Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Benar-benar Pecundang


__ADS_3

“Apakah ada yang bisa saya bantu, Petugas?”


“...”


Jennifer yang mendengar suara Bella tersadar dari lamunannya. Dia kemudian menatap sosok gadis di depannya. Paras cantik, termpramen lembut, bentuk tubuh indah, terlihat polos dan baik hati.


Membandingkan dengan dirinya sendiri, Jennifer merasa agak tertekan. Bagi wanita itu, gadis di depannya benar-benar sosok ideal seorang istri yang hampir disukai semua orang.


“Saya dengar ini apartemen milik Adam Bladefield. Apakah anda tahu, Nona? Apakah orang itu telaj pindah?”


“T-Tolong tunggu sebentar.”


Setelah mengatakan itu, Bella membungkuk sopan lalu berbalik masuk ke dalam apartemen. Dia segera menghampiri Adam dengan ekspresi khawatir. Melihat pemuda itu masih duduk sambil meminum kopi dnegan ekspresi tenang, gadis itu semakin khawatir.


“K-Kak Adam … ada petugas polisi yang mencari anda. Mungkin masalah yang terjadi di asrama. Apakah anda ingin bersembunyi terlebih dahulu?” bisik Bella.


Mendengar ucapan Bella, Adam yang sedang menikmati kopinya menatap gadis itu dengan ekspresi agak bingung. Seharusnya tidak ada jejak yang ditinggalkan. Melihat bagaimana Bella mengkhawatirkannya, pemuda itu tersenyum lembut.


“Mungkin saja petugas itu hanya salah paham atau sedang mencari informasi tentang seseorang. Aku akan menemuinya.”


Tidak tahu apa yang akan dia hadapi, Adam dengan santai bangkit dari tempat duduknya. Pemuda itu pergi ke pintu depan diikuti Bella di belakangnya. Namun, sampai di pintu … ekspresi santai dan lembut di wajah Adam langsung stagnan.


Kenapa … kenapa Jennifer ada di sini?


Adam tampak linglung. Biasanya wanita itu akan menghubunginya jika akan datang. Tidak menyangka Jennifer akan datang di pagi hari untuk mengantar sarapan, memberi kejutan kepada dirinya.


Sementara itu, Jennifer yang melihat Adam keluar dengan Bella yang mengikutinya tercengang. Bungkusan kain yang berisi kotak bekal jatuh ke lantai. Wanita itu memandang sosok Adam dengan ekspresi tidak percaya. Dia merasakan kemarahan muncul dan memenuhi hatinya.


Orang ini …


“Ternyata itu Petugas Jennifer,” ucap Adam dengan senyum canggung.


Jennifer tidak mengatakan apa-apa. Dia langsung maju lalu mendorong Adam yang terkejut sampai jatuh ke lantai. Wanita itu langsung duduk di atas Adam lalu memukulinya tanpa mengucapkan sepatah kata.


Tentu saja, Adam tidak cukup bodoh untuk terus diam. Merasakan emosi Jennifer, pemuda itu hanya menutup wajahnya, tetapi membiarkan wanita itu terus memukulinya. Bukannya takut Jennifer merusak wajahnya. Hanya saja, Adam merasa malu jika harus keluar dengan wajah memar hitam dan biru.


“Kamu bilang kamu tidak punya pacar …”


Jennifer memukul Adam terus menerus.


“Dasar pembohong …”

__ADS_1


“Dasar penipu …”


“B-jingan …”


Gerakan Jennifer terhenti. Pada saat itu juga, Adam merasakan sesuatu menetes ke tangan yang dia gunakan untuk menutupi wajahnya. Menyingkirkan tangannya, dia melihat wanita berseragam polisi menatapnya dengan wajah berlinang air mata.


“Aku tidak berbohong padamu, okay? Sebelumnya, aku memang tidak memiliki pacar. Jika aku bilang kami berdua baru bertemu selama kurang dari tiga hari …


Apakah kamu percaya?”


Kata-kata Adam yang ‘jujur’ sama sekali tidak membuat Jennifer lega. Sebaliknya, wanita itu merasakan kemarahan dalam hatinya semakin membara. Jika sebelumnya masih bercampur dengan rasa sakit hati dan putus asa, sekarang yang dia rasakan akan adalah kemarahan murni.


Jennifer langsung mengambil tongkat keamanan yang ada di pinggangnya. Wanita itu mengcengkeram tongkat itu erat lalu mengangkatnya tinggi-tinggi.


“Jennifer … aku bisa jelaskan. Kita bisa membicarakan semuanya baik-baik.”


“Kita bicarakan semuanya baik-baik setelah aku puas memukul kamu!”


Meraung marah, Jennifer yang terus memukul Adam dengan kejam. Layaknya harimau betina yang belum makan selama satu minggu lalu melihat rusa, wanita itu langsung berperilaku kejam tanpa ampun.


Bella awalnya terkejut sampai-sampai otaknya berjalan lambat. Namun melihat bagaimana Jennifer memukuli Adam dengan ganas, ekspresinya langsung pucat. Dia buru-buru menghentikan petugas polisi yang menggila itu.


Mendengar ucapan Bella, Jennifer yang sebelumnya dalam mode ‘berserk’ langsung sadar. Ketika menyadari bahwa dirinya bahkan bukan pacar atau kekasih Adam tetapi memukulinya dengan kejam, rona merah muncul di pipinya. Jennifer kemudian mendengus dingin.


“Hmph!”


Ketika Jennifer bangkit dan menjauh darinya, Adam kemudian duduk sambil meringis. Selain bagian tubuh atas yang kembali sakit karena dipukuli, dia bahkan merasakan kedua tangannya mati rasa!


“Kamu terlalu kejam, Jenn.”


“Hmph! Itu karena kamu telah mencoba merayu dan menipu wanita ini!” ucap Jennifer dengan nada tak acuh.


Siapa yang merayu atau menipu kamu? Aku tidak merasa pernah melakukannya?


Tidak tahu bagaimana cara polisi cantik itu berpikir, Adam hanya bisa tersenyum pahit.


Sementara itu, Jennifer berkeringat dingin di punggungnya. Meski dia terlihat mendominasi, wanita itu juga sadar bahwa dirinya telah melakukan kejahatan serius.


Jennifer telah memukuli Adam tanpa alasan yang jelas. Hal semacam itu jelas merupakan pelanggaran hukum. Bahkan jika pemuda tampan itu adalah kekasihnya, tindakan semacam itu tidak diperbolehkan.


Melihat bagaimana Adam tidak terlalu banyak berpikir. Sama sekali tidak terlihat marah atau mencoba menuntutnya, Jennifer menghela napas lega.

__ADS_1


Menyadari bagaimana situasi menjadi agak canggung, Bella buru-buru berkata.


“S-Saya selesai memasak sarapan. B-Bagaimana kalau sarapan bersama sebelum membahas semuanya baik-baik?”


“...”


Adam dan Jennifer saling memandang. Melihat bagaimana Bella mencoba menengahi mereka, keduanya pun akhirnya setuju.


Setelah makan sarapan bersama.


Jennifer memandang sosok Bella, tampak semakin tidak puas.


Selain cantik, baik, dan lembut … gadis ini bahkan pandai memasak!


Meski dirinya tidak memiliki hubungan spesial dengan Adam, membandingkan dirinya sendiri dengan orang lain benar-benar membuat dirinya frustrasi.


“A-Apakah … apakah anda adalah pacar Kak Adam, Petugas Jennifer?”


Bella yang mengetahui nama wanita itu memberanikan diri untuk bertanya. Dia merasa agak bersalah dan tidak berdaya. Jika semua itu benar, berarti dirinya tanpa sengaja merebut kekasih orang lain.


Belum lagi sosok itu adalah wanita cantik yang berprofesi sebagai polisi, yang lebih baik darinya. Meski merasa sakit, gadis itu mencoba tersenyum. Tidak ingin merusak hubungan mereka berdua.


“Tidak.” Jennifer langsung menggeleng ringan. “Kamu tidak perlu merasa bersalah, Nona cantik. Kami berdua tidak memiliki hubungan apa-apa.”


“T-Tapi kalian …”


“Maaf mengganggu kalian berdua, terima kasih atas makanannya. Kalau begitu, aku permisi.”


Jennifer bangkit dari kursinya. Pada saat itu, Adam berdiri dan hendak menghentikan wanita itu, tetapi petugas cantik itu menampik tangan Adam lalu menggeleng ringan.


Tanpa mengucap sepatah kata, Jennifer langsung meninggalkan apartemen. Setelah menggunakan lift dan turun ke lantai pertama … ekspresi tegar di wajah wanita itu menghilang.


Jennifer berjalan terhuyung-huyung. Sampai di tempat parkir, wanita itu langsung masuk ke dalam mobilnya. Bersandar di kursi, dia merasakan pandangannya mulai berkabut.


“Wanita menyedihkan … sungguh menyedihkan. aku benar-benar terlalu berharap.”


Mengingat bagaimana penampilan Adam dan Bella yang tampak begitu serasi, Jennifer menggigit bibir bawahnya. Merasakan cinta tetapi gagal sebelum bisa memulainya, dia terkekeh sambil menghina dirinya sendiri.


“Kalah sebelum berperang … aku benar-benar pecundang.”


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2