Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Liez Si Penyihir Hitam


__ADS_3

"Aku sama sekali tidak tahu bahwa kamu memiliki hobi menyimpan hal-hal semacam itu di dalam basement, Liezabeth."


Melihat sosok Liez, Adam sama sekali tidak takut. Dia benar-benar nyaris terkubur di dalam basement jika bukan karena bantuan 'anak-anak' yang dia temui. Mengingat bagaimana sulitnya keluar, dinding hidup yang bisa menyerang dan bertahan ... pemuda itu benar-benar hanya bisa tersenyum pahit.


Untung saja aku tepat waktu.


Adam menghela napas panjang, benar-benar merasa cukup bersyukur memiliki rekan yang cukup pengecut ... maksudnya, berhati-hati. Jika salah satu dari orang itu dengan berani menjawab asal, kemungkinan besar jawabannnya akan salah. Jika salah, bahkan jika dia berhasil keluar, itu tidak akan berhasil lagi. Karena ... Liez pasti akan membantai mereka sebelum dirinya tiba.


"Meski setelah aku menghancurkan 'sarang' kontrak dan permainan ini telah berakhir, tetapi aku masih ingin menjawab pertanyaanmu."


"..."


Liez, wanita bergaun hitam yang awalnya tampak sedang bermain-main menata ke arah Adam yang compang-camping dengan ekspresi dingin di wajahnya.


"Kelinci abu-abu adalah kelinci abu-abu. Apa fungsi kelinci abu-abu dalam lomba berburu?"


Adam berkata dengan nada tenang. Menarik napas dalam-dalam, pemuda itu melanjutkan.


"Orang lain mungkin akan menjawab, sebagai target berburu. Ya ... itu benar, tetapi kurang tepat.


Menurut sejarah yang aku baca, karena pelarangan berburu secara ilegal. Para pemburu melepaskan kelinci abu-abu untuk diburu sendiri. Sebuah target yang akan dikejar oleh an-jing pemburu tersebut.


Yang berarti, jawabannya adalah untuk membuat para an-jing berlari lebih cepat dan ... menambah kesenangan."


"..."


"Anak-anak adalah kelinci abu-abu yang sengaja kamu lepaskan, sedangkan wali mereka adalah an-jing yang akan berlari untuk mengejar (menyelamatkan) mereka. Kamu sendiri adalah pemburu yang ingin melakukan hal 'menyenangkan' ini. Bukankah itu benar, Liezabeth?"


"..."


Mendengar jawaban Adam, orang-orang yang tersisa berkeringat dingin di punggung mereka. Setelah mengetahui bahwa sejak awal mereka adalah korban untuk bersenang-senang, mereka menjadi putus asa. Sedangkan Liez, wanita bergaun hitam itu sendiri terus menatap Adam dalam diam. Sebelum akhirnya kedua sudut bibirnya terangkat sampai pangkal telinga.


Liez menutupi mulutnya dengan tangan lalu terkekeh.


"Fufufufu~ Benar-benar ada Shepherd kecil yang tahu apa yang dimaksud oleh pemiliknya. Manisnya~"


Suara indah itu sama sekali tidak membuat para pendengarnya senang. Sebaliknya, mereka malah merinding ketakutan. Mereka tidak menyangka selama ini ternyata hanyalah sebuah pion yang bisa disingkirkan kapan saja. Liez, wanita bergaun hitam itu benar-benar terlalu gila.


"Sayangnya, kamu merusak 'kandang'. Jadi, Shepherd kecil ... kamu harus membayarnya~"


Setelah mengatakan itu, sosok Liez menghilang. Pada saat itu juga, Adam lengsung berteriak.


"Kutukannya sudah tidak aktif! Kalian segera melarikan diri sejauh mungkin. Biarkan aku-"

__ADS_1


BLARRR!!!


Sosok Adam tiba-tiba terhempas menabrak dan menghancurkan beberapa dinding kayu sebelum berhenti di bagian dapur.


Yang lainnya saling memandang. Sejak Adam muncul, sulur-sulur hitam yang mengikat mereka entah bagaimana telah menghilang.


"Kita pergi," ucap Andreas yang langsung menggendong putrinya.


"Tapi, Mr Owl-"


"Kamu bodoh, Mr Thomas. Jelas Mr Owl membuat kesempatan ini untuk kita. Jangan menyia-nyiakannya! Jika tidak, kita hanya akan menjadi beban baginya!"


Thomas yang linglung kaget ketika melihat putranya, Kevin yang sudah siap melarikan diri. Bocah itu kelihatannya sangat memercayai ucapan Adam dan menganggapnya mutlak.


"Baik!" ucap Thomas sebelum menggendong Kevin.


Anderson, putrinya, dan keluarga tiga orang itu juga segera menyusul mereka. Keluar dari rumah terkutuk itu sesegera itu mungkin.


Sementara itu, Adam yang bangkit tersenyum di balik topengnya.


"Meski sesuai rencana, ini benar-benar masih sangat menyakitkan." Adam bergumam pelan.


Jelas, yang lainnya telah tidak lagi dianggap penting karena Adam adalah yang merusak 'sarang' dan mengacaukan semua yang telah dijaga oleh Liez. Wanita cantik bergaun hitam itu jelas tidak akan tenang sebelum membunuh Adam. Jika sampai pemuda bertopeng itu melarikan diri, tanpa kutukan ... dia tidak bisa lagi mendeteksi, belum lagi mengejarnya.


"Untung saja kamu baru berada di setengah langkah menuju ke tingkat Spiritualist Grand Master (Gold Spirit), Liezabeth."


Swoosh!


Sosok bayangan hitam melesat ke arah Adam dengan segenap tenaga. Namun saat itu, dia sudah bersiap.


"Seiryu's Azure Scales!"


BANG!


Kayu-kayu lapuk dalam rumah langsung meledak karena tubrukan antara Adam dan Liez. Rumah itu terus gemetar, bisa roboh kapan saja. Namun bukannya khawatir, Adam yang kedua tangan dan kakinya diselimuti lapisan sisik biru layaknya seekor Naga malah tertawa. Memegang bokken yang dilapisi oleh energi Qi, pemuda itu berkata dengan nada agak gila.


"Karena sudah memakai gaun dan berdandan cantik, mari menari bersama denganku malam ini ... Liezabeth!"


"Berhenti menyebutkan nama itu!" teriak Liez dengan ekspresi wajah terdistorsi.


BLARRR!!!


Adam terpental jauh sampai keluar ke halaman belakang. Jatuh berguling-guling di alang-alang dan lumpur. Bangkit, separuh topeng pemuda itu pecah. Dia bahkan meludahkan sesuap darah. Melihat ke arah sisi Liez, pemuda itu tampak semakin dan semakin serius.

__ADS_1


Liez, wanita bergaun ungu itu melihat ke kanan. Lebih tepatnya, ke arah lengan kanan yang dipotong oleh Adam.


"Aku tidak tahu teknik apa yang kamu pelajari sampai kamu mencapai tingkat itu di usia yang begitu muda. Namun, kamu kalah dalam level ataupun pengalaman."


Berkata dengan nada tak acuh, tangan kanan Liez kembali tumbuh.


"HAHAHA! Paling tidak aku lebih baik dan tegas, daripada ibu rumah tangga yang terlalu lembut dan memilih untuk menjaga anak-anak yang tidak diinginkan."


Mendengar ucapan Adam, wajah Liez kembali terdistorsi. Wanita itu menutupi wajahnya dan mendengus dingin.


"Aku adalah Liez si penyihir hitam."


Sosok Liez dan Adam kembali melesat dan bertabrakan dengan keras.


BLARRR!!!


Adam kembali berguling-guling dengan tubuh penampilan yang tidak karuan. Melihat ke arah dua lengan Liez yang menjadi lebih panjang sampai menyeret di tanah belum lagi cakar-cakar tajamnya, pemuda itu tersenyum pahit. Melirik bahu kirinya yang terluka, dia hanya bisa menahan rasa sakit. Tanpa ragu, Adam langsung mengeluarkan dua butir pil dari inventory. Satu pil gizi dan satu pil penyembuhan, langsung menelannya begitu saja tanpa berpikir seberapa mahal itu. Lagipula ... dia sendiri yang membuatnya.


Liez tampak terkejut ketika melihat aura Adam yang kembali pulih perlahan tapi pasti. Pada saat itu juga, suara pemuda itu kembali terdengar di telinga.


"Mari kita lanjutkan ke ronde dua, Liezabeth!"


Dengan ekspresi penuh dengan kebencian, Liez meraung marah.


"Berhenti memanggil nama itu!"


BLARRR!!!


"Kenapa? Apakah karena ... kamu telah membuang identitasmu yang sebenarnya, Liezabeth!"


Di bawah sinar bulan, ditemani dengan embusan angin yang membawa dedaunan gugur. Kedua sosok itu terus melanjutkan pertarungan tanpa henti.


***


Sementara itu, di Departemen Misteri cabang Kota B.


Ketika James sedang asyik menonton tv di ruang keluarga, tiba-tiba suara pintu didobrak terdengar. Mendengar itu, dia langsung menghampiri lokasi. Bukan hanya James, tetapi juga anggota lain yang sekarang tinggal di sana.


Mereka kemudian melihat sosok Thomas yang menggendong putranya masuk ke dalam. Ketika melihat James, pria itu langsung menghampiri dan berkata.


"Masalah kutukan diselesaikan, tetapi sekarang Mr Owl berada dalam bahaya! Dia memerlukan bantuan kalian!


Mendengar itu, James tampak terkejut. Dia paling jelas dengan kekuatan Adam, jadi tidak bisa tidak bertanya dalam hatinya.

__ADS_1


Membuat orang itu dalam bahaya? Sebenarnya ... apa yang sedang Owl lawan sekarang?


>> Bersambung.


__ADS_2