Spirit Hunter System

Spirit Hunter System
Ini Tidak Ilmiah!


__ADS_3

"Sebelum aku benar-benar resmi bergabung ... ada yang ingin aku tanyakan."


Adam berkata dengan nada serius.


"Tolong katakan saja. Tidak perlu sungkan."


Mendengar ucapan James, Adam mengangguk ringan. Pemuda itu kemudian bertanya,


"Kita bekerja untuk pemerintah dan aliansi, kan?"


"Maksud anda???" tanya James dengan ekspresi bingung.


"Maksudku ... daripada bekerja untuk para tikus berdasi, kita bekerja untuk kepentingan aliansi Blue Star dan masyarakat, kan?"


"Seharusnya seperti itu ..." James mengangguk ringan.


"Bisakah kalian menambahkan perjanjian di mana pihak militer atau kepolisian tidak bisa mengaturku selama ada misi gabungan?


Menuruti orang-orang sombong dan konyol itu benar-benar menjengkelkan."


Tanpa basa-basi, Adam langsung berkata dengan ekspresi tak acuh di wajahnya.


"Ini ... Saya tidak memiliki kewenangan untuk mengatasi masalah ini." James tersenyum pahit.


"Jadi begitu ..." gumam Adam.


"Izinkan saya menelepon seseorang terlebih dahulu," ucap James.


"Baik." Adam mengangguk.


Setelah itu, sosok James keluar ruangan dan menelepon seseorang. Beberapa saat kemudian, pria itu kembali dengan senyum di wajahnya.


"Itu adalah izin khusus. Pihak atas akan menyetujuinya jika anda menjalani pemeriksaan secara menyeluruh.


Maksud saya, bukan pemeriksaan identitas, tetapi pemerikasaan kekuatan fisik, kecepatan, dan hal lainnya. Termasuk kemampuan anda.


Jika anda benar-benar layak, pihak atas berkata bahwa beliau tidak segan memberi anda izin khusus. Benar-benar dianggap sebagai agen khusus!"


Melihat pria seperti James yang bersemangat, ekspresi Adam agak aneh. Ya, cukup aneh melihat pria yang biasanya tenang itu bersemangat seperti anak kecil.


"Di mana kita akan melakukan pemeriksaan? Kapan?"


"Kapan saja, selama anda siap." James berkata dengan nada bersemangat.


"Kalau begitu kita lakukan sekarang."


"Baik. Eh?" James tertegun. "Sekarang?"


"Benar." Adam mengangguk. "Semakin cepat menyelesaikan ini, semakin baik."


Mendengar itu, James mengeluh dalam hati. Pria itu akhirnya tersenyum pahit sebelum menyetujui permintaan Adam. Dia kemudian berkata.


"Kalau begitu kita pamit kepada Mr Paul terlebih dahulu, lalu pergi ke pangkalan militer Kota B."


"Baik."


...***...


Beberapa jam kemudian, pangkalan militer Kota B. Lebih tepatnya, barak militer kota.


Dalam sebuah ruangan uji, terlihat beberapa sosok dengan jas lab putih yang bertugas mencatat dan menghitung data Adam.

__ADS_1


"Bukankah itu James? Pria yang masuk melalui pintu belakang, kan?"


"Ssst ... sekarang dia adalah agen dari departemen khusus. Jangan membuat masalah."


"Aku dengar gaji mereka sangat tinggi?"


"Ya. Benar-benar membuat iri."


"Lalu siapa pria dengan kostum aneh dan topeng merah itu?"


"Mungkin anggota baru."


"Apakah dia datang untuk menguji fisik? Dia terlihat kurus dan lemah."


"Sttt ... sebagai elit, kalian pasti juga diberitahu bahwa ada beberapa orang dengan kemampuan khusus. Kita bahkan sudah bertemu salah satu dengan mereka!"


"Bukankah orang dengan kemampuan khusus biasanya memiliki fisik buruk? Seperti James?"


"Diam dan lihat saja. Ini kesempatan bagi kita."


"..."


Dalam sekilas, Adam melihat 20 tentara yang berbaris dalam ruangan. Dari apa yang dia dengar, mereka adalah elit di barak ini. Pemuda itu sama sekali tidak membenci mereka, bahkan merasa hormat karena pihak tentara memang melakukan pekerjaan mereka dengan sangat baik.


"Oh! Lihat! Itu Nona Clarissa!"


"Bahkan ketika mengantuk, dia terlihat begitu cantik."


"Ugh! Ada juga si Doberman yang kejam."


"Sttt ... jangan sampai Nona Diana mendengarmu. Kamu benar-benar akan dihukum berat!"


"Aku hanya keceplosan."


"..."


Di sana, tampak dua sosok yang datang mendekat. Yang satu adalah wanita cantik dengan rambut pirang panjang sampai punggung bergelombang. Dia memiliki iris mata biru muda.


Meski begitu, wanita itu terlihat agak pendek dan ... membawa dua gunung raksasa bersama dengannya.


Wanita itu adalah Clarissa.


Bukankah itu lebih besar daripada milik Bella?


Tidak ingin memikirkan itu, Adam melihat ke arah lain. Di sana tampak seorang wanita dengan rambut dan iris mata hitam. Rambutnya lurus sampai bahu.


Wanita itu tampak cantik, tetapi memiliki ekspresi dingin di wajahnya. Dalam sekali lihat, Adam tahu bahwa sosok itu sangat disiplin. Mungkin sampai bisa dibilang terlalu kejam.


Dia adalah wanita yang para tentara juluki sebagai Doberman, Diana.


Diana memandang ke arahnya dengan ekspresi dingin, bahkan agak jijik. Kelihatannya sama membenci dirinya, lebih tepatnya ... James yang bersama dengannya.


Apakah wanita bernama Diana itu memiliki dendam kepada para pengguna kemampuan khusus atau semacamnya? Kenapa aku merasa dia sangat jijik kepada kami berdua?


Sosok Clarissa dan Diana menghampiri mereka. Adam melihat James menjadi lebih gugup.


"Apakah kamu Blood Owl yang akan melakukan pengujian?"


Mendengar suara seperti remaja agak kekanak-kanakan membuat Adam tertegun. Ternyata selain lolita pendek yang cantik, ternyata sosok Clarissa itu benar-benar memiliki suara indah. Pantas saja banyak prajurit yang berfantasi tentang dirinya.


"En." Adam mengangguk ringan.

__ADS_1


"Apakah kamu perlu berganti pakaian yang lebih nyaman atau semacamnya?"


"Tidak perlu."


"Lalu ..."


"Tidak bisakah kita mulai saja?"


Mendengar ucapan Adam, Clarissa tertegun. Para tentara biasanya akan senang berbicara dengan dirinya bahkan jika hanya beberapa kata. Wanita itu tidak menyangka pria dengan kostum dan topeng aneh di depannya benar-benar bertindak begitu dingin.


Karena tidak menyukai basa basi, Clarissa juga mengangguk ringan.


"Kalau begitu tolong ikuti saya."


"Baik."


Adam kemudian mengikuti Clarissa. Mereka kemudian sampai di sebuah mesin aneh untuk mengukur kekuatan tinju. Cukup berbeda dari yang Adam pikirkan.


"Jika sudah siap, anda boleh meninju kapan saja. Anda bisa tenang, alat pengukur ini sangat akurat." Clarissa berkata dengan penuh kepastian.


"Baik."


Ketika Adam maju, para tentara mulai berbisik.


"Coba tebak, berapa keras dia bisa memukul?"


"Mungkin 500 joule? Pemuda itu tampak kurus."


"Aku rasa masih lebih. Lagipula ... dia masih memiliki kemampuan khusus."


"Namun biasanya fisiknya cukup buruk."


"Yang jelas, kurang dari 1000 joule. Tidak sekuat para tentara yang dilatih khusus seperti kita."


"Hahaha ... aku setuju dengan itu."


"..."


Mengabaikan para tentara yang berbisik, Adam maju ke depan mesin pengukur. Pemuda itu kemudian menarik napas dalam-dalam sebelum memasang kuda-kuda sambil memutar sedikit pinggangnya untuk memberi dampak maksimal.


Adam juga sangat penasaran dengan kekuatan fisiknya yang sekarang. Tanpa tambahan energi Qi atau Beast Skill andalannya.


Swoosh! BANG!!!


Suara memotong udara ditambah dengan pukulan keras terdengar. Pada saat itu, semua orang langsung melihat ke arah angka. Orang-orang di sana langsung terdiam karena mesin itu menunjukkan angka ...


2499 Joule!


Di dunia Adam sebelumnya, petinju yang dianggap memiliki pukulan kuat seperti Mike Tyson kira-kira memilki kekuatan pukulan 1600 joule.


Para tentara elit ini juga memiliki kekuatan pukulan sedikit lebih dari 1000 joule yang sudah bisa dianggap sangat kuat untuk ukuran manusia.


2499 joule, kurang 1 angka sampai 2500 joule.


Jika pukulan itu dilancarkan langsung ke kepala seseorang, kemungkinan kepalanya langsung meledak. Untung saja selama ini Adam lebih suka menggunakan teknik yang lebih singkat daripada menggunakan kekuatan kasarnya.


Clarissa yang awalnya juga siap mengukur tiba-tiba ternganga ketika melihat sosok Adam.


Apakah semua Kultivator sekuat ini? Dengan tubuh ramping seperti itu ... benar-benar bisa memiliki kekuatan pukulan 2500 joule?


Ini tidak ilmiah!

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2