Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Syarat Berlaku


__ADS_3

'En? Wanita ini, kan ...'


Adam merasa agak bingung. Melihat Alexia tersenyum manis dan ramah, dia malah curiga. Pemuda itu mengamati sekeliling lalu memandang ke arah Alexia dengan dingin.


'Sebagai putri seorang pengusaha besar, apa yang coba dia rencanakan?'


Sementara Adam mengerutkan kening dan menatap dingin, tubuh Alexia sedikit gemetar.


Melihat pemandangan itu, Amy diam-diam menghela napas. Dia segera berbicara untuk mencairkan suasana.


"Tolong ikuti kami ke kantor terlebih dahulu, Mr Owl. Kita akan membahas hal lain di sana."


"En."


Adam mengangguk ringan.


Amy langsung memegang tangan Alexia dan menariknya. Segera mengajak wanita itu pergi, karena dia takut akan ada kejadian memalukan yang mungkin terjadi di tempat umum!


Setelah berkendara beberapa waktu, mereka akhirnya sampai di lokasi.


Melihat gedung tinggi dimana markas Guild Crimson Phoenix berada, Adam tidak bisa tidak menghela napas panjang. Dibandingkan dengan Guild Dark Wings atau Guild lainnya, kesenjangan antara fasilitas terbilang besar. Mungin, hanya di Ibukota dan Wilayah F yang memiliki tempat yang begitu mewah seperti ini.


Mengikuti Amy dan Alexia, Adam akhirnya sampai di lantai 47 yang sekarang telah direnovasi.


"Lantai 47 sekarang menjadi tempat penerimaan tamu dari Guild lain. Lantai 46 digunakan untuk penerimaan klien.


Sedangkan lantai 48 sekarang menjadi kantor anggota Guild Crimson Phoenix. Ya, lebih tepatnya anggota baru sampai anggota tingkat menengah.


Lantai 49 masih sama, digunakan sebagai gym. Lantai 50 sendiri digunakan untuk kantor anggota inti Guild Crimson Phoenix, atau bisa dibilang kantor tim 01 yang beranggotakan 7 orang."


"..."


Mendengar penjelasan Amy, Adam menjadi lebih tenang. Dibandingkan dengan Guild lain, Guild Crimson Phoenix memang jauh lebih unggul.


Satu lantai di gedung ini benar-benar sangat luas. Bisa digunakan untuk menampung banyak orang. Menggunakan lantai 50 untuk 7 orang, hal semacam itu benar-benar bisa dibilang sangat boros.


"Jangan bilang—"


"Ya. Ketujuh anggota tim 01 adalah wanita. Hehehe ... Bukankah itu luar biasa?"


"Memang luar biasa."


Adam tidak bisa banyak bicara. Dia cukup terkesan bagaimana Phoenix merekrut anggota timnya. Orang-orang yang memiliki kemampuan khusus sudah sangat jarang. Jadi memilih hanya perempuan dengan kemampuan tinggi dan mencukupi benar-benar sangat sulit.

__ADS_1


Mereka pasti menghabiskan banyak uang!


"Bagaimana kalau pindah ke Guild Crimson Phoenix, Mr Owl? Ketua pasti akan membuatmu menjadi pemimpin tim 02. Selain gaji lebih tinggi, kamu pasti akan lebih cepat naik, juga ...


Kamu bisa bertemu wanita cantik setiap hari."


"Terima kasih atas tawarannya, tapi sepertinya sebelumnya, aku akan menolak tawaran tersebut."


"Hehehe ... Kamu masih begitu kaku, Mr Owl."


"..."


Mendengar godaan Amy, Adam hanya bisa menggelengkan kepalanya. Meski tampak tulus, dia jelas melihat kalau wanita itu telah mendapatkan instruksi dari Phoenix. Sedangkan Alexia ...


'Kenapa wanita itu tiba-tiba diam? Apakah ada yang salah dengannya hari ini?'


Tidak menyadari apa yang Adam pikirkan, Alexia hanya diam. Namun wanita itu sekali-kali menatap ke arah Amy yang menggoda Adam. Ekspresinya tampak agak muram. Lebih dingin daripada sebelumnya!


"Baiklah. Kita sudah sampai. Silahkan duduk, Mr Owl. Apakah kamu ingin minum teh, susu, jus, anggur?"


Duduk di sofa, Adam menatap ke arah kedua wanita itu lalu berkata.


"Kopi hitam, tolong."


Amy dan Alexia kemudian pergi. Hal itu membuat Adam merasa agak heran. Biasanya, mereka seharusnya menyuruh pelayan untuk menyajikannya. Tampaknya, selain membuat kopi, mereka juga berencana untuk melakukan sesuatu.


'Memanggil ketua mereka? Mencoba melakukan sesuatu? Sudahkah, bahkan aku tidak takut keracunan.'


Adam berpikir dengan tenang. Sama sekali tidak merasa takut berhadapan dengan Guild Crimson Phoenix seorang diri.


Sementara Adam duduk menunggu, Amy menatap Alexia yang mengikutinya membuat kopi.


"Kenapa kamu ikut kemari, Wakil Ketua? Bukankah seharusnya kamu menunggu di sana?"


"..."


Melihat Alexia diam, Amy menghela napas panjang.


Bukannya memiliki niat buruk, menurut ketua, Amy harus menyajikan minuman yang dibuat sendiri. Meski kemungkinan kecil, wanita itu tidak ingin terjadi kecelakaan.


Pyromancer itu tidak berpikir kalau sesuatu yang buruk akan terjadi kepada Adam. Dia hanya takut, mungkin ada mata-mata dari Guild White Guardian di sini.


Jika sampai salah satu pelayan memang dari Guild itu dan meracuni minuman Adam, meski pemuda itu bisa menghindarinya, Phoenix tidak berpikir kalau Adam hanya akan diam.

__ADS_1


Selain hubungan kerjasama akan menjadi lebih renggang, Adam mungkin akan membalas dendam kepada Guild Crimson Phoenix. Oleh karena itu, mereka berniat untuk lebih berhati-hati.


Selesai membuat kopi hitam, Amy yang hendak membawa nampan didorong ke samping oleh Alexia.


Wanita itu mengambil nampan kemudian membawanya, membuat Amy tercengang di tempatnya.


Kembali menemui Adam, mereka berdua segera menyajikan kopi dan beberapa makanan ringan. Setelah itu mereka duduk di sofa yang berseberangan dengan pemuda itu.


"Terima kasih, dan maaf karena sudah merepotkan."


"Seharusnya kami yang berterima kasih karena anda mau datang berkunjung, Mr Owl. Jadi, sebenarnya ada alasan apa anda datang ke sini, Mr Owl?"


Mendengar ucapan Alexia, Adam mengangguk ringan. Setelah menyesap kopi dan meletakkan cangkir kembali, dia kemudian menjelaskan.


"Sebenarnya saya datang ke tempat ini untuk mencari seseorang. Lebih tepatnya, orang biasa di Kota D. Hanya saja, Wilayah D adalah tempat dimana Guild Crimson Phoenix beroperasi dan bertanggung jawab.


Jadi, untuk menghindari sesuatu yang tidak perlu, saya datang kemari untuk meminta izin. Selain itu, jika diperbolehkan, saya juga ingin memeriksa beberapa file.


Tentu saja, yang paling penting adalah izin. Sedangkan untuk informasi lain, saya bisa mencarinya sendiri."


Mendengar penjelasan Adam, Amy dan Alexia saling memandang. Mereka berdua sama sekali tidak mempermasalahkan hal tersebut. Lagipula, apa yang dicari oleh Adam kemungkinan besar adalah orang bermasalah.


Jika Adam mencarinya, bisa dibilang, secara tidak langsung, itu juga bantuan terhadap Guild Crimson Phoenix.


"Menurut saya—"


Belum sempat menyelesaikan ucapannya, suara lain tiba-tiba menyela Alexia.


"Tentu saja boleh, Mr Owl. Namun, karena kami memberi bantuan, berarti kami juga berhak memberi syarat, kan?"


Suara indah terdengar bersama dengan suara langkah kaki. Menoleh ke sumber suara, mereka bertiga melihat sosok Alicia, ketua dari Guild Crimson Phoenix datang menghampiri mereka.


Melihat wanita cantik yang menghampiri mereka, Adam mengangkat alisnya. Dia kemudian membalas dengan nada santai.


"Jadi ... apa yang ingin anda inginkan sebagai gantinya, Ms Phoenix?"


Melihat Adam membalas dengan santai, Alicia tersenyum. Dia langsung menghargai lelaki bertopeng merah itu karena tidak seperti lelaki pada umumnya yang gugup atau bersemangat, pemuda itu masih sangat tenang.


Menatap ke arah Adam, Alicia akhirnya berkata.


"Sebagai gantinya ... bagaimana jika melakukan sparring dengan saya?"


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2