
Menyala-nyala, pemandangan itu terlihat jelas di depan mata Adam.
Kobaran api uang membakar segalanya. Membakar semua orang di gedung utama sekolah dan seluruh isinya.
Dalam beberapa hari setelah janji Roxanne, gadis itu sering membolos sekolah dan fokus untuk mengotak-atik banyak bahan kimia. Sampai akhirnya, dia mampu menciptakan hal yang dia inginkan.
Racun! Racun yang menyebar di udara tanpa bau! Sebaliknya, malah bisa membuat indera penciuman orang hilang untuk sementara.
Racun itu memiliki efek memusingkan dan membuat orang lemah untuk sementara waktu. Paling tidak beberapa jam sebelum efeknya benar-benar menghilang.
Hari itu, Roxanne datang ke sekolah lebih awal. Dia menyebarkan banyak botol kecil racun yang akan bereaksi dan menyebar beberapa jam kemudian. Dia juga menyebarkan cukup banyak bensin. Tidak hanya itu, gadis itu juga menyabotase kelistrikan sekolah.
Tidak langsung konslet, tetapi akan konslet dalam beberapa waktu.
Sampai di kelas dan terlambat, Roxanne yang sudah lemas mengerahkan tenaga terakhirnya untuk mengunci pintu. Dalam pandangan banyak murid dan guru yang bingung, dia berjalan ke tempat duduknya kemudian duduk sambil menatap luar jendela.
Memandangi pemandangan indah musim semi di luar jendela!
Racun menyebar, hampir semua orang lumpuh dan pusing. Pada saat itu juga, konslet terjadi. Percikan api awalnya membakar area kecil, tetapi akhirnya menyebar dengan ganas.
Membakar seluruh sekolah, khususnya lantai tiga dimana kelas mereka dan kantor berada!
Melihat Roxanne yang duduk di kursinya dengan senyum, lalu ke arah orang-orang yang lemah, tidak bisa bergerak ketika mereka dibakar sampai mati ... Adam benar-benar kehilangan kata-katanya!
Adam hanya bisa melihat ekspresi putus asa di wajah orang-orang yang dibakar hidup-hidup tapi tidak bisa melakukan apa-apa!
Mungkin karena teknologi belum terlalu maju, pemadam kebakaran memang tiba ... tetapi terlambat dan tidak bisa menyelamatkan banyak orang!
"Gila ... gadis itu benar-benar sudah gila."
Melihat pemandangan di depannya, Adam benar-benar tidak bisa tidak merasa ngeri.
"Jadi begitu. Alasan kenapa Guren tidak segera pergi ke alam berikutnya, selain karena Darwin ...
Dia menyesal telah membuat Roxanne gila dan ingin menyelamatkannya!"
Pada saat itu, pandangan Adam tiba-tiba berubah. Semuanya kembali diselimuti oleh kegelapan.
Ketika membuka matanya, Adam melihat dia telah kembali ke dunia nyata. Dia memeluk sosok Roxanne yang tidak sadarkan diri. Gadis itu tiba-tiba membuka matanya, tampak agak linglung dan kebingungan.
__ADS_1
"Kamu akhirnya bangun, Gadis Bodoh."
Mendengar suara itu, Adam dan Roxanne menoleh. Mereka melihat sosok Guren berjalan ke arah mereka satu langkah demi langkah.
Tubuhnya penuh luka, pakaiannya tampak compang-camping. Setiap kali melangkah, tubuhnya akan semakin memudar. Benar-benar sudah berada di ujung tanduk!
"Guren!"
Roxanne yang baru saja sadar langsung keluar dari pelukan Adam. Dia jatuh ke lantai, tampak sulit bergerak. Namun gadis itu masih merangkak ... terus merangkak sampai akhirnya menggapai dan langsung memeluk Guren.
Adam tidak tahu berapa lama waktu berlalu, dia melihat lorong benar-benar berantakan. Banyak goresan di dinding, bahkan bekas terbakar yang baru! Ada juga banyak serpihan tulang dan cipratan daging serta darah di mana-mana.
Mengabaikan pemandangan mengerikan itu, Adam malah fokus kepada dua gadis yang saling berpelukan.
"Maaf ... maafkan aku, Guren!"
Roxanne terisak sambil memeluk tubuh Guren yang memudar.
Bukannya marah, Guren malah menyentil dahi gadis itu. Dengan senyum di wajahnya, dia berkata dengan lembut.
"Maaf telah meninggalkanmu sendiri, Rosa."
"Jangan takut, Rosa. Aku akan ada di sini."
"En."
Roxanne tenggelam dalam pelukan Guren.
"Don'na Jotai Demo ..."
(Dalam kondisi apapun.)
Guren memeluk sahabatnya dengan penuh kasih sayang. Tersenyum lembut ketika tubuhnya memudar perlahan, dia berbisik.
"Watashi wa anata to issho ni imasu."
(Aku akan selalu bersamamu.)
***
__ADS_1
Sementara itu, di bandara Kota B.
"Apakah masih lama?"
Clarissa duduk sambil menopang dagu. Dia masih mengenakan jas lab miliknya. Sementara itu, Diana duduk di sampingnya memakai seragam militer.
"Lima menit lagi."
"Ya ... tidak apa-apa untuk menunggu. Aku benar-benar tidak menyangka, dia mau datang ke tempat ini demi Mr Owl.
Tampaknya Mr Owl benar-benar lebih terkenal daripada yang aku kira!"
"..."
Diana tidak berbicara, tetapi hanya mengangguk sebagai jawaban. Meski diam, dia juga setuju dengan ucapan Clarissa.
Lima menit kemudian, sebuah pesawat pribadi tiba.
Clarissa, Diana, dan beberapa tentara wanita berjalan menuju ke sana. Sosok wanita cantik turun dari pesawat. Wanita itu memiliki ekspresi dingin ... lebih dingin daripada sebelumnya. Rambutnya menari-nari ditiup oleh angin malam.
Melihat sosok itu, Clarissa membuka kedua tangan sambil tersenyum ceria.
"Selamat datang di Kota B, Code Phoenix ... Nona Alicia!"
>> Bersambung.
---
Halo, Author Kei ada di sini.
Karena SHS dan NYPP tidak up empat kali di bulan ini karena masalah, berarti dua judul lagi-lagi gak dapat pemasukan. Jadi, SHS akan berhenti di sini dan dilanjutkan di bulan depan!
NYPP masih up harian satu chapter karena berusaha menuhin target supaya masih bisa dapet level cukup di bulan depan. Ya, peraturan baru itu.
Jadi, bagi yang masih pengen baca novel Author Kei bisa mampir ke judul satunya. Untuk U8P, masih belum bisa lanjut karena memang belum ada niat dan kesempatan.
Terima kasih atas perhatiannya, dan maaf membuat kalian kesal! Terima kasih atas dukungannya!
^^^Salam hangat, Kei L Wanderer.^^^
__ADS_1