Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Hanya Sebuah Lagu


__ADS_3

"Apa yang harus kita lakukan sekarang, Mr Owl?"


Berada di ruang keluarga, Thomas bertanya kepada Adam. Pemuda bertopeng itu duduk diam di sofa, tampak sedang merenungkan sesuatu.


"Ngomong-ngomong ... berapa temanmu yang ikut dalam permainan itu, Kevin?"


Adam mengalihkan pandangannya ke arah Kevin. Melihat bocah itu tertidur dalam pelukan ibunya, dia hanya menggeleng ringan.


"Apakah saya perlu membangunkannya?" tanya Thomas.


"Tidak perlu." Adam menggelengkan kepalanya. "Anda bisa membawa Kevin ke kamar, Mrs Linda."


"Baik, Mr Owl."


Linda mengangguk patuh, membawa pergi Kevin dari ruang keluarga. Kembali ke kamar untuk beristirahat.


Melihat ke arah wanita itu, Adam merasa rumit. Dia menjadi agak bingung karena wanita itu benar-benar berubah setelah pingsan.


Apakah dia memang berubah? Takut? Atau ... kerasukan roh jahat?


Menggeleng ringan, Adam mengabaikan kemungkinan terakhir. Pemuda itu kemudian melihat ke arah Thomas. Menatap pria yang gugup itu, dia berkata dengan sopan.


"Kalau begitu saya akan kembali ke Departemen Misteri cabang Kota B, Mr Thomas. Hari ini ... coba hubungi orang tua teman-teman Kevin."


"Kalau boleh tahu, untuk apa, Mr Owl?"


Mendengar pertanyaan konyol itu, Adam menghela napas panjang.


"Tentu saja untuk mengakhiri semua permainan yang mengerikan ini."


"..."


Melihat Thomas yang diam saja, Adam bangkit dari tempat duduknya.


"Coba hubungi mereka, Mr Thomas. Kalau begitu ... saya akan kembali terlebih dahulu."


***


Departemen Misteri cabang Kota B.


"Anda tampak baik-baik saja. Apakah misinya berjalan dengan lancar, Mr Owl?"


Setelah kembali ke markas, Adam melihat disambut oleh suara Carole di ruang keluarga. Selain itu, Jasmine juga ada di sana. Gadis itu menulis sesuatu lalu mengangkatnya.


'Kerja bagus, Mr Owl! Anda luar biasa!'


Melihat keduanya, Adam menggeleng ringan.


"Misinya sama sekali tidak selesai. Bukan Kevin target dari permainan kali ini.


Tidak ada hal spesial terjadi tadi malam. Aku hanya mendapatkan kabar duka pada pagi harinya. Ya ... permainan selanjutnya akan dimulai tiga hari kemudian.


Sebelum itu terjadi, aku harus mempersiapkan semuanya."


"..."


Mendengar ucapan Adam, Carole dan Jasmine saling memandang. Mereka merasa kasihan dengan Adam, tetapi tidak bisa berbuat apa-apa. Bukannya tidak ingin membantu, mereka hanya tidak bisa.

__ADS_1


Daripada membantu, Carole dan Jasmine takut mereka justru akan menghambat dan menjadi beban yang mempersulit Adam.


"Saya harap anda segera menyelesaikan kasus ini, Mr Owl. Tidak ada dari kami yang bisa menanganinya kecuali anda," ucap Carole dengan nada menyemangati.


Jasmine menulis sesuatu lalu kembali mengangkat papan kecil di tangannya.


'Semangat, Mr Owl! Anda pasti bisa melakukannya!'


Melihat kedua perempuan itu, Adam mengangguk lembut.


"Terima kasih, Ms Carole ... Jasmine."


Setelah mengatakan itu, Adam menunjuk ke atas sebelum melanjutkan.


"Kalau begitu, aku akan kembali ke kamar untuk beristirahat sebentar."


Kembali ke kamarnya, Adam mengunci pintu lalu membuka topengnya.


Melemparkan topeng dengan acak, pemuda itu menjatuhkan tubuhnya ke atas tempat tidur lembut. Mencium aroma wangi alami, pemuda itu memejamkan matanya sejenak.


"Ini benar-benar menyebalkan," gumam Adam.


Meski dirinya lebih baik daripada orang-orang pada umunya, Adam sendiri masih manusia yang memiliki emosi. Selain bisa lelah secara fisik, dia juga bisa lelah secara mental.


Menjadi bagian dari permainan mengerikan itu secara berlarut-larut, Adam merasakan tekanan yang lebih berat semakin lama dia mengikuti permainan itu. Hal itu juga yang membuatnya merasa ingin segera menyelesaikan permainan tersebut.


"Aku lelah," gumam Adam.


Tanpa pemuda itu sadari, dia tertidur pulas.


Membuka matanya di sore hari, Adam menggosok matanya dengan ekspresi linglung. Mengambil lalu menyalakan ponselnya, banyak pesan yang masuk.


Bella yang biasanya penurut bahkan sampai marah. Mendengar suara tangis gadis itu dari telepon, Adam benar-benar merasa tak berdaya.


Pada saat itu Adam melihat sebuah gitar di sudut ruangan, salah satu benda yang dia minta kepada James untuk membelinya.


"Tunggu sebentar," ucap Adam sebelum pergi mengambil gitar.


Duduk di kursi dan meletakkan ponsel di atas meja, pemuda itu mulai memetik gitar. Lantunan suara gitar lembut terdengar di kamar.


Adam sebenarnya hanya membeli gitar itu untuk mengisi waktunya ketika dirinya tidak memiliki pekerjaan. Namun dia sama sekali tidak sempat memainkannya.


Tidak menyangka, sekali lagi dia memegang gitar ... itu adalah waktu dimana dirinya ingin menunjukkan cintanya kepada kekasihnya.


Mengingat lagu yang tidak asing lagi dari kehidupannya, Adam membuka mulutnya.


"Heart beats fast ... colors and promises. How to be brave? How can I love when I'm afraid to fall. But watching you stand alone? All of my doubt ... suddenly goes away somehow.


One step closer ..."


Suara lembut menggema. Ditambah sedikit teknik yang dia pelajari karena bantuan Suzaku's Cry, suara Adam tidak hanya menghibur telinga. Namun juga meresap di hati pendengarannya.


"I have died everyday waiting for you. Darling don't be afraid I have loved you ... for a thousand years.


I'll love you for a thousand more~"


"..."

__ADS_1


Menyanyikan lagu Christina Perri, A Thousand Year ... pemuda itu benar-benar menghayatinya. Menyelesaikan lagu, dia meletakkan gitar di samping meja belajar lalu bertanya dengan lembut.


"Bagaimana? Apakah kamu menyukainya?"


"..."


Tidak ada jawaban dari sisi lain telepon. Setelah beberapa saat, barulah suara wanita terdengar. Sayangnya ... itu bukan suara Bella.


"Beraninya kamu bersikap tidak adil!!!"


"..."


Mendengar suara marah Jennifer, Adam tahu dirinya dalam masalah. Jangankan membuatkan lagu, mereka berdua sebenarnya tidak tahu kalau dirinya bisa bermain gitar dan bernyanyi.


Meski kebanyakan lagu dan penyanyi berbeda dari kehidupan Adam sebelumnya, pemuda itu sama sekali tidak berniat menggunakan karya-karya musisi dalam kehidupan sebelumnya untuk meraih kesuksesan sekarang. Lagipula, dia sendiri juga tidak menyukai industri hiburan. Padahal, dulu Adam sempat ditawari untuk menjadi model majalah, bahkan bermain di sebuah film.


"Aku—"


"Aku akan meminta penjelasan ketika kamu kembali!"


Tut ... tut ... tut ...


Mendengar suara telepon terputus, sudut bibir Adam berkedut. Menghela napas dalam-dalam, dia berkata dalam hatinya.


Kalau begitu ... aku harus segera mencari solusi lalu kembali setelah menyelesaikan semua ini.


Adam mencuci wajahnya, minum air putih, lalu memakai topengnya. Setelah itu, dia keluar dari kamar dan turun. Pemuda itu tidak ingin selalu menghabiskan waktunya di dalam kamar.


Pada saat turun ke lantai pertama dan sampai di ruang keluarga, Adam langsung merasakan tatapan empat orang yang diarahkan kepadanya.


"Ada apa?" Adam memiringkan kepalanya.


Mendengar ucapan Adam, mereka berempat saling memandang. James yang merupakan ketua dari Departemen Misteri cabang Kota B langsung menatap ke arah pemuda bertopeng itu dengan ekspresi serius.


"Mr Owl ... kamu masih bisa bernyanyi?"


"Bukankah aku sudah menyuruhmu membeli gitar? Kamu bisa menebaknya pada saat itu," ucap Adam santai.


"Tapi ..."


"Tapi kenapa?" tanya Adam.


"Aku tidak menyangka suaramu akan sebaik itu."


Setelah mengatakan itu, James tampak menyesal. Dengan mengakui skill gitar dan bernyanyi Adam luar biasa, berarti dia tahu sosok pemuda bertopeng itu lebih baik daripada dugaannya selama ini.


Sementara suasana agak canggung, Jasmine yang biasanya agak pemalu mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi.


"Ada apa, Jasmine?"


Jasmine langsung menunjukkan papan kecil sambil menatap Adam dengan penuh harap dari balik poni yang menutupi separuh wajahnya.


'Apakah Kultivator bisa hidup lebih dari 1000 tahun, Mr Owl? Bagaimana rasanya, hidup 1000 tahun? Bagaimana???'


Melihat gadis yang penasaran itu, Adam bingung harus menangis atau tertawa.


"Itu hanya lagu, Jasmine ... hanya lagu."

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2