CINTAI AKU OM !!!

CINTAI AKU OM !!!
Bolos


__ADS_3

Seperti hari-hari sebelumnya saat ini Niken sedang berada diruang makan untuk sarapan pagi, sambil menunggu kedua orangtuanya turun, Niken memilih memainkan ponsel miliknya.Tak lama terlihat Frans menuruni anak tangga disusul oleh Lidya dibelakangnya.


''Pagi pah, pagi mah.'' sapa Niken


''Pagi juga sayang,'' jawab keduanya kompak.


Ketiganya menikmati sarapan pagi dengan sedikit obrolan ringan.


''Sayang hari ini om kamu gk jemput?'' tanya Frans sambil menyeruput kopi hitam miliknya.


''Gk pah, katanya pagi ini dia harus berangkat kekantor lebih awal.'' jelas Niken.


''Iya sih, belakangan ini dikantor memang sedikit sibuk, apa lagi setelah produk yang kita promosikan mendapat sambutan yang sangat memuaskan dimasyarakat.'' jelas Frans.


''Oya, bagus dong pah,'' sambung Lidya


''Iya mah, papa sangat bersyukur, makanya dikantor para karyawan harus bekerja sedikit extra lebih keras untuk mencapai target yang diinginkan.'' sambung Frans lagi.


DITEMPAT LAIN


Saat ini Rayen baru saja sampai dikantor, setelah memarkirkan mobil miliknya, Rayen langsung melangkah menuju lantai dimana ruangannya berada.


Namun saat akan masuk kedalam lift tiba-tiba terdengar suara seseorang memanggil nya.


''Mas Rayen, kamu sudah datang sepagi ini?'' ucap nya yang ternyata adalah Viona


''Iya Vio, karna memang untuk beberapa minggu kedepan, banyak pekerjaan yang harus diselesaikan tepat waktu.'' jelas Rayen


''Mas mau keatas kan yuk bareng.'' ajak Viona yang diangguki oleh Rayen.

__ADS_1


Didalam lift keduanya hanya diam, tak ada yang saling bicara.


Kenapa setelah putus mas Rayen seperti sangat menjaga jarak dengan ku, apa karna permintaan gadia itu? atau mungkin karna memang sudah tak ada lagi rasa cinta untukku dihatinya?


Dalam hati Viona terus bertanya-tanya ingin sekali ia kembali menanyakan tentang perasaan Rayen padanya,namun Viona mengurungkan niatnya, karna ia tak mau Rayen semangkin menjauhinya jika dirinya kembali mempertanyakan tentang isi hati Rayen padanya.Karna pasti Rayen beranggapan jika dirinya belum ikhlas dan merestui hubungan dirinya bersama Niken, otomatis Rayen pasti akan kembali menjauh darinya dan Viona tidak mau sampai itu terjadi.


Ting


Suara pintu lift terbuka, setelah keluar dan berpamitan, Rayen langsung melangkah menuju ruangannya, sedangkan Viona kembali menutup lift dan menekan tombol lantai tujuannya.


Tak terasa jam sudah menunjukan pukul dua belas siang,terlihat saat ini para karyawan kantor sedang menikmati makan siang mereka, namun berbeda halnya dengan Rayen, lelaki itu masih betah diruangannya, terlihat Rayen masih bergelut dengan laptop miliknya, dan karna sangkin fokusnya membuat Rayen sampai tak menyadari kehadiran seseorang diruangannya tersebut.


Duuh kekasih aku serius banget sih kerjanya sampai gk sadar aku ada dihadapannya sekarang.


Batin Niken merasa dikacangin


Aku kerjain aah...


''Tidak perlu, maaf sebaiknya kamu keluar saja dulu karna saya tidak mau diganggu.'' ucap Rayen datar, matanya sama sekali tidak beralih dari layar laptopnya, Rayen juga belum menyadari jika suara barusan adalah suara sang kekasih.Niken yang mendengar ucapn Rayen langsung terlihat bette,


''Apa?? dia nolak aku? berani sekali, memangnya dia gk sadar apa kalau aku ini kekasihnya, lagi pula masa sih dia lupa sama suara aku, dasar om Rayen nyebelin.'' gumamnya pelan.


''Oh, jadi bapak gk perlu sesuatu ya dari saya, yasudah kalau gitu saya permisi keluar.'' ucapnya penuh dengan penekanan, mendengar itu sontak Rayen langsung menoleh kearah sumber suara dan betapa kagetnya Rayen setelah tau jika wanita yang ia pikir adalah karyawan kantor itu ternyata adalah kekasihnya sendiri.


''Sayang kamu disini?'' ucap Rayen yang langsung berdiri dari duduknya.


''Mmm,, baiklah pak kalau anda tidak membutuhkan kehadiran saya disini, saya akan keluar, permisi..'' ucap Niken sambil melangkah menuju pintu ruangan, namun sebelum ia sampai dipintu tersebut, secepat kilat Rayen sudah berada disana dan langsung mengunci pintu tersebut.


''Loh pak, kenapa anda mengunci pintunya saya belum keluar loh, lagi pula bukannya tadi anda bilang jika anda tidak butuh sesuatu dan ingin saya keluar dari ruangan anda? tetapi kenapa sekarang anda mengunci saya diruangan ini?'' ucap gadis tersebut sambil menatap sinis pada laki-laki yang ada dihadapannya sekarang.

__ADS_1


Rayen meringis saat mendengar ucapan yang keluar dari mulut kekasihnya itu yang sengaja menyindir dirinya, dalam hati Rayen sangat merutuki kebodohannya kenapa ia sampai tak menyadari kehadiran Niken dan lebih parahnya ia sama sekali tak mengingat jika itu adalah suara milik seseorang yang selalu ia rindukan setiap saat.


Rayen menatap wajah Niken yang masih ia tekuk, sepertinya dirinya akan membutuhkan kerja keras hari ini, karna selain dirinya harus menyelesaikan pekerjaannya ia juga harus membujuk ratu kesayangannya yang saat ini dalam mode ngambek.


''Sayang mas minta maaaafff banget, mas tadi gk lihat kamu.'' ucapnya menyesal.


''Ok, kalau om gk lihat, aku maklum lah, tapi jika sampai gk kenal sama suara aku itu rasanya sangat keterlaluan om!" ucapnya kesal.


''Iyaiya makanya mas minta maaf, maaf ya karna mas tidak mengenali suara kamu, baiklah sekarang lebih baik kita duduk sekarang di sofa.'' ucap Rayen sambil menggiring kekasihnya itu menuju sofa yang terdapat didalam ruangan tersebut.


''Kok kamu tumben jam segini sudah pulang sekolah? apa kamu bolos?'' tebak Rayen, membuat Niken tersenyum paksa.


''Habisnya gurunya gk masuk, jadi yaudah aku bolos aja, lagi pula aku tuh kangen banget sama kekasihku jadi yaudah aku samperin deh dia, tapi siapa sangka ternyata dia sama sekali gk merindukan aku, malahan aku diusir dari ruangannya.'' ucap Niken yang masih menyindir kekasihnya itu.


''Siapa bilang dia gk kangen? malahan dia kangen banget lagi, sampai-sampai potonya yang ada diatas meja itu selalu ia pandangi setiap saat.'' jawab Rayen membuat Niken mengangkat kedua alisnya.


''Masa?? kok aku kurang yakin ya?'' ucap Niken sambil melirik kearah Rayen, setelah itu ia membuang wajahnya kesembarang arah, membuat Rayen bertambah gemas.


"Sayang udahan dong marahnya, mas kan udah minta maaf, udah ya jangan marah lagi?" Rayen berusaha membujuk Niken.


"Heem," hanya itu yang keluar dari bibir gadis itu.


"Sayang mas lapar nih, gimana kalau kita makan? mas tau pasti kamu juga belum makan iya kan?" ucap Rayen, yang diangguki oleh Niken.


Saat ini keduanya sedang jalan berdampingan menuju lantai bawah membuat keduanya jadi pusat perhatian, terdengar kasak-kusuk dibelakang, namun tak dihiraukan oleh keduanya selagi itu tidak merugikan mereka.


"Eh itu yang bersama pak Rayen siapa sih yang pakai seragam sekolah? kok nempel banget sama bos kita." tanya salah satu karyawan baru.


"Oh, itu mba Niken, keponakan bos kita, sekaligus anak dari direktur utama perusahaan ini, pak Frans Mahendra." jelas karyawan satu lagi yang memang tau jika Niken adalah anak dari pemilik perusahaan.

__ADS_1


NEXT


__ADS_2