TERPAKSA SELINGKUH

TERPAKSA SELINGKUH
147 #PLEASE COME BACK TO ME, RUMI ...


__ADS_3

Hari demi hari berlalu, Danar menepati janjinya untuk tak lagi menunjukkan perhatiannya pada Via. Dia hanya mengulas senyum tipis jika kebetulan melewati meja Via dan bertemu mata dengannya. Milen cs sudah barang tentu girang bukan kepalang, mereka mengira Via bersikap seperti itu karena takut dengan ancamannya, namun Via tak mau amabil pusing karena yang terpenting sekarang hatinya lebih tenang.


Meow… Meow… Meow…


Ponsel Via berbunyi. Via melirik, tampang Mirza memenuhi layar ponselnya. Via tak lekas menjawabnya karena tanggung sedang bebenah bersiap pulang.


“Hoy! Angkat tuh, berisik tau!” Celetuk Cila.


Via pura-pura nggak denger, sampai dia selesai baru dia menerima panggilan telpon suaminya.


“Ya, Mas. Halo, Assalamualaikum …”


“Wa alaikumussalam. Lama banget sih sayang?” Mirza sedikit merajuk.


“Nanggung nih, lagi beres-beres mau pulang.”


“Oh, kirain lagi ngapain. Ya udah deh, nanti nyampe rumah Mas telpon lagi ya?”


“Iya, tapi aku mau nginep di rumah Denaya nih Mas.”


“Lho, ada acara apa?” Mirza heran.


“Nggak ada, pingin nginep aja. Dena yang ngajakin kok, ini bentar lagi Om Jaka jemput aku di kantor.” Via belum menceritakan kalau setiap week end dia belajar nyetir mobil sama Dena. Via mau ngasih kejutan buat suaminya ketika pulang nanti.


“Ya udah, ati-ati ya sayang. Love you…”


“Love you too …”


Via mengakhiri percakapan dengan senyuman. Cila yang dari tadi berusaha nguping langsung membelalakkan mata denger Via bilang lope-lopean barusan.


“Ssuut, kalian denger nggak tadi. Si Via udah dapet pacar baru lho.” Cila menghampiri meja Milen yang bersebelahan dengan Vony.


“Masa sih? Secepat itu?” Milen dan Vony kompakan heran.


Via segera menenteng tasnya berjalan keluar mengukuti beberapa karyawan lain yang meninggalkan ruangan karena memang sudah jam pulang kerja.


“Iya. Aku denger katanya dia mau dijemput gitu.” Cila meyakinkan.


“Ya udah yok kita ikutin. Aku penasaran, kayak apa cowoknya?” Usul Milen.


“Iya, ayok! Masa ada laki-laki yang lebih keren dari Pak Danar?” Timpal Vony bersemangat.


Mereka bertiga pun segera keluar, dan langsung bersembunyi begitu melihat Via sudah sampai loby di lantai satu.


“Tuh, dia lagi nungguin jemputan tuh kayaknya.” Cila mendongakkan dagu ke arah Via yang sibuk menelpon.


Tak berapa lama kemudian Via bangkit dan berjalan keluar segera diikuti Milen cs yang berjalan mengendap-endap dan ngintip dari balik mobil Milen. Om jaka yang baru nyampe parkiran langsung menurunkan kaca mobilnya begitu Via mendekat.


“Sorry ye, lama nunggu.” Sapa Om jaka dengan senyum lebarnya.


“Lho, Dena mana?” Via melihat jok di samping Om Jaka yang kosong.


“Tadi siang udah gue anter pulang, katanya dia mau masak buat makan malam bereng elu.”

__ADS_1


“Uuunchhh, sweet banget tante aku itu.” Puji Via.


“Dah buruan naik, gue mau ajakin elu mampir ke mertua elu dulu.”


“Ha? Mau ngapain?” Via terkejut.


“Gue ada perlu, sekalian jalannya.”


Via berjalan memutar, membuka pintu depan dan duduk di sebelah Om Jaka.


“Astaga! Via jalan sama Om Om, Cil!” Milen meremas bahu Cila begitu dapat dengan jelas melihat wajah Om Jaka.


“Ish! Sakit Len!” Cila meringis.


“Itu mereka pasti mau check in ke hotel.” Mata Vony mengikuti mobil Om Jaka yang melaju pelan meninggalkan parkiran.


“Nggak nyangka ya, Via perempuan macam begitu? Ih, amit-amit!” Cila menimpali.


“Beruntung Pak Danar berhasil kita selamatkan dari jerat perempuan macam Via itu.” Milen berbangga diri.


❤️❤️❤️❤️❤️


Hanson yang sudah hampir putus asa karena tak berhasil menemukan Arumi, kini hanya bisa pasrah terduduk lesu di sofa ruang tengahnya. Beberapa kali ia datang ke rumah Arumi namun tetap jawaban yang sama ia dapati dari pembantu Arumi. “Non Rumi, sudah berhari-hari nggak pulang.”


“Apa mungkin Rumi sakit hati lalu bunuh diri?” Hanson nelangsa. “Ya ampun, Rumi …. Maafkan aku ….” Wajah sendu Hanson menerawang menatap langit-langit.


Hanson sungguh menyesali perbuatannya yang keterlaluan pada Rumi. Padahal jika ia tak mengusirnya dengan bengis, mungkin saat ini Rumi akan mau datang dan menemaninya lagi terapi ke Mak Epot. Namun apa daya, pisang tanduk yang semula sudah mulai mengeras, kini berangsur layu kembali. Hanson benar-benar merasa bodoh sudah mengabaikan saran alternatif dari Arumi yang sudah mati-matian menyemangatinya agar jadi pria normal kembali.


“Oh, my gosh!” Hanson terperanjat ketika mengingat sesuatu. Dengan langkah cepat dia berjalan ke kamarnya dan mengobrak-abrik isi tempat sampah di sana. Semua isinya dia keluarkan, namun sepertinya ia tak menemukan apa yang dicarinya.


BRAAK…!


Hanson membanting wadah sampah tak berdosa itu ke lantai hingga pecah berkeping-keping. Nafasnya agak tersengal, ia menjatuhkan tubuhnya ke atas sofa dengan lunglai.


Hanson menjambak rambutnya frustasi. Ia tak berhasil menemukan ramuan Mak Epot yang tempo hari dibuangnya itu. Dia lupa melemparkannya ke tempat sampah yang mana karena saking jengkelnya saat itu menganggap tak tahan dengan reaksi yang didapatnya dari ramuan itu. Namun sekarang justru ia mencarinya lagi dan berharap menemukannya.


“Sh*t! pasti sudah dibuang sama dia!” Hanson ngedumel manakala ingat bahwa tiga hari sekali ada seseorang yang datang untuk membersihkan apartemennya yang dia sewa dari jasa cleaning service online.


Hanson kembali meraih gawainya, dipandaninya foto-fotonya bersama Arumi, beberapa diantaranya saat mereka sedang berada di Pulau Perawan. Rumi yang saat itu mengenakan baju seksi tampak terseyum bahagia dengan bergelayut manja di lengannya.


“Ahhhh, Rumi…. I need you.” Gumam Hanson, jemarinya kini melihat deretan pesannya yang dikirim pada Arumi sejak beberapa hari yang lalu, dan seketika dia terlonjak mendapati tanda ceklisnya berubah dua. Ada kemungkinan Arumi sudah membacanya.


Hanson


Rumi, where are you? Please forgive me. I really need you. I’ll do whatever you want, but please come back to me. I miss you so.


Di tempat lain, Arumi yang sedang asyik nyemil sambil berbaring santai menikmati sinar mentari pagi di tepi kolam renang melirik sekilas pada ponselnya ketika ada notifikasi pesan masuk.


“Jane ….! Hanson mengirimiku pesan lagi!” Pekik Arumi girang setelah membaca isi pesan itu.


Jane menghampiri membawa dua gelas minuman dingin. “Biasa aja lagi. Dari kemarin-kemarin kan dia emang gitu?” Jane cuek duduk di samping Arumi.


“Tapi ini beda. Dia bilang kangen , dia bilang butuh aku di sampingnya. Nih, baca…!” Arumi mengasongkan layar gawainya ke depan muka Jane.

__ADS_1


“Terus kamu percaya?”


“Iya lah! Selama ini dia belum penah bilang kayak gitu.”


“Sia-sia dong berarti kamu ngumpet selama ini?” Decak Jane.


“Ya nggak dong. Aku udah berhasil bikin dia kelimpungan. Dan sekarang dia minta aku kembali. Aku yakin banget, dia nyesel!” Arumi berbinar bahagia.


Jane cuek menikmati minumannya. “Terserah kamu deh. Tapi awas ya kalau sampe kamu nangis-nangis lagi gara-gara bule jelek itu terus minta tolong aku lagi!”


“Apa kamu bilang? Jelek? Dia cakep, Jane. Cakep banget….!” Protes Arumi merem melek membayangkan wajah Hanson.


“Iya cakep, tapi layu!”


“Ish! Yang penting dia kaya raya!”


“Kaya buat apa kalo nggak bisa ngasih service?”


Bip!


Satu notfikasi pesan masuk lagi di ponsel Arumi menghentikan perdebatan mereka berdua.


Hanson


Rumi, kalo kamu baca pesan ini. Tolong temui aku. Aku akan kembali ke Jerman dalam waktu dekat ini. Maafkan aku sudah sering mengecewakanmu. I love you.


“WHAAAAT…..?” Rumi histeris dengan kedua mata nyaris mencelot keluar.


“Duh, Rum! Apa-apaan sih kamu!” Jane kesal.


“Hanson mau balik ke Jerman, Jane!”


“Halah, itu pasti cuman akal-akalan dia aja." Cibir Jane.


“Oh, no ….! Dia bilang lope sama aku ini, Jane. Lope …!” Rumi jingkrak-jingkrak sendiri.


Jane hanya melirik dengan acuh.


“Aku harus segera nemuin dia!” Arumi menyambar kunci mobilnya d atas meja dan segera pergi.


“Hey…, Rumi ...! Pake baju dulu! Gila kamu mau nemuain bule cuman pake kutang doang ….?” Teriak Jane yang melihat Arumi masih mengenakan bikini sahabis renang beberapa saat yang lalu.


“Oh, iya!” Rumi yang sudah mencapai pintu menopok jidatnya dan berbalik arah.


❤️❤️❤️❤️❤️


Yeeeiii…. Semangat Rumi…! 😂😂😂


Jangan lupa pake baju dulu ya, wkwkwk….🤣🤣🤣


Maaf ya, partnya pendek. Part sofi menyusul segera, ok…😍😍😍


Terima kasih sudah membaca. Feedback ke akak othor meluncur alon-alon yaa..🙏🙏🙏

__ADS_1


Luv u all🤗🤗🤗😘😘😘


__ADS_2