
“Apakah kalian benar-benar berniat untuk ikut turun ke bawah?”
Melihat sosok Jennifer dan Renald, Adam bertanya dengan ekspresi cukup heran. Tidak menyangka bahwa mereka benar-benar ingin pergi ke saluran air bawah tanah untuk mencari buronan tersebut bersamanya.
Aku benar-benar tidak tahu apa yang dipikirkan oleh kedua orang ini. Lagipula … lebih baik menunggu di atas daripada harus ikut ke bawah.
Apakah itu karena tanggung jawab? Apakah benar-benar masih ada polisi yang bertanggung jawab semacam itu sekarang?
Pada saat itu, Adam, sosok yang dipanggil Owl itu benar-benar tampak cukup ragu. Melihat keduanya masih dipenuhi dengan tekad, pemuda itu akhirnya menghela napas panjang sebelum mengangguk.
“Kalau begitu pastikan keamanan kalian sendiri.”
“Baik!” seru Jennifer dan Renald secara bersamaan.
Setelah itu, pada akhirnya mereka setuju untuk pergi ke saluran air bawah tanah bersama.
Beberapa waktu kemudian.
Berada di sebuah gorong-gorong bawah Kota B, Adam mengerutkan kening ketika mencium aroma tak sedap di sana. Ya, daripada kata saluran air bawah tanah … lebih tepat untuk menyebutnya selokan atau gorong-gorong bawah Kota B.
Karena gorong-gorong itu juga cukup gelap dan lembab, Jennifer dan Renald menggunakan head-lamp. Sedangkan Adam sendiri, matanya terbiasa melihat dalam gelap. Tentu saja berbeda dengan pemandangan infra merah. Pemuda itu hanya melihat lebih jelas dan tampak normal.
Mungkin itu berhubungan dengan skill Shadow Stealth miliknya. Yang jelas, pemuda itu mulai bisa melihat lebih jelas dalam kegelapan semenjak membuat kontrak dengan Kyoko.
Memang, untuk beberapa kota besar, gorong-gorong besar seperti ini sangat dibutuhkan. Akan tetapi, seharusnya tempat seperti ini juga harus dirawat dan diperhatikan lebih. Mengarahkan tim pengurus kebersihan misalnya. Jika bagian atas dan bawah bersih, itu pasti juga meningkatkan kenyamanan orang-orang yang tinggal di sana.
Apa yang Adam masih syukuri adalah … sampahnya tidak menumpuk terlalu parah. Tidak menyebabkan penyumbatan dan berakhir dengan banjir ketika musim penghujan.
Menghela napas dalam hati, pemuda itu diam-diam memikirkan sosok Bella.
Sepertinya aku harus meminta Bella untuk membuatkan masker khusus di balik topeng.
“Ugh! Bau yang menjijikkan.”
__ADS_1
Mendengar suara Jennifer yang mengeluh, Adam menggeleng ringan. Menoleh ke arah Renald yang masih diam meski terus mengerutkan kening, pemuda itu menggeleng ringan.
“Aku dengar, terkadang … akan ada aligator atau buaya yang tinggal di gorong-gorong bawah kota semacam ini, kan?”
Mungkin untuk mengalihkan perhatian dari aroma yang tidak menyenangkan, Jennifer berusaha memulai pembicaraan. Mendengar itu, Renald yang awalnya tampak tidak terlalu fokus tiba-tiba menjadi sedikit kaku. Pemuda itu sesekali melirik ke saluran air yang kotor dan gelap.
Adam dan keduanya berjalan di area pinggir, berusaha tidak terlalu dekat dengan air. Karena gorong-gorong itu sangat besar, mereka merasa sedang berjalan di sebuah goa yang mengarahkan mereka entah ke mana.
“Belok ke kiri di persimpangan depan, Tuan Owl!”
Mendengar ucapan Renald, Adam mengangguk ringan. Pada saat mereka sampai di persimpangan, mereka langsung memilih jalan ke kiri. Pada saat itu juga, sebuah bayangan hitam melompat ke arah mereka.
Adam tanpa ragu menendang bayangan itu dengan keras sampai membentur dinding dengan keras. Mengarahkan pandangan mereka ke bayangan tadi, ketiganya melihat sosok tikus got kotor dan menjijikkan dengan ukuran lebih besar daripada kepalan tangan pria dewasa. Benar-benar lebih besar daripada tikus pada umumnya.
Pada saat itu, Adam langsung mengerutkan kening. Bau amis dan busuk langsung menyerang indera penciuman mereka bertiga. Bahkan Jennifer dan Renald langsung muntah di tempat.
Maju ke depan, Adam melihat pemandangan yang menjijikkan sekaligus sedikit mengerikan. Terlihat banyak bangkai tikus besar tersebar, selain itu … terlihat juga beberapa tikus seukuran kepalan tangan yang menggerogoti bangkai itu. Benar-benar kanibal.
Melihat sosok Adam, mereka langsung menyebar dan melarikan diri ke segala arah. Tidak ragu untuk melompat ke air dan menyeberang ke sisi lain gorong-gorong.
Apa yang Adam lihat adalah sosok lelaki kurus dengan pakaian berantakan. Sosok itu terlihat memakai pakaian pasien Rumah Sakit Jiwa yang kebesaran karena kehilangan banyak berat badan. Belum lagi ekspresinya yang mengerikan seperti mayat hidup, melihat itu saja membuat Adam tidak nyaman. Belum lagi … apa yang sedang orang itu lakukan.
Sosok orang itu memegang seekor tikus besar di tangannya, menggigitnya dan memakannya mentah-mentah. Melihat darah dan bulu di wajah pria kurus itu membuat Adam ingin muntah.
Sedangkan sosok itu sendiri berhenti ‘makan’ setelah melihat Adam. Layaknya sosok yang selalu memakan sisa makanan diberi hidangan hotel bintang 3, pria kurus itu meraung dan bergegas ke arah Adam seolah ingin menelannya bulat-bulat.
Terbiasa melihat tindakan irasional para orang-orang yang menjadi wadah Darkblood Caterpillar, Adam langsung melapisi tangannya dengan energi Qi.
Bruak!
Sosok pria kurus itu langsung terpental menabrak dinding. Namun Adam yang melihatnya agak heran. Berbeda dengan beberapa orang sebelumnya yang langsung memuntahkan Darkblood Caterpillar, pria kurus itu benar-benar malah kembali bangkit.
Merasakan bahwa dirinya memukul sesuatu yang keras, Adam sedikit heran. Menyipitkan matanya, pemuda itu bergumam, “Menarik.”
__ADS_1
Tidak ingin berlama-lama, Adam langsung bergegas ke arah pria kurus itu. Belum sempat menghindar, pemuda itu langsung melakukan pukulan bertubi-tubi. Bahu, perut, dada … dia memukulnya dengan keras sampai suara retakan terdengar.
Bruak!
Pria kurus itu kembali menabrak dinding, bahkan lebih keras. Setelah itu memuntahkan seteguk darah. Hanya saja … Adam masih belum melihat pria kurus itu memuntahkan Darkblood Caterpillar.
Aneh. Apa yang sebenarnya terjadi?
Pikir Adam ketika melihat sosok pria kurus itu. Melihat dirinya mendekat, sosok itu tiba-tiba berusaha melarikan diri. Kemungkinan besar karena tahu bahwa pemuda itu sama sekali bukan lawannya.
“Mencoba berlari? Mimpi.”
Adam melesat cepat seperti anak panah yang lepas dari busurnya. Sampai di depan sosok pria itu, dia langsung mengayunkan tinjunya. Tinju yang lebih berat daripada sebelumnya yang di arahkan ke perut orang itu.
Sosok pria kurus itu langsung jatuh ke tanah. Mulai mengejang sambil terus memuntahkan beberapa suap darah. Pada saat itu juga, kejadian aneh terjadi.
Bukannya memuntahkan Darkblood Caterpillar, Adam melihat orang itu memuntahkan benda seperti batu hitam yang seukuran kepalan tangan.
Melihat benda itu, ekspresi Adam berubah dari heran menjadi terkejut.
“Ini … kepompong?”
Berbeda dengan Darkblood Caterpillar, ketika benda itu keluar, tubuh pria kurus itu tampak menjadi lebih pucat dan lemah. Berbeda dengan Bob yang masih bisa bangun, hanya kehilangan ingatannya saja.
Dengan hati-hati Adam mendekat lalu mencoba menyentuh benda itu. Pada saat itu juga, ekspresi terkejut tampak di balik topengnya.
[ Darkblood Cocoon ]
Sebuah kepompong, proses metamorfosis dari Darkblood Caterpillar menjadi Darkblood Moth. Terlihat seperti batu hitam dan tidak bisa bergerak, tetapi hidup dan memiliki vitalitas yang kuat.
…
Melihat penjelasan dari Spirit Hunter System, ekspresi Adam benar-benar menjadi lebih serius. Dia tidak bisa tidak bertanya.
__ADS_1
Sebenarnya … siapa dalang dari semua ini?
>> Bersambung.