
“Bagaimana, Tuan Lei?”
Kembali ke mobil, Lei Fan langsung ditanyai oleh Clara. Sebagai tanggapan, lelaki itu menatap ke arah gedung terbengkalai dengan tangan terkepal, ekspresi penuh tekad terlihat jelas di wajahnya.
“Saya mendapat banyak keuntungan dari pertemuan ini. Terima kasih banyak, Nona Clara.”
“Syukurlah jika begitu …” Clara mengangguk ringan. “Apakah kita akan kembali sekarang?”
“Tolong,” ucap Lei Fan dengan senyum lembut.
Clara menyalakan mesin mobil sebelum menginjak pedal gas dan pergi dari sana. Dalam perjalanan kembali, gadis itu melirik ke arah Lei Fan yang tampak tenang. Setelah beberapa waktu, dia bertanya dengan nada lembut.
“Tuan Lei … masalah kuota pendaftaran Sekte Thunder Fang-”
“Anda bisa tenang, Nona Clara. Jika semuanya berjalan dengan lancar, saya akan memberi anda tiket untuk mencoba masuk ke Sekte Thunder Fang. Apakah anda memiliki bakat untuk menjadi Spiritualist atau tidak … itu tergantung keberuntungan anda.”
“Terima kasih banyak, Tuan Lei!”
Mendengar itu, mata Clara menjadi lebih cerah. Sudah sejak lama dirinya ingin menjadi seorang kultivator. Selain itu, dia juga sudah lelah dengan kehidupan kota dan pengekangan dari keluarganya.
Selama menjadi kultivator, Clara akan melepaskan semua bebannya dan mulai kehidupan yang baru. Tidak tahu apakah itu ringan atau berat, baik atau buruk, yang gadis itu inginkan adalah kesempatan untuk merubah hidupnya.
Melihat Clara yang terlihat begitu bahagia, Lei Fan hanya menggeleng ringan. Dia menghela napas dalam hati.
Kehidupan seorang kultivator … tidak seindah yang anda bayangkan, Nona Clara.
...***...
Beberapa jam kemudian, apartemen Adam.
“Bagaimana?”
Baru memasuki rumah, Adam yang berpaikaian santai sambil membawa tas melihat Jennifer menghampirinya dengan ekspresi bersemangat. Sementara itu, Bella yang terlihat mengantuk duduk di sofa ruang keluarga, masih menunggu dirinya pulang.
“Berjalan lancar,” ucap Adam santai.
“Bagus!” ucap Jennifer dengan nada bersemangat.
“Ini perkejaanku dan uangku, kenapa kamu yang bersemangat.”
Adam menghela napas dengan penampilan tak berdaya. Mendengar itu, ekspresi bahagia di wajah Jennifer langsung stagnan. Gadis itu langsung memelototi dirinya dengan penampilan ganas.
“Kita bertiga tinggal bersama dan akan menjadi keluarga, kan? Kenapa? Apakah kamu perhitungan dengan calon istrimu sendiri? Jangan bilang kamu hanya mencari keuntungan dari aku dan Bella?
Kami-”
Adam langsung menutup mulut Jennifer dengan tangannya lalu menggeleng ringan. Dia tahu jika sekali gadis itu marah dan mulai berkicau … kicauan gadis itu akan berdurasi terlalu lama. Benar-benar tidak tertahankan!
__ADS_1
“Kamu yang bilang sendiri.” Adam menyeringai. “Suamimu ini terlalu lelah setelah ‘bekerja’. Bagaimana kalau memberi pijatan?”
“...”
Jennifer yang mulutnya ditutup oleh Adam terkejut. Dia akhirnya sadar telah dijebak oleh pemuda itu. Lagipula, sejak awal Adam sebenarnya tidak terlalu mempedulikan masalah uang.
Setelah Adam menarik kembali tangannya, Jennifer menghela napas panjang.
“Bella tampak lelah, biarkan dia tidur nyenyak.”
“En?” Adam memiringkan kepalanya. “Apakah kamu takut?”
Mendengar itu, Jennifer menggertakkan gigi.
“Siapa yang takut? Aku hanya tidak ingin mengganggu tidur Bella.”
“Bagaimana kalau mandi air panas di malam hari? Aku sedikit berkeringat.”
Melihat Adam yang tersenyum ke arahnya, Jennifer tampak marah. Meski sudah tahu hasilnya, dia tidak ingin mengalah.
“Baik!”
Setelah itu, Adam menyapa Bella dan menggendongnya seperti seorang putri ke kamar tidur. Usai melihat Bella yang tertidur lelap, pemuda itu menarik Jennifer untuk pergi ke kamar mandi.
Pagi harinya.
Jennifer yang bangun dari tidurnya bergumam pelan. Wanita itu menghela napas panjang ketika mengingat yang terjadi semalam. Rona merah muncul di pipinya.
Aku akan membalas semua ini!
Melihat kamar tidur yang kosong, Jennifer tahu bahwa Adam dan Bella telah bangun. Gadis itu kelihatannya sedang memasak, sementara pemuda itu kelihatannya sedang minum kopi atau bermeditasi di pagi hari.
Pintu kamar terbuka sebelum sosok Adam memasuki ruangan.
“Sampai kapan kamu berada di sana, Putri Tidur?”
“Siapa yang Putri Tidur! Kakiku benar-benar masih terasa lemas meski sudah meminum pil gizi! Ini semua salahmu!”
“Aku minta maaf, Okay? Kamu tidak perlu berteriak seperti itu di pagi hari.”
Melihat Adam tersenyum minta maaf, Jennifer mendengus dingin. Wanita itu kemudian bergumam pelan.
“Lain kali … kamu seharusnya lebih menahan diri.”
“En?” Mendengar itu membuat Adam sedikit terkejut sampai tanpa sadar menjawab, “Bukankah aku sudah menahan diri?”
“Kamu sebut itu menahan diri?!” Jennifer menggertakkan gigi. “Tunggu! Kamu … benar-benar sudah menahan diri?”
__ADS_1
Melihat Adam mengangguk dengan senyum pahit di wajahnya, Jennifer tanpa sadar menelan saliva. Mengingat bagaimana dia dan Bella berusaha menundukkan naga dengan susah payah, tetapi ternyata naga itu belum benar-benar serius membuat wanita itu bertanya-tanya dalam hatinya.
Bukankah itu terlalu ganas? Apakah semua kultivator sekuat itu?
Jennifer tiba-tiba mengangkat tangannya tinggi-tinggi.
“Ada apa, Jennifer?” tanya Adam dengan ekspresi bingung.
“Aku ingin saudari ke-3 seorang kultivator! Tidak ada bantahan!”
“...”
Adam langsung terdiam. Pemuda itu tidak berniat menambah lagi, khususnya karena Jennifer tidak setuju dan dia juga merasa dua wanita cantik seperti mereka lebih dari cukup. Namun melihat bagaimana wanita itu tiba-tiba membahas saudari ke-3 … Adam tidak bisa berkata-kata.
Bukankah kamu seharusnya yang tidak senang bahkan menolak itu? Kenapa kamu tiba-tiba membahas saudari ke-3?
Pada saat situasi menjadi agak canggung, sosok Bella memasuki kamar. Gadis itu dengan lembut berkata, “Sarapan sudah siap, Kak Adam … Saudari Jennifer.”
Melihat gadis itu, Adam menjawab, “Terima kasih, Bella.”
“Sama-sama. Juga …”
“Ada apa?” tanya Adam.
“Saya tidak tahu apakah ini akan membantu atau tidak, tapi tolong lihat.”
Bella mengeluarkan ponsel miliknya lalu memberikannya kepada Adam. Gadis itu telah membuka grup chat kelas jurusan yang sama dengannya. Tidak hanya itu, Adam juga melihat beberapa chat pribadi dari gadis lain
“Kelihatannya kamu sudah mendapatkan teman.” Adam turut senang.
“M-Memang ada lelaki yang mencoba mengirimi saya pesan, tapi saya sudah memasukkan mereka dalam blacklist langsung! Saya tidak … saya tidak-”
“Aku percaya kepadamu,” ucap Adam lembut sambil mengelus kepala gadis itu.
Adam kemudian melihat sebuah video yang dibagikan dalam grup. Bukan video memalukan atau hal semacamnya, tetapi malah sebuah video rekaman yang aneh.
Dalam video, terlihat sebuah ruangan yang cukup gelap, bisa dibilang remang-remang. Di ruangan tersebut terlihat seorang gadis seusia dengan Bella yang kedua tangan dan kaki diikat ke ranjangnya dengan borgol. Mulutnya disumbat dan pakaiannya agak compang-camping.
Mungkin awalnya banyak yang menduga kalau itu adalah video dari seseorang yang memiliki hobi khusus. Namun semuanya berubah ketika gadis itu mencoba memberontak dengan gila. Lalu seorang dokter dan beberapa perawat segera mendekati dan berusaha menanganinya.
Adam sendiri tidak pernah berpikir itu normal ketika melihat penampilan kurus dan pucat gadis itu. Dia hanya mengira itu gadis gila. Namun setelah melihat gejala yang familiar, pemuda itu mengulang videonya dan memperlambatnya.
Pada saat itu, Adam langsung menekan tombol pause. Mata pemuda itu menyempit ketika melihat anting abu-abu yang tidak tampak begitu jelas. Tanpa ragu, dia langsung bergumam.
“Jadi selama ini … ternyata dugaanku benar.”
>> Bersambung.
__ADS_1