
Dalam markas Wings of Freedom.
"Sungguh, aku merasa kamu semaki mirip dengan penjahat, Ketua."
Mendengar sedikit cerita yang diungkapkan oleh Adam tentang pemerintah yang membutuhkan dirinya untuk menangkap Blood Owl, Matt berkata sambil menahan tawa.
Jelas, jika Adam masuk ke dalam pemerintahan. Orang-orang itu hanya akan membayar pemuda itu untuk mencari seseorang, tetapi tidak akan pernah ditemukan karena yang dicari adalah dirinya sendiri.
Dengan kata lain, dibohongi habis-habisan!
"Seandainya saja aku memiliki kekuatan seperti itu, aku juga ingin ikut."
Matt kembali berkata dengan penuh keinginan. Sebagai pria yang memiliki pemikiran bebas, dia ingin bertindak liar dan menjalani hidup mendebarkan.
Hal-hal yang dilakukan Adam jelas telah mengusik keinginannya.
"Omong-omong, bagaimana jika setelah anggota kita menjadi Kultivator, Ketua? Bukankah itu akan menarik perhatian mereka?"
"Tentu saja, aku sudah memikirkannya. Aku akan mengatakannya saat waktu telah tiba."
Mendengar pertanyaan Matt, Adam menjawab dengan senyum misterius di wajahnya. Hal itu tidak hanya membuat Matt, tetapi juga tiga orang lainnya merasa penasaran.
Hanya saja, melihat ketua mereka tutup mulut, mereka tahu permintaan mereka akan sia-sia. Jadi, mereka hanya bisa menelan rasa penasaran mereka dan menunggu dengan tenang.
"Kalau begitu, aku akan kembali dan—"
Ring! Ring! Ring!
Ponsel Adam tiba-tiba berdering. Melihat identitas penelepon, dia akhirnya mengangkatnya. Beberapa saat mendengarkan penjelasan dari penelepon, ekspresinya tampak suram.
"Apakah itu benar?"
"..."
"Jadi, mereka bilang mereka terbebas? Ha ha ha ..."
Adam menutup teleponnya. Meski tertawa, ekspresinya tampak begitu muram.
"OMONG KOSONG!!!"
BRUAK!!!
Membanting tangannya ke atas meja. Meja langsung diledakkan menjadi serpihan-serpihan kecil. Duduk di kursinya, dia tampak muram.
Hal itu mengejutkan empat orang lainnya. Setelah beberapa keraguan, Shawn memberanikan diri untuk bertanya.
"Apakah ada berita buruk yang terjadi, Ketua?"
__ADS_1
"Bukan berita buruk. Itu berita baik."
Adam berkata dengan ekspresi datar di wajahnya.
"Kemungkinan besar orang yang berada di belakang Shin dan kawan-kawannya telah meninggal. Hanya saja, tidak ada yang tahu dimana dan siapa yang membunuh wanita itu."
Mendengar cerita tersebut, Shawn dan tiga orang lainnya mengerti. Mereka paham bahwa itu sama sekali bukan berita buruk. Hanya saja, hal tersebut jelas mengecewakan Adam.
Adam telah mencari dan nyaris menemukan pelaku. Dia mengerahkan semuanya, bersiap untuk membalas gigi dengan gigi. Namun, pihak lain tiba-tiba mati.
Hal itu jelas membuatnya sangat kecewa.
***
Sementara itu, di sebuah tempat gelap dimana tidak diketahui lokasi tepatnya.
"Apakah kita benar-benar perlu membunuhnya, Nona?"
Seorang nenek tua yang mengenakan jubah hitam sambil membawa lentera dengan api biru di dalamnya bertanya dengan sopan.
Di depannya, tampak sosok wanita muda dengan kimono hitam. Dia memiliki paras cantik bak putri dalam dongeng. Hanya saja, penampilannya agak mengerikan karena hampir yang dia pakai hitam. Kecuali kulit putih pucat dan mata merah delima, apa yang di sekelilingnya adalah warna hitam.
"Myra telah melakukan hal-hal di luar batas. Dia telah banyak mengacau, jadi dia pantas mati."
"Namun, kemampuan Darkblood Moth miliknya sangat berguna, Nona. Belum lagi, semakin sulit untuk mendapatkan serangga semacam itu sekarang."
"Apakah kamu mempertanyakan keputusanku, Nenek?"
Gadis cantik itu melirik ke belakang. Dia menatap wanita pemegang lentera itu dengan mata merah delima. Berkilau indah, tetapi juga tampak sangat berbahaya.
"Tentu saja wanita ini tidak berani, Nona Kurona."
Gadis itu, Kurona, memalingkan wajahnya. Dia kemudian kembali berjalan menyusuri kegelapan sembari berkata.
"Mari kita pergi."
"Sesuai dengan kehendak anda, Nona."
Mereka berdua akhirnya pergi. Hanya meninggalkan tubuh tidak utuh di tempat tersebut.
Jika diperhatikan, dia adalah Lady Myra. Hanya saja, tubuhnya benar-benar terpotong-potong sampai tidak lagi dikenali. Cara mati yang terlalu mengenaskan dan cukup mengerikan.
***
Satu minggu sejak Adam mendapatkan berita.
Dalam waktu ini, Shin, Lefitto, dan Raitto membuat kontrak dengan Adam. Selain itu, Lulu juga meminta untuk membuat kontrak dengannya. Hanya saja, dia meminta tolong kepada Adam agar pemuda itu tidak mengatakannya kepada Bella.
__ADS_1
Karena mereka pembawa Darkblood Moth, cukup berbahaya untuk melepaskan mereka ke luar. Khususnya Lulu yang memiliki Darkblood Moth betina pada dirinya.
Setelah kematian sang induk, anak-anak Darkblood Moth akan dibebaskan. Hal itu sama dengan melepaskan potensi asli pada Darkblood Moth jantan yang tidak lagi dikekang dan dikendalikan.
Karena potensi itu juga, Adam menerima mereka bertiga. Tentu saja, dia tidak berencana untuk langsung menggunakan mereka.
Sebagai gantinya, Adam malah meminta mereka tinggal bersama anak-anak yang dia kumpulkan dari berbagai penjuru Kota B. Dia ingin membuat mereka lebih tenang dan membiasakan diri dengan kebebasan yang baru saja mereka peroleh. Pemuda itu juga ingin mereka memiliki rasa memiliki pada Wings of Freedom dari anak-anak tersebut. Bukan karena paksaan Blood Contract miliknya.
Sedangkan Lulu sendiri ikut membantu menjaga keamanan Golden Dew dalam bayangan.
Adam sendiri juga mencari alternatif untuk mengembangkan Darkblood Moth tanpa harus mengorbankan orang. Selain itu, dia juga ingin mencari cara menumbuhkan mereka tanpa harus meminum darah manusia dan menggantinya dengan hal lainnya. Dengan demikian, bahkan jika itu tidak terlihat, kekuatan Wings of Freedom telah naik ke tingkat lain.
Sementara itu, di kediaman Adam.
Duduk di kursi halaman belakang, Adam menikmati teh sore. Di dekatnya, tampak Killa sedang berbaring. Ada juga ayam gemuk yang memakan jagung manis sambil menonton pertunjukan.
Di halaman belakang yang cukup luas, tampak Jennifer dan Bella beradu pedang dengan sengit. Bella menggunakan teknik Gale Sword yang didasarkan dari Autumn Sword. Sedangkan Bella menggunakan teknik Blazing Sword yang didasarkan dari Summer Sword.
Kecepatan Bella dan kekuatan Jennifer. Meski unggul di tempat yang berbeda, mereka tampaknya bisa saling menekan dan mencari kelemahan lawannya.
"Sudah cukup."
Adam berkata dengan nada lembut. Dia kemudian menatap mereka dengan senyum hangat.
Pemuda itu melemparkan dua botol jus yang dia racik dengan larutan pil gizi dan berbagai buah yang membuat rasanya semakin nikmat dan menyegarkan.
Menangkap botol yang dilempar oleh Adam, Bella dan Jennifer langsung meminumnya tanpa banyak bicara. Setelah minum beberapa teguk, Jennifer berkata.
"Kamu benar-benar semakin dekat denganku, Bell. Kemajuanmu sangat mencengangkan."
"En. Terima kasih atas pujiannya, Saudari Jennifer."
Memang, setelah pengalamannya dengan Lulu. Bella berubah menjadi semakin dewasa. Dia masih pemalu dan agak pendiam, tetapi gadis itu menjadi lebih tegas dalam melakukan sesuatu. Dia juga tidak lagi terlalu plin-plan.
Hal itu membuat Adam bangga kepadanya.
Malam harinya.
Di kamar Adam, pemuda itu memakai Coat hitam. Katana merah menggantung di pinggangnya. Rambutnya disisir ke belakang.
Menatap ke arah cermin, meski belum begitu lama, Adam merasa cukup bernostalgia. Mengambil topeng merah lalu memakainya, pemuda itu menatap cermin dengan tatapan serius.
'Sudah waktunya bagi Blood Owl untuk muncul kembali.'
Adam berpikir sambil menyesuaikan seluruh rencana dalam kepalanya.
>> Bersambung.
__ADS_1