
JENGJENG!
Arumi terdiam beberapa saat, ia mencermati wajah laki-laki di layar ponsel Jane. Sepertinya dia pernah melihat wajah laki-laki itu. Dan tampangnya langsung terkejut ketika mengingat siapa si laki-laki itu.
“Astaga, Jane! Jadi ini bos kamu?” Tanya Arumi terkaget-keget.
“Kenapa kamu shock banget liat tampang bos aku? Ganteng kan dia?” Jane bangga.
“Jadi si raja minyak ini bos kamu?” Arumi masih dalam keterkejutannya.
“Raja minyak? Hey, namanya Ramzi Alatas! Dia pengusaha di bidang perhotelan, travel haji dan umroh, batu bara juga garmen!” Jane mengklarfikasi perkataan Arumi.
Arumi semakin terkejut. “Setajir itukah dia? Pantas saja Sofi ninggalin Hanson demi nikah sama si raja minyak itu.” Ucap Arumi lirih diakhir kalimatnya namun masih terdengar oleh Jane.
“Kamu mengenal istri bosku?” Kali ini Jane yang terkejut.
“Tentu aja, Sofi teman kuliahku dulu. Semua laki-laki tergila-gila padanya. Dan dengan sombongnya dia mutusin gitu aja kalo udah bosen. Heran, kenapa dia diidolakan banget. Padahal secara akedemis nilaiku selalu lebih bagus darinya. Cih, menyebalkan!” Gerutu Arumi mengingat masa kuliahnya. "Dia tipe cewek petualang, suka gonta-ganti pacar. Terakhir jalan sama Hanson." Lanjut Arumi jengkel.
“Hanson itu siapa?” Jane penasaran dengan cerita Arumi.
“Dia pacar kontrak Sofi, mereka traveling keliling manca negara berdua. Padahal aku yang lebih dulu menyukai Hanson, tapi dia justru lebih tertarik pada Sofi. Hampir semua laki-laki yang aku suka pasti lebih tertarik padanya. Baru sekarang aku bisa dekat dengan Hanson setelah dia putus sama Sofi. Sebentar lagi dia akan datang kesini, kamu bisa lihat tampangnya.”
Jane terkekeh kecil mendengar penuturan Arumi.
“Nggak usah ngeledek!” Arumi melotot makin kesal. “Kamu sendiri juga udah dilabrak dia kan?”
Tawa Jane sontak terhenti. Dia ingat kejadian saat Sofi mempreteli bajunya dengan tak berperasaan. Tiba-tiba rahangnya mengeras.
“Apa yang dia lakuin sama kamu?” Tanya Arumi melihat perubahan Jane.
“Dia hampir menelanjangiku di depan suaminya.”
Arumi tersenyum smirk. “Aku rasa kita bisa berkolaborasi.”
“Apa katamu? Kamu pikir kita mau nyanyi duet, pake kolaborasi segala?” Kesal Jane.
“Ayolah, Jane. Aku pingin kasih dia sedikit pelajaran karena selalu mengalahkanku sejak dulu.” Bujuk Arumi.
“Kamu bilang kalian berteman sejak kuliah, terus kenapa kamu mau memberinya pelajaran? Memangnya kamu guru private?”
“Jane, aku serius!” Arumi benar-benar memasang tampang seriusnya. “Aku sebenernya udah jengkel sama dia dari dulu! Aku stalking sosmednya Hanson, mereka udah putus. Ini kesempatan yang bagus untuk aku membalaskan semuanya.”
“Teman macam apa kau ini?” Cibir Jane.
“Memangnya kamu nggak sakit hati atas perlakuannya? Dia hampir menelanjangimu! Dan kamu nggak mau membalasnya?” Arumi mulai mengompori. “Kita bisa bekerja sama, kita kan saudara.” Rayu Arumi.
“Kamu baru ingat kalo aku saudaramu?” Jane nampak jengah. “Saudara macam apa kau ini? Tak pernah menanyakan kabarku, tak pernah mengunjungiku, bahkan tak tau aku kerja dimana?”
“Ya mana aku tau, kamu nggak pernah cerita!” Elak Arumi.
“Giliran mau bekerja sama dalam kejahatan ngajak-ngajak, kemarin kemana aja?”
“Udah lah, Jane. Ngapain kita malah ribut sendiri?” Arumi coba melunak. “Kamu mau nggak kita kerja sama? Aku mau liat Sofi menderita.”
Jane mendengus. “Sejujurnya aku malas ribut dengan orang. Aku memang menyukai Ram, dan kalo aku mau, udah aku ambil dia dari awal. Tapi aku sadar diri, nggak ada gunanya memaksakan keadaan. Soal kemarin itu, aku cuman khilaf.” Ungkap Jane terus terang.
“Cih! Kamu ini lembek banget jadi orang, bahkan lebih lembek dari kue cucur!” Arumi gemas dengan sikap Jane yang kurang mendukungnya.
“Ish, kue cucur nggak lembek. Yang lembek itu kue apem!”
“Terserah kamu! Pokoknya kamu harus membantuku kalo aku membutukanmu.”
“Asal jangan nyerempet pada tindak pidana.” Jane mengingatkan.
Arumi cuek, lantas kembali pada makan siangnya yang sempat terlupa, begitu juga denga Jane. Sejenak mereka melupakan keributan kecil barusan.
“Arum!” Panggil satu suara agak nyaring seraya mendekati meja Arumi dan Jane.
“Hai!” Arumi melambaikan tangan dan tersenyum lebar. “Jane, kenalkan ini Hanson. Hanson, ini Jane.” Arumi memperkenalkan Hanson begitu si laki-laki bule jerman yang blepotan bahasa inggrisnya tapi cukup fasih bahasa Indonesia itu mendekat.
“Halo, Jane. Senang bertemu denganmu.” Sapa Hanson hangat.
“Senang juga bertemu denganmu, Hanson.” Balas Jane. “Jadi ini bule gebetan kamu, mantannya Sofi?” Bisik Jane pada Arumi.
Arumi hanya mengedipkan mata memberi isyarat pada Jane untuk tak banyak bicara soal itu.
“Hanson, kamu mau makan apa?” Tanya Arumi setelah si bule itu duduk.
__ADS_1
“Nggak usah, aku masih kenyang.”
“Aku pesankan kopi?” Tawar Arumi lagi.
“No, thanks. Aku menghindari cafein.”
“Gimana kalau juice?”
“That's the sound batter.” Hanson tersenyum.
Arumi kemudian memesan juice apel untuk Hanson.
“Jadi kenapa kamu mengajakku bertemu disini?” Tanya Hanson tanpa basa basi.
“Sabar dong. Kenapa sih kamu buru-buru gitu?” Ucap Arumi sedikit kecewa.
“I don’thave any time. I have to meet someone.”
“Pacar baru kamu?” Selidik Arumi. Jane tersenyum melihat raut kesal Arumi.
“Bukan. Aku ada janji dengan seorang dokter.”
“Kamu sakit?” Arumi tiba-tiba panik.
Hanson menggeleng, lantas mendengus gusar. “Next time aku cerita sama kamu.”
Pesanan juice Hanson datang. Hanson menerimanya tak lupa mengucapkan terima kasih pada palayan, lantas mulai menikmati juicenya sebentar.
“Oya, Jane. Are you single?” Tanya Hanson kemudian yang tentu saja langsung membuat Arumi melotot.
“Hey, she’s already married with her boss!”
“No! She’s kidding!” Elak Jane. “Ngaco kamu, Arumi!” Jane kini melotot pada Arumi.
“Asal kamu tau ya, dia udah punya gebetan. Dia sering kencan dengan suaminya mantan pacar kontrak kamu!” Ungkap Arumi tak bisa menutupi kekesalannya.
Susah payah si Arumi ngajakin Hanson ketemuan, ternyata setelah ketemu si Hanson malah kayaknya ada feeling sama Jane. Ngeselin kan? Wkwkwk…
“Sofia?” Gumam Hanson tak percaya. “Dia sudah menikah?”
“Iya, makanya dia mutusin kamu!” Kesal Arumi. “Ceritain denga detail Jane.” Perintah Arumi.
“Ya semuanya yang kamu ketahui tentang Sofi. Aku juga penasaran kenapa dia bisa nikah sama si raja minyak itu.”
Lalu mengalirlah cerita dari mulut Jane. Tentu saja Jane mengetahui hampir semuanya karena Ramzi kerap curhat padanya.
“Jadi Sofia hamil? Dia sudah hamil? Sofia benar-benar hamil?” Pertanyaan itu terus berulang-ulang dari Hanson.
“Iya tapi udah digugurin.” Lanjut Jane.
“What?” Hanson kaget.
“Jadi bukan keguguran?” Arumi tak kalah kagetnya. “Rupanya si raja minyak itu tak menghendaki bibit yang bukan berasal dari benihnya. Aku sudah menduganya, nggak mungkin baru menikah beberapa hari dia sudah hamil.”
“Damn!” Maki Hanson.
“Hey, mau kemana? Arumi menarik lengan Hanson yang mau beranjak.
“Aku harus menemui Sofia.”
“Sabar. Memangnya kamu tau dia tinggal dimana? Dia udah pindah, aku pernah ke rumahnya yang dulu tapi rumahnya kosong. Kalo kamu mau tahu tanya Jane. Tapi kamu tenang dulu.”
“Jane help me, please.” Hanson meraih tangan Jane penuh harap.
“Bisa nggak sih nggak usah pegangan tangan?” Arumi sewot. “Aku punya foto Sofi waktu di rumah sakit.” Arumi memperlihatkan ponselnya.
Hanson langsung menyambar ponsel Arumi. “Biar aku cari sendiri, mana fotonya?
“Ish, dasar bule nggak ada akhlak! Main rebut aja hp orang!” Ujar Arumi kesal melihat Hanson yang tak sabaran mencari foto Sofi di galeri ponselnya.
Sesaat kemudian Hanson nampak tercenung memandangi foto-foto Sofi yang terbaring lemah di rumah sakit kala itu.
“Dia menonaktifkan semua sosmednya dan memblokir nomerku.” Lirih Hanson sambil matanya masih tak beralih dari layar ponsel Arumi.
“Nomorku aja dia blokir. Dia menghilang kayak ditelan lumpur lapindo!” Sahut Arumi lirih juga. “Beruntung aku bertemu dengannya tak sengaja kala itu.”
“Dia pasti hamil anakku.” Ucap Hanson dengan mata mengembun.
__ADS_1
“See? Dugaanku benar lagi.” Arumi tersenyum penuh kemenangan. “Habislah kau, Sofi.” Gumam Arumi dalam hati. Senyum smirknya kembali mengembang.
“Heum, aku nggak tau masalah kalian. Tolong jangan libatkan aku terlalu jauh.” Jane buka suara.
“Ck, dasar lemah! Kalo Sofi diceraikan sama si raja minyak itu, kamu kan bisa pepetin tu mantan lakinya.” Kesal Jane.
“Aku harus berpikir ribuan kali, Ram sangat mencintai istrinya.” Jane pesimis.
Hanson memberikan ponsen Arumi. “Kamu harus antar aku menemui Sofia.” Katanya pada Jane.
“Arumi saja. Aku kasih alamatnya yang sekarang.” Tolak Jane.
“Ayo, Rumi!”
“Oh, tidak semudah itu, Fernando! Kau harus mengajakku berkencan, baru aku mau membantumu.” Ucap Arumi terang-terangan. “Jane, jangan kasih alamatnya, sebelum dia memenuhi permintaanku.” Perintahnya pada Jane.
“No, aku sudah tak bernafsu dengan wanita.”
“Kamu sudah berubah jadi gay?” Arumi melotot. “Terus kenapa tadi kamu nanyain Jane masih single apa nggak?”
“You know, she’s look so excotic, preety and nice.” Tutur Hanson yang tentu saja langsung membuat Jane tersipu.
“Oke, aku akan berjemur biar tambah coklat.” Arumi tak mau kalah.
“Oh, come on, Arum. Aku sudah kehilangan selera untuk menikmati perempuan. Tadi itu aku hanya berbasa-basi.”
“Dasar bule cap gayung! Nggak bisa liat cewek cakep dikit, main mau ciduk aja!” Arumi mengerucutkan bibirnya.
Hanson makin kesal. “Mintalah apa saja, asal jangan kencan. Aku tak mampu memberikannya.”
“Ish, kamu pikir aku mau mengjakmu menginap di hotel dan berbuat mesum?” Arumi membalas dengan tak kalah kesalnya. “Aku cuman mau kamu temani aku seharian, kamu membelikanku apa pun, mengajakku jalan-jalan, makan, shopping, nonton dan banyak lagi. Apapun, kecuali mesum!” Tegas Arumi.
“Deal!” Sahut Hanson mantap tanpa menunggu lama.
“Wow! Thank you. Give me a hug!” Arumi langsung melebarkan tangannya sekonyong-konyong menubruk tubuh tegap Hanson di dekatnya yang sudah lama ia idam-idamkan.
Arumi membulatkan matanya,ia tak percaya kalau saudaranya yang berasal dari nenek buyutnya itu begitu agresif pada laki-laki melebihi dirinya.
__________
Jauh amat ya sodaraannya mereka 🤭🤭
Oke, segini dulu ya ☺️☺️
Othor lagi DL yang lain nih jadi up seikit dulu.😍😍😍
Mohon maaf kalo ada typo atau beberapa yang terlewat 🙏🙏
Bonus visual Jane, Arumi dan Hanson untuk akak kece semua 🤩🤩🤩🤩
Jane (Erica Putri)
Jane ini asisten pribadinya Ramzi ya😍 cantik, cekatan dan sangat bisa diandalkan. diam-diam Jane suka sama Ramzi, tapi dia cepat sadar diri kok 🤭🤭
Arumi ( Audrey Tapiheru )
Arumi ini ngakunya teman dekat Sofi waktu kuliah. tapi dia kesal sama Sofi kerna selalu kalah bersaing dalam soal cowok sama Sofi. Arumi cerdas, kepo, sedikit licik dan lugas.
Hanson ( Lucho Moroz )
__ADS_1
Naah! Ini dia tampang laki-laki yang siang malem selama 2 tahun barengan sama si Sofi 🤭 yang ngakunya Sofi tiap kali uwiw-uwiw selama 2 tahun itu selalu pake pengaman 🤣
let's see yaa benarkah Hanson itu bapaknya bayi Sofi yang udah dilenyapkan sama Ramzi 🤔