
Di depan markas Wings of Freedom, tiga orang berdiri dengan ekspresi penuh keraguan.
"Apa kamu serius, James? Jika keliru, mungkin kita akan mati di sini, kamu tahu?"
Sosok Douglas, pria hitam dengan tubuh besar agar gemuk berbisik kepada James yang berdiri di depannya. Sementara itu, ada juga Glenn yang tampak ketakutan.
"Hey, hey, apakah kalian tidak tahu, 50 orang kelompok di sini pernah mengalahkan 500 orang para saat pertempuran di perbatasan area barat dan selatan.
Temanku bilang, mereka itu seperti sekelompok orang gila dengan pakaian rapi. Bahkan jika kami bertiga menggunakan kekuatan penuh, dengan ratusan anggota di markas utama dan beberapa bangunan di sekelilingnya ...
Bukankah kita bisa mati hanya karena ditenggelamkan dalam ludah mereka?"
Glenn berbisik. Dia tampak takut. Di kampus, nama Wings of Freedom sangat terkenal khususnya dalam kalangan anak muda. Bahkan, kebanyakan dari mereka ingin bergabung, tetapi cara mereka merekrut terlalu abstrak dan khusus.
Jadi, banyak han gagal masuk!
"Tunjukan senyum profesional, Teman-teman."
James berkata dengan senyum di wajahnya. Padahal, punggungnya juga berkeringat deras.
Jika bukan karena bukti bahwa pemimpin kelompok tersebut memiliki kekuatan khusus, dia pasti tak sudi untuk datang ke tempat seperti ini. Namun karena ini tugas wajib, dia tidak bisa menolaknya.
Itulah kenapa James menyeret Douglas dan Glenn dengan alasan misi. Padahal, sebenarnya yang wajib melakukannya hanya dirinya sendiri.
"Maaf, apakah Adam ada di sini?"
"Hah???"
Mendengar pertanyaan James, orang-orang yang berada di luar markas dan sibuk latihan langsung menoleh serempak. Mereka langsung menatap James, Douglas, dan Glenn dengan tajam. Hal itu langsung membuat kaki mereka bertiga merasa lemas.
"Maaf jika anda tidak mendengar. Biar saya ulang.
Apakah Tuan Adam, pahlawan yang menangkap penjahat dan menemukan barang-barang selundupan itu ada di markas sekarang?"
"Oooh, kalian mencari Ketua."
Salah satu anggota mengelus dagu dengan ekspresi puas. Tampaknya dia sangat bangga, padahal yang dipuji bukan dirinya. Sementara itu, anggota lain yang sedang latihan juga melanjutkan latihan dengan ekspresi puas di wajah mereka.
Pada saat itu, James dan dua rekannya tahu kalau orang-orang di sini tampaknya cukup fanatik kepada ketua mereka. Hal tersebut nyaris membuat mereka pingsan karena kaget ketika ditatap dengan intens bersamaan.
"Iya. Apakah Tuan Adam ada di markas sekarang?"
"Ada. Namun karena beliau memiliki banyak pekerjaan, lebih baik kalian tidak mengganggunya."
"Eh? Kami dari—"
"Aku tidak peduli apakah kamu agen khusus atau bahkan pejabat, jangan membuat masalah dengan Ketua kami!"
"Ehm, anu, kami mengerti. Kalau begitu maaf karena telah mengganggu waktu kalian."
"Duduk terlebih dahulu. Aku akan melapor terlebih dahulu."
"Eh? Maksud anda?"
"Kami hanya mengatakan jangan mengganggu Ketua, bukan jangan menemuinya.
Lagipula, Ketua itu baik dan ramah. Dia menyuruh kami melapor jika ada tamu, bahkan jika tamu itu sebenarnya tidak penting.
Bagaimana mengatakannya? Saling menghargai dan menghormati?"
'LALU KENAPA KAMU MEMBUAT KAMI HAMPIR MATI LEMAS TADI!!!'
__ADS_1
Ketiga orang dari departemen misteri langsung berteriak dalam hari mereka. Menunggu di ruang tunggu, mereka bertiga tampak cemas.
"Tolong ikuti saya."
Sosok wanita cantik berambut pirang dan tubuh panas tiba lalu berkata dengan nada datar. Setelah itu, tanpa menunggu, dia berbalik pergi.
Mendengar ucapan wanita itu, James, Douglas, dan Glenn akhirnya berjalan mengikuti.
Setelah berjalan agak lama, mereka akhirnya sampai di tujuan.
Berhenti di depan pintu, wanita tadi mengetuk pintu.
"Saya membawa mereka, Ketua."
"Masuk."
Setelah ucapan itu terdengar, pintu terbuka. Wanita pirang itu, Annette langsung mengajak ketiga perwakilan dari departemen misteri masuk.
Masuk ke dalam, mereka bertiga langsung merasakan tekanan kuat. Di depan mereka tampak beberapa orang duduk dengan ekspresi datar.
Di tempat paling tengah, Adam duduk sambil menopang dagu dan kaki bersilang. Di kanannya, ada Shawn lalu Matt. Di kiri mereka, ada Randy lalu Brock. Bahkan hanya berlima, mereka langsung membuat ketiga orang di sisi lain gemetar.
"Kamu boleh kembali, Annette."
"Baik, Ketua."
Setelah Annette pergi, suasana menjadi semakin penuh dengan tekanan. Memiliki ekspresi hambar di wajahnya, Adam bertanya.
"Jadi, apa yang membawa kalian ke sini?"
Mendengar pertanyaan Adam, ketiganya memilih untuk langsung menjawab.
"Pertama-tama, perkenalkan, saya James."
"Saya Glenn."
"Kami adalah anggota dari pasukan khusus."
Melihat James yang tampaknya mencoba membohongi dirinya, ekspresi Adam masih santai.
"Jadi, apa yang coba anggota pasukan khusus lakukan di tempat seperti ini?"
"Kami datang untuk mengundang anda bergabung dengan kami. Di sisi kami, banyak orang yang memiliki kemampuan seperti anda."
"Heh~"
Adam berkata dengan nada asal. Dia jelas paham niat James dan dua rekannya. Lagipula, pemuda itu sendiri yang telah memasang umpan.
Dalam pertemuan antar penguasa kelompok di Kota B, dalam Golden Dew, bahkan di rumah sakit. Adam menggunakan kekuatan Ice Control untuk membuat pihak pemerintahan tertarik dengannya. Hal itu juga membuat mereka menduga bahwa perkembangan Wings of Freedom jelas karena bantuannya, dan kemampuan khusus miliknya.
Akan aneh jika James tidak datang merekrutnya. Jelas, mata para petinggi tampak hijau karena menginginkan kemampuannya untuk mereka gunakan. Namun, jelas pemuda itu tidak akan bermain sesuai dengan naskah mereka.
"Pertama-tama, aku ucapkan terima kasih karena undangannya. Namun, aku tidak begitu tertarik.
Lagipula, apa yang coba kalian tawarkan kepadaku?"
"Kami bisa memberi uang dan—"
"Apakah menurutmu aku kekurangan uang? Lagipula, aku yakin uang yang akan kalian berikan tidak akan sebanyak itu."
Mendengar ucapan Adam dan ekspresi bosan di wajahnya, empat orang lain tersenyum. Matt bahkan menambahkan.
__ADS_1
"Uang, kekuatan, wanita cantik ... Ketua kami telah mendapatkannya tanpa bantuan kalian."
"Namun, dengan kekuatan itu, seharusnya anda memiliki kesadaran untuk membantu Aliansi Blue Star dalam menegakkan keamanan dan menjunjung tinggi—"
"Jangan ucapkan omong kosong itu kepada saya, Mr James. Anda seharusnya tahu dari mana saya berasal.
Saya adalah anak panti asuhan yang nyaris tidak bisa makan setiap harinya. Kami membutuhkan bantuan pemerintah, tetapi mereka sibuk membesarkan perut mereka sendiri. Lalu, berjuang demi keadilan?
Biar aku tanya, keadilan yang mana?"
"..."
Melihat James hanya terdiam, Adam masih menopang dagu dengan ekspresi datar.
"Bukannya aku tipe materialis, tetapi aku bukan tipe yang bekerja secara gratis. Jika mereka memang membutuhkanku, maka berikan sesuatu yang setara untukku.
Jika kalian bisa memberiku berbagai hak khusus, ditambah dengan pangkat yang sesuai ... mungkin aku akan mempertimbangkannya. Namun, kalian malah datang dengan bujukan kemanusiaan.
Itu cukup mengecewakan.
Jadi tolong katakan kepada pemimpin kalian, aku, Adam menolak undangan ini.
Kalian boleh pergi."
Setelah mengatakan itu, Adam akhirnya mengusir James dan dua rekannya. Usai mereka pergi, Shawn tidak bisa tidak bertanya.
"Bagaimana jika mereka mencoba membuat masalah, Ketua? Juga, bagaimana jika mereka tidak akan kembali?"
"Mereka tidak akan membuat masalah karena ada kalian. Selain itu, mereka pasti kembali. Lagipula ..."
Adam tersenyum mengejek.
"Orang-orang dari pemerintahan memerlukan kekuatanku."
***
Dua jam kemudian, di pangkalan militer Kota B.
"OMONG KOSONG APA!"
Lelaki tua dengan seragam militer membanting meja dengan ekspresi kesal di wajahnya. Melihat bagaimana Adam tidak memberi wajah kepada pihak militer atau pemerintahan, dia merasa jengkel.
"Haruskah kita memojokkan orang itu dan membuatnya menyerah, Pak?"
"Memojokkan apanya! Apakah kamu tidak takut orang-orang dari pemerintahan membuat masalah karena anak-anak mereka?
Selain itu, Jade Dragon dan Golden Eight memiliki hubungan dekat dan mendukung pemuda itu. Dia jelas sangat merepotkan untuk diurus!
Pemuda itu sedikit lebih tenang, tetapi lebih menyebalkan dari pria di Kota F! Belum lagi, Adam, orang itu memiliki kemampuan dan juga kharisma seorang pemimpin. Sangat sulit ditangani."
"Lalu, apa yang harus kita lakukan, Pak?"
Mendengar pertanyaan itu, lelaki tua itu kembali duduk di tempatnya. Dia kemudian melihat dokumen di atas meja.
'Code : B008-Ice Dragon.'
Itu adalah kode yang disiapkan untuk Adam. Mereka telah melihat dan memeriksa. Berdasarkan banyak petunjuk, kemampuannya dalam mengendalikan es bisa menyaingi, bahkan mungkin lebih kuat dari Phoenix dari Kota D.
Jadi, mereka berharap untuk merekrutnya. Selain membuat Kota B lebih kuat, mereka juga ingin memanfaatkan kemampuannya dalam membantu menangkap lawan berbahaya.
Pengkhianat yang menghilang, Blood Owl!
__ADS_1
>> Bersambung.