Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Terlihat Imut?


__ADS_3

Dua hari setelah Adam kembali.


Membuka matanya, dia melihat ruangan yang gelap. Suara gemerisik yang membuat kepala mati rasa langsung terdengar pada saat itu juga.


Adam merasa benda-benda kecil yang seperti lidi berbulu merangkak di seluruh tubuhnya. Namun bukannya panik, pemuda itu menguap dan tampak bosan.


Dia duduk dengan ekspresi tak acuh sambil mengamati sekeliling. Di sekitarnya, tampak puluhan laba-laba dengan ukuran kepalan tangan berwarna darah dengan pola mawar di bagian perut mereka.


Mereka membuat suara 'chi-chi' yang tampak mengerikan. Jika penderita Arachnophobia berada di posisi Adam, mungkin orang itu telah pingsan atau menjadi gila.


Melihat salah satu laba-laba merangkak ke pundaknya, Adam dengan santai meraih lalu membuangnya ke samping dengan acak.


"Kelihatannya aku benar-benar harus pindah rumah."


Memikirkan dua hari sebelumnya, dimana Bella pingsan karena melihat pemandangan yang mengerikan itu, Adam hanya bisa menghela napas panjang.


Bella dan Jennifer membuat protes. Mereka benar-benar tidak mau tidur dengannya jika laba-laba itu tidak segera disingkat dari ruang pribadi.


Karena Adam memiliki kontrak dengan Five Colored Blood Spider yang dianggap sebagai Ratu para laba-laba itu, dia sama sekali tidak terancam dengan keberadaan mereka.

__ADS_1


Awalnya Adam juga bingung, tidak menyangka dia benar-benar mempelajari ilmu pasif untuk mengendalikan laba-laba tersebut. Membuat pekerjaannya untuk mengatur makhluk-makhluk itu menjadi semakin mudah.


Adam sendiri yakin, tidak banyak yang benar-benar bisa mengendalikan makhluk sebanyak itu dalam Departemen Misteri atau Sekte Kuno. Lagipula, memelihara domba itu mudah, tetapi tidak untuk mengendalikannya.


Dalam hampir semua orang yang mengelola Rose Pattern Blood Spider hanya bisa memelihara, tetapi tidak untuk mengendalikan mereka.


Jadi apa yang dilakukan Adam bisa dibilang sebagai sebuah kasus unik.


Bangkit dari tempat tidurnya, Adam berjalan keluar kamar. Kembali menutup pintu kamar erat-erat, dia tidak bisa tidak memastikan bahwa makhluk-makhluk itu tidak keluar dari ruangan.


Meski Bella dan Jennifer selalu tinggal bersama dengan Adam, keduanya sana sekali tidak memiliki buff seperti pemuda itu. Jadi racun dari laba-laba tersebut masih mereka membuat mereka dalam bahaya besar.


"Apakah kamu sudah memikirkannya, Sayang?"


"Belum ada yang pas," ucap Adam.


Bella sebenarnya tidak keberatan jika Adam memelihara beberapa makhluk aneh semacam itu. Hanya saja, di apartemen yang begitu sempit, makhluk-makhluk itu terlalu berbahaya dengan Bella dan Jennifer.


Ya. Adam berencana untuk membeli rumah baru di Kota B. Dia juga berpikir untuk merenovasi basemen setiap rumah yang bisa digunakan untuk keperluan-keperluan tertentu.

__ADS_1


Meski sekarang tampak aman, makhluk itu bisa tumbuh lebih dan lebih besar lagi. Hal itu pasti akan menjadi masalah jika ditemukan oleh pihak berwajib atau para Kultivator.


Adam yang tiba di ruang makan lalu duduk di kursinya. Menatap ke arah Bella, pemuda itu berkata dengan ekspresi pahit.


"Maaf, Bell. Bukannya aku tidak ingin membuang mereka, tetapi untuk sekarang ... aku benar-benar masih membutuhkan mereka."


"Sama sekali tidak masalah, Sayang."


Melihat ke arah Bella yabg memasak dengan senyum lembut, Adam mengangguk. Dia kemudian mencoba mencari iklan lain tentang rumah yang bisa mereka gunakan. Tidak lagi membiarkan dua wanitanya dalam bahaya.


Hanya saja, dalam hati Adam memiliki pemikiran yang lainnya.


Meski tidak biasa ... bukankah mereka (para laba-laba) terlihat imut?


Melihat ke arah kopi hitam yang mengepul di atas meja, Adam menggelengkan kepalanya.


"Lupakan. Untuk sekarang ... pilih lokasi yang cocok untuk ditinggali. Hal-hal lainnya bisa menyusul kemudian."


Dengan begitu, Adam kembali mencari informasi di internet. Dia akhirnya berhenti ketika melihat sebuah rumah ...

__ADS_1


Yang dikatakan berhantu.


>> Bersambung.


__ADS_2