Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Sudah Waktunya


__ADS_3

Sore hari di kediaman Adam.


"Bukankah kamu tampak terlalu tenang untuk seseorang yang telah mengacaukan pemerintahan, Sayang?"


Duduk di sofa, Jennifer yang melihat berita di televisi tidak bisa tidak melirik ke arah Adam yang duduk tenang di sofa dekat jendela sambil membaca buku.


Sosok Bella datang sambil membawa secangkir kopi hitam lalu meletakkannya ke atas meja depan Adam. Wanita itu melihat ke arah sosok pemuda tampan itu dengan senyum lembut di wajahnya.


"Apa yang Saudari Jennifer katakan benar, Kak Adam. Kamu benar-benar terlalu tenang."


"Yah ... bukankah tidak ada gunanya aku panik? Bahkan jika aku panik, tidak akan ada yang berubah, kan?"


"..."


Bella tidak menjawab, tetapi hanya menatap Adam dengan senyum lembut di wajahnya.


Sementara itu, Jennifer tampak tidak puas. Wanita itu cemberut, merasa kalau kejadian ini malah menjadi kurang menarik. Padahal, dia berharap kalau Adam akan melakukan sesuatu yang lebih besar daripada sebelumnya.


Semakin besar harapan, semakin besar kekecewaan yang akan diterima.


"Lalu, apa yang ingin kamu lakukan sekarang, Sayang?"


"Menunggu."


Adam menjawab singkat dan jelas. Hal itu membuat Jennifer tercengang.

__ADS_1


"Hah? Menunggu? Apa yang kamu tunggu, Sayang?"


"Menunggu Darwin ditangkap."


Pada saat menjawab pertanyaan tersebut, berita di televisi tiba-tiba berubah.


"Wakil Walikota Darwin telah ditangkap karena terbukti menjadi tersangka ..."


Melihat itu, Adam yang biasanya tenang juga terdiam. Dia tidak menyangka kalau media begitu efisien. Baru tadi malam pemuda itu menyebarkan berita, tetapi sekarang semuanya diselesaikan dengan baik.


Jelas, tampaknya militer dan kepolisian juga memfokuskan kasus ini. Benar-benar berniat untuk segera menyelesaikan sebelum malah menjadi lebih besar dan kacau!


Menyadari itu, Adam tiba-tiba mengheningkan cipta sejenak. Dia merasa sedikit berduka kepada para pekerja yang dipaksa lembur karena ulahnya.


'Terima kasih atas kerja keras kalian, Semua!'


Adam tiba-tiba memikirkan rekan-rekannya dari Guild Dark Wings. Dia yakin, jika tidak marah, mereka pasti sangat membencinya sekarang. Namun tekadnya sudah bulat, jadi pemuda itu pasti akan melakukan hal yang sama bahkan jika waktu diputar kembali.


Sekarang, Nam sendiri berada di rumah yang ada di luar kota. Selain untuk menjauhkan diri agar tidak ditemukan, Adam juga telah memutuskan akan membesarkan anak itu dengan baik dan lebih mandiri.


Nam telah menunjukkan tekadnya, jadi sekarang Adam telah benar-benar menganggap bocah itu sebagai keluarganya sendiri.


Tentu, sebagai keluarga ... Adam menunjukkan identitasnya kepada Nam.


Pemuda itu ingat ekspresi terkejut Nam beberapa hari yang lalu. Menurut bocah itu, Tuannya ... Mr Owl adalah pria paruh baya yang tampak ganas, dingin, bahkan memiliki wajah penuh bekas luka!

__ADS_1


Akan tetapi, apa yang dia lihat malah sebaliknya!


Lelaki tampan dan menawan! Lebih tampan dari selebritis yang dia lihat di tv! Benar-benar lebih baik daripada model!


"Jadi, apa yang kamu lakukan sekarang, Sayang?"


Suara Jennifer langsung menyadarkan Adam dari lamunannya. Melirik ke arah wanita itu, dia kembali berkata.


"Menunggu."


"Menunggu? Menunggu apa lagi, Sayang? Menunggu Darwin dihukum mati?"


"..."


Mendengar kicauan Jennifer, Adam hanya bisa terdiam sejenak. Menghela napas panjang, dia akhirnya berkata.


"Tentu saja menunggu malam, karena tidak mungkin aku keluar di siang hari dengan pakaian yang mencurigakan, kan?"


"..."


Jennifer dan Bella menatapnya dalam diam. Namun dalam tatapan mereka. Kalimat "bukankah itu yang biasa kamu lakukan?" tersirat tanpa perlu mereka katakan.


Itu membuat Adam kehilangan kata-katanya. Mengingat SMA yang telah menunggunya, pemuda itu bergumam pelan.


"Ya ... sudah waktunya untuk mengakhiri semua ini."

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2