
Duduk mengelilingi meja makan, James dan anggota Dark Wings lain terpana. Mereka melihat hidangan yang tertata rapi di atas meja.
Sup ayam jamur, tumis jamur, dan beberapa hidangan lain dari jamur.
Meski semuanya berbahan dasar jamur, mereka sama sekali tidak jijik. Sebaliknya, mereka terasa salah lihat karena berpikir hidangan-hidangan itu tampak berkilauan.
Bahkan Douglas yang sebelumnya seorang koki juga terkejut. Dia melihat ke arah lelaki bertopeng merah yang mengenakan kemeja hitam dengan lengan baju digulung sampai siku.
"Apakah ... kamu yang memasak semua ini, Mr Owl?"
Mendengar pertanyaan Douglas, Adam berkata dengan ekspresi santai.
"Tenang saja, jamur telah aku proses. Kalian tidak akan keracunan atau merasa terangsang."
Memang benar. Selain dibuang lendirnya, Adam juga telah merendam jamur dengan air mendidih sebelum dimasak. Dia juga memroses semuanya dengan cara yang ditunjukkan oleh System.
Ditambah dengan kemampuan memasaknya, Adam yakin kalau hidangannya baik-baik saja. Bahkan dia telah mencicipinya sendiri!
"Bukan itu, Mr Owl. Aku hanya tidak menyangka, kamu benar-benar bisa memasak? Bahkan begitu profesional?"
Menurut Douglas, bahkan tanpa mencicipi hidangan di atas meja, dia bisa melihat kualitasnya dari cara Adam memotong rapi berbagai bahan. Selain itu, kuahnya juga tampak jernih dan indah. Cara eksekusinya benar-benar tingkat atas!
Berbeda dengan Douglas dan anggota lain yang merasa terkejut karena Adam bisa memasak, James terkejut karena hal lain.
"Anu ... Bisakah kita benar-benar memakan ini, Mr Owl? Bukankah kita seharusnya mengirim 'bukti' ini ke pusat militer?"
"Tenang. Aku sudah menyimpan yang perlu dikirim ke pusat militer, lengkap dengan laporannya.
Setelah kerja keras, tidak apa-apa untuk mencicipinya juga, kan? Kalau kamu tidak mau—"
"Karena masalah sudah beres, tentu saja aku mau!"
Setelah Adam ikut duduk, mereka pun akhirnya berdoa sebelum mulai makan sarapan.
"Selamat makan!"
Memakan hidangan yang dimasak Adam, mereka semua terkejut karena bukan penampilannya saja yang indah. Rasanya juga sangat enak!
Selesai sarapan, Adam tiba-tiba berbicara.
"Sebenarnya, ada yang ingin aku bicarakan kepada kalian."
Adam kemudian mulai membahas semuanya. Dia ingin mereka semua merahasiakan beberapa informasi. Hal itu membuat mereka merasa agak rumit.
Melihat orang-orang itu tampak bingung, Adam menambahkan.
"Karena kalian sudah memakan jamurnya, berarti kita berada di atas perahu yang sama, kan?"
Melihat Adam yang tersenyum, anggota Dark Wings lainnya langsung sadar.
'Omong kosong suci! Ternyata ini jebakan!'
Dikarenakan sudah memakan apa yang tidak harus mereka makan, orang-orang itu hanya bisa diam. Berbeda dengan identitas Adam yang tersembunyi dan bisa melarikan diri, akan merepotkan jika mereka sampai mendapat masalah. Jadi diam adalah pilihan terbaik bagi mereka.
Melihat suasana agak tertekan, Adam terkekeh.
"Tenang saja. Selama kalian mengikutiku, tidak hanya makan enak dan tidak dimanfaatkan oleh pihak atas ...
__ADS_1
Kalian juga akan mendapat lebih banyak manfaat!"
Mendengar ucapan Adam, mereka semua tercengang. Tampaknya ucapan pemuda itu berlebihan. Namun, mereka benar-benar tidak bisa menyangkalnya!
***
Malam di hari berikutnya.
"Senang bertemu dengan anda, Mr Adam. Seperti yang diharapkan dari anda. Benar-benar muda dan menjanjikan!"
Dalam ruang pribadi sebuah restoran, Adam duduk berhadapan dengan lelaki paruh baya dengan tubuh kekar. Bahkan tampak menonjol meski memakai setelan jas.
Adam sendiri memakai kemeja hitam lengan pendek, celana panjang hitam, dan sepatu hitam. Gaya sederhana, tetapi karena penampilan dan tempramen Adam, pihak lain sama sekali tidak berani meremehkannya.
Untuk seorang pemuda, Adam tampak terlalu tenang dan stabil!
"Anda terlalu memuji saya, Mr Brock. Ngomong-ngomong ... terima kasih telah mau menerima undangan makan malam dari saya.
Sebenarnya anda juga boleh membawa keluarga anda. Saya sama sekali tidak keberatan."
Mendengar ucapan Adam, Brock menggelengkan kepalanya.
"Mungkin lain kali, Mr Adam. Lagipula, membawa istri dan anakku hanya akan mempengaruhi urusan bisnis kita.
Jadi, apakah anda ingin merenovasi atau membangun sesuatu, Mr Adam?
Anda bisa tenang. Meski bukan yang terbaik di Kota B, kami memiliki harga paling adil. Pengerjaan kami juga merupakan salah satu yang terbaik di kota ini."
Meskipun terdengar agak sombong, tetapi Adam mengakui kalau pekerjaan Mr Brock dan rekan-rekannya memang bagus. Bukan hanya karena harga, tetapi dia terkenal karena kepribadiannya yang menghargai keinginan pelanggan.
Tidak peduli mau dibangun seperti apa atau untuk apa, dia tidak akan banyak bertanya kecuali pihak pelanggan memang membicarakannya dan meminta saran.
Adam mulai menjelaskan situasi, bahkan memberi foto kepada Brock. Namun setelah penjelasannya berakhir, pria paruh baya itu tiba-tiba berkata dengan nada minta maaf.
"Maafkan aku, Mr Adam. Meski itu proyek bagus dan harganya memuaskan, tetapi tempat itu terlalu berbahaya. Dari dulu, sering ada kecelakaan di sana.
Jujur saja, kelihatannya kamu telah ditipu oleh Si Gembul itu, Mr Adam."
Adam mengangguk ringan, sudah mengharapkan kalau Brock akan menjawab seperti itu. Benar-benar sesuai dengan dugaannya.
"Apakah kamu percaya hantu, Mr Brock?"
"Aku percaya."
"Kalau begitu, kamu harus percaya kalau ada pengusir hantu, kan?"
"Maksud anda ..."
"Ya. Aku memiliki kenalan, dan rumah itu sekarang sudah aman. Tentu saja, ada beberapa pantangan."
"Apakah anda yakin tidak ditipu, Mr Adam? Sudah banyak yang mengundang pengusir hantu, tetapi sama sekali tidak ada perubahan selama bertahun-tahun."
"Tenang saja. Aku berani menjaminnya. Tentu saja, hanya mulut tidak akan berguna. Jadi mari kita buat kontrak."
"Kontrak?"
"Ya. Jika sampai terjadi kecelakaan, aku akan mengganti rugi."
__ADS_1
"Meski anda mengganti rugi, tetap saja aku tidak ingin membahayakan rekan-rekanku, Mr Adam."
Jawaban Brock yang tegas membuat Adam semakin puas. Dia mengangguk lalu menunjukkan tiga jari sambil berkata.
"Aku akan mengganti 3 kali lipat kerugiannya."
Glup!
Melihat senyum mendominasi di wajah Adam, Brock yang memiliki banyak pengalaman masih terkejut dan menelan ludah. Tidak menyangka ada pemuda yang begitu tegas dan ganas.
"Aku akan membicarakannya dengan rekan-rekanku. Seharusnya mereka akan setuju. Masalahnya, tampaknya renovasi besar-besaran ini memerlukan banyak biaya dan waktu."
"Dua minggu," ucap Adam tegas.
"Mustahil! Setidaknya empat minggu sampai atau bulan paling cepat."
"Undang seluruh rekan-rekanmu, maka akan selesai dalam waktu 2 minggu atau kurang tanpa mengurangi kualitas pengerjaan."
Melihat Brock yang terkejut dan hendak membalas, Adam langsung bicara.
"Dahulukan milikku, aku akan menanggung 2 kali lipat gaji harian mereka!"
"Mr Adam, kamu ..."
Adam menyeringai.
"Bukankah mereka akan puas?!"
Merasa kewalahan, Brock langsung mengulurkan tangannya.
"Senang bekerjasama dengan anda, Mr Adam!"
Adam menjabat tangan Brock lalu tersenyum santai.
"Aku juga, Mr Brock." Adam mengangguk. "Segera siapkan kontraknya, aku akan segera mengirim uangnya."
Melihat ke arah Adam yang begitu percaya diri, Brock mengangguk. Tampaknya pemuda di depannya sama sekali bukan pemuda sembrono yang hanya memiliki modal percaya diri.
Pria itu menatap Adam yang tampak berkarisma. Memikirkan sosok gempal dan licik itu, Brock tersenyum sambil mengejek dalam hati.
'Tampaknya kamu telah bermain-main dengan orang yang salah, Gembul!'
***
Selesai makan malam bersama Brock, Adam mengendarai mobilnya dan pulang.
Dalam perjalanan, pemuda itu melihat sosok wanita yang akrab berjalan sendirian. Dia memutuskan untuk menepi dan berhenti di pinggir jalan.
Wanita yang sedang berjalan sendirian itu terkejut ketika mendengar suara mobil yang berhenti. Ekspresinya langsung berubah. Wanita itu cemberut ketika berkata.
"Tolong jangan ganggu saya! Saya tidak berminat untuk —"
Wanita itu menoleh, tetapi ucapannya terhenti ketika melihat sosok Adam. Dia menatap pemuda itu dengan ekspresi penuh kejutan.
"Nak Adam?"
Sosok Adam keluar dari mobil dan berjalan ke arah wanita itu. Pemuda itu tersenyum lembut sembari menyapa.
__ADS_1
"Lama tidak berjumpa, Mrs Hikari."
>> Bersambung.