guild kita. Lagipula, tidak sama dengan Daerah D atau Daerah F, kita tidak memiliki latar belakang yang kuat.
Meski ini adalah kesepakatan baik bagi kami untuk naik, tetapi hal ini juga sangat berat bagi kami."
"Bukankah Daerah B dan Daerah C juga sama dengan kita? Mereka sama sekali tidak memiliki latar belakang kuat, kan?"
"Anu ..."
"Apakah ada masalah? Kamu seharusnya mengatakannya secara langsung, Rea."
"Meski tidak memiliki latar belakang politik atau perusahaan besar, tampaknya ketua dari Guild Dark Wings (Departemen Misteri cabang Kota B) tidak sederhana.
__ADS_1
Blood Owl ... orang itu memiliki identitas misterius. Tampaknya alasan dia bergabung dengan organisasi sangat berbeda dengan anggota pada umumnya. Juga, aku dengar dia bahkan militer sangat memujinya."
"Ok ... aku setuju dengan itu, tapi bagaimana dengan Guild Grey Stone? Apakah menurutmu si kepala batu, Rocky itu bahkan lebih baik daripada aku?"
"Untuk kemampuan Rocky, aku tidak bisa banyak berkomentar. Dia juga tidak pintar, tapi ..."
"Tapi???"
"Rocky mudah berteman hampir dengan siapa saja. Menurut informasi yang aku dapatkan, Rocky memiliki banyak teman di Kota C yang sangat membantu perkembangan Guild mereka."
"Jadi, kamu bilang aku tidak mudah berteman?"
"A-Anu ... tapi selain aku yang merupakan teman masa kecilmu, aku rasa kamu tidak bisa bergaul dengan anggota Guild lainnya."
Rea menunduk. Merasa takut kalau wanita bernama Leena itu menghampiri dan memukulnya.
Gadis itu melirik ke arah Leena, tetapi terkejut melihat sosok wanita itu terdiam di tempatnya. Tampaknya tertegun dan merasa telah menerima pukulan berat.
Rea membungkuk dengan ekspresi bersalah di wajahnya. Namun Leena sama sekali tidak menanggapi.
Sosok Leena yang sedari tadi diam tiba-tiba menghela napas panjang.
"Haruskah aku mundur dari jabatan ketua, Rea?"
"Tidak!" Rea langsung menjawab.
"Kenapa?"
"Itu ... anu ..." Rea agak panik ketika mencari alasan. "Sebenarnya kamu bisa akrab dengan anggota lain, Ketua. Hanya saja pria itu mengganggu prosesnya. Akhirnya, semuanya berakhir menjadi seperti ini."
__ADS_1
"..."
Leena menatap ke arah Rea. Setelah beberapa saat merasa ragu, wanita itu tiba-tiba menjadi bersemangat.
"Kamu benar, Rea! Jika bukan karena Si Pirang yang menggali sudut Guild kita, seharusnya semuanya akan menjadi baik-baik saja.
Tetap saja! Orang itu sangat menyebalkan!"
Tok! Tok! Tok!
Pada saat merasa bersemangat, Leena langsung mengerutkan kening ketika mendengar ketukan pintu. Menahan amarah, wanita itu kemudian berkata.
"Masuk!"
Pintu kantor terbuka, sosok pemuda dengan ekspresi gugup dan malu masuk ke dalam ruangan.
Melihat pemuda itu, Leena mengerutkan keningnya.
"Bukankah aku sudah bilang kalau tidak ada yang boleh mengganggu rapat ini, Kevin!"
"Anu ... saya—"
"Jangan salahkan dia, Gummy Girl. Dia terpaksa melakukannya karena bingung harus melakukan apa ketika aku datang."
Suara yang begitu tenang terdengar saat sosok laki-laki dengan pakaian serba hitam masuk ke dalam ruangan. Apa yang membuatnya tampak lebih mencolok adalah topeng tengkorak setengah wajah berwarna merah yang dia kenakan.
Melihat sosok itu, ekspresi terkejut langsung muncul di wajah Leena dan Rea.
Menatap ke arah lelaki bertopeng merah itu, Leena tidak bisa tidak bertanya.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan di sini, Blood Owl?"
***