
Melly tiba-tiba mengingat semua kenangan yang selama ini hilang, lebih tepatnya telah disegel oleh seseorang.
Gadis itu mengingat bagaimana dia dirantai, dicambuk dan ditampar setiap hari oleh wanita ... yang sebenarnya ibunya sendiri.
Tidak hanya itu, Ibunya benar-benar memaksa dirinya untuk makan daging manusia dan minum darah.
Awalnya Melly muntah, marah, dan mengutuk. Namun pada akhirnya, gadis itu benar-benar telah mati rasa. Dia terus dipaksa untuk memakan hal-hal menjijikkan itu, hampir gila dan kehilangan kewarasannya.
Apa yang membuatnya masih waras ... adalah adiknya yang dia sebut aneh.
Mia, gadis kecil itu sering menyusup ke ruang rahasia lalu memberi Melly wortel rebus dan bercerita dengannya.
Hari, minggu, bulan, bahkan tahun berlalu.
Mia berkata kalau kesempatan untuk melarikan diri telah tiba. Gadis kecil itu berkata kepada kakaknya bahwa ibu mereka bukan orang biasa.
Ibu yang kejam itu bahkan berani memukul dan menginjak-injak suaminya sendiri ketika marah. Namun, ada sosok yang wanita itu takuti ...
'Orang-orang dengan mata bagai rembulan biru.'
Kalimat itu yang Mia katakan, dan terus membekas dalam benak Melly.
Melly terkejut ketika menerima informasi kalau seseorang akan datang untuk memburu ibu mereka. Dia agak bingung kenapa Mia bisa mengetahuinya. Namun juga merasa berterima kasih karena gadis itu benar-benar berjuang untuk dirinya.
Di hari mereka berencana melarikan diri, Melly merasa marah dan putus asa.
Ternyata sang ibu telah mengetahui rencana mereka!
Melly melihat wanita itu menyeret tubuh gadis kecil yang berlumuran darah ke depannya. Ya ... tubuh adiknya, Mia.
Melly merasa seluruh kebencian menguasai dirinya ketika ibunya menyeringai sambil menyeret tubuh kecil Mia pergi dari kamar.
Pada saat kembali, wanita itu memulai ritual aneh.
Melly tidak mengingat banyak hal karena dia tenggelam dan ingin melepas rantai, membunuh wanita kejam yang mengaku sebagai ibunya itu!
Seluruh kesadarannya menghilang, dan ketika membuka mata ... Melly tiba di ruang gelap tersebut.
"Apakah kamu ingin membunuhku, Adam? Aku adalah keturunan wanita yang seharusnya diburu dan dibunuh oleh leluhurmu, kan?"
Menatap Adam sambil menggigil, Melly masih memiliki senyum lembut di wajahnya.
"..."
Adam tampak mengabaikan wanita itu. Dia mengulurkan tangan kanannya. Energi Qi berwarna hitam dengan kilau kebiruan di dalamnya berkumpul di tangannya.
Tampak seperti langit malam berhiaskan bintang.
Berkumpul ... terus berkumpul ...
Energi itu melapisi tangan kanan Adam sampai pergelangan tangannya.
Pada awalnya, energi itu sendiri tampak tidak berbentuk, tetapi lama-kelamaan merubah bentuknya menjadi sebuah bilah yang menyatu dengan tangan kanan Adam.
Swoosh! Slash! Slash! Slash!
Adam tiba-tiba mengayunkan tangannya, membuat gerakan menebas secara vertikal. Cahaya hitam melesat, lalu tiba-tiba menghilang.
Detik berikutnya ... ratusan, bahkan ribuan akar aneh yang membeku di tempatnya tiba-tiba terpotong-potong. Jatuh ke lantai, lalu berubah menjadi abu sebelum menghilang.
Entah sejak kapan, Melly yang terkejut melihat Adam telah menghilang dari tempatnya. Menoleh ke belakang, gadis itu melihat Adam telah berada di ujung lorong ... dekat tirai cahaya merah tempat mereka berdua sebelumnya datang.
__ADS_1
Melly juga melihat akar-akar yang memenuhi dinding ... entah bagaimana telah menghilang begitu saja.
Sosok Adam berjalan kembali. Berjalan perlahan sebelum akhirnya melewati Melly yang duduk di lantai.
Melly melihat orang-orang yang sebelumnya dijerat oleh akar-akar diselamatkan. Meski tubuh mereka nyaris tidak bisa dibilang utuh ... mereka semua berdiri lalu membungkuk ke arah Adam.
Tubuh mereka kemudian memancarkan cahaya ... sebelum akhirnya mulai pudar dan menghilang. Pergi menuju ke tempat mereka seharusnya berada.
Melly juga merasakan perubahan di tubuhnya. Gadis itu segera bangkit lalu melihat ke arah Adam yang telah berjalan menuju ke pintu keluar.
"ADAM!"
Mendengar teriakan Melly, gerakan Adam yang hendak membuka pintu terhenti.
"Kamu sebelumnya bertanya apakah aku tidak ingin pergi, kan? Aku akan menjawabnya!"
Melly membungkuk.
"Aku ingin pergi dari tempat terkutuk ini! Aku ingin pergi ... segera pergi menuju ke tempat seharusnya aku berada!
Aku akan pergi karena Elbert telah menungguku di sana! Jadi ...
Terima kasih! Terima kasih banyak, Adam!"
Tubuh Melly memancarkan cahaya, perlahan tubuhnya memudar menjadi bintik-bintik cahaya ... seperti kunang-kunang yang terbang melewati gelapnya malam.
Tanpa menoleh ke belakang, Adam akhirnya meraih gagang pintu. Membuka pintu ... dan akhirnya benar-benar pergi dari sana.
***
Uhuk! Uhuk! Uhuk!
Melihat ke sekeliling, pemuda itu tampak agak bingung.
"Ini ... dimana?"
Adam bergumam pelan. Melihat kamar tidur utama yang luas, tetapi suram dan bau membuat pemuda itu merasa terkejut. Namun rasa lelah dan sakit di sekujur tubuhnya membuatnya tidak fokus.
Hanya saja, pemuda itu bisa melihat dengan jelas ratusan Spirit Bead yang berkilauan di lantai!
Benar-benar membuatnya tercengang!
"Melly ... ruang merah ... akar-akar aneh?"
Memikirkan hal itu, Adam tidak tahu apakah bermimpi atau berhalusinasi. Yang pasti, pemuda itu merasa energinya terkuras habis. Benar-benar habis seperti sumur kering.
Tanpa ragu, Adam langsung mengeluarkan lima pil gizi dan pil penyembuhan.
Sama sekali tidak takut overdosis, pemuda itu langsung menelan semua pil lalu berbaring di lantai. Berbaring di antara ratusan Spirit Bead, pemuda yang sakit dan kelelahan itu merasa puas.
Lebih tepatnya ... merasa telah menjadi kaya!
"Apakah kamu bisa mendengarku?"
"..."
Mendengar suara anak kecil, Adam langsung mengamati sekeliling. Tidak melihat apa-apa, pemuda memegangi wajahnya.
"Apakah halusinasi?" gumam Adam.
"Kamu bisa mendengarku, kan? Kamu sudah sadar?"
__ADS_1
"..."
Mendengar suara itu, Adam tertegun di tempatnya.
"Tentu aku sudah sadar!" ucap Adam dengan nada marah.
Pemuda itu tiba-tiba memegangi perutnya. Merasakan rasa sakit di tubuhnya, dia meringis kesakitan.
Memaksakan diri untuk bangkit, Adam akhirnya memutuskan untuk mengambil semua Spirit Bead sebelum akhirnya mendengar suara itu lagi.
"Kenapa kamu melakukan gerakan-gerakan aneh?"
"..."
Adam terdiam. Mengingat bagaimana System mengingatkan kalau hanya dia yang bisa melihat Spirit Bead, memang ... dia yang jongkok dan berdiri sambil menyusuri seluruh kamar tidur utama terlihat sangat aneh.
Uhuk! Uhuk!
Adam langsung pura-pura batuk dan mengabaikan pertanyaan itu.
"Karena kamu telah 'menolong' kakakku, datanglah ke loteng."
"..."
Adam mengerjap. Menoleh ke kiri dan kanan dengan bingung.
'Mungkinkah ... telepati? Roh yang bisa melakukan telepati?'
Memikirkan itu, Adam menjadi lebih serius. Pemuda itu kemudian langsung mengambil katana miliknya dan mengamati sekeliling.
"Tenanglah. Aku sama sekali tidak bisa menyakitimu."
"Wanita yang kamu sebut sebagai kakak jelas gila dan hampir membunuhku! Siapa yang akan memercayai!"
"Aneh ..."
"..."
"Datang saja."
"..."
Mendengar suara anak yang monoton, Adam menghela napas panjang.
Berpikir kalau seharusnya anak-anak memang tidak berbahaya, Adam akhirnya memutuskan untuk pergi ke loteng.
"Aku akan menunggu satu jam terlebih dahulu."
"..."
Satu jam kemudian, Adam akhirnya keluar dari kamar. Dia berjalan menuju ke loteng.
Meski tubuhnya masih sakit di mana-mana, pemuda itu tampaknya merasa lebih baik daripada sebelumnya.
Sampai di loteng, Adam melihat tidak melihat banyak benda. Namun ada sebuah benda yang tertutup sebuah kain pulih, tetapi kotor karena berlalunya waktu.
Menarik kain itu, mata Adam langsung menyempit dan ekspresinya menjadi serius karena ...
Dia melihat gadis kecil dalam cermin.
>> Bersambung.
__ADS_1