Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Tantangan Jenius Sekte


__ADS_3

"Punah? Kenapa kamu tidak bilang telah hilang, Guru? Bukankah teknik itu benda mati?"


Melihat Tetua Feng yang bersemangat, Lei Na bertanya dengan ekspresi penasaran di hidupnya.


"Uhuk! Uhuk!"


Tetua Feng langsung pura-pura batuk. Dia menatap ke arah muridnya dengan ekspresi agak malu, lalu tiba-tiba berkata.


"Tidak perlu membahas hal kecil seperti itu. Ngomong-ngomong ... apakah itu benar-benar pukulan penyembuh, Mr Owl?"


Adam melihat ke arah Tetua Feng lalu menggeleng ringan.


"Bukan. Anda sendiri pasti tahu. Meski berkurang, masih ada sisa racun dalam tubuh anda yang perlu dikeluarkan."


"Hahaha! Kamu benar-benar rendah hati, Mr Owl!"


"..."


Melihat lelaki tua tidak percaya padahal dia sudah jujur, Adam tidak repot-repot untuk menjelaskannya.


Tidak hanya Tetua Feng, bahkan Lei Fan dan Lei Na berpikir kalau Adam memang memiliki teknik penyembuhan legendaris yang telah hilang.


Tok! Tok! Tok!


Pada saat mereka berbicara suara ketukan pintu terdengar.


Lei Fan pergi untuk membuka pintu. Saat pintu terbuka, tampak sosok lelaki di usia akhir dua puluhan. Pria itu tampak tegas dan memiliki tempramen heroik dengan rambut hitam panjang terikat. Dia mengenakan seragam khas Sekte Thunder Fang, tampak sebuah pedang di sisi kiri pinggangnya.


Melihat pria itu, ekspresi Tetua Feng yang sebelumnya cerah menjadi suram.


"Halo, Tetua Feng."


Pria itu memberi salam, lalu memandang ke arah Adam.


"Maafkan saya belum sempat menyambut anda sebelumnya, Mr Owl. Perkenalkan, nama saya Lei Kong."


Adam membalas hormat sambil menjawab.


"Senang bertemu anda, panggil saja Owl."


Tetua Feng mengerutkan kening sebelum akhirnya bertanya.


"Apa yang anda inginkan, Tetua Kong?"


Mendengarkan ucapan Tetua Feng, Adam sedikit terkejut. Melirik ke arah Lei Fan dan Lei Na, dia tahu kalau pria itu tidak datang dengan niat baik.


"Hahaha! Karena Tetua Feng bertanya, saya akan menjawab dengan lugas.

__ADS_1


Saya sebelumnya mendengar kalau Mr Owl adalah jenius dengan tingkat kultivasi tinggi padahal lebih muda dari saya. Karena itu, saya ingin bertemu dengannya dan meminta saran."


Lei Kong kemudian menatap ke arah Adam.


"Apakah kamu bersedia menerima tantangan saya, Mr Owl?"


"Aku menolak."


"..."


Setelah Adam menjawab dengan nada monoton, ruangan langsung menjadi sunyi. Lei Kong yang bersemangat bahkan tercengang.


"Kenapa?" tanya pria itu.


"Bukankah itu tidak ada gunanya? Untuk apa saya bertarung?


Jika anda menang, mungkin pamor anda di Sekte Thunder Fang akan meningkat. Jika saya menang? Apakah saya perlu pamor semacam itu?


Sama sekali tidak. Karena saya sudah memasok pil dan melakukan transaksi dengan Sekte Thunder Fang, saya tidak perlu lagi hal-hal semacam itu. Hampir semua orang di Sekte Thunder Fang mengenal saya dan pil yang saya buat.


Lalu, saya datang ke sini untuk memeriksa Tetua Feng dan bertamu. Sama sekali tidak ada alasan untuk bertarung dengan anda."


"..."


Apa yang Adam katakan begitu logis sampai keempat orang lain dalam ruangan tersebut tidak bisa membantah. Namun mereka juga agak heran. Untuk seorang pemuda dan Kultivator, seharusnya mereka memiliki tempramen panas dan memiliki niat bertarung untuk mengasah diri. Sebaliknya, Adam terlalu tenang sama seperti para lelaki tua yang sudah tidak terlalu peduli hal semacam itu.


"Kalau begitu mari bertaruh!"


"Bertaruh?" Adam memiringkan kepalanya.


"Jika saya menang, saya hanya membutuhkan pengakuan anda. Katakan kalau saya lebih baik dari anda!"


"Kalau anda kalah?"


"Karena anda seorang alkemis, Anda seharusnya tahu betapa berharganya ginseng berusia 500 tahun. Harta keluar itu ...


Saya akan mempertaruhkan ginseng itu!"


"..."


Adam diam sebentar. Setelah memikirkannya baik-baik, pemuda itu mengangguk. Karena ginseng berusia ratusan tahun memang sangat berharga, dia menjadi lebih tertarik untuk bertarung dengan Lei Kong.


"Saya setuju," ucap Adam santai.


"Bagus! Kapan anda ingin melakukannya? Haruskah Anda beristirahat hari ini dan kita bertarung besok? Anda akan berada di sini selama berapa hari?"


"Tidak perlu." Adam menggelengkan kepalanya. "Karena baru tiba siang ini, bagaimana kalau nanti sore? Saya akan beristirahat sebentar."

__ADS_1


"Kamu ... benar-benar menganggap aku remeh, hah?!"


Melihat Lei Kong marah, Adam menghela napas panjang. Pemuda itu sedikit malas untuk berurusan dengan orang-orang tinggi hati seperti pria di depannya.


"Karena kami banyak beristirahat dalam perjalanan, saya tidak terlalu lelah. Jadi itu sama sekali tidak masalah.


Jika saya kalah, saya tidak akan menggunakan alasan kalah karena lelah atau semacamnya. Jadi anda bisa tenang."


Mendengar ucapan Adam, Lei Kong menatap ke arah Lei Fan dan Lei Na.


"Apa yang dikatakan oleh Mr Owl benar, Tetua Kong. Anda bisa tenang," ucap Lei Fan.


"Hmph! Kalau begitu aku akan menunggumu di arena jam setengah lima sore! Jangan menarik kembali kata-katamu!"


Setelah mengucapkan itu, Lei Kong berbalik pergi. Pria itu berjalan dengan ekspresi tegas dan kepala terangkat tinggi. Benar-benar cukup sombong dan terlalu percaya diri.


"Tolong jangan marah, Mr Owl. Meski terlihat seperti itu, Tetua Kong sama sekali tidak jahat. Dia hanya memiliki harga diri terlalu tinggi, karena selalu dianggap jenius dari Sekte Thunder Fang.


Dia juga salah satu dari Tetua (gelar kehormatan, sama seperti guru) baru, karena berhasil mendapatkan gelar tersebut di usia kurang dari tiga puluh tahun. Ngomong-ngomong, Tetua Kong berusia 27 tahun."


Tetua Feng menghela napas panjang ketika mengatakan itu. Dia menatap ke arah Lei Fan. Meski tidak dianggap buruk, dibandingkan jenius yang sebenarnya ... mereka berdua memang masih kurang. Tetua Feng sudah tidak lagi berharap banyak kepada putra angkatnya itu.


"Salah satu dari Tetua baru? Apakah ada jenius lain dalam Sekte Thunder Fang ini?"


Mendengar itu, Tetua Feng menatap Adam. Pria paruh baya itu menunjuk burung kenari kecil di bahu pemuda bertopeng lalu menyeringai.


"Pemilik para burung kenari itu, Lei Yueyin. Berusia 24 tahun ... monster yang sama seperti dirimu."


Mendengar itu, mata Adam menyempit. Ekspresinya menjadi sedikit serius.


Melihat ekspresi Adam, Tetua Feng menambahkan.


"Hahaha! Sebenarnya ada satu calon lagi." Tetua Feng memandang Lei Na. "Karena Xiaona belum terlalu lama menjadi Spiritualist Master, dia belum bisa menjadi Tetua. Belum lagi, sikapnya masih terlalu kekanak-kanakan."


"Guru!" seru Lei Na dengan ekspresi tidak puas.


"Hahaha! Maaf, Xiaona. Tapi kamu benar-benar masih terlalu kekanak-kanakan."


"Hmph!"


Lei Fan menatap ke arah Lei Na dengan ekspresi rumit. Sebagai Kultivator yang biasa-biasa saja, dia merasa agak tertekan. Lagipula, dia bukan lelaki beruntung yang menemukan cincin dengan hantu tua di dalamnya atau tokoh yang tanpa sengaja mendapatkan keberuntungan ketika berpetualang.


Melihat ke arah Adam yang begitu tenang dan tampak tak acuh, Lei Fan tidak bisa tidak berpikir.


'Monster di antara para manusia, kah?'


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2