Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Cari dan Selidiki!


__ADS_3

"Golden Dew ..."


Adam bergumam dengan ekspresi serius. Setelah melihat latar bangunan mewah, pemuda itu melirik ke arah Shawn dan Matt yang menatapnya dengan ekspresi aneh.


"Ada apa? Golden Dew ini ... apakah kalian tidak tahu lokasinya?"


Mendengar pertanyaan Adam, mereka berdua saling memandang. Setelah agak ragu, Shawn bertanya.


"Apakah anda benar-benar tidak tahu tempat apa Golden Dew itu, Ketua?"


"Hotel? Bar? Tidak mungkin tempat karaoke, kan?"


Melihat Shawn dan Matt terus menggeleng, Adam bertanya satu per satu. Sudut bibirnya berkedut. Sudah tidak mau repot-repot berpikir, dia akhirnya bertanya.


"Memangnya Golden Dew itu tempat macam apa?"


"Bordil ..."


"..."


Adam terdiam. Sebagai reinkarnator, pemuda itu hidup dengan serius dan fokus membangun karir. Jadi, dia benar-benar agak buruk dalam hal semacam itu.


Sementara itu, Shawn dan Matt merasa ekspresi tercengang Adam agak lucu. Mereka tidak menyangka, pemimpin mereka, lelaki ganas yang mematahkan tangan seseorang seolah mematahkan ranting yang menghalangi jalan benar-benar begitu bersih.


Tampaknya tidak pernah bermain-main di tempat semacam itu!


Bahkan mereka berdua mulai curiga kalau Adam, pemimpin Wings of Freedom yang memiliki banyak bar justru sangat jarang bermain ke bar dan diskotik. Jika Adam tahu apa yang mereka pikirkan, dia pasti semakin terdiam karena ...


Itu memang benar!


"Uhuk! Uhuk!"


Adam pura-pura batuk. Setelah mengingat baik-baik, dia akhirnya sadar kalau rumah bordil itu legal di Blue Star Alliance. Ketika mengingat baik-baik, dia juga pernah sesekali diajak teman kuliahnya dulu, tetapi selalu menolak mereka.


'Ini agak memalukan.'


Pikir Adam ketika melihat dua bawahannya menatapnya sambil menahan tawa.


"Omong-omong, siapa yang menjalankan tempat itu? Tidak mungkin mereka bisa berjalan lancar tanpa ada yang mendukung dari belakang, kan?"


"Itu ... Kami tidak tahu." Shawn menggelengkan kepalanya.


"Bukankah kalian beberapa kali bermain ke tempat itu?"


"Uhuk!"


Mendengar pertanyaan Adam, Shawn langsung tersedak. Dengan ekspresi canggung, dia berkata.


"Anu ... Ketua ... Kami datang untuk bermain, kan? Jadi, um ... kami tidak perlu memikirkan hal-hal lain?"


"..."

__ADS_1


Meski agak memalukan, ucapan Shawn memang benar. Jadi Adam memutuskan untuk membiarkan mereka. Memikirkan baik-baik, dia akhirnya memilih untuk memberi perintah.


"Tolong selidiki orang atau kelompok di balik Golden Dew."


Matt dan Shawn kembali saling memandang. Kali ini Shawn menginjak kaki Matt, menyuruh pria itu bertanya.


Memiliki senyum masam di wajahnya, Matt akhirnya memberanikan diri untuk bertanya.


"Anu ... Maaf jika tidak sopan, Ketua. Namun, kalau boleh tahu, apakah ... apakah wanita yang anda kejar itu pegawai tempat itu (rumah bordil)? Bukankah Nona Bella dan ..."


Melihat ekspresi muram di wajah Adam, Shawn dan Matt mundur satu langkah. Mereka sama sekali tidak berani melanjutkan. Benar-benar takut kepala mereka diledakkan beberapa detik setelahnya!


Adam menarik napas dalam-dalam, lalu membuangnya perlahan. Menghela napas panjang, pemuda itu akhirnya menjelaskan.


"Gadis itu bernama Lulu. Dia adalah sahabat Bella. Gadis itu terlibat dengan kultivator jahat. Jadi sebelum organisasi di belakangnya membuat masalah besar, aku ingin menghentikannya."


"Eh? Jadi ... kita ini pahlawan, Senior?" tanya Shawn dengan ekspresi terkejut.


"Apanya yang pahlawan. Aku hanya melakukannya untuk melindungi kepentingan pribadi. Menjadi pahlawan tanpa pandang bulu itu ...


Terlalu mulia untuk orang-orang kotor seperti kita."


"Jadi kita Dark Hero?" tanya Shawn lagi.


"Bisakah kalian buang kata pahlawan itu? Kita adalah gangster! Kenapa kita bisa jadi pahlawan?!"


Sudut bibir Adam berkedut. Dia tidak tahu logika apa yang dipakai oleh pemuda di depannya. Tampaknya Shawn, orang itu benar-benar suka dengan hal-hal yang berbau pahlawan. Itu terlihat jelas ketika mereka membahas perihal pahlawan.


Melihat Adam yang serius, keduanya menjawab bersamaan.


"Kami mengerti, Ketua!"


Ketika keduanya hendak pergi, Matt berhenti sejenak. Setelah agak ragu, dia sekali lagi membuka mulutnya.


"Pertanyaan terakhir, Ketua."


"Ada apa?" tanya Adam.


"Apakah ... orang-orang itu kuat?"


Mendengar pertanyaan itu, ekspresi Adam menjadi serius.


"Lebih kuat dari orang-orang normal. Selain itu, mereka juga berbahaya. Jadi aku menyarankan kalian untuk tidak ikut campur. Namun jika kalian masih ingin ikut ...


Siapkan surat wasiat sebelum berangkat."


Matt berbalik pergi dengan ekspresi serius di wajahnya. Berbeda dari biasanya, dia menjawab dengan tegas.


"Dimengerti."


***

__ADS_1


Malam harinya.


Duduk di kursinya, Adam melihat dokumen di atas meja dengan ekspresi muram.


"Apakah kalian yakin informasi ini benar. Apakah kalian yakin kalau kalian tidak dijebak?"


Melihat nama Phantom Blade di sana, Adam menjadi tidak yakin. Dia melihat jelas sosok Andreas dan Ketua Phantom Blade. Bahkan jika mereka bisa dibilang sebagai pembunuh, pemuda itu merasa kalau mereka tidak mungkin berkolusi dengan para kultivator jahat.


Khususnya Andreas. Sebagai kenalan lama, Adam jelas mengetahui bahwa pria yang merupakan single parent itu cukup baik, bahkan sangat menyayangi putri kecilnya.


Gambar Phantom Blade berkolusi dengan kultivator jahat jelas tidak pernah terpikir dalam benak Adam, jadi dia ingin memperjelas semuanya.


"Kami telah menyelidiki dengan teliti. Hasilnya memang begitu, Ketua. Golden Dew bukan didukung oleh kelompok lain, tetapi mendapatkan dukungan Phantom Blade."


Shawn berbicara dengan senyum pahit di wajahnya. Meski tidak memiliki hubungan baik dengan Phantom Blade, kelompok itu netral, jadi mereka tidak ingin saling bergesekan. Selain itu, Phantom Blade diisi oleh banyak pembunuh. Jadi bukan perkara mudah untuk berurusan dengan mereka. Lagipula ...


Sebagian identitas anggotanya tersembunyi dengan baik dan cukup sulit dilacak!


Melihat ekspresi Adam, Shawn dengan ragu bertanya.


"Haruskah kita melupakannya saja, Ketua?"


"Tidak mungkin." Adam langsung berkata dengan tegas.


"Jadi ..."


Shawn tampak semakin ragu.


"Biarkan aku memikirkannya. Kalian lebih baik tidak membuat gerakan berlebihan terlebih dahulu. Jika bisa, aku tidak ingin kalian juga terlibat masalah ini."


"Tapi Ketua—"


"Ini perintah, Shawn!"


Adam langsung berkata tegas. Dia tahu Wings of Freedom ingin membantunya, tetapi pemuda itu tidak ingin mereka terluka hanya karena keegoisannya sendiri. Bahkan jika itu masalah kekasihnya, dialah yang harus menanggungnya ... bukan orang lain.


"Saya mengerti."


Melihat sikap tegas Adam, Shawn menjawab. Meski demikian, tangannya mengepal erat. Dia sendiri merasa agak sia-sia dan tidak berguna. Tidak ingin berpikir lebih rumit, pria itu melanjutkan.


"Kalau begitu saya permisi."


Setelah mengatakan itu, Shawn akhirnya memutuskan untuk berbalik lalu berjalan pergi keluar dari ruangan.


Melihat ke arah Shawn yang pergi meninggalkan ruangan, Adam menghela napas panjang. Memejamkan matanya, dia bergumam pelan.


"Tampaknya tidak ada pilihan lain ...".


Memikirkan sosok Bella, dia akhirnya memutuskan.


"Tampaknya aku harus mengunjungi Andreas."

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2