
Masuk lebih dalam, tempat yang awalnya datar menjadi agak bergelombang. Selain bebatuan di bawah, tampak beberapa akar besar menonjol pada dinding gua.
Setelah mengalami hal buruk yang berhubungan dengan akar, kepala Adam serasa kesemutan ketika melihat banyak akar. Padahal, dia tahu kalau akar tersebut berbeda dengan makhluk yang nyaris membunuh pemuda itu sebelumnya.
Terus maju, mereka merasa kalau gua tersebut menjadi semakin sempit. Setelah cukup jauh berjalan, mereka akhirnya mulai menemukan lebih banyak jamur.
Karena aroma jamur yang membuat mereka 'bersemangat' tidak dianggap sebagai racun, Adam dan rekan-rekannya terpaksa menggunakan masker untuk menghindari sesuatu yang tidak perlu.
Adam terus memetik jamur. Selain itu, dia juga mengumpulkan sesuatu yang bisa dianggap sebagai 'bibit' jamur dalam wadah toples. Pemuda itu kemudian melanjutkan penelusuran, dan akhirnya sampai tidak jauh dari ujung gua.
Sampai di sana, Adam dan teman-temannya melihat banyak jamur, setidaknya lebih dari tiga kilogram. Namun ketika mereka bersemangat, Adam menyuruh mereka untuk tidak ceroboh.
Pemuda itu kemudian melihat sekeliling, dan ekspresinya menjadi buruk ketika apa yang dia pikirkan ternyata benar.
"Kalian langsung mundur dan tunggu aku di luar."
"Eh? Kenapa, Mr Owl? Kami bisa membantu —"
"Bawa keranjang bambu yang sudah diisi pergi. Sisakan keranjang bambu kosong dan beberapa toples itu.
Aku akan mengurus sisanya."
Meski bingung kenapa Adam tiba-tiba menyuruh mereka pergi, keempat orang itu menurut. Sebenarnya mereka juga tidak suka berada dalam tempat seperti itu, tetapi masih melakukannya karena misi.
Setelah mereka berempat pergi, Adam akhirnya berjalan maju ke depan. Kira-kira 15 meter dari ujung gua, pemuda itu langsung mendengar suara berdengung.
Menatap ke arah jamur yang berkumpul, Adam melihat beberapa makhluk kecil melesat ke arahnya.
Melihat makhluk-makhluk itu, Adam sama sekali tidak takut karena telah memiliki skill yang sangat berguna untuk melawan racun.
Adam sama sekali tidak menyerang mereka. Sebaliknya, dia hanya membiarkan mereka hinggap dan menyengat dirinya.
Sengatan makhluk itu sama sekali tidak begitu terasa, tetapi Adam tahu kalau makhluk itu sebenarnya sangat berbahaya.
Setelah menyengat, makhluk itu jatuh dan mati.
Sebelum tenggelam dalam lumpur, Adam mengambil tubuh makhluk itu sembari membiarkan puluhan dari mereka menyengat dirinya.
__ADS_1
Lebah.
Ya. Apa yang Adam pegang sekarang adalah seekor lebah. Penampilannya mirip dengan lebah madu, tetapi ukurannya lebih kecil, kira-kira setengah tubuh lebah madu.
Warna makhluk itu hitam, dengan garis-garis merah jambu yang tidak terlalu kentara jika tidak diperhatikan.
Makhluk kecil itu sebenarnya mirip dengan lebah madu pada umumnya. Hanya saja ada sedikit perbedaan.
Pertama, racunnya bahkan lebih kuat dari hampir seluruh lebah atau tawon. Kedua, mereka tidak mengumpulkan nektar bunga, tetapi lendir dari jamur tertentu. Tentu saja, rasanya juga manis. (Menurut informasi dari sistem, karena Adam belum merasakannya.)
Selain itu, berbeda dengan lebah madu pada umumnya dimana ratu bisa bertelur lebih dari seribu per hari, ratu lebah ini hanya bertelur 10-15 per hari.
Ratu lebah juga memiliki masa hidup dua sampai lima tahun, sebaliknya, lebah pekerja memiliki masa hidup hanya 30 hari, kurang dari lebah madu biasa.
Karena mereka sama-sama lebah madu, tentu saja mereka membangun sarang dan menghasilkan madu.
Hanya saja, lebah yang Adam lihat sekarang tidak bisa menghasilkan banyak madu. Tentu saja, ada beberapa alasan penting. Pertama, tidak seperti lebah madu umumnya yang memiliki puluhan ribu lebah atau lebih dalam satu koloni, lebah yang Adam temui sekarang hanya memiliki 300-400 lebah dalam satu sarang.
Kemudian, jika lebah madu pada umumnya menggunakan nektar bunga yang bisa didapatkan dari mana saja. Lebah ini sendiri hanya menggunakan lendir dari jamur tertentu, yang jamurnya saja sudah sangat langka dan membutuhkan banyak persyaratan untuk tumbuh.
Adam mengumpulkan lebah-lebah yang mati dalam toples. Lebah itu akan dikirim ke laboratorium militer.
Adam tersenyum ketika melihat lubang sarang lebah. Mengabaikan lebah-lebah kecil yang menggila, dia maju ke depan untuk memeriksa dan terkejut melihat 'madu' yang ada di dalamnya.
Mengabaikan sarang itu, Adam akhirnya memutuskan untuk memanen jamur. Dia menaruh jamur besar di keranjang bambu, bibit jamur ke dalam toples, dan lebah-lebah mati ke dalam toples lainnya.
Lima belas menit kemudian, Adam menyelesaikan panen.
Pada awalnya pemuda itu tidak menyangka kalau benar-benar ada harta yang lebih berharga daripada jamur tersebut. Karena itu, dia terpaksa untuk kembali terlebih dahulu.
Adam bergegas pergi dari gua, lalu mengajak rekan-rekannya kembali. Mereka berempat bingung ketika melihat sebuah toples kaca yang berisi lebih dari seratus lebah mati.
Sampai di mobil, Adam memilah jamur untuk dipisahkan dalam beberapa kotak kayu lalu menyimpannya. Dia juga menyimpan bibit serta tubuh lebah. Pemuda itu kemudian mengambil beberapa wadah khusus dan kembali ke gua sendirian.
Sampai di depan sarang lebah dan melihat tempat dimana jamur seharusnya tumbuh telah bersih, Adam menghela napas panjang.
"Maafkan aku, tapi seperti inilah manusia. Tapi kalian bisa tenang, aku akan memindahkan ratu kalian. Memberi tempat baru agar bisa membuat sarang lain."
__ADS_1
Melihat lebah-lebah kecil menyerangnya dengan putus asa, Adam hanya bisa menghela napas.
Meski agak kasihan, dia tidak berniat untuk membiarkan mereka. Alam menghargai kekuatan, dimana yang lemah dimakan oleh yang kuat.
Lebah itu tampaknya rapuh, tetapi bisa membawa bencana untuk orang-orang biasa. Hanya orang tertentu yang bisa mendapatkan manfaat darinya. Jadi keputusan Adam untuk membawa ratu lebah pergi adalah keputusan terbaik.
Adam mengambil ratu lebah dari sarangnya, dan terkejut ketika melihat dua anakan ratu lebah yang tampaknya akan menjadi ratu berikutnya. Mengambil tiga makhluk kecil itu lalu menyimpannya dalam tiga wadah kecil khusus, Adam kemudian mengantonginya.
Meski memerlukan teknik budaya khusus agar ratu bisa hidup dan melanjutkan untuk membuat sarang baru, jelas Adam tahu kalau dia telah mendapatkan sebuah keuntungan besar.
Adam kemudian membunuh sisa lebah.
Sebenarnya, tanpa ratu lebah, lebah-lebah pekerja akan mati cepat atau lambat. Namun untuk mencegah mereka keluar gua dan menyakiti orang lain, Adam hanya membiarkan sisanya mati lalu menaruhnya dalam toples.
Setelah lebah benar-benar dibersihkan, tinggal tersisa sarang lebah yang harus dia bereskan.
Adam mengeluarkan botol porselen khusus untuk menyimpan 'madu' tersebut. Setelah berhati-hati untuk memanen madu tanpa membuang sedikit pun, dia akhirnya mendapatkan kira-kira 200 ml madu.
Jangan kira itu sedikit. Menurut Adam sendiri, butuh kira-kira 2 tahun untuk membuat 200 ml madu khusus tersebut.
Tidak seperti madu normal berwarna kuning keemasan, madu itu berwarna pink. Ya ... meski sebenarnya fungsi sebenarnya bukan madu.
'Lebah Aphrodite.'
Meski memiliki banyak sebutan, sebutan itu paling sering digunakan.
Aphrodite adalah Dewi Cinta. Dari namanya saja, pasti siapa saja mengerti kegunaan madu tersebut.
Ya ... merubah lendir dan merubahnya menjadi madu dengan efek berkali-kali lipat lebih kuat.
Sebuah cairan yang diimpikan banyak pria dan wanita. Bagi pria, madu tersebut bisa membuatnya menaklukkan banyak wanita. Bagi wanita, tidak hanya membuat mereka merasakan kenikmatan luar biasa, tapi madu itu juga memiliki efek khusus untuk menambah kesuburan.
Menyegel 'madu terlarang' lalu menyimpannya, Adam menghela napas panjang.
"Aku merasa beruntung karena bukan orang lain yang menemukannya."
Melihat gua yang benar-benar telah dibersihkan, Adam kemudian berkata.
__ADS_1
"Waktunya untuk kembali."
>> Bersambung.