
"Mr Owl, itu ..."
Melihat burung dipegang oleh Adam, Lei Na tampak terkejut.
"Aku merasa kalau makhluk ini selalu mengawasi kita sejak kita sampai di tempat ini, jadi aku menangkapnya."
Mendengar penjelasan Adam, Lei Fan dan Lei Na tidak bisa berkata-kata. Mereka berdua bahkan tidak sadar kalau ada makhluk lain di sekitar mereka.
Apa yang Adam pegang adalah seekor kenari. Namun dibandingkan dengan kenari yang penuh warna dari kuning, hingga, dan sebagainya ... burung kenari di tangan Adam memiliki warna cokelat dengan garis-garis hitam.
Tampak lebih mudah membaur dengan alam daripada burung kenari jenis lainnya. Tentu saja, bentuk dan coraknya juga indah.
Adam memegang burung kenari itu dengan tangan kirinya, lalu mengelus kepala makhluk kecil itu dengan tangan kanannya.
Burung kenari yang awalnya panik tiba-tiba menjadi tenang. Makhluk itu tampaknya sangat menikmati sentuhan Adam. Burung kenari kecil itu memejamkan matanya.
Adam kemudian membuka tangan kirinya. Namun burung kenari itu sama sekali tidak terbang atau segera melarikan diri. Sebaliknya, dia masih menikmati jari Adam yang menggosok bulu di kepalanya. Hal itu membuat Lei Fan dan Lei Na saling memandang, tampak agak bingung.
Adam berhenti mengelus kepala burung kenari kecil, membuat makhluk itu membuka matanya. Melihat Adam yang diam saja, makhluk itu mulai berkicau. Bukannya terbang menjauh, makhluk itu malah hinggap di pundak Adam.
"..."
Melihat Lei Fan dan Lei Na yang terdiam, Adam tidak bisa tidak bertanya.
"Ada apa?"
Lei Fan dan Lei Na saling memandang. Melihat Lei Na mengangguk, Lei Fan akhirnya menjelaskan.
"Anda pasti pasti tahu, Mr Owl. Setelah medan bebatuan, kita akan pergi melewati lembah. Di sana Sekte Thunder Fang berada.
Di lembah tersebut, banyak hewan dan tumbuhan. Namun yang memiliki jumlah paling banyak adalah burung kenari tersebut.
Itu karena, ada yang memelihara burung-burung tersebut. Menjadikan mereka sebagai pengawas lembah."
"Hmm?"
Adam mengangkat alisnya. Merasa agak terkejut, tetapi masih mengangguk.
"Apakah orang itu adalah juga anggota dari Sekte Thunder Fang? Seorang Beast Master?"
"Ya, meski menyebutnya sebagai Beast Master itu berlebihan ... dia memang memiliki teknik cukup bagus untuk merawat hewan.
Bukan segala jenis hewan. Apa yang beliau rawat biasanya jenis burung. Selain banyak burung kenari, beliau memiliki seekor elang di tempat tinggalnya. Elang itu sangat besar dan patuh, bahkan bisa digunakan untuk menyerang lawan.
Beliau—"
"Uhuk! Uhuk!"
Mendengar Lei Na batuk, Lei Fan sadar kalau dirinya terlalu banyak berbicara.
__ADS_1
Untuk menghilangkan situasi canggung, Lei Na juga ikut bertanya.
"Apakah anda juga memiliki hobi memelihara binatang, Mr Owl?"
"Ya ... bisa dibilang begitu."
Adam mengangguk.
Mendengar jawaban positif Adam, Lei Fan dan Lei Na cukup terkejut. Mereka kemudian berkata.
"Hewan apa yang anda pelihara, Mr Owl?" tanya Lei Na.
"Bukankah sudah jelas? Burung hantu, kan?" Lei Fan berkata santai.
"Mungkin Mr Owl memelihara hewan lainnya, kan? Karena mudah menjinakkan hewan, mungkin dia memelihara kucing savannah yang ganas?"
"Daripada kucing, mungkin dia memelihara jenis wolfdog, kan?"
"..."
Melihat keduanya berdebat karena dirinya, Adam terdiam sejenak. Dia bahkan merasa agak malu untuk mengakuinya.
Pada akhirnya, pemuda itu hanya bisa berkata.
"Aku memelihara laba-laba."
Keduanya tampak terkejut, tidak menyangka kalau jawaban Adam berbeda dari apa yang mereka bayangkan.
Melihat ekspresi mereka, Adam merasa agak rumit. Dia merasa itu adalah jawaban jujur paling baik, karena ...
Adam tidak mungkin berbicara kalau dirinya memelihara ayam dengan ekspresi bangga, kan? Tidak mungkin juga bilang memelihara ular mini yang sebesar cacing tanah, kan?
Belum lagi, Kyoko (Shadow Beast) bahkan bukan jenis hewan dan tidak bisa dijelaskan!
Jadi memelihara laba-laba adalah jawaban jujur terbaik yang Adam miliki!
Lei Fan merasa agak terkejut, tetapi dia juga bisa menerimanya dengan mudah. Sedangkan Lei Na, sebagai gadis dalam kategori umum, dia tampaknya tidak terlalu suka ... bahkan akan menghindari jenis serangga semacam itu.
"Jadi, burung kenari kecil ini adalah peliharaan gurumu?"
"Kemungkinan besar iya, Mr Owl." Lei Fan mengangguk.
"Pantas saja, dia pandai dalam mengawasi dan cukup jinak."
"..."
Mereka berdua tidak tahu harus berkata apa. Meski dipuji pandai mengawasi, tetapi Adam jelas mampu menemukannya. Sedangkan perihal jinak ...
Burung-burung kenari di lembah mengabaikan para murid Sekte Thunder Fang, bahkan juga mengabaikan hampir semua guru!
__ADS_1
Setelah berbincang beberapa saat, mereka kemudian beristirahat secara bergantian.
Malam berlalu begitu saja.
Pagi harinya, Lei Fan dan Lei Na melihat Adam yang berjaga terakhir telah duduk di luar gua sambil melakukan pemanasan. Pemuda itu kemudian meminum minuman yang dia bawa.
Adam juga menaruh sedikit dalam tutup botol lalu memberikannya kepada burung kenari kecil. Makhluk itu tanpa ragu meminumnya, dan tampak mabuk ketika meminum 'jus' itu.
Burung kenari kecil terbang mengelilingi Adam, jatuh ke pundak pemuda itu lalu menggosokkan kepalanya ke leher Adam.
Melihat itu, Lei Fan dan Lei Na merasa kalau minuman mewah itu terlalu sia-sia!
Setelah sarapan bersama, mereka kemudian melanjutkan perjalanan. Pergi ke lembah, langsung menuju ke Sekte Thunder Fang.
***
Pada saat hampir tengah hari, mereka akhirnya tiba di sebuah tempat yang tampak aneh.
Melihat tempat yang agak tersembunyi di hutan dan celah tebing, Adam tiba-tiba berkata.
"Sebuah array penyamaran, kah?"
Melihat Adam yang mampu mengetahuinya dalam sekali lihat, Lei Fan dan Lei Na tidak terkejut. Lagipula, selain master ramuan, mereka juga tahu kalau Adam ahli dalam membuat jimat. Jadi pengetahuannya tentang array juga tidak begitu rendah.
Tentu saja, mereka pikir Adam hanya mengetahui teorinya saja.
Tidak memedulikan apa yang Lei Fan dan Lei Na pikirkan, Adam malah fokus ke array penyamaran sekaligus perlindungan tersebut.
Adam kemudian mengikuti Lei Fan dan Lei Na melewati pembatas tersebut dengan menggunakan sebuah emblem khusus milik anggota Sekte Thunder Fang.
Melewati dinding ilusi tersebut, Adam melihat anak tangga panjang mengarah ke atas. Dia kemudian mengikuti Lei Fan dan Lei Na naik. Terus naik, dan akhirnya sampai di sebuah tempat yang memanjakan mata Adam.
Meski tidak ada gunung terbang seperti dalam novel wuxia atau semacamnya, Adam melihat banyak bangunan tradisional yang dibangun indah dan membentuk suatu pola yang mempesona.
"Bagaimana menurutmu, Mr Owl?"
Melihat pemandangan luar biasa tersebut, Adam mengangguk puas.
"Luar biasa," ucap Adam.
Lei Fan dan Lei Na cukup bangga ketika Adam memuji Sekte Thunder Fang mereka. Tampaknya sekte itu masih bisa membuat sosok sekelas Mr Owl terpesona. Benar-benar membuat mereka bahagia!
Pada saat itu, beberapa orang datang untuk menyapa Adam dan dua orang lainnya.
Kebanyakan dari mereka sudah cukup tua. Pada saat melihat sosok Adam, mereka sangat terkejut dan langsung memikirkan hal yang sama.
'Mr Owl ini ... benar-benar masih terlalu muda!!!'
>> Bersambung.
__ADS_1