Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Kasus Ditutup


__ADS_3

Melihat ruang yang dipenuhi oleh telur, Adam dengan penasaran menyentuh salah satu dari mereka.


[ Rose Pattern Blood Spider Egg ]


Telur dari Blood Spider Rose Pattern. Makhluk dengan racun yang sangat berbisa. Meski demikian, racunnya dapat digunakan untuk meramu berbagai macam pil berharga.


...


Melihat itu, Adam langsung berseru dalam hati.


Jackpot!


Meski Departemen Misteri harus menyerahkan sebagian barang yang mereka dapat untuk diamankan oleh militer, bukan berarti mereka tidak boleh menyimpan sebagian sebagai piala mereka sendiri. Tentu saja, tidak boleh terlalu banyak. Ya ... seharusnya seperti itu.


Setelah melihat banyak telur laba-laba berukuran kepalan bayi yang dilapisi dengan sutra laba-laba, Adam mengalihkan pandangannya ke arah tertentu. Di sana juga tampak sebutir telur, tetapi posisinya agak berjauhan dari telur lainnya. Sekali lihat, bentuknya yang berbeda sudah bisa menandakan bahwa telur itu lebih spesial.


Pada saat Adam menyentuhnya, prompt sistem terlihat.


[ Five Colored Blood Spider ]


Ras laba-laba yang sangat langka dan berbahaya. Memiliki lima jenis racun yang berbeda, membuatnya bisa membunuh lawan di level yang sama atau di atasnya dengan mudah.


Racun darah, racun kegelapan, racun api, racun es, dan racun korosif.


Menggunakan jenis racun yang berbeda, makhluk itu bisa membunuh hampir semua mangsa tanpa takut dengan energi elemen tertentu.


Note : Spesies yang sangat-sangat langka, terkadang muncul dari garis keturunan laba-laba di bawahnya.


...


"Sangat bagus!" ucap Adam dengan nada bersemangat.


Dalam sekali baca, Adam sudah tahu bahwa spesies berbeda ini lebih kuat daripada Rose Pattern Blood Spider. Cocok untuk dirinya yang sedang mencari Spirit Beast ke-4.


Nix, keturunan Suzaku.


Yuki, keturunan Seiryuu.


Kyoko, makhluk bayangan yang aneh.


Ditambah laba-laba beracun yang bisa dibilang hampir punah, kekuatan Adam pasti meningkat lebih banyak. Dia benar-benar merasa sangat beruntung.


Tidak hanya menemukan murid yang bisa dilatih, sekarang dia bahkan menemukan makhluk spesial yang bisa dia kontrak.

__ADS_1


Adam mengelus dagu sambil bergumam pelan.


"Selanjutnya, aku harus mencari orang yang sengaja memelihara Rose Pattern Blood Spider. Ya ... lakukan saja secara perlahan tapi pasti."


Setelah itu, Adam memutuskan untuk keluar dari sarang laba-laba itu.


Saat keluar, banyak polisi serta tiga anggota dari Departemen Misteri yang menunggu dengan ekspresi bingung, khawatir, dan penasaran. Adam hanya menggelengkan kepala tanpa mengucapkan sepatah kata. Dia sama sekali tidak marah atau membenci mereka karena takut untuk mengikuti dirinya. Lagipula, sudah normal bagi manusia untuk takut dengan kematian.


"Bagaimana dengan situasi di dalam, Mr Owl?"


Melihat Adam yang keluar dari lubang itu tanpa terluka, James bertanya. Dia menebak bahwa sosok pemuda bertopeng itu masuk untuk mengamati situasi lalu keluar untuk mengerahkan pasukan. Hanya saja, dia salah.


"Situasi sudah terkendali." Adam mengalihkan pandangannya ke arah Petugas Sam. "Buat pembatas untuk menutup seluruh area sekitar tempat ini, warga sipil, wartawan, bahkan polisi tanpa izin ... tidak boleh masuk."


"Baik, Pak!" ucap Petugas Sam.


"Juga ... aku butuh 2 truk pengangkut barang dan banyak kotak kayu. Jangan lupa memanggil keluarga para korban untuk datang."


"Baik, Pak!"


"Kamu boleh pergi."


Setelah mengatakan itu, Adam kemudian  mengalihkan pandangan ke arah rekan-rekannya.


Mendengar ucapan Adam, ketiga orang dari Departemen Misteri saling memandang. Melihat tatapan serius pemuda bertopeng itu, mereka akhirnya mengangguk.


***


Tanpa terasa waktu berlalu, bintang mulai menghilang ketika sang fajar mulai menampakkan dirinya.


"Akhirnya selesai juga."


Menyeka keringatnya, James melihat ke arah tumpukan kotak yang tersusun rapi dalam truk pengangkut barang. Di setiap kotak yang tertutup rapat itu terdapat dua telur Rose Pattern Blood Spider. Terdapat dua puluh lima kotak di truk pertama, dan lima belas kotak di truk ke-2.


Yang berarti ada 50 ditambah 30 ... yaitu 80 telur Rose Pattern Blood Spider.


Tentu saja, sebenarnya ada lebih dari 100 telur dalam sarang, tetapi Adam memutuskan untuk menghancurkan yang lainnya kecuali yang akan dia bawa. Selain telur, terdapat juga bangkai Rose Pattern Blood Spider dewasa yang telah dia bagi.


Adam memilih mengirim 50 telur dan bangkai yang tidak utuh ke pangkalan militer. Urusan apakah telur itu akan digunakan sebagai bahan obat atau penelitian tertentu, dia tidak mempedulikannya.


Alasan kenapa bangkai tidak utuh, tentu karena Adam mengambil berbagai bahan yang dia butuhkan. Delapan kaki laba-laba, dua taring, dan satu kantung racun. Menurut sistem miliknya, benda-benda itu paling berharga dan dapat diproses lebih lanjut.


Jadi, dalam tugas misi ini, Adam mengambil 30 telur dan bagian penting dari Rose Pattern Blood Spider. Tentu saja, telur Five Colored Blood Spider tidak termasuk dalam laporan. Dia telah mengemasnya secara pribadi dan akan membawanya kembali dengan tangannya sendiri.

__ADS_1


"Tolong kirim barang ini sampai tujuan dengan selamat. Ini adalah barang yabg sangat penting ... jangan sampai lalai."


Adam memperingatkan kedua sopir. Satu truk pengangkut barang akan pergi ke pangkalan militer, sementara yang satunya akan pergi ke markas Departemen Misteri cabang Kota B.


"K-Kami mengerti, Pak!" Kedua sopir itu menjawab bersamaan.


Melihat ke arah petugas khusus (Adam) yang berpenampilan misterius dan memancarkan aura berbahaya, mereka tidak berani main-main. Sopir itu sendiri tidak tahu apa yang mereka bawa. Yang mereka tahu, mereka tidak boleh sedikit pun lalai.


"Mr James, kamu ikut kembali bersama truk dan bantu Mr Douglas untuk memindahkan barang."


"Itu ..." James yang awalnya tampak cukup lega tiba-tiba menghela napas panjang. "Dimengerti."


Setelah itu, James akhirnya ikut naik truk ke-2 dan kembali ke Kota B.


Melihat dua truk yang telah pergi, Adam menghela napas lega. Misinya bisa dikatakan telah sukses, bahkan sukses besar.


Seluruh mayat korban juga telah dibawa kembali oleh pihak keluarga. Tentu, mereka disuruh untuk menandatangani perjanjian rahasia. Sebagai gantinya, para korban mendapatkan bantuan dana dari pihak atas.


Setelah semuanya selesai, Adam membakar seluruh isi sarang laba-laba dan menghapus semua bukti. Dia menunggu api padam sebelum kembali menuju desa di mana Nam tinggal.


Memegang sebuah kotak kecil yang berisi telur Five Colored Blood Spider, pemuda itu menghela napas panjang.


"Aku harap kamu tidak mengecewakan aku."


***


Siang harinya, di depan rumah kayu tempat Nam tinggal.


Adam menghela napas ketika melihat bocah yang membawa tas sambil memandangi rumah kayu tua. Dia menepuk kepala bocah itu sembari berkata.


"Kamu boleh kembali sesekali. Ini bukan perpisahan selamanya. Jadi tak perlu lagi kamu sesali, Nam."


Mendengar ucapan Adam, Nam yang sedang melamun sadar. Dengan tatapan penuh tekad, bocah itu mengangguk.


"Saya mengerti, Guru!"


Bagi Nam, ini adalah titik balik dalam hidupnya. Petualangannya dalam menempuh perjalanan sebagai Kultivator baru di mulai.


Sedangkan untuk Adam, ini sudah waktunya untuk kembali. Meski tidak tahu apakah ada yang mengatur semua ini atau tidak, misinya telah selesai. Untuk sisanya, dia tidak peduli. Jadi ...


Kasus kali ini ditutup tanpa adanya korban dan bahaya.


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2