Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Tidak Perlu Memercayai


__ADS_3

Melihat sosok cantik di depannya, bukannya senang, Adam langsung menjadi serius.


Pemuda itu langsung mengeluarkan katana dari inventori. Mencengkeram erat dengan tangan kanannya, api merah langsung menyala melapisi bilah katana.


"Summer Sword ..."


Ucap Adam dengan suara yang hanya bisa dia dengar.


Sosok Adam tiba-tiba muncul di depan wanita itu sambil mengayunkan katana yang diselimuti api merah membara.


"Ring of fire!"


Adam langsung memotong secara horizontal. Memutar tubuhnya 360° dengan cepat. Api berbentuk cincin merah menyala mengelilingi dan membakar semua yang ada di sekitarnya.


Ekspresi pemuda itu tampak serius ketika melihat sosok wanita cantik dengan gaun merah sama sekali tidak melawan. Benar-benar langsung dipotong menjadi dua tepat di pinggang.


Akan tetapi, bukannya kesakitan atau terluka ... tubuh yang dipotong oleh Adam benar-benar masih berdiri di tempatnya.


Beberapa saat kemudian, tubuh wanita yang dipotong Adam jatuh ke lantai. Namun ketika tubuhnya menyentuh lantai, tubuh wanita itu tiba-tiba hancur menjadi ribuan kelopak bunga merah darah.


Melihat hal semacam itu, ekspresi Adam menjadi lebih serius. Dia bahkan terkejut karena wanita itu tampaknya tidak terluka. Padahal, sekarang pemuda itu dalam mode bertarung terkuatnya. (Tanpa bantuan para Spirit Beast)


Seperti yang Adam duga, Summer Sword bisa dikombinasikan dengan skill Flame Control, membuat kekuatannya sangat meningkat. Hanya saja, dalam beberapa waktu berlatih, keahliannya masih kurang.


Menurut dugaannya sendiri, tiga jenis gaya pedang Sword of Seasons juga dikombinasikan. Sayangnya, meski sudah memiliki Ice Control, Adam masih belum memiliki Winter Sword. Sedangkan dua gaya lain, dia belum memiliki elemen kontrol yang sesuai.


Jadi ... Summer Sword dan Flame Control adalah kombinasi terbaiknya untuk saat ini.


Adam mencengkeram erat gagang katana dengan kedua tangannya. Pemuda itu melirik sekeliling, bersiap untuk menerima serangan dari pihak lawan. Namun setelah beberapa saat menunggu ...


Sama sekali tidak ada serangan yang diarahkan kepadanya.


"Kamu terlalu serius, Anak Muda."


Suara wanita yang terdengar lembut tetapi memiliki kesan dingin terdengar di telinga Adam.


Angin malam berembus membawa ribuan kelopak bunga, sosok wanita cantik itu kembali muncul beberapa meter di depan Adam.


Melihat sama sekali tidak ada bekas luka di tubuh wanita itu, Adam menjadi semakin serius.

__ADS_1


"Percuma ... kamu tidak bisa melenyapkanku, Anak Muda."


Suara wanita itu kembali terdengar. Suara lembut itu sama sekali tidak terdengar sombong. Sebaliknya, suara itu tampak seperti menyatakan fakta. Membuat Adam bingung harus menjawab apa.


"Gadis itu sekarang baik-baik saja."


Mendengar sosok wanita cantik itu membahas Yui, Adam menjadi lebih serius.


"Jadi, alasanmu memberi Yui tanda ... adalah aku?"


Adam bertanya dengan nada penuh keraguan.


"Aku pikir, gadis kecil itu akan segera menghubungi dirimu ketika mendapatkan masalah. Namun siapa sangka ...


Gadis kecil itu benar-benar keras kepala."


"Jika kamu benar-benar telah melepaskan Yui, itu berarti kamu memiliki urusan denganku. Padahal, kita sama sekali tidak saling kenal?"


"Itu karena kamu satu-satunya yang bisa aku mintai tolong."


"..."


"Apa yang kamu inginkan?" tanya Adam.


"Bebaskan kami."


Mendengar kata 'Kami', tubuh Adam tiba-tiba menegang. Dia langsung melompat mundur beberapa meter sembari mengamati sekeliling dengan ekspresi serius.


"Mereka tidak ada di sini. Seharusnya kamu tahu ... Mereka berada di gedung utama."


Adam menjadi semakin bingung. Menyadari kalau wanita itu benar-benar tidak berniat menyerang dirinya, pemuda itu sama sekali tidak menurut kewaspadaannya.


"Kenapa aku harus membebaskan kamu? Jangan bilang, kamu disegel di tempat ini?"


"Bukannya disegel. Aku sejak awal memang tidak bisa meninggalkan bangunan ini. Ya ... kecuali aku masuk ke dalam tubuh seseorang.


Bahkan jika aku masuk ke dalam tubuh seseorang, itu juga tidak bisa bertahan begitu lama.


Kamu pasti ingat ketika kamu pertama kali datang ke tempat ini, Anak Muda."

__ADS_1


"..."


"Ini untuk kebaikan kita semua."


"Maksudmu???"


"Bagaimana mengatakannya, aku ... berada di puncak level Grand Master. Kira-kira begitulah kalian menyebutkannya.


Mereka, semakin hari semakin kuat. Mereka hampir mencapai ketinggian yang sama denganku. Setelah mereka benar-benar di puncak, mereka akan datang untuk melenyapkanku.


Jika mereka menembus level ini ... sekolah sudah tidak bisa menahan mereka.


Mereka akan pergi dari tempat ini."


"..."


Menembus level Golden Spirit, berarti ... Platinum Spirit.


Memikirkan kekuatan yang lebih tidak masuk akal, Adam mengerutkan kening. Dia tidak tahu kenapa wanita itu tiba-tiba memberitahu dirinya tentang hal semacam itu.


Melirik ke arah wanita itu, Adam bertanya.


"Kenapa aku harus memercayai dirimu."


"Guren."


"Guren???"


"Namaku Guren."


Wanita itu berkata dengan tenang. Ekspresinya masih tampak begitu datar. Dia menatap ke arah Adam dengan ekspresi tak acuh.


"Kamu tidak perlu memercayai aku, Anak Muda."


Wanita bernama Guren itu mengulurkan tangannya. Menunjuk ke arah gedung utama sekolah, dia melanjutkan.


"Kamu bisa menemui mereka sendiri."


Mendengar kalimat terakhir, Adam yang memegang pedang berlapis api tiba-tiba merasakan hawa dingin yang menggigit tulangnya.

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2