Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Mengepung dan Menyerang!


__ADS_3

Malam di hari berikutnya.


"Kalian benar-benar meninggalkan aku sendiri?"


Dalam kediaman Adam, Jennifer yang masih memakai seragam polisi menunjuk ke arah Adam dan Bella dengan ekspresi tak percaya. Keduanya telah memakai setelan hitam dan tampak rapi.


"Bukankah kamu di rumah bersama dengan Killa? Bukankah begitu, Killa?"


Guk! Guk!


Adam berkata santai. Sosok Killa yang ada di sebelah Jennifer menggonggong, tampaknya setuju dengan pernyataan pemuda itu.


"Bukan itu masalahnya!" Jennifer mendecak tak puas.


"Tenanglah. Aku akan menjaga Bella. Selain itu ... Nix!"


Ketika Adam berteriak, suara ayam berkokok tak puas keluar dari dapur. Beberapa saat kemudian, sosok ayam keluar dari dapur. Berbeda dengan ayam emas yang harusnya tinggi dan tampak berwibawa, ayam itu tampak sedikit lebih pendek dengan tubuh bulat. Ya ...


Tuan Nix akhirnya kelebihan berat badan!


"Apapun yang terjadi, ingat untuk menjaga Jennifer dengan baik. Jika tidak ..."


Tuan Nix langsung berkokok. Dia menunjuk Jennifer dengan sayap kanannya, lalu menepuk dadanya dengan sayap dengan cara manusiawi seolah-olah berkata.


'Pergilah! Serahkan tugas perlindungan pada Tuan Nix yang hebat ini.'


Melihat ekspresi sombong di wajah si ayam, sudut bibir Jennifer berkedut. Bella malah menghampiri Nix dan mengelus kepalanya, merasa tindakan ayam bodoh itu terlihat imut. Sedangkan Adam sebagai tuannya ...


Ya, dia sudah mati rasa!


"Hey, Ayam Bodoh. Bahkan jika musuhmu wanita cantik, kamu tidak boleh menahan diri, kamu tahu?!"


Mendengar ucapan Adam, Nix yang memejamkan matanya karena kepalanya dielus Bella langsung membuka matanya. Dia langsung menunjuk ke arah Adam sambil berkokok tak puas.


'Memangnya kamu pikir Tuan Nix yang hebat ini sama sepertimu, Tuan Otak Kotor yang mendekati perempuan di sana-sini!'


Mengetahui apa yang ada dalam pikiran Nix, ekspresi Adam tampak muram. Jika bukan karena skill Nix sangat membantunya, pemuda itu pasti sudah memilih untuk memanggang si ayam, memotongnya kecil-kecil lalu disebar ke gang-gang kotor untuk memberi makan kucing liar!


"Ayo berangkat, Bella."

__ADS_1


"En." Bella mengangguk patuh.


Adam menghampiri Jennifer lalu memeluknya. Dia juga berbisik lirih.


"Kami akan segera kembali. Aku akan menjaga Bella. Setelah kembali ... aku akan memanjakanmu."


Setelah mengatakan itu, Adam langsung mundur. Dia memberi senyuman kepada Jennifer yang wajahnya merah, sebelum berbalik pergi sambil berkata.


"Kami berangkat dulu."


Ketika sadar, Jennifer telah melihat Adam dan Bella pergi dari rumah. Sadar bahwa dirinya dibodohi, wanita itu menghentakkan kaki sambil mengeluh.


"Awas saja jika kamu ingkar janji!"


Sementara itu, Nix yang duduk di lantai sambil mematuk jagung manis di mangkuk tidak bisa tidak melihat ke arah Jennifer.


'Bukankah perempuan itu lebih pandai bertarung? Kenapa tuan bodoh itu membawa orang yang salah?


Seharusnya titisan dewi kebaikan itu yang tinggal di rumah, bukan wanita jahat ini.'


Jennifer melirik ke arah Nix. Meski tidak mengerti bahasa ayam, wanita itu masih tercengang karena ...


Si ayam itu tampaknya benar-benar memikirkan hal buruk tentangnya!


***


Dua jam kemudian.


Banyak mobil hitam yang terparkir di area dekat Golden Dew. Di depan restoran, di depan toserba, di depan mini market, bahkan di warung pinggir jalan. Mereka semua adalah anggota Wings of Freedom.


Meski begitu, mereka semua tidak menganggu ketertiban sekitar. Mereka malah menjadi pelanggan dan makan di sana. Hanya saja, mereka diberi tugas untuk menyebarkan jaring. Melenyapkan kemungkinan bagi orang-orang di Golden Dew untuk melarikan diri.


Di tempat parkir luas depan bangunan Golden Dew, mobil Adam dan dua belas mobil lain tiba. Termasuk Adam dan Bella, total ada 46 orang yang datang. Tidak bisa dibilang banyak, tetapi sebagai 'tamu', jumlah mereka juga cukup meresahkan.


"Ketua ... Ini?"


Melihat ke arah Bella, Shawn merasa bingung. Meski dia tahu kalau gadis itu adalah kekasih Adam, jelas, membawa seorang gadis ke tempat seperti ini pasti bukan hal yang baik.


"Lulu adalah sahabat Bella, jadi aku mengizinkannya untuk menyelesaikannya masalahnya sendiri. Kalian juga bisa yakin, meski tampak tidak berdaya, sebenarnya dia mampu melindungi diri sendiri."

__ADS_1


Adam langsung menjelaskan. Pemuda itu kemudian pergi ke bagasi mobil. Dia kemudian mengambil sebuah bungkusan hutan panjang lalu memberikannya kepada Bella.


Ketika Bella membuka bungkusan kayu itu, dia terkejut melihat sebuah bokken indah di sana. Meski hanya pedang kayu, tetapi tampak banyak ukiran rumit di sana. Bahkan ketika dibuka, aroma bunga di musim semi tercium di sekitar.


"Pedang ini ..." gumam Bella.


"Aku menyiapkannya khusus untukmu.


Aku tahu kalau kamu tidak akan berani memotong atau membunuh musuhmu. Jadi pedang ini cocok untukmu. Khususnya untuk melawan Lulu."


Ketika Adam tahu Bella memaksakan diri untuk ikut beberapa hari yang lalu, dia mencari dan akhirnya dapat membeli sebuah cabang pohon persik berusia lebih dari seratus tahun.


Pohon itu dipercaya untuk mengusir roh jahat. Meski Adam tidak percaya, tetapi dalam wawasan yang diberikan oleh System, kayu itu sangat cocok untuk dijadikan sebagai senjata tingkat rendah sampai tingkat tinggi.


Pedang milik Bella dibuat oleh Adam dengan cabang pohon persik berusia lebih dari seratus tahun. Pohon itu sendiri berada di dataran tinggi dan cabangnya menghadap ke timur. Tanpa adanya halangan di sekitar, cabang tersebut mendapatkan sinar mentari pagi pertama selama lebih dari seratus tahun. Dengan kemampuan Basic Smithing Art, Adam bisa menyulapnya menjadi senjata yang tak kalah dari katana dan belati Rose Pattern Blood Spider miliknya.


Terlebih lagi, bokken itu benar-benar cocok untuk Bella yang memiliki hati baik dan lembut.


Bella menatap ke arah bokken di tangannya dengan senyum lembut. Tatapannya berhenti di sebuah aksesoris di belakang gagang pedang. Di sana, ada sebuah tali merah yang disulam, mengikat sebuah lonceng kecil berwarna emas.


Tentu saja, itu bukan hanya aksesoris. Sebaliknya, karena memahami skill Suzaku's Cry, Adam membuat sebuah aksesoris kecil yang bisa digunakan untuk mengacaukan jenis serangan yang mengacaukan mental. Setiap kali lonceng kecil berbunyi, orang yang mendengarnya akan menjadi lebih tenang. Dan, ya ...


Lonceng itu terbuat dari emas asli.


Bahkan Shawn, Matt, Randy, dan Brock yang baru dalam dunia Kultivator juga merasakan bahwa pedang itu bukanlah pedang biasa. Namun pada akhirnya, mereka hanya bisa menatap iri tanpa mengucap sepatah kata.


"Terima kasih, Kak Adam. Dengan ini ... Aku akan menyelamatkan Lulu."


Bella berkata dengan penuh tekad.


Adam tak menjawab. Pemuda itu tahu semuanya tidak begitu mudah seperti apa yang dibayangkan Bella. Apapun yang terjadi nanti, Adam hanya bisa memastikan bahwa Bella akan baik-baik saja. Sedangkan apa yang dia alami ...


Biarkan itu menjadi pelajaran yang membuat gadis itu lebih dewasa.


Berjalan memimpin anggota Wings of Freedom menuju ke Golden Dew lewat pintu depan, Adam berkata.


"Sebelum masuk ke dalam, sebagai ketua, aku memiliki perintah yang harus kalian taati ..."


Mata Adam berkilat dingin.

__ADS_1


"Apapun yang terjadi, jangan mati."


>> Bersambung.


__ADS_2